Sabtu, 22 September 2012

Tugas 3 - Solusi Labsky untuk Indonesia



          Pertama-tama saya akan menjelaskan tentang permasalahan yang saya angkat untuk kemudian diberi solusi. Solusi yang ingin saya berikan kepada Indonesia adalah solusi mengenai kependudukan di Indonesia. Mengapa saya mengangkat hal tersebut? Karena menurut saya masalah kependudukan adalah masalah yang paling menonjol atau dapat dikatakan paling jelas terlihat di Indonesia. Masalah kependudukan di Indonesia bukanlah urusan kecil, karena masalah ini merupakan kumpulan dari masalah-masalah yang ada. Seperti persebaran penduduk yang tidak merata, pengangguran, dan lain-lain Sehingga apabila masalah ini dapat dituntaskan, saya yakin akan terjadi perubahan besar di Indonesia yang tentunya mengarah ke perubahan masa depan bangsa yang lebih baik.                                                                                                                                                               
                                                                                                                                                                                  
          Yang akan kita bahas terlebih dahulu secara rinci adalah apa saja masalah yang kian terjadi sehingga menyebabkan masalah kependudukan seperti sekarang ini. Menurut saya, yang pertama adalah jumlah penduduk yang meningkat dengan pesat. Memang, lain halnya dengan negara maju yang kelahiran lebih sedikit dari kematian, ciri khas negara berkembang adalah kelahiran lebih banyak dari kematian. Apabila jumlahnya tidak terlalu signifikan maka tidak akan terjadi masalah, tetapi kenyataannya adalah di Indonesia bukan hanya sekedar “pertumbuhan jumlah penduduk pesat” tetapi sudah memakai istilah “ledakan penduduk” yang artinya penduduk yang lahir sudah jauh terlalu banyak dari pada yang mati. Ledakan jumlah penduduk ini terjadi akibat masih banyaknya masyarakat Indonesia yang masih mempunyai pola pikir seperti orang jaman dulu, yang menganggap bahwa “banyak anak, banyak rezeki”. Padahal banyak anak tidak menjamin kesejahteraan, kesejahteraan dapat dicapai apabila anak mendapat kualitas pendidikan yang baik dan sukses saat bekerja. Tetapi apabila anak tidak berhasil, yang timbul bukan kesejahteraan tetapi kesengsaraan dan kemiskinan. Bukan menjadi solusi untuk negara, tetapi maaf malah menjadi beban untuk negara. Maka dari itu untuk menghindari atau mengurangi ledakan pertumbuhan penduduk dibutuhkan solusi yang tepat dan cerdas.                                                                                                              
                                                                                                                                                                                          
          Kemudian, masalah ke 2 adalah masalah persebaran penduduk yang tidak merata.  Diatas 50%, itulah jumlah penduduk Indonesia yang tinggal di pulau Jawa dari total 100% keseluruhan masyarakat Indonesia.  Bayangkan Indonesia yang memiliki lebih dari puluhan ribu pulau, setengah lebih masyarakatnya ada di pulau Jawa dan sebagian besar di Jakarta, Ibukota tercinta. Banyak orang yang masih berpikiran bahwa dengan merantau ke Jakarta mereka akan mendapatkan pekerjaan maupun kehidupan yang lebih baik dan layak. Namun, apa kenyataannya, sangat banyak jumlah orang yang malah menjadi pengangguran di Jakarta akibat kurangnya pendidikan dan kurangnya lapangan kerja. Setelah melihat fakta yang ada, masih sangat banyak orang Indonesia yang bersikeras untuk pindah ke Jakarta dengan alasan “mencari kehidupan yang lebih baik” dan mengabaikan fakta yang ada seperti tidak percaya atau perduli dengan kenyataan. Terkadang orang sering hidup di dunia fantasi atau impian mereka masing-masing, tetapi menurut saya jika sudah berhubungan dengan masa depan, dengan pekerjaan, dengan kehidupan, seharusnya mereka berhenti untuk berfantasi dan mau untuk melihat fakta yang ada. Dengan persebaran yang tidak merata ini, selain berdampak pada berkurangnya kesejahteraan sosial, masalah persebaran ini juga sangat berdampak pada pembangunan negara. Bagaimana suatu daerah bisa dikembangkan jika penduduknya sangat sedikit, jika semua penduduknya hanya mau tinggal di tempat yang sudah maju tanpa mau berusaha untuk memajukan daerah lainnya. Apa jadinya apabila dari sekian puluh ribu pulau yang ada hanya beberapa pulau bahkan dapat dihitung dengan jari, pulau yang sudah maju dan berkembang. Negara ini tidak akan pernah bisa maju dengan cepat apabila kesadaran masyarakat untuk meratakan persebaran penduduk masih rendah. Lagipula sebenarnya perpindahan penduduk/transmigrasi bukan lah suatu hal yang sulit untuk dilaksanakan, yang dibutuhkan sekali lagi hanyalah kesadaran dari masyarakat itu sendiri bahwa kita harus mau bersama-sama membangun negara Indonesia ini dengan cara apapun, salah satunya dimulai dengan pemerataan jumlah penduduk, tidak seperti sekarang, hanya terpusat di pulau Jawa.                                                                                          

          Masalah ke-3 adalah kurangnya lapangan kerja / dapat dikatakan terbatas. Sebenarnya lapangan kerja tidaklah sedikit, khususnya di Indonesia. Hanya masalah kenapa semua orang/ penduduk mu bekerja di tempat yang sama padahal di negara kita yang luas ini kita dapat sukses dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar kita. Apalagi kita ini negara agraris, yang memang ciri khasnya adalah bertani maupun berkebun. Hanya dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong di daerah sebenarnya kita bisa menjadi pengusaha sukses, asalkan kita mempunyai basis pendidikan yang kuat dan baik. Tetapi hampir semua orang berpikiran “mainstream”, semua sama, hanya berpikir bahwa bekerja di tempat yang sudah maju jauh lebih baik. Padhal, kenapa kita harus selalu berpikir sebagai orang yang mencari lapangan kerja, mengapa kita tidak menjadi solusi untuk negara ini dengan cara menjadi seseorang yang sukses, dan membantu negara dengan membantu menciptakan lapangan kerja dengan usaha atau bisnis atau pekerjaan yang kita buat. Selain kita bisa sukses dan senang, orang lain juga bisa senang karena bisa mendapat pekerjaan. Dengan ini kita dapat menjadi solusi untuk orang lain dan diri sendiri.                                                                                    
                                                                                                                                                                                                                
          Masalah ke-4, menurut saya adalah masalah pengangguran. Masalah ini tentunya sangat sering kita jumpai bahkan mungkin setiap harinya kita dapat dengan mudah menemukan penduduk yang menganggur. Mengapa pengangguran bisa terjadi? Tentunya masih berhubungan dengan paragraf diatas bahwa hal ini terjadi akibat terbatasnya lapangan kerja dan terbatasnya / tertinggalnya pendidikan masyarakat Indonesia, bahkan hingga saat ini. Seharusnya remaja yang sudah dalam usia produktif tidak membiarkan masa mudanya tersia-sia dengan kesenangan dan ke-ria-an saja, tetapi juga menggunakan / memanfaatkan masa muda dengan baik dengan cara mencari pengalaman lewat bekerja magang. Tidak harus magang di kantor atau di tempat-tempat formal, magang juaalan koran juga bisa dan sangat mungkin untuk dilakukan oleh remaja usia produktif. Namun tingkat gengsi diantara remaja jaman sekarang cukup tinggi, maka dari itu lebih banyak remaja usia produktif yang menganggur dan hanya bisa membebani orangtua dengan meminta uang jajan, dibandingkan dengan remaja yang mempunyai kesadaran untuk mengurangi beban orangtua serta mengurangi jumlah pengangguran di negara Indonesia kita yang tercinta ini.                                                                    
                                                                                                                                                                                                              
          Masalah ke 5 menurut saya adalah kualitas penduduk yang rendah. Kualitas yang dimaksud disini adalah pendidikan secara keseluruhan yang masih tertinggal oleh negara lain serta pola pikir yang istilah kasarnya ketinggalan jaman. Mengapa saya dapat mengatakan hal tersebut? Lihat saja, hampir setiap harinya kita dapat melihat anak-anak dibawah umur produktif mencari uang dengan mengamen atau meminta-minta dipinggir jalan. Tentunya pemandangan tersebut telah menunjukkan sebuah masa depan, masa depan yang suram dan kelam bagi ank-anak tersebut apabila mereka terus seperti itu dan tidak sekolah. Mereka hanya akan mengulang sejarah orangtua mereka, mengulang jalan hidup orangtua mereka, yaitu menjadi orang miskin yang tidak punya apa-apa, tidak teredukasi dengan baik, tertindas, dan kehilangan harapan hidup sejahtera. Kunci dari masalah ini adalah “ilmu” dan “pendidikan”. Karena, apabila mereka dilatarbelakangi oleh ilmu atau teredukasi dengan baik, tentunya mereka akan menjadi masyarakat dengan kualitas tinggi. Apalagi bila ditambah dengan perubahan pola pikir seperti negara maju, serta kesadaran-kesadaran yang dimiliki oleh mayoritas penduduk di negara maju. Namun untuk mewujudkan itu semua tentunya tidak mudah, karena kenyataannya masyarakat Indonesia masih jauh dari masyarakat dengan kualitas tinggi, bahkan belum mencapai masyarakat kualitas sedang, kualitas masyarakat negara ini dapat dikatakan masih sangat rendah. Contoh kecil, apabila kita adalah masyarakat dengan kualitas tinggi kita tidak akan membuang sampah sembarangan, karena kita sudah mempunyai kesadaran dari diri sendiri untuk membuat negara ini lebih baik lagi dengan membuat negara ini bersih, dimulai dari diri sendiri. Hal tersebut mungkin terlihat seperti hal sepele, namun hal tersebut adalah fakta dan merupakan bukti akan kualitas penduduk / masyarakat Indonesia.                                                                      
                                                                                                                                                                                                           
          Sekarang, sesuai dengan masalah masalah yang ada diatas, saya akan mencoba untuk memberikan solusi-solusi secara keseluruhan.
          Ada 5 solusi yang terpikirkan oleh saya, yang pertama adalah solusi dengan menggunakan atau melaksanakan program KB. Apa itu KB? KB adalah singkatan dari program Keluarga Berencana. Sesuai dengan kepanjangannya, program KB adalah program yang mencanangkan “2 anak lebih baik”. Program KB adalah program dimana kita merencanakan untuk membangun keluar yang bahagia dan sejahtera sesuai dengan keinginan masing-masing pasangan, namun tetap hanya dengan 2 anak. Mengapa 2 anak cukup? Karena apabila seseorang yang sebenarnya tidak atau kurang memiliki kemampuan secara finansial yang baik, lalu memaksakan memiliki banyak anak karena persepsi “banyak anak banyak rejeki” atau bahkan memiliki banyak anak tanpa memiliki rencana ke depannya, hanya akan menyusahkan keluarga itu sendiri. Padahal apabila mereka hanya memiliki 2 anak, mungkin keluarga mereka dapat menjadi keluarga yang lebih bahagia dan lebih sejahtera tentunya. Karena, dengan bertambahnya anak , tentunya kebutuhan maupun biaya yang diperlukan / dibutuhkan akan semakin banyak dan besar. Yang menjadi masalah adalah apabila banyak anak ini bukan menjadi orang sukses yang teredukasi malah menjadi pengemis dan pengamen yang akhirannya hanya akan menambah beban dan tugas bagi pemerintah. Akan semakin banyak orang-orang yang mati karena kelaparan atau wabah penyakit karena tinggal di tempat yang sangat tidak layak seperti pinggiran kali yang kotor atau tinggal di tempat pembuangan sampah. Dengan berkurangnya angka kelahiran (akibat KB), pemerintah juga tentunya akan lebih enak atau nyaman ketika mensensus penduduk atau “mengendalikan” penduduk. Tidak seperti sekarang, pemerintah jadi berantakan kerjanya karena jumlah masyarakat terlalu banyak sehingga menyebabkan terlalu banyak penolakan, terlalu banyak perbedaan pendapat, dan terlalu banyak penduduk yang tidak jelas keberadaannya.

Solusi lainnya menurut saya adalah :
2. Program Transmigrasi
3.Program Industrialisasi
4.Kursus-kursus dan balai kerja
5. Meningkatkan pendidikan, kesehataan, dan kesejahteraan masyarakat


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar