Sabtu, 22 September 2012

Tugas-3 Solusi Labsky untuk Indonesia

“Tingginya Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Indonesia” 

Masalah 

        Jumlah penduduk yang sangat besar, menjadikan kepadatan penduduk dan persaingan lapangan kerja. Tingkat ekonomi penduduk pun menjadi terbagi-bagi. Sehingga beragam masyarakat menggunakan seluruh jalur transportasi, yaitu jalur transportasi darat, udara, dan laut. Terutama pada transportasi darat, setiap tahun peningkatan dari pembelian kendaraan pribadi terus meningkat. Hal itu terjadi karena kurangnya kenyamanan angkutan umum kota. Sehingga masyarakat cenderung membeli kendaraan pribadi yang dapat dipakai sendiri dan nyaman. Indonesia salah satu negara pengguna kendaraan paling besar di dunia. 

     Penuhnya jalur transportasi mempengaruhi tingkat kecelakaan di Indonesia. Tidak sedikit pula dari banyak kasus yang memakan korban jiwa. Yang paling disesalkan ternyata masalah kecelakaan dan pelanggaran terhadap transportasi di negara kita tidak hanya terjadi di darat tapi juga laut atau pun di udara. Pelanggaran tersebut masih banyak dilakukan oleh pengguna jalan di kota besar maupun kecil. Jadi faktor lingkungan dan medan tidak serta merta menjadi penyebab kecelakaan terjadi tapi kadang faktor manusia lah yang paling banyak kontribusinya di sebuah kasus kecelakaan. Walaupun terjadi pembiaran kerusakan fasilitas umum yang ada, tetapi hanya mempengaruhi sedikit dari seluruh kasus kecelakaan. 

       Dari data tahun 2011 dan 2012, justru korban kecelakaan mengalami kenaikan. Data mudik tahun 2011, jumlah kecelakaan sebanyak 2.998 peristiwa. Korban meninggal mencapai 490 orang, korban luka berat 811 orang, dan korban luka ringan sebesar 2.027 orang. Data mudik tahun 2012, kecelakaan ketika bermudik mencapai 3.600 peristiwa. Bila dirinci dari angka tersebut, maka 638 orang meninggal dunia, 994 orang luka berat, dan 3.444 orang menderita luka ringan. Dari kecelakaan tahun 2012 tersebut, total kerugian materiil sekitar Rp. 7,5 Miliar. 

        Banyak orang meremehkan rambu - rambu lalu lintas bahkan ugal - ugalan di jalan tanpa ada rasa takut perbuatan nya akan membahayakan bukan hanya dirinya tapi juga banyak orang. Ini lah yang menjadi tugas kita semua untuk menerapkan norma berlalu lintas di jalan. Perlunya pengenalan pelajaran lalu lintas tidak hanya di sekolah tapi dimana pun dan harus diterapkan oleh siapa pun. Selain itu kesadaran diri akan tindakan Safety Riding harus direncanakan dari awal dengan mengetahui banyak hal tentang apa dan bagaimana kita berlalu lintas. 

       Menghindari berkendara saat tidak sadar sangat perlu bagi kita agar hal yang buruk dapat terhindarkan. Saat ini yang menjadi sorotan adalah penggunaan Narkoba pada pengendara tidak hanya bagi pengendara transportasi darat tapi juga udara bahkan mungkin laut juga. Kasus Apriyani yang menewaskan 9 orang juga pengakuan seorang pilot sebuah maskapai terkenal di Indonesia yang terbukti menjadi pengguna narkoba membuat kita menjadi berpikir mungkin kecelakaan bisa jadi karena sebuah faktor Human Error. Inilah yang menjadi tugas bagi Dinas lalu lintas dan perhubungan yang harus mengawasi para pengendara baik Darat ,laut,atau udara. 

Penyebab lainnya: 

1. Begitu mudahnya membeli sepeda motor, cukup dengan uang muka Rp. 250.000,- hingga Rp. 300.000,- ditambah Foto kopy KTP dan Kartu Keluarga, motor sudah diantar ke rumah. Inilah penyebab pertumbuhan jumlah kendaraan motor meningkat lebih dari 200%. 

2. Secara mental bangsa kita baru mampu membeli kendaraan, tanpa mau belajar bagaimana cara berkendara yang baik dan santun di jalan raya sesuai undang-undang lalu lintas yang berlaku. 

3. Banyak dijumpai di masyarakat kita yang membiarkan anak-anak dibawah umur (dibawah 17 tahun, belum punya KTP dan jelas belum punya SIM) sekitaran anak SMP s/d SMU sudah diijinkan bersekolah dengan mengendarai motor, malah ada yang merasa bangga anaknya bisa sekolah dengan mengendarai motor tanpa memikirkan keselamatan anaknya tersebut, yang jelas usia anak itu belum tahu akan bahaya dan cara-cara yang baik dan sopan dalam berkendara, dan cenderung didorong emosi muda yang membara, semakin cepat semakin hebat. Ini bisa dilihat pada jam-jam sekolah setiap pagi dan siang saat meraka pergi dan pulang sekolah dengan seragam sekolah tapi sudah naik motor. 

4. Sepertinya ada pembiaran dari aparat yang terkait dengan fenomena yang ada saat ini, yang berkaitan dengan kelengkapan perijinan dalam berkendara, malah ada contoh justru anak oknum polisi sekolah dengan naik motor tapi tidak memiliki SIM. 

5. Kurang adanya ketegasan dari semua pihak dalam mengatur alur jalan raya, mana yang buat motor, mana yang buat mobil, semua bersatu dalam satu jalan, sehingga senggolan antar kendaraan sering menjadi penyebab kecelakaan lalulintas. 

6. Supir angkutan umum atau bus yang tidak pernah mengikuti peraturan sehingga terjadi kecelakaan pada persimpangan lampu merah dan lain-lain. 


      Adanya kasus yang terkait dengan narkoba, menjadikan tes urin dan darah sangatlah diperlukan. Dengan menerapkan Kesadaran diri akan Safety riding dalam ber transportasi dalam berlalu lintas maka diharapkan untuk ke depannya Indonesia tidak hanya terkenal sebagai negara yang maju dalam transportasi nya tapi juga jaminan akan keselamatan orang di dalamnya. 

Safety Riding dapat dilakukan dengan cara berikut : 
-Cek kondisi kendaraan ,layak jalan apa belum terutama pada bagian Rem dan mesin serta ban. 
-Cek kelengkapan surat – surat 
-Cek kondisi dan stamina diri sendiri 
-Ikuti rambu-rambu yang ada 
-Selalu berdoa sebelum berangkat 

     Jika ini dapat diterapkan dan dilakukan secara baik maka tidak menutup kemungkinan semakin banyak orang yang akan menghargai dan menggunakan transportasi kita secara nyaman dan aman sehingga akan membawa nama baik negara kita Indonesia. 

      Salah satu contoh dari pelanggaran rambu lalu lintas adalah melanggar batas maksimal kecepatan di jalan raya, penanda di jalan raya hanya sebatas hiasan, hampir semua pengendara melanggar baik itu di jalan bebas hambatan ataupun di jalan raya biasa. Menurut peraturan dijelaskan bahwa Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pada pasal 21 ayat (1) setiap jalan memiliki batas kecepatan paling tinggi yang ditetapkan secara nasional. Lalu, ayat (2) menyebutkan bahwa batas kecepatan paling tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kawasan permukiman, kawasan perkotaan, jalan antarkota, dan jalan bebas hambatan. Sementara itu, pada ayat (3) atas pertimbangan keselamatan atau pertimbangan khusus lainnya, pemerintah daerah dapat menetapkan batas kecepatan paling tinggi setempat yang harus dinyatakan dengan rambu lalu lintas. 

    Nah, pada ayat (4) ada ketetapan bahwa batas kecepatan paling rendah pada jalan bebas hambatan ditetapkan dengan batas absolut 60 kilometer per jam dalam kondisi arus bebas. Guna lebih detail, dalam ayat (5) disebutkan bahwa ketentuan lebih lanjut mengenai batas kecepatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan peraturan pemerintah. Terkait soal kecepatan maksimal, kita juga bisa melongok ketentuan di pasal 106 ayat (4) point (g) yakni bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mematuhi ketentuan mengenai batas kecepatan maksimal atau minimal. 

   Lazimnya sebuah aturan pasti diiringi dengan ancaman sanksi bagi pelanggar. UU tersebut juga menyiapkan sanksi seperti tertera dalam pasal 287 ayat (5) yakni setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf g atau Pasal 115 huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu. PP mengenai batas maksimal bisa merujuk pada PP 43/1993 sebagai turunan UU No 14/1992 tentang LLAJ. UU ini sudah digantikan oleh UU 22/2009. 

      Dalam PP tersebut, khususnya pada pasal 80 disebutkan bahwa batas maksimal dan minimal disesuaikan dengan kondisi jalan yang bersangkutan. Misalnya saja, batas kecepatan maksimal pada jalan kelas I, II dan III A dalam sistem jaringan jalan primer, untuk mobil penumpang, mobil bus dan mobil barang serta sepeda motor adalah 100 kpj. Dan, untuk kendaraan bermotor dengan kereta gandengan atau tempelan adalah 80 kpj. Lalu, untuk kelas III B maksimal 80 kpj, kelas III C maksimal 60 kpj, kelas II an III A maksimal 70 kpj, dan seterusnya. 

Solusi 

   Aparat kepolisian harus dapat menegaskan peraturan yang ada jika pengguna kendaraan bermotor melakukan pelanggaran. Pelanggar akan selalu melanggar jika hukum tidak ditegaskan secara jelas. Misalkan dengan memberi uang kepada polisi untuk tidak menenda atas pelanggaran yang dilakukan, sehingga pelanggar dapat menyelasaikan tanpa harus di sidang. Sehingga setelah terjadinya penegasan peraturan dapat menurunkan kecelakaan karena jerahnya para pelanggar dalam melanggar peraturan lalu lintas tersebut. 

    Pemerintah daerah atau pun gubernur provinsi masing-masing dapat membenarkan fasilitas umum yang ada seperti perbaikan jalan, dan penataan jalur lalu lintas yang baik. Pembangunan tol dan jalan raya yang luas menjadi salah satu hal penting juga. Jalan tol dapat meminimilasir kecelakaan jika pengendara dapat mengikuti peraturan. Dengan adanya jalan tol, jalan biasa maupun jalan tol dapat dipakai oleh pengendara sebagai pilihan jalur. Serta perbaikan angkutan umum daerah yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sendiri dan mengurangi kemacetan yang ada, sehingga kecelakaan pun dapat berkurang. 

      Program Road Safety Week juga sebaiknya terus dilanjutkan oleh pihak Polda Metro Jaya, kegiatannya mencakup hal diatas, seperti memperbaiki dan penataan infrastruktur, geometri simpang/jalan, dan lampu lalu lintas. Selain itu, pengembangan dan peningkatan jalur busway juga lomba keselamatan jalan antarwilayah DKI Jakarta yang diadakan setiap tahun dengan melibatkan semua stakeholder dan komponen masyarakat pengguna jalan. Kemudian peningkatan pengujian fasilitas keselamatan angkutan jalan dan angkutan umum di pusat pengujian kendaraan bermotor di wilayah DKI Jakarta. Program lain yang telah berjalan dari bulan Juli 2011 yaitu Intelligent Transport System (ITS) setiap tahunnya memilih pengemudi angkutan umum teladan (akut) tingkat Provinsi DKI Jakarta. 

      Semoga solusi saya bermanfaat serta Indonesia semakin lebih maju dan disiplin, agar masa depan lebih baik, juga kesalahan-kesalahan yang lalu dapat terhapuskan. Jika masyarakat dan pemerintahan dapat berkoordinasi dengan baik. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar