Minggu, 23 September 2012

TUGAS 3 - SOLUSI LABSKY UNTUK INDONESIA

PENGANGGURAN

Pengangguran adalah semua orang dalam suatu waktu tertentu, pada usia angkatan kerja yang tidak bekerja, baik mendapat upah atau gaji atau bekerja mandiri, kemudian mencari suatu pekerjaan, dalam arti mempunyai kegiatan aktif dalam mencari kegiatan tersebut.
Ada beberapa pengertian mengenai pengangguran. Menurut Sadono Sukimo, pengangguran adalah keadaan dimana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum mendapat kerja. Menurut menakertrans, pengangguran adalah orang yang tidak bekerja, sedang menyiapkan usaha baru, mencari pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.

Masalah pengangguran bukan suatu hal yang mengejutkan di Indonesia. Diantara negara negara di dunia, Indonesia menduduki peringkat 75 dari 200 negara di dunia. Sementara dibandingkan dengan negara negara di asia tenggara, Indonesia menempati tempat ketiga. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja lebih banyak daripada jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah sosial lain.

Ketiadaan pendapatan menyebabkan seorang pengangguran harus mengurangi pengeluarannya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Menganggur berkepanjangan juga dapat menyebabkan efek psikologis yang buruj terhadap dirinya serta keluarganya. Tingkat pengangguran yang tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga menghabat pertumbuhan ekonomi.

Masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini mencapai kondisi yang memprihatinkan, ditandai dengan jumlah penganggur yang semakin besar, dan pendapatan yang rendah dan tidak merata. Pengangguran yang tinggi merpakan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada, menjadi beban masyarakat, penyebab kemiskinan, dan dapat mendorong seseorang untuk melakukan tindak kriminal demi memenuhi kebutuhannya. Pembangunan bangsa Indonesia di masa depan sangat bergantung pada sumber daya manusia Indonesia yang fisik dan mentalnya baik, serta mempunyai keahlian kerja, sehingga mampu membangun warga yang bersangkutan mempunyai penghasilan yang layak, jadi mampu memenuhi kebutuhan hidup dirinya serta keluarganya.
https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT-hZFezAq7A7pwJW8vKurz-lxNEQ0vOTwzyBPBzyYFIMFLNWkt
Keadaan Pengangguran di Indonesia

Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang disebabkan oleh perusahaan yang mengurangi dan menutup bidang usahanya akbat krisis ekonomi, hambatan dalam ekspor dan impor, dan lain lain. Badan Pusat Statistik atau BPS menyatakan tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Februari 2012 mencapai 7,61 juta orang.Angka ini turun dibandingkan Februari 2011 yang berjumlah 8,12 juuta orang. Tingkat pengangguran terbuka mulai dari usia 15 sampai 29 tahun di Indonesoa mencapai 19,9 %, tertinggi di kawasan Asia Pasifik. Angkatan kerja baru rata rata bertambah sebanyak 900 ribu dengan mayoritas pendidikan SD dan SMP.

Kemiskinan sesungguhnya dapat disebabkan oleh keterbatasan kesempatan sebagian besar rakyat Indonesia untuk mengakses sumber daya yang sebenarnya dapat berfungsi untuk menghasilkan income (pendapatan), seperti keterbatasan modal dan asset untuk usaha dan keterbatasan akses terhadap pelayanan sarana dan prasarana kesehatan dan sanitasi. Selain itu, tingginya tingkat kemiskinan di negara kita juga disebabkan oleh rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Dalam kaitannya dengan kualitas SDM, tentu kita dapat melihat bagaimana kondisi dunia pendidikan kita. Apakah usaha pemerintah untuk melakukan pemerataan dan memajukan dunia pendidikan di negara kita sudah benar-benar terwujud. Seperti kebijakan sertifikasi guru yang telah ditetapkan pemerintah. Karena nyatanya hingga kini banyak guru yang mengajar di sekolah (baik SD, SMP maupun SMU) kualitas keilmuannya masih sangat memprihatinkan.
Meskipun para guru telah mendapatkan kenaikan gaji dan tunjangan profesi guru. Lalu, bagaimana kualitas SDM Indonesia akan meningkat, kalau SDM (tingkat keilmuan) gurunya saja masih rendah. Tentu kondisi ini lagi-lagi akan menjadi kendala pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Padahal pendidikan merupakan modal terpenting untuk meningkatkan taraf kesejahteraan hidup rakyat Indonesia. Maka tak salah kalau akhirnya Human Development Indeks (HDI) yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga internasional menunjukkan bahwa posisi kualitas SDM Indonesia sangatlah rendah. Penyebab kemiskinan lain adalah budaya atau etos kerja rakyat Indonesia yang kini sudah terdegradasi oleh pengaruh perkembangan zaman. Kini, semangat untuk terus bekerja (melakukan apa saja) yang penting bisa menghasilkan uang (penghasilan) dengan cara yang halal demi mencukupi kebutuhan hidup keluarga telah beralih pada etos kerja yang menghalalkan segala macam cara. Dan kini, budaya atau etos kerja itu telah mengalami penurunan dan beralih menjadi budaya malas yang tahunnya hanya “meminta-minta saja”. Makanya kini tidak heran kalau para pengemis, pengamen dan anak-anak jalanan kian menjamur di kota-kota besar dan merupakan suatu bukti bagaimana pola pikir masyarakat kita yang telah terdegradasi.
Maraknya tindakan korupsi di berbagai lembaga pemerintahan kita juga merupakan penyebab lain, mengapa tingkat kemiskinan belum juga dapat ditekan. Karena miliaran hingga triliunan uang negara yang telah diselewengkan oleh berbagai pejabat di pemerintahan kita telah menimbulkan kerugian besar bagi keuangan negara. Di satu sisi negara ingin mengentaskan kemiskinan dengan mengucurkan berbagai aliran dana kepada rakyat miskin. Tetapi di sisi lain, ternyata banyak aliran dana yang malah diselewengkan oleh pejabat-pejabat kita di pemerintahan hanya untuk kepentingan (memperkaya diri sendiri). Seharusnya dana yang diselewengkan oleh para koruptor tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan perekonomian di negara kita, termasuk membantu rakyat miskin.

Dampak pengangguran memang sangat berbahaya, karena mempengerahui masa depan bangsa kita dan seluruh dunia. Sebagai pemerintah yang berwenang, sebaiknya mereka melakukan :
1.      Mendorong majunya pendidikan, dengan mendorong majunya pendidikan, akan menambah ilmu dan kualitas sumber daya manusia.
2.      Meningkatkan latihan kerja untuk memenuhi kebutuhan ketrampilan seperti tuntutan industri modern, agar sumber daya manusia mempunyai skill dan keahlian untuk modal mencari kerja.
3.      Meningkatkan dan mendorong kewiraswastaan, agar para pengangguran ada rasa untuk berkarya dan berusaha sendiri untuk memenuhi kebutuhannya
4.      Mendorong terbukanya kesempatan usaha-usaha informal
5.      Meningkatkan usaha transmigasi
6.      Meningkatkan pembangunan dengan sistem padat karya
7.      Mengintensifkan program keluarga berencana
8.      Membuka kesempatan bekerja ke luar negeri, untuk menambah pengalaman bekerja seseorang
 
referensi :
- http://mengerjakantugas.blogspot.com/2010/02/pengangguran-macam-sebab-dampak-dan.html
- http://crackbone.wordpress.com/penyebab-kegagalan-kebijakan-dan-program-pengentasan-kemiskinan-di-indonesia/
- http://finance.detik.com/read/2012/05/07/141833/1911053/4/bps-jumlah-pengangguran-di-indonesia-761-juta-turun-6
- http://pakar-iklan.blogspot.com/2012/04/data-pengangguran-di-indonesia-2012.html
- http://www.scribd.com/doc/15891512/Makalah-Masalah-Pengangguran-Ekonomi
- http://10daftarsaya.blogspot.com/2011/07/10-negara-dengan-tingkat-pengangguran.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar