Kamis, 20 September 2012

Tugas 3 - Solusi Labsky untuk Indonesia


Hargailah Mereka Yang Belajar


     Hidup di era modern seperti saat ini merupakan tantangan berat bagi negara yang masih berkembang.  Banyak negara - negara di dunia ini yang sudah bisa dibilang “berdiri sendiri”.  Apa maksudnya?  Maksud saya di sini adalah negara yang sudah bisa memperkerjakan rakyatnya sendiri, menggunakan teknologinya sendiri, merancang sistem, alat, elektronik mereka sendiri.  Tidak heran kalau mereka semua sudah maju dan Indonesia masih di katakan sebagai negara berkembang.  Sebenarnya Indonesia hanya kurang kepercayaan diri.  Harta kita melimpah dari sabang sampai merauke, dikelilingi lautan dan samudra yang luas, tanah di Indonesia ini sangat lah subur sehingga memungkinkan untuk menanam banyak sekali jenis tanaman.  Sungguh prihatin menerima kenyataan bahwa kita masih saja suka mengimpor beras, teh, jagung, buah - buahan, sayur mayur, dan bahan pokok lainnya.



     Di sisi pertanian, kita hampir punya semuanya.  Lahan yang luas, subur, hijau dan melimpah sumber daya nya.  Di sisi peternakan, kita juga punya semuanya.  Daerah Indonesia yang diapit oleh 2 benua memungkinkan flora dan fauna menyebar dan beraneka ragamnya.  Hewan ternak di Indonesia pun bagus - bagus.  Di sisi perikanan dan kelautan, Indonesia dikelilingi perairan.  Sumber daya nya melimpah, berbagai jenis ikan berenang bebas di kedalaman lautan Indonesia.  Lalu mengapa kita masih di katakan sebagai negara berkembang?  apa salah kita sebenarnya?  kepercayaan diri bangsa kita lah.

     Siswa - siswi kita sangatlah berprestasi.  Bolak balik medali emas, perak ataupun perunggu diraih dalam olimpiade sains.  Pada bidang olahraga pun juga demikian.  Sumber daya manusia kita punya, sumber daya alam kita punya, lahan pun tak usah diragukan lagi.  Mahasiswa - mahasiswa kita lebih mementingkan untuk belajar dan bekerja di luar negara tercinta ini, Indonesia.  Apakah karena mereka ingin gaya?  menurut saya tidak.  Bangsa ini kurang menghargai mereka yang telah bersusah payah belajar, meraih prestasi dan mengharumkan nama bangsa ini.  Apa yang pemerintah kita kasih kepada mereka yang telah berprestasi?  hanya sekedar sorotan media yang lama kelamaan pudar dari benak kita?  atau mungkin mereka pikir korupsi adalah bentuk hadiah untuk mereka?                                                                                   

     Kita tahu banyak sekali kasus eksploitasi sumber daya Indonesia oleh negara - negara asing di dunia ini.  Banyak sekali pemanfaatan sumber daya alam kita oleh negara lain.  Banyak sekali perampasan hasil kerja keras para rakyat Indonesia oleh negara asing.  Bagaimana kita mau maju kalo kita harus seperti ini terus?  Permasalahan besar disini bagi Indonesia adalah masalah kepercayaan diri dan tidak menghargai para ilmuwan, mahasiswa dan mereka yang telah menuai ilmu sangat berat, bertahun - tahun lamanya, dan dengan susah payah. 

     Perlengkapan teknologi untuk penelitian di Indonesia sangatlah minim sehingga mereka tidak bisa mengembangkan apa yang melintas di pikiran mereka.  Ilmuwan Indonesia seakan terbatasi oleh teknologi yang dimilikinya.  Ini adalah salah satu alasan mereka untuk pergi dan pindah ke negara di mana mereka lebih dihargai.

     Indonesia tidak kekurangan orang pintar. Bisa kita lihat prestasi - prestasi orang - orang, pemuda - pemuda Indonesia di negara lain. Dan sebagian besar mereka adalah penemu - penemu terobosan baru dan sangat berguna untuk kelangsungan hidup manusia di dunia. Tapi disayangkan, lagi - lagi penghargaan diberikan oleh negara lain.

     Dr. Johny Setiawan.  Ia adalah penemu planet baru yang dinamakan HIP 13044b. Ia adalah doktor termuda di Albert - Ludwigs University, Greinburg, Jerman. Dan ia pun satu - satunya seorang ilmuwan non - jerman yang menjadi ketua Tim Proyek Max Planck Institute for astronomy, di Heidelberg, Baden - Wurttemberg, Jerman sejak tahun 2003.                                         

Dr. Johny Setiawan

     Josaphat T.S. Sumantyo, seorang penemu radar 3 dimensi. Dari dedikasinya pada bidang sensor dan radar, ia diberikan penghargaan dari Chiba University. Nanohana Venture Competition Award hingga Chiba University President Award.  

Josaphat T.S. Sumantyo



     Prof. Dr. Mezak Arnold Ratag, seorang penemu Planetary Nebula Cluster. Seorang lulusan salah satu universitas favorit di Indonesia ini, ITB, namanya telah diabadikan di 120 Planetary Nebula Cluster. The International Astronomical Union sangat menghargai karyanya pada Planetary Nebula yang merupakan suatu lompatan yang sangat besar dalam ilmu pengetahuan. Ia juga mendapatkan penghargaan tertinggi untuk kepeloporan kerjanya dalam model iklim.             


                                                                                                                                      

     Pratiwi Pujilestari Sudarmono adalah seorang astronot pertama Indonesia. Tapi kemana namanya sekarang? Mungkin hanya sedikit saja yang tahu nama ini, saya juga baru tahu saat browsing di internet. Sebagai seorang astronot pertama Indonesia seharusnya namanya selalu dikenang.




     Dari data diatas cukup menunjukkan bahwa kurangnya perhatian pemerintah Indonesia terhadap apa yang telah para pemuda, ilmuwan, pribumi kita raih. Mereka semua diberikan penghargaan dari negara lain, dan pada akhirnya mereka semua bekerja dan mendedikasikan ilmunya kepada negara lain sehingga negara lain maju. Boleh saja dan sah - sah saja mendedikasikan ilmu kepada negara lain, tetapi pentingkanlah negara sendiri terlebih dahulu. Saya juga percaya bahwa mereka semua ingin menyumbangkan apa yang ada di pikirannya, ilmunya dan segalanya demi Indonesia tetapi karena kurang dihargainya mereka, mungkin menjadi alasan mereka pindah ke luar negeri dan akhirnya bekerja disana. Dan mungkin juga gaji yang diberikan dari pemerintah terhadap ilmuwan lokal tidak sebesar yang diberikan negara lain. Pada akhirnya mereka tergiur untuk bekerja di luar negeri.                                     

     Sumber daya Indonesia melimpah. Sumber daya alam maupun sumber daya manusianya.  Kesalahan terbesar Indonesia adalah tidak memanfaatkannya dengan efisien.  Kita malah lebih suka dan lebih bangga memakai produk import daripada memakai produk sendiri.  Seakan - akan telah ter-mindset bahwa produk lokal Indonesia sangat tidak berkualitas.  Sebenarnya tidak juga.  Batik sudah mendunia dan dipakai oleh orang - orang dari berbagai negara.  Sepatu merek luar negeri pun dahulu dibuatnya di sini, di negara tercinta ini.  Tapi sayangnya kita kurang memanfaatkan keadaan yang ada.  Minyak bumi dan gas alam kita melimpah, tetapi kita tidak bisa mengolahnya.  Yang pada akhirnya kita menjual minyak bumi kita ke luar untuk diolah oleh negara lain, dan akhirnya kita juga membeli hasil olahan itu yang harganya pun pasti lebih mahal.  Bukankah kita bisa membuat alat penyulingan sendiri?  Manfaatkanlah para ilmuwan kita untuk berfikir bagaimana cara membuatnya, ambil lah sumber daya yang kita punya untuk membuatnya dan jika itu semua dilakukan, pasti kita juga yang bisa menikmatinya. Karena pembuatan dalam negeri pasti lebih murah daripada beli dari luar negeri yang harus membayar pajak pengiriman barang dan sebagainya.

     Kepercayaan diri Indonesia juga harus ditingkatkan lagi.  Tambang emas, perak, nikel dan lainnya tersebar di tanah kita.  Tapi mengapa harus perusahaan luar negeri yang mengambilnya?  Seharusnya kita bisa mengolahnya sendiri dengan memanfaatkan teknisi mesin penggalian yang diseleksi dari beberapa ilmuwan Indonesia, dan para ahli radar atau pelacakan untuk mencari tempat penambangan dari orang Indonesia juga.

     Banyak orang indonesia yang angkat kaki dari negara ini karena alasan yang banyak juga.  PT Dirgantara seharusnya masih bisa memproduksi pesawat terbang dengan model yang terkini karena kreatifitas orang Indonesia tidak perlu diragukan lagi.  Tetapi sekali lagi, mungkin karena gaji yang lebih kecil dibandingkan dengan gaji yang diberikan di luar negeri, orang - orang kita lebih memilih untuk membuat pesawatnya di luar negeri.  Sebenarnya kita bisa membuat pesawat sendiri dan menjualnya ke luar, bukan malah membelinya dari luar.                              

Pesawat N250 Rancangan PT. Dirgantara


     Seharusnya presiden dan pemerintah memberikan sekedar sorotan dan penghargaan tinggi kepada mahasiswa maupun pemuda yang telah memberikan dedikasinya di bidang ilmu pengetahuan.  Berikanlah beasiswa full kepada mereka dan jangan malu - malu meminta mereka untuk membangun bangsa ini.  Berikanlah juga fasilitas yang bagus, seperti laboratorium dengan alat - alatnya yang terbaru, gedung yang layak, dan juga upah yang tidak kalah besarnya dengan upah yang diberikan negara luar.

     Jika pemerintah dan negara memperhatikan betul ilmuwan kita, saya rasa Indonesia akan berkembang pesat dan selang beberapa tahun saja bisa dikatakan sebagai negara maju.  Bagaimana caranya?  Bisa dengan penelitian yang membuahkan hasil berupa terobosan - terobosan baru, lalu publikasikan lah ke dunia luar.  Bisa juga dengan membuat merek dagang lokal sendiri yang tak kalah bagus dan canggihnya dengan merek - merek import, seperti membuat mobil sendiri, pesawat sendiri, mesin, televisi, dan alat elektronik lainnya.  Pasarkan lah di negara sendiri terlebih dahulu, lalu setelah menarik perhatian para pengguna, baru perkenalkanlah ke dunia luar.  Export barang - barang kita ke luar sehingga dunia tahu kecerdasan Indonesia yang sebenarnya.

     Konsumsi lah makanan - makanan yang berasal dari tanah yang kita injak sendiri.  Seperti buah - buahan lokal dan sayur - sayuran lokal.  Tidak hanya di bidang pangan, kembangkanlah juga batik dan model fashion lokal yang bisa juga dicampur dengan fashion modern sehingga menarik minat para pengguna.  Gunakanlah kecerdasan dan kreatifitas kita untuk membangun Indonesia sehingga lebih maju.  

     Hargailah ilmuwan kita dan fasilitasilah mereka.  Karena ilmuwan kita adalah ilmuwan - ilmuwan cerdas yang sudah membuktikannya ke dunia luar tentang kebolehan mereka.  Tak perlu ragu lagi memakai sumber daya manusia seperti mereka ini.  Pekerjakanlah mereka dengan layak dan berilah gaji yang sebanding.  Berikanlah juga fasilitas laboratorium beserta perlengkapannya yang terbaru dan yang paling canggih. Jangan ragu dan pelit - pelit untuk masa depan bangsa dan anak bangsa yang lebih cerah.  Dan pemerintah juga harus selalu memonitornya supaya apabila ilmuwan kita mendapatkan sesuatu yang berharga, publikasikanlah ke dunia luar atas nama Indonesia.  Dengan demikian para ilmuwan kita pasti akan betah bekerja di Indonesia ini dan bahkan warga negara luar negeri pun ingin bekerja di sini.

Terima kasih, semoga tulisan ini bermanfaat bagi anda yang membaca.

Referensi: 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar