Selasa, 25 September 2012

Tugas-3 Solusi Labsky untuk Indonesia


Tugas-3  Solusi Labsky untuk Indonesia

Masalah Kependudukan Menjadi Masalah Utama Republik Indonesia Dikemudian Hari

            Seperti yang sering diberitakan oleh media, baik itu media cetak maupun media televisi dan radio, jumlah penduduk Indonesia saat ini mengalami pertumbuhan yang pesat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya grafik yang meningkat dengan tajam seperti grafik pertumbuhan penduduk di Indonesia ini mengkhawatirkan. Dari hasil sensus penduduk yang dilakukan pada tahun 2010, data yang diperoleh adalah bahwa terdapat sekitar 237.560.000 (dua ratus tiga puluh tujuh koma lima puluh enam juta) jiwa yang saat ini terdaftar sebagai penduduk Indonesia.
                Pengertian dari penduduk itu sendiri adalah seseorang yang tinggal di suatu wilayah tertentu atau seseorang yang secara hukum berhak untuk tinggal di suatu daerah. Penduduk tidak sama dengan warna negara, karena pengertian warna negara itu sendiri adalah seseorang yang secara hukum merupakan suatu warna negara yang sah dari negara tersebut. Penduduk dapat diartikan sebagai jumlah individu yang pada suatu waktu menempati suatu negara, oleh karena itu warna negara asing yang untuk waktu yang lama bertempat tinggal di daerah kekuasaan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetapi tidak melepaskan kewarganegaraan lamanya tetap dapat disebut penduduk Indonesia. Begitu pula dengan warna negara Indonesia yang untuk suatu waktu yang lama bertempat tinggal di luar daerah kekuasaan Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak disebut sebagai seorang penduduk Indonesia walaupun seseorang tersebut masih memegang kewarganegaraan Indonesia. Namun, saya akan membahas mengenai pertumbuhan penduduk oleh warga negara Indonesia yang bertempat tinggal di Indonesia, hal ini untuk mempersempit bidang pembahasan permasalahan penduduk yang timbul.
                Masalah kependudukan ini tercipta akibat adanya ledakan populasi individu yang tinggal di daerah kekuasaan Republik Indonesia. Ledakan penduduk ini dinilai sebagai suatu masalah yang akan terus ada di seluruh dunia, jenis-jenis masalah kependudukan yang dihadapi oleh negara maju dan negara berkembang berbeda. Masalah kependudukan yang dihadapi oleh negara-negara maju tidak terlalu kentara dibandingkan dengan masalah kependudukan negara berkembang, hal ini karena dalam mengatasi ledakan penduduk negara-negara maju mengimbangi ledakan tersebut dengan berbagai pelayanan umum yang memadai. Di negara berkembang seperti Indonesia, tingkat pertumbuhan penduduk masih belum dapat diimbangi dengan kesediaan fasilitas-fasilitas umum dan pelayanan masyarakat. Persaingan dalam hal lapangan kerja yang sempit mengakibatkan banyaknya pengangguran dan persentase penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan.
                Masalah yang diakibatkan oleh tingginya laju pertumbuhan penduduk diantara lain adalah tingginya persaingan untuk encari lapangan kerja, tingginya tingkat pengangguran, tingginya beban tanggungan, tingginya persentase masyarakat miskin, tingginya tingkat kriminalitas, timbulnya daerah-daerah kumuh, kualitas penduduk yang rendah dan yang nantinya mengakibatkan produktivitas penduduk yang rendah, dan rendahnya pendapatan perkapita.
                Saat ini, Indonesia berada di urutan keempat dalam daftar negara dengan jumlah penduduk terbanyak, hal tersebut ditambah dengan laju pertumbuhan penduduk saat ini adalah hal yang sangat mengkhawatirkan. Beberapa tahun yang akan datang, jika tidak dilakukan suatu usaha mengurangi laju pertumbuhan penduduk negara ini akan mengalami suatu krisis penduduk dimana jumlah penduduk yang ada melampaui jumlah tersedianya sumber daya alam yang tersedia. Jika hal ini terjadi maka sumber daya alam berupa makanan akan mengalami inflasi yang sangat tinggi sehingga hanya segelintir penduduk mampu memiliki makanan sedangkan sisanya akan kelaparan dan kemungkinan besar beralih ke tindak kriminal sehingga tidak ada lagi alat kontrol masyarakat, ketiadaan alat kontrol masyarakat ini akan menyebabkan ketidakteraturan sistem dan kemungkinan akan runtuhnya suatu sistem pemerintahan. Krisis seperti ini yang sebisa mungkin dihindari dan ditunda oleh para pemimpin negara di dunia, dengan menekan laju penduduk maka kemungkinan krisis pangan di suatu negara dapat berkurang secara signifikan.
                Sedangkan di Indonesia masalah kependudukan muncul terutama di kota-kota besar seperti Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang merupakan ibukota dari Republik Indonesia. Pemusatan penduduk di kota ini menyebabkan tingginya tingkat persaingan dalam meraih kesempatan bekerja sehingga Ibukota Jakarta yang seharusnya merupakan suatu kota yang bersih, indah, dan teratur menjadi suatu kota dengan masalah kependudukan yang besar dan lingkungan kumuh bertebaran di setiap penjuru kota. Keinginan untuk merubah nasib biasanya yang mendorong terjadinya urbanisasi dari masyakarat daerah terpencil ke daerah modern. Urbanisasi yang berlebihan pula yang menyebabkan rendahnya pendapatan suatu daerah, karena sangat sedikit sumber daya manusia yang tersedia dan menyebabkan rendahnya kualitas hidup para imigran di kota besar dibandingkan di daerah asalnya. Seringkali, karena keputusasaan terjadilah tindakan kriminal atas dorongan ekonomi yang mewabah di seluruh penjuru kota. Tingkat kriminalitas yang tinggi merupakan salah satu bahan pertimbangan para investor untuk menaruh sahamnya ataupun membangun perusahaan baru. Dengan tingkat kriminalitas yang tinggi para investor cenderung menarik diri dari pasar potensial Indonesia dan mengalihkan investasinya ke negara lain yang juga memiliki potensi.
                Setiap tahun jumlah penduduk Jakarta bertambah, namun wilayah Ibukota Jakarta tidak bertambah untuk mengakomodasi penduduk baru, itulah alasan timbulnya lingkungan kumuh yang memanfaatkan sisa-sisa wilayah yang ada, seringkali lingkungan kumuh ini muncul di pinggir kali dan karena pendidikan lingkungan masyarakat miskin ini kurang, mereka membuang sampah ke tempat terdekat dengan tempat tinggal mereka. Pembuangan sampah-sampah rumah tangga ke kali-kai yang mengalir di Jakarta menyebabkan terjadinya hambatan dalam arus aliran dan naiknya air kali mendekati permukaan tanah. Banjir di Jakarta adalah akumulasi dari kurangnya saluran pengalihan aliran air, terhambatnya saluran aliran air yang ada, dan debit hujan yang menigkat di musim hujan. Masalah kependudukan terbawa kembali pada dampak dari bencana banjir ini, penyakit mewabah yang menimpa penduduk lingkungan kumuh. Tanggungan kesehatan yang harus dibayarkan pemerintah untuk biaya berobat warga naik dengan tajam dan mengakibatkan berkurangnya uang kas kota Jakarta. Akibat dari pertumbuhan penduduk dapat kita lihat pada contoh yang terjadi di Ibukota Jakarta seperti yang sudah saya tulis diatas, untuk menghindari masalah ini pemerintah Republik Indonesia harus mencari solusi yang efektif dalam mengendalikan jumlah penduduk karena efek yang ditimbulkan oleh masalah kependudukan ini tidak sedikit dan dapat mempengaruhi seluruh komponen penyusun negara.
                Mengutip dari blog seseorang, berikut adalah dampak dari masalah kependudukan terhadap kemajuan pembangunan:
Penduduk adalah objek dan subyek pembangunan. Sebagai objek, penduduk adalah sasaran pembangunan. Sebagai subyek, penduduk adalah pelaku pembangunan. Peranan penduduk sebagai subyek menentukan arah dan keberhasilan pembangunan. Potensi dan tantangan pembangunan ditentukan oleh keadaan riil kependudukan dan sumber daya alam yang dimiliki oleh suatu negara. Bagaimana potensi dan tantangan pembangunan di Indonesia? Kekayaan sumber daya alam yang ada di bumi Indonesia sangat besar. Ini merupakan suatu potensi. Masalahnya adalah  sanggupkah penduduk Indonesia mengeksploitasi dan mengelola sumber daya alam yang melimpah itu?  Fakta menunjukkan bahwa eksploitasi sumber daya alam (penambangan) di Indonesia banyak dilakukan oleh perusahaan asing. Proyek-proyek pembangunan oleh pemerintah juga sering menggunakan bantuan (assistance)  perusahaan asing.
Hal ini disebabkan oleh keterbatasan modal dan teknologi yang dimiliki penduduk Indonesia. Penguasaan teknologi dan kepemilikan modal terkait dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) penduduk Indonesia. Rendahnya kualitas sumber daya manusia penduduk Indonesia ditunjukkan dengan GDP perkapita  yang relatif rendah. Kualitas sumber daya manusia penduduk Indonesia yang rendah merupakan penghambat pembangunan. Secara terperinci faktor kependudukan yang menghambat pembangunan adalah:
1.    Rendahnya kualitas SDM penduduk Indonesia
Salah satu indikator kemakmuran suatu negara adalah volume barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduknya. Untuk memproduksi barang dan jasa diperlukan penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan. Penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan terkait dengan kualitas SDM penduduk suatu negara. Jadi kualitas SDM merupakan faktor penentu kemakmuran. Apa yang dapat dilakukan oleh orang yang tidak memiliki keterampilan dan ilmu pengetahuan?
2.    Pertumbuhan penduduk yang tinggi
Penduduk merupakan potensi sekaligus beban pembangunan. Penduduk yang berkualitas (produktif) merupakan potensi/kekuatan pembangunan. Sedangkan penduduk dengan kualitas rendah (non produktif) merupakan beban pembangunan. Pertumbuhan penduduk bagi suatu negara dapat menjadi kekuatan sekaligus beban. Ini tergantung bagaimana kualitas penduduknya. Bagi Indonesia, pertumbuhan penduduk yang tinggi merupakan beban pembangunan. Mengapa? Jumlah penduduk Indonesi
a saat ini sudah cukup besar. Tetapi kualitas hidupnya (kemakmurannya) masih rendah.  Apabila pertumbuhan penduduk masih tetap tinggi, maka kualitas hidup (kemakmuran) akan semakin menurun.(http://guruipsgempol1.wordpress.com)
                Salah satu cara untuk mengurangi laju pertumbuhan penduduk adalah melalui program yang membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga, pemerintah Republik Rakyat Cina sudah mengimplementasikan metode ini. Untuk setiap satu anak melebihi batas maksimal, maka keluarga tersebut akan dikenakan denda yang tidak sedikit. Metode ini dilakukan berdasarkan fakta bahwa Republik Rakyat Cina adalah negara dengan populasi penduduk terbanyak di dunia, tentu kemungkinan terjadinya krisis pangan meningkat berkali-kali lipat dengan jumalah penduduk yang sangat banyak.
                Indonesia memiliki suatu program serupa yang disebut KB atau kepanjangannya Keluarga Berencana. Program ini bertujuan untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga menjadi hanya 2 anak saja. Program ini bertujuan untuk mengurangi tingkat laju penduduk dan meningkatkan taraf hidup penduduk-penduduk Indonesia, karena dengan hanya ada 2 anak maka beban tanggungan akan berkurang dan kualitas hidup akan lebih tinggi dibandingkan dengan memilik beban tanggungan sebanyak 5 anak. Program ini ditujukan baik kepada masyarakat di desa-desa terpencil maupun masyarakat perkotaan, namun masyarakat perkotaan saat ini seringkali mengabaikan program Keluarga Berencana ini karena dianggap membatasi keinginan dan merusak bayangan individu tersebut akan jumlah ideal suatu keluarga, hingga kini program KB masih menjadi topik yang kontroversial.
                Menurut saya, cara untuk mengatasi masalah kependudukan di Indonesia adalah dengan pemerataan penduduk ke seluruh daerah, hal ini bertujuan untuk mendorong perkembangan tingkat hidup masyarakat dan mengurangi persaingan kerja yang terjadi di kota-kota besar. Dengan adanya pemerataan penduduk daerah-daerah terpencil akan mengalami pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi tersebut akan meningkatkan taraf dan kualitas hidup masyarakat sehingga mereka dapat menerima pendidikan yang tinggi dan mendorong kesadaran akan masalah laju penduduk, tentunya dengan sosialisasi masalah ini oleh lembaga yang berwenang. Lalu, pemerintah dapat memperbarui program-program lama, contohnya KB agar menjadi sesuatu yang lebih menarik perhatian baik itu warga kota besar maupun kecil. Dengan tingkat kesadaran yang tinggi dan pengetahuan yang dalam, masalah kependudukan ledakan penduduk dapat dikurangi laju pertumbuhannya.

               
                Sumber:
2.       http://id.wikipedia.org/wiki/Penduduk
               

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar