Senin, 03 September 2012

Tugas 3 - Solusi Labsky Untuk Indonesia



“Mudik: Masalah Nasional?”

 

Musim mudik untuk tahun 1433 Hijriyah/2012 Masehi memang telah usai. Para Karyawan(Termasuk Ortu kita tentunya) sudah kembali masuk kerja, dan kita, para Pelajar, tentu sudah kembali masuk sekolah dan belajar seperti biasa. Namun tentu tidaklah terlambat untuk membicarakan soal Mudik yang selalu menjadi bahan diskusi hangat ditiap akhir bulan Ramadhan tiap tahun. Apalagi Mudik adalah sesuatu yang Indonesia banget, namun memiliki banyak masalah sehingga Penulis tertarik untuk membahasnya

Apa itu Mudik? 

Mudik adalah tradisi dimana para Perantau/Pekerja yang tinggal di Kota Besar (Khususnya DKI Jakarta) berbondong-bondong pulang ke Kampung Halaman dengan tujuan untuk bersillaturahmi dengan keluarga mereka. Uniknya, tradisi Mudik ini hanya ada di Indonesia. Tidak pernah ada dinegara lain. Unik kan

Secara Etimologis, kata Mudik asalnya bermacam-macam. Dari Bahasa Betawi, kita mengenal kata Milir dan Mudik. Milir artinya pergi, dan Mudik yang berarti pulang. Kata Milir merupakan turunan dari kata Belilir yang artinya Utara, karena dulu dizaman Belanda, tempat usaha banyak ada diutara (Batavia/Sunda Kelapa. Sekarang Jakarta). Sehingga Mudik diartikan sebagai Selatan. Ada beberapa pendapat bahwa kaum urban di Sunda Kelapa sudah ada sejak zaman Belanda, dimana mereka mencari nafkah jauh dari keluarga dan kembali ke Kampung Halaman saat Idul Fitri tiba. Oleh karenanya, Mudik juga diartikan sebagai Menuju Udik/Menuju Kampung Halaman

Sementara itu, meskipun menurut sebagian besar pendapat Mudik tidak pernah disyari’atkan dalam Islam, namun dapat diambil etimologinya dari Bahasa Arab. Mudik serupa dengan istilah Arab “Badui” sebagai lawan kata “Hadhory”. Secara harfiah dapat diartikan sebagai Kembali ke Kampung Halaman.

Tradisi Mudik di Indonesia sendiri menurut beberapa ahli sudah ada sejak ada sejak zaman nenek Moyang, dimana para perantau akan kembali ke Kampung Halaman pada waktu yang mereka anggap baik untuk kemudian melakukan ritual keagamaan (Termasuk Nyekar yang masih ada sampai sekarang).  Sejak Islam masuk ke Indonesia, Mudik menjadi popular dilakukan pada saat dekat lebaran

Jadi, tentu saja ini adalah suatu hal yang menakjubkan dimana terjadi pergerakan masyarakat dalam skala besar dan waktu yang benar-benar singkat, dan ternyata sudah ada sejak zaman dahulu kala…

Masalah Dalam Mudik

Akan tetapi, seperti yang kita hampir selalu dengar tiap hari ketika musim mudik, selalu saja terjadi hal-hal yang macem-macem. Mulai dari kemacetan yang panjang, sampai dengan kecelakaan yang menelan korban jiwa, dan biasanya sangat memilukan karena bisa sampai “membantai” satu keluarga sekaligus (!). Tentu kita harus tahu apa saja yang menjadi masalah yang umum dalam Mudik dan selalu terjadi setiap Musim Mudik. 

Dalam mengumpulkan masalah-masalah yang ada, Penulis menggunakan sumber dari Internet, Koran, Televisi, Pengamatan Langsung, dan juga sedikit pertanyaan kepada Orang Tua. Didapat masalah-masalah yang ada sebagai berikut:

1.       Kemacetan Panjang
2.       Kekurangan Armada Transportasi Umum, dan Kondisinya yang Tidak Layak
3.       Kecelakaan Lalu Lintas, terutama yang Fatal

Tentu saja kita haruslah mencari solusi dari masalah-masalah tersebut sehingga masalah tersebut dapat ditanggulangi pada Musim Mudik selanjutnya. Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut agar Musim Selanjutnya menjadi lebih baik.

Mari, kita bahas masalah tersebut satu-persatu

1. Kemacetan Panjang
Kemacetan di Gerbang Tol Cileunyi, Bandung Raya. Masalah seperti ini selalu saja ada tiap tahun
Macet. Sesuatu yang tentu sudah bakal ada difikiran kita ketika akan mempersiapkan untuk melakukan perjalanan mudik. Bagaimana tidak? Jumlah pemudik tahun ini saja meningkat sebesar 10,76 persen dari 13,01 juta penumpang menjadi 14,41 juta dari prediksi Pemerintah sebesar 16 Juta. Dimana angkutan darat menjadi yang terbesar, dengan Penumpang sebanyak 5,46 juta penumpang. Naik 11,31 persen dibandingkan tahun lalu sebesar 4,90 juta orang dan tentunya akan naik lagi tahun depan.

Sudah tentu kalau dengan makin banyaknya jumlah pemudik tentunya makin banyak pula kendaraan yang dipakai, dan otomatis, meningkatkan resiko kemacetan yang disebabkan oleh volume jalan yang tidak dapat mengimbangi “luapan” volume kendaraan yang tiba-tiba saja datang layaknya air bah ke ruas jalan tersebut dalam waktu yang benar-benar singkat. Alhasil kendaraan pun pada akhirnya menumpuk karena sempitnya jalan dan otomatis menimbulkan kemacetan. 

Tahun ini saja, Dephub memperkirakan ada 33 titik macet pada Musim Mudik ini. Tentu saja Jalan seperti Puncak, Tol Jakarta-Cikampek dan Purbaleunyi, Cagak-Nagrek dan Jalur Pantura masuk kedalam daftar “langganan” macet tiap tahun. Hal ini tentu saja merupakan tanda yang kurang baik apalagi ketiga ruas jalan tersebut adalah ruas jalan terpenting dan kemacetan disitu akan menimbulkan dampak yang amat sangat besar. Ambil contoh saja, Bandung-Tasikmalaya via Nagrek normalnya tidak sampai 3 jam sudah sampai. Namun dalam keadaan Macet Mudik, waktu tempuhnya bisa berlipat sampai 12 jam!  Belum lagi perbaikan-perbaikan jalan yang tampaknya selalu menjadi proyek “abadi” dalam setiap Musim Mudik yang memperlambat Lalu Lintas

Perbaikan di Jalur Pantura pada Bulan Juli 2012. Semestinya perbaikan dilakukan dengan niat agar tidak terkesan jadi "proyek abadi" ditiap Musim Mudik. Selain itu, tentu perbaikan juga harus dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya
Tentu saja pihak yang berwajib harus mencari solusi dengan cepat. Sudah dilakukan solusi seperti pembatasan jumlah kendaraan, dimana kendaraan angkutan barang (Kecuali Sembako dan BBM) dilarang beroperasi dari H-7 sampai H+7 agar dapat mengurangi risiko kemacetan. Selain itu, dilakukan juga buka-tutup arus dimana arus pada suatu ruas jalan diharuskan berjalan bergantian selama durasi tertentu. Namun kedua hal tersebut hanyalah solusi jangka pendek yang tentu hanya bisa memberikan efek yang tidak terlalu seberapa

Solusi Jangka Panjang yang bisa dilakukan antara lain adalah mengarahkan Pemudik, terutama Pemudik Sepeda Motor untuk diarahkan menggunakan transportasi umum seperti Kereta Api dan Bis agar mengurangi beban jalan raya, mengingat Sepeda Motor merupakan mayoritas kendaraan andalan Pemudik setiap tahun. Selain itu, Prasarana Jalan Raya haruslah diperbaiki secara maksimal agar bisa bertahan hingga beberapa Musim Mudik agar tidak perlu terlalu sering memperbaiki jalan, yang dapat mengganggu kelancaran Lalu Lintas.

Namun tentu saja, kalau Transportasi Umum tidak diperbaiki, ya tentu orang-orang bakalan tidak ada yang mau menaikinya. 

2. Kekurangan Armada Transportasi Umum, dan Kondisinya yang Tidak Layak

Transportasi umum merupakan idaman bagi banyak orang yang hendak pulang ke Kampung Halaman tanpa terganggu macet, meskipun mungkin mengorbankan kenyamanan jika dibandingkan dengan berangkat menggunakan transportasi pribadi. Transportasi umum juga akan mengurangi beban yang akan dialami oleh jalan raya. Selain itu, untuk para Pemudik yang kampung halamannya diluar dari Pulau Jawa, Kapal Feri atau Pesawat Terbang menjadi pilihan.

Akan tetapi seperti yang kita lihat disebagian besar berita, keadaan transportasi umum di Indonesia, terutama ketika menghadapi musim mudik  masih jauh dari ideal. Hal ini tampak dari banyaknya permasalahan yang menimpa transportasi umum pada Musim Mudik tahun ini.

Sebut saja Bis yang masih banyak yang kurang laik jalan. Mulai dari kaca retak sampai ban gundul dan suku cadang “KW” yang tentu saja akan sangat mempengaruhi keselamatan perjalanan. Pemerintah telah berusaha agar lebih responsive dalam memperbaiki kondisi dengan melakukan sidak terhadap bis-bis untuk mengecek kelaikan jalan mereka, akan tetapi masih saja terjadi kecelakaan, dan jumlah korban jiwa yang ditimbulkan tidak bisa dibilang kecil!

 Untuk Kapal Feri, seperti biasa antrian panjang terjadi di Pelabuhan Merak. Meskipun begitu, ASDP mengklaim tidak ada penumpang yang terlantar dan semua pelayanan berjalan dengan baik. Akan tetapi, didaerah lain malah justru banyak yang terlantar, seperti di Banjarmasin pada tanggal 10 Agustus lalu, dan yang lebih parah lagi di Bakauheni pada tanggal 23 Agustus karena kapal rusak. Padahal Bakauheni  merupakan pelabuhan utama bagi Pemudik yang memang akan menyebrang dari/ke Pulau Jawa dan Sumatera karena letaknya sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera. 

Kepadatan Kendaraan Pemudik di Pelabuhan Merak...




...Dan di Pelabuhan Bakauheni
Meskipun begitu, ternyata keadaan Penerbangan dan Perkeretaapian di Indonesia sudah jauh lebih baik dibanding dengan tahun sebelumnya.

Jumlah Penumpang KA Kelas Ekonomi mulai tahun ini dibatasi hanya 100%
Dibidang Perkeretaapian, peningkatan jumlah penumpang (untungnya) disertai pula dengan peningkatan pelayanan yang  memang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun lalu. Seperti misalnya kebijakan pembatasan penumpang yang sebelumnya sampai 150% per kereta (!) menjadi 100%, sehingga membuat keadaan menjadi lebih tertib karena tidak ada lagi penumpang berdiri. Selain itu, KAI juga mewajibkan penumpang untuk menyesuikan Identitas diri dengan yang tertera di Tiket agar menghindari terjadinya Calo, dan pemesanan tiket Kelas Ekonomi yang dibuka bukan dari H-7, tapi dari H-90 seperti Kelas Bisnis dan Eksekutif yang meski membantu didalam beberapa aspek, namun juga merepotkan sebagian lainnya karena tiket menjadi lebih cepat habis. Dan juga, seperti tahun lalu, KAI bersama Dephub meluncurkan beberapa layanan KA baru untuk membantu pergerakan Pemudik, seperti misalnya KA Ekonomi AC Menoreh jurusan Pasarsenen-Semarang Poncol, KRDE AC Kaligangsa Express jurusan Tegal-Tanjung Priuk, dan beberapa KA lainnya. 

KRDE AC Kaligangsa Express, salah satu dari beberapa Rangkaian baru yang diluncurkan KAI dan Dephub tahun ini. Foto oleh Warteg, anggota Semboyan35.com
 Akan tetapi, ternyata masih juga terdapat keluhan terutama soal pelayanan tiket yang seringkali tidak memuaskan, dimana terkadang petugas menjawab calon penumpang dengan seenaknya sehingga calon penumpang menjadi kesal. Untung saja tidak terjadi aksi perusakan akibat hal tersebut.

Sementara itu, dibidang Penerbangan, terjadi peningkatan pada jumlah pemudik yang menggunakan pesawat terbang. Dari 920.000 orang pada 2011 menjadi 1,7 juta orang pada 2012. Dari pengamatan Penulis (Penulis sendiri kebetulan menggunakan Jasa Penerbangan dalam Mudik tahun ini ke Kaltim) di Soekarno Hatta pada H-2 (17/8), kepadatan penumpang memang terhitung cukup tinggi. Namun tidak sampai terjadi penumpukan yang berarti pada saat itu. Akan tetapi, terjadi setidaknya 2x penundaan penerbangan yang kebetulan semuanya bertujuan ke Sumatera, dikarenakan terlambatnya pesawat dari Semarang yang datang akibat padatnya lalu lintas udara sehingga memaksa mereka untuk melakukan holding pattern untuk menunggu aman mendarat. Hal serupa juga terjadi di berbagai Bandara besar lainnya, seperti misalnya Bandar Udara Adisutjipto Yogyakarta yang juga dipadati oleh para pemudik.  Pada H-3 misalnya, terjadi sekitar 5 penundaan penerbangan yang semuanya dikarenakan padatnya lalu lintas udara.

Suasana Terminal 1B Soekarno-Hatta pada Musim Mudik 2012 H-4
Akan tetapi, suatu hal yang patut diacungi jempol adalah tidak adanya musibah skala besar yang melibatkan transportasi Massal (Kecuali Bus) selama Musim Mudik 2012. 

Sekarang, solusi untuk menekan masalah-masalah terutama yang berhubungan dengan kurangnya armada sebenarnya sudah juga dilakukan pemerintah. Seperti misalnya TNI AL yang ikut mengerahkan Armada KRI-nya untuk mengangkut penumpang agar mengurangi beban Kapal Penumpang yang sudah cukup tinggi dan secara otomatis mengurangi kepadatan penumpang di Pelabuhan, disamping PT ASDP sendiri yang meningkatkan frekuensi perjalanan kapal (Meskipun terkadang ada kapal yang ternyata tidak laik jalan sehingga menimbulkan hambatan)
KRI Banda Aceh, salah satu Kapal Perang yang dikerahkan TNI AL untuk memperlancar Arus Mudik
PT Angkasa Pura juga memeratakan Slot waktu penerbangan agar mengurangi penumpukan penumpang di Terminal Bandara hanya pada satu waktu, dan PT KAI yang seperti disebutkan diatas telah menambah jadwal keberangkatan KA dan tidak mengoperasikan KA barang selama musim mudik demi kelancaran KA penumpang. 

Akan tetapi, tentu saja perlu diingat bahwa Armada Transportasi Umum (Terutama Kapal Laut) usianya sudah mulai menua, dan tentu saja kondisi fisiknya akan menurun dan menjadi lebih rentan mengalami kerusakan, dan spare part lebih sulit dicari, sehingga mengurangi jumlah Armada yang siap operasi dan tentunya bisa berujung pada penumpukan penumpang. ASDP harus segera melakukan peremajaan Armada Kapal. Entah itu melakukan overhaul kapal yang masih belum terlalu tua (Misalnya buatan 1995/lebih muda) dan juga membeli kapal baru agar pelayanan yang bisa diberikan tetap prima dan keselamatan terjamin.

Salah Satu Kapal Feri di Bakauheni, Lampung. Kebanyakan dari Kapal tipe ini sudah berusia cukup tua

Dibidang Transportasi darat (Bus), Para Operator haruslah mengoptimalkan kesiapan armada dan SDM berupa Pengemudi dan Montir agar bisa tercipta ketepatan waktu yang maksimal, dan juga terjaminnya keselamatan perjalanan. Selain itu juga, Pengemudi harus lebih waspada mengingat jalur darat adalah jalur terpadat pada saat Mudik dan tentu saja rawan kecelakaan. Jika pengemudi lebih taat peraturan tentu saja risiko Lakalantas bisa dikurangi. 

Petugas sedang memeriksa kelaikan jalan sebuah Bus. Pemeriksaan ini penting untuk menjamin keselamatan perjalanan
Dibidang Perkeretaapian, meskipun dengan ketiadaan subsidi karena harga bahan bakar untuk Lokomotif Diesel dikenakan harga industry dan bukan harga subsidi meskipun KA memang notabenenya dikenal sebagai angkutan Rakyat sehingga dalam beberapa rangkaian, jumlah Kereta harus dipangkas agar menekan biaya operasi, namun tentu saja pelayanan tetap harus diutamakan.  Saat ini tengah dibangun jalur ganda dari Cirebon hingga Surabaya yang rencananya akan beroperasi pada 2013, tersambung dengan jalur ganda dari Jakarta hingga Cirebon yang sudah ada sebelumnya yang diharapkan akan mampu memperlancar perjalanan karena tidak harus ada persilangan ketika ada KA dari arah berlawanan seperti jika hanya ada satu jalur (Meski memang prioritas Kelas tetap berlaku). Selain itu, penambahan jumlah Rangkaian untuk menghadapi Musim Mudik terbukti cukup membantu mengatasi kepadatan yang sampai berlarut-larut di Stasiun. Tentu saja Pemerintah dalam hal ini juga harus segera mengembalikan aliran PSO (Public Service Obligation-Obligasi Pelayanan Publik) ke PT KAI agar Jumlah rangkaian yang dioperasikan tetaplah optimal seperti sebelumnya. Apalagi mengingat toleransi penumpang tiap kereta sekarang hanya 100% yang jika jumlah Kereta dalam rangkaian dikurangi, hasilnya bisa menjadi tidak baik. Apalagi pengguna jasa Kereta Api tahun ini meningkat cukup pesat.

Kepadatan di Stasiun Kereta Api.
Dibidang Penerbangan, terdapat tren pemesanan Pesawat tipe baru oleh Maskapai-Maskapai besar seperti Garuda Indonesia dan Lion Air. Tentu saja hal ini bisa berdampak positif karena jumlah penumpang yang bisa terangkut akan makin banyak, namun penambahan jumlah pesawat tentu akan meningkatkan jumlah pergerakan pesawat dan penumpang di suatu Bandara, sehingga otomatis akan meningkatkan kepadatan dan resiko delay. PT Angkasa Pura musti segera melakukan pengembangan Bandara, terutama Bandara-Bandara besar seperti Soekarno-Hatta karena pada tahun 2010 saja pergerakan penumpangnya mencapai 44.355.998 orang. Tentu saja desain bandara yang ada (Yang merupakan desain 1980-an) tidaklah mampu untuk menampung pergerakan yang tiap tahun meningkat dengan tajam. Disamping itu, pengaturan lalu lintas udara di Bandara harus lebih efisien agar tidak terjadi delay yang berkepanjangan. Pihak Maskapai pun harus mempersiapkan SDM entah itu Pilot, Pramugara/I, dan Personel Maintenance agar kesiapan armada pesawat tetap baik, sehingga pelayanan akan menjadi lebih maksimal, keselamatan lebih terjamin, dan meminimalisir delay

Soal Calo, yang berlaku disemua Bidang, tentu satu-satunya solusi yang efektif adalah dengan mempergencar razia yang dilakukan agar tidak ada lagi Calo yang berkeliaran dan memberikan sanksi yang tegas, dan tentunya bagi para petugas yang melayani penjualan tiket agar jangan sekali-kali mau tergiur untuk membiarkan percaloan hanya karena mislanya disuap dan sebagainya. 

Sejumlah Calo Tiket tertangkap di Bandara Syamsudin Nur, Banjarmasin.Selain Razia, tentu saja perlu sanksi yang tegas agar ada efek jera
 3. Kecelakaan Lalu Lintas, terutama yang Fatal

Kasus Lakalantas seperti ini cukup lumrah terjadi dan seringkali dengan efek yang lebih parah
Masalah diatas tentu saja tak pelak adalah permasalahan yang selalu ada disekeliling kita, termasuk pada saat Musim Mudik. Tentu saja Lakalantas adalah suatu musibah yang tentu saja tidak dapat dihindari apabila sudah ditakdirkan, namun tentu saja kita diwajibkan untuk berusaha agar dapat mengurangi jumlah tersebut

Menurut Harian Kompas edisi 28 Agustus 2012, Korban Meninggal akibat Lakalantas Musim Mudik paling tinggi dalam 5 tahun terakhir, dengan korban mencapai 908 orang! Hampir 4x lipat lebih mematikan dibanding Bom Bali, sehingga sampai-sampai beberapa pihak menganggapnya sebagai bencana nasional, dan itu benar adanya melihat Fatalitas yang luar biasa. Terlebih karena korbannya kebanyakan adalah Anak-Anak dan Tulang Punggung Keluarga. Apalagi yang lebih memilukan karena Tradisi Mudik tidak disyari’atkan dalam Islam, maka Meninggal Dunia akbiat Lakalantas dalam Mudik tidak masuk dalam Mati Syahid!

Grafik jumlah korban jiwa Arus Mudik dalam 5 Tahun terakhir. Sumber dari Harian Kompas edisi 28 Agustus 2012


Kebanyakan kasus kecelakaan pada Musim Mudik didominasi oleh Sepeda Motor yang mencapai 70%, dan menurut Kepala Biro Penmas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar penyebabnya yang mendominasi yakni kelalaian masyarakat. Selain itu juga, factor kelelahan dan pengabaian keselamatan turut serta dalam meningkatkan resiko kecelakaan, terutama karena ingin cepat sampai, maka pengguna motor pun melupakan keselamatan dan enggan beristirahat di posko-posko yang ada. Dan jangan lupakan soal kapasitas motor yang selalu dijejali sampai 200% lebih dari kapaitas yang seharusnya 2 orang menjadi 4 orang! Belum lagi bawaan yang beratnya berlebih sampai mengganggu keseimbangan, sehingga berbahaya dalam berkendaraan. Satu lagi, jangan bilang kalau masih ada yang belum memakai Helm Standar!

Sepeda Motor yang diisi sampai 4 orang. Tentu saja berbahaya!
Malah Ketua PMI dan Mantan Wapres Jusuf Kalla lebih ekstrim lagi. Mengatakan bahwa kecelakaan meningkat karena Subsidi BBM tidak dicabut, sehingga membuat jumlah motor lebih banyak dan akhirnya dengan otomatis meningkatkan risiko kecelakaan.

Dilain pihak, kendaraan lebih besar seperti Mobil dan Bis juga perlu diperhatikan aspek keselamatannya, karena biasanya diakibatkan oleh kelalaian dari pengemudi akibat ketidaksabaran dan kurangnya kewaspadaan, maka terjadilah tabrakan yang seringkali fatal akibat kecepatan yang tinggi.

...
Bukan hanya kecelakaan tunggal dan kecelakaan antar sesama kendaraan Jalan Raya saja yang perlu diperhatikan. Tetapi juga kecelakaan antara KA dan Kendaraan Jalan Raya, terutama di Perlintasan Tanpa Palang Pintu yang seringkali disebabkan oleh ketidaktahuan pengemudi karena tidak ada indicator akan datangnya KA, terutama akibat ketiadaan penjaga perlintasan (PJL-Penjaga Jalur Lintas) sehingga tidak bisa menghindar ketika KA datang secara tiba-tiba dari Lengkung Jalan rel. 

Perlintasan Tanpa Palang Pintu maupun Penjaga di Karanganyar. Kewaspadaan pengemudi sangatlah dituntut ketika hendak melintas
Namun, sering juga terjadi kasus pada Perlintasan yang Lengkap Berpalang Pintu yang semuanya hanya karena ketidakdisiplinan pengemudi sehingga nekat menerobos meskipun sirine sudah dibunyikan dan palang pintu telah lama turun, padahal KA sudah semakin dekat. Padahal sering terdengar di Perlintasan KA bahwa setiap pemakai Jalan Raya Wajib mendahulukan lewatnya Kereta Api, yang sesuai dengan UU no. 23/2007 tentang Perkeretaapian pasal 124.

Hanya Satu Kata: Cari Mati?
Pemerintah harus tanggap untuk mencari solusi dari masalah Lakalantas yang sangat tinggi tersebut. Jangan hanya saling menyalahkan dan kemudian membebankan kesalahan kepada Korban, yang mungkin memang secara hukum mereka bersalah, dan bukannya berintrospeksi diri. Kasihan kan orang biasa terus yang dibebankan?

Jumlah Pemudik menggunakan Sepeda Motor selalu yang paling banyak Tiap Tahun
Solusi yang bisa dilakukan oleh pemerintah antara lain seperti misalnya menggalakkan penggunaan transportasi umum seperti bis dan KA. Pada tahun ini saja Pemerintah telah menyediakan layanan pengiriman Sepeda Motor lewat KA seperti dibawah

Sepeda Motor siap dikirmkan lewat jalur Kereta Api
 Tujuannya adalah untuk meningkatkan dan meningkatkan penggunaan Transportasi Umum namun tetap memudahkan pengguna Sepeda Motor, dan seperti yang disebutkan dibagian sebelumnya, juga dilakukan peremajaan dan penambahan armada transportasi umum untuk mengakomodasi para penggunanya, dan juga dengan program Mudik Gratis dengan Transportasi Umum untuk menarik minat Pemudik Bermotor untuk kemudian pindah ke Transportasi Umum.  Akan tetapi, dengan murahnya DP Sepeda Motor dan tingginya minat masyarakat menengah kebawah akan transportasi yang murah dan cepat, tentu saja dibutuhkan upaya yang maksimal dari Pemerintah untuk mengatur pertumbuhan jumlah Sepeda Motor. Sementara itu, juga diperlukan peran Pemerintah dan Dealer dalam menyediakan Rest Area yang tersebar secara merata dan mensosialisasikan agar dapat digunakan secara optimal, dan tentu saja, pembatasan muatan sepeda motor agar hanya diisi oleh 2 orang dan pemberian sosialisasi tentang bahayanya mengendarai Sepeda Motor yang bermuatan berlebih. 

Selain itu, untuk semua kendaraan, juga perlu diberikan sosialisasi tentang pentingnya mengemudi sesuai dengan aturan yang berlaku. Tentu saja, dibutuhkan penegakan hokum dengan sanksi yang tegas pula agar para pelanggar mendapat efek jera dan bagi yang akan melanggar untuk berfikir dua kali sebelum melanggar.

Razia yang dilakukan oleh Polisi demi keamanan Arus Mudik
 Selain itu, agar tidak ada lagi kejadian Lakalantas di Perlintasan Kereta Api, maka selain Sosialisasi dan Sanksi tegas, maka perlu pula upaya untuk meningkatkan penjagaan dan pemasangan perangkat pengaman, minimal petugas penjaga resmi dan lampu petunjuk sebagai indicator akan adanya KA lewat, dan kalau misalnya jalan yang padat, lebih baik segera dipasang Palang Pintu sebagai pengamanan ekstra.

Lampu Peringatan pada Perlintasan Tanpa Palang Pintu. Foto oleh Wilapri, anggota Semboyan35.com

Pemasangan Palang Pintu Perlintasan Kereta Api

Demikianlah solusi yang bisa Penulis berikan untuk permasalahan yang umum dalam Musim Mudik. Semoga saja kejadian-kejadian pada Musim Mudik Tahun ini dan Sebelumnya bisa dijadikan pelajaran agar bisa membuat Musim Mudik Tahun depan bisa lebih baik, terlebihkarena Manusia harus lebih baik di Hari Esok ketimbang Hari ini. Wassalam.

 
Sumber-sumber:
  
  • http:// bisnis.com/articles/arus-mudik-jumlah-penumpang-kereta-api-naik-30-4-percent
  • http:// bisnis.com/articles/mudik-lebaran-ini-dia-cara-kurangi-kepadatan-bandara 
  • http:// centroone.com/news/2012/08/5ss/jumlah-pemudik-capai-14-41-juta/ 
  • http:// harianterbit.com/2012/08/27/tewas-saat-mudik-bukan-mati-syahid/ 
  • http:// kabarbisnis.com/read/2832202
  • http:// merdeka.com/uang/kemen-pu-akan-evaluasi-daerah-macet-jalur-mudik.html 
  • http:// setkab.go.id/nusantara-5474-.html 
  • http:// suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/08/09/126675/H-10-Aparat-Gencarkan-Penyisiran-Calo-Tiket-Bus 
  • http://surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=fe5fd9d972afa9463906ab265b5c60cb&jenis=c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c 
  • http:// tempo.co/read/news/2012/08/28/151425985/Kereta-Api-Jadi-Favorit-Pemudik-Tahun-Ini 
  • http://108csr.com/home/news.php?id=15460 
  • http://fokusriau.com/berita-796-menekan-jumlah-pemudik-motor-.html 
  • http://megapolitan.kompas.com/read/2012/08/15/10142943/Waspadai.33.Titik.Macet.Arus.Mudik.Ini 
  • http://megapolitan.kompas.com/read/2012/08/17/15390296/755.Bus.Mudik.Tidak.Lolos.Uji.Kelayakan 
  • http://nasional.kompas.com/read/2012/08/24/18070947/Jumlah.Pemudik.Tembus.11.3.Juta.Orang 
  • http://news.detik.com/read/2012/08/20/013307/1995148/10/ini-jalur-mudik-yang-masih-macet-di-beberapa-wilayah-jabar 
  • http://news.okezone.com/play/15149/kondisi-bus-mudik-tidak-layak 
  • http://pesatnews.com/read/2012/08/26/11303/jk-tuding-subsidi-bbm-penyebab-kecelakaan-saat-mudik 
  • http://ramadan.okezone.com/read/2012/08/24/335/680303/redirect  
  • http://ramadan.tempo.co/konten_berita/kabar_puasa/2012/08/27/425690/Angka-Kecelakaan-Mudik-Tembus-5000-Kasus 
  • http://semboyan35.com 
  • http://turindo.co.id/index.php?page=2&event=view&id=1491  
  • http://unik2day.blogspot.com/2012/08/apa-itu-mudik.html 
  • Harian Kompas Edisi Selasa, 28 Agustus 2012 
  • Majalah KA Edisi Juli 2012
 

2 komentar:

  1. Sayang sekali tulisan yang runtut ini tidak disertai dengan daftar rujukan, yang menjadi referensi lanjutan.

    Sebaiknya sih diisi!

    ms rasyid

    BalasHapus
  2. Sudah saya Perbaiki Pak.

    Ikko

    BalasHapus