Selasa, 18 September 2012

Tugas 3 - Solusi Labsky untuk Indonesia


Hal-hal Kecil yang Bisa Mengusir Tumpukan Sampah


Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat, sehingga taraf hidup masyarakat Indonesia pun juga meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya kegiatan produksi dan konsumsi di kalangan masyarakat. Pertumbuhan ini, juga mengakibatkan meningkatnya penggunaan sumber-sumber atau material bahan untuk keperluan bisnis, industri, maupun aktivitas sosial. Penggunaan bahan dan material ini, pasti menyisakan material lain yang tidak digunakan, atau yang sering kita sebut sampah. Penggunaan material-material dalam keperluan sosial maupun ekonomi yang cukup besar, mengakibatkan adanya sampah yang cukup besar juga. Sayangnya, terkadang sampah tidak bisa dikelola dengan baik. Semakin lama, semakin menumpuk sampahnya karena sampah yang terdahulu tidak bisa dikelola dengan baik. Masalah ini sudah menjadi masalah yang cukup besar di Indonesia, karena mempengaruhi aktivitas-aktivitas lainnya. Misalkan, jika sampah-sampah tersebut dibakar, maka akan menyebabkan pencemaran atau polusi udara. Jika sampah-sampah tersebut dibuang ke sungai, maka akan menyebabkan pencemaran air, air tanah tidak akan jernih dan tidak bisa dikonsumsi sebagaimana mestinya. Selain itu, saluran air juga akan tersumbat yang akan mengakibatkan banjir. Hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, jika didiamkan, maka semua aktivitas masyarakat di berbagai bidang pun akan terganggu, dan yang paling mengkhawatirkan ialah masalah kesehatan yang akan dihadapi oleh masyarakat akibat dari sampah-sampah tersebut. 

Dari istilah-istilah itu sendiri, sampah mempunyai definisi. Menurut sumber-sumber yang telah saya baca, Sampah merupakan suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Sampah berasal dari rumah tangga, pertanian, perkantoran, perusahaan, rumah sakit, pasar, dan sebagainya. Secara garis besar, sampah dapat dibedakan menjadi tiga bagian. Pertama, sampah organik atau sampah basah, yaitu sampah yang dapat mengalami pembusukan secara alami, contohnya sampah dapur, sampah restoran, sisa-sisa sayuran, sisa-sisa buah, rempah-rempah, dan lainnya. Kedua, sampah non organik atau sampah kering, yaitu sampah yang tidak dapat mengalami pembusukan secara alami, contohnya plastik, logam, besi kaleng, karet, botol, dan lainnya. Dan terakhir ialah sampah berbahaya. Sampah berbahaya biasanya terdapat sisa-sisa bahan kimia berbahaya. Contohnya ialah baterai, botol racun nyamuk, dan lainnya. 

Permasalahan sampah di Indonesia antara lain semakin banyaknya jumlah limbah sampah yang dihasilkan masyarakat dengan lahan untuk pembuangan yang terbatas atau sedikit, dan sampah yang menumpuk menjadi sarang para serangga, tikus dan binatang-binatang parasit lainnya. Selain itu, sampah juga menyebabkan polusi di mana-mana, polusi udara, air, dan tanah yang menjadikan sarang dari kuman-kuman pembawa penyakit yang membahayakan kesehatan masyarakat itu sendiri.

Untuk mengatasi masalah-masalah yang sudah tertulis diatas, banyak hal-hal dari yang kecil sampai bear untuk meminimalisirkan dan menghilangkan dampak buruk dari sampah-sampah tersebut. Dan juga untuk mengelola sampah-sampah yang merugikan tersebut menjadi teratur atau terkelola dengan baik.

Pertama, kita bisa memulai dengan hal yang sangat kecil. Mungkin hal ini sering kita lihat sehari-hari bahkan hal ini sudah menjadi hal yang sangat umum di masyarakat. Tetapi, banyak masyarakat yang menilai hal ini dengan sepele sehingga muncul rasa tidak peduli. Ya, hal ini ialah membuang sampah pada tempatnya. Membuang sampah pada tempatnya ialah hal yang sangat mudah dilakukan, tetapi sebagian dari kita masih saja membuang sampah-sampahnya secara sembarangan. Hal ini muncul karena rasa tidak peduli dan menyepelekan hal kecil ini.  Apabila kita mempunyai kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, setidaknya peluang akibat negatif dari sampah bisa terminimalisirkan. Walaupun hal yang kecil, tetapi semakin lama akan menjadi hal yang besar. Jika masing-masing orang mempunyai kebiasaan baik ini, sampah pun tidak berserakan di lingkungan dan bisa dengan mudah dikelola.


Kedua,  kita bisa memulai memisah-misahkan sampah yang kita buang. Seperti apa yang telah dijelaskan sebelunya, sampah bisa dibedakan menjadi tiga bagian. Yaitu sampah organik, non organik, dan sampah berbahaya. Terkecuali sampah berbahaya, sampah berbahaya tidak bisa dibuang begitu saja di tempat sampah, harus ada tempat pembuangan tersendiri agar tidak membahayakan lingkungan sekitar. Untuk masyarakat seperti kita, kita bisa membuang sampah pada dua tempat yang disediakan untuk dua jenis sampah yang berbeda. Di Jakarta, pemerintah sudah menyediakan tempat dua jenis tempat sampah di setiap sudut kota. Akan tetapi, masyarakat masih belum memanfaatkan fasilitas tersebut dengan baik. Masyarakat masih mencampur dua jenis sampah tersebut kedalam satu tempat sampah. Sehingga menyulitkan petugas untuk mengelola sampah-sampah tersebut. Tak hanya di sudut-sudut kota di Jakarta, di lingkunan Labschool Kebayoran pun sudah tersedia dua jenis tempat sampah, tempat sampah organik dan tempat sampah non organik, tetapi belum juga dipergunakan dengan baik. Sampah-sampah yang tercampur (organik dan non organik) dapat merusak lingkungan dan tentunya dapat menurunkan nilai atau harga suatu barang yang masih bisa dimanfaatkan lagi (daur ulang). Apabila fasilitas-fasilitas tersebut dapat digunakan secara maksimal, tentu saja akan mempermudah petugas untuk mengelola sampah. Sampah organik dapat dikelola menjadi pupuk, yaitu pupuk kompos yang tentunya akan berguna untuk bidang pertanian. Sementara sampah non organik juga dapat di daur ulang, dan bisa menjadi barang baru yang bisa dipergunakan kembali untuk keperluan-keperluan tertentu. Kita sekarang bisa melihat contoh dari negara yang berhasil menanamkan sistem ini yaitu di Kairo. Di Kairo berhasil membuat sistem pengumpulan dan daur ulang sampah. Mereka mampu mengubah atau memanfaatkan sekitar 85 persen sampah yang terkumpul. Selain itu, mereka juga berhasil mempekerjakan sekitar 40.000 orang dalam pelibatan sistem pengumpulan dan daur ulang sampah ini. Dengan itu, dapat dibuktikan memisahkan sampah-sampah sebelum dibuang ternyata bisa menghasilkan hasil yang cukup besar jika masing-masing orang mempunyai kesadaran. 

Ketiga, kita sebagai pelajar juga bisa memanfaatkan barang-barang yang tidak terpakai untuk dijadikan karya-karya. Contohnya, membuat presentasi dengan menggunakan bahan-bahan daur ulang, atau pelajaran seni budaya yang mewajibkan siswa dan siswi nya untuk membuat suatu karya yang berasal dari bahan daur ulang atau bahan yang tidak terpakai. Kegiatan tersebut dapat mengurangi banyaknya sampah-sampah yang menumpuk disekitar kita, dan bisa juga menambah nilai suatu barang, dari sesuatu yang tidak bisa dipakai bisa menjadi sesuatu yang berguna atau bisa dipakai. 

Keempat, seperti apa yang sudah dijalankan oleh SMP di Labschool Kebayoran, yaitu membuat suatu kegiatan dari program kerja osis yang terkait dengan kebersihan  lingkungan sekolah, yaitu Labsclean. Tugas dari seorang labsclean ialah untuk mengingatkan seluruh warga sekolah untuk menjaga kebersihan lingkungan sekoah, salah satunya untuk mengingatkan membuang sampah-sampah pada tempatnya. Dengan begitu, warga sekolah tambah bisa melaksanakan solusi pertama dan kedua dengan baik. Lebih baik lagi apabila ditambah lagi kegiatan-kegiatan seperti labsclean tersebut, tidak hanya di SMP, tetapi di SMA juga. Kegiatan tersebut sangatlah membantu dan bermanfaat untuk lingkungan sekitar.





Terakhir, kita bisa menerapkan prinsip-prinsip keseharian salah satunya ialah prinsip 4R. 4R merupakan singkatan dari "Reduce" yang artinya mengurangi, "Reuse" yang artinya memakai kembali, "Recycle" yang artinya mendaur ulang, dan yang terakhir adalah "Replace" yang mempunyai arti mengganti. Pertama-tama saya akan menjelaskan tentang Reduce, Reduce yang memiiki arti mengurangi mempunyai maksud untuk mengajak kita untuk meminimalisirkan dalam menggunakan barang-barang atau material-material sebisa mungkin. Karena semakin banyak kita menggunakan material-material, semakin banyak sisa-sisa yang kita tinggalkan yang akan berakhir menjadi sampah. Jika kita mengurangi pemakaian barang-barang dan material-material, tentunya kita juga akan mengurangi sampah-sampah yang akan menumpuk. Kedua yaitu Reuse, Reuse yang memiliki arti memakai kembal, mengajak kita untuk memilih barang-barang yang akan kita gunakan. Kita dianjurkan untuk menggunakan barang-barang daur ulang, yang bisa dipakai kembali. Dan kita juga dianjurkan untuk tidak menggunakan barang-barang yang memiliki sifat "disposable" yang artinya barang yang sekali digunakan, dapat langsung dibuang. Pilihlah barang-barang yang dapat digunakan berkali-kali, dengan menggunakan  barang-barang yang bisa digunakan berkali-kali, kita dapat memperpanjang waktu pemakaian barang-barang tersebut sebelum nantinya menjadi sampah. Ketiga adalah Recycle, recycle ini sendiri memiliki arti yaitu mendaur ulang. Kegiatan recycle ini mengajak kita untuk sebisa mungkin mendaur ulang semua barang sudah tidak dipakai lagi. Memang, tidak semua sampah bisa di daur ulang. Akan tetapi, sudah banyak industri non formal maupun industri rumah tangga yang memanfaatkan barang yang sudah tidak dipakai lagi atau sampah menjadi barang yang berguna, mempunyai fungsi dan dapat dipakai lagi dalam industri tersebut. Terakhir, ialah Replace, replace mempunyai arti sendiri yaitu mengganti. Kegiatan replace ini mengajak kita untuk teliti dalam memilih barang untuk digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Kita dianjurkan untuk mengganti barang-barang menjadi barang-barang yang ramah lingkungan. Contohnya mengganti barang-barang yang sekali pakai menjadi barang-barang yang lebih tahan lama dan bisa digunakan berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama. Setelah itu, kita juga bisa mengganti pemakaian kantong plastik atau kantong kresek dengan tas atau keranjang belanja yang bisa disimpan dan dipakai berulang-ulang. Selain itu, kita juga bisa mengganti pemakaian styrofoam dengan kotak makan atau piring, styrofoam juga tidak baik untuk kesehatan jika digunakan sebagai wadah makanan. Kita dianjurkan mengganti pemakaian kantong plastik, kantong kresekm dan styrofoam tersebut dikarenakan bahan-bahan dari ketiga barang tersebut tidak bisa didegradasi secara alami. Butuh ratusan tahun untuk mendegradasi barang-barang tersebut. Sehingga ketiga barang tersebut dapat menambah tumpukkan sampah-sampah yang ada.

Dengan solusi-solusi diatas, kita setidaknya bisa membantu pemerintah dan seluruh masyarakat lain di Indonesia untuk meminimalisirkan dan mengelola sampah dengan baik.  Walaupun tidak terlalu banyak dan besar tentang apa yang bisa dilakukan dari lingkungan sekolah, setidaknya kita bisa membantu dan memberikan kontribusi. Karena hal yang besar dimulai dari hal-hal yang kecil seperti ini. Seiring dengan waktu, hal-hal kecil ini bisa membuahkan hasil menjadi hal-hal yang besar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar