Sabtu, 22 September 2012

Tugas 3 - Solusi Labsky untuk Indonesia



Hak pejalan kaki yang hampr hilang

Pejalan kaki adalah salah satu pengguna jalan di sebagian belahan dunia. Pejalan kakipun juga mempunyai hak. Hak pejalan kaki telah diatur dengan jelas dalam Undang-Undang Lalulintas dan Angkutan Jalan No. 22/2009. Namun apa jadinya kalau ternyata pejalan kaku sudah hampir kehilangan hak tersebut?


DI awal tahun 2012 pada bulan Januari lalu, saya menyaksikan berita di salah satu media elektronik yang membahas tentang hak pejalan kaki yang nyaris tidak ada tempat. Trotoar yang seharusnya tempat pejalan kaki, kini dirampas kegunaannya oleh pengendara bermotor.

Kasus di atas hanyalah sebagian contoh kecil yang ada. Masih banyak kasus-kasus mengenai hak pejalan kaki yang kurang perhatian dari pihak terkait. Masalah lemahnya pengawasan dan penertiban lalulintas adalah salah satu penyebab terjadinya terampasnya hak pejalan kaki.

Contoh lain selain pengendara sepeda motor yang menggunakan trotoar, mobilpun seringkali menggunakan trotoar untuk separuh badan mobil. Hal ini mengakibatkan trotoar nyaris tiada tempat bagi pengguna sesungguhnya (pejalan kaki). Pertanyaannya, siapa yang salah? Pengendara bermotor, pihak keamanan lalulintas (polisi), pejalan kaki yang tidak menggunakan haknya. Saya kira poinya bukan sekedar mencari siapa yang salah. Permasaslahan ini merupakan permasalahan yang klasik namun sulit dituntaskan.

Masalah


Pertama, saya mulai dari pihak yang penting yaitu kepolisian. Pada dasarnya pihak kepolisian bagian satuan lalulintas (Satlantas) yang paling bertangungjawab dalam masalah ini. Penertiban baiknya dilakukan secara terus-menerus dan berkelanjutan. Sehingga dengan dilakukannya penertiban diharapkan angka kendaraan bermotor yang memakai trotoar berkurang.

Kedua, bagi pengguna jalan yang pada hakikatnya mengetahui bahwa trotoar adalah hak pejalan kaki tetapi tetap saja melanggar. Seperti contoh kasus di atas, bermula dari padatnya kendaraan yang ada. Untuk itu, sebaiknya pengendara bermotor baik roda dua maupun roda empat memahami dan mengerti akan kegunaan trotoar. Proses penyadaran harusnya ada, sehingga masalah ini tidak terus berlanjut. Pengguna jalanpun hampir tidak bisa disalahkan karena semberawutnya lalulintas di negeri ini. Seabaiknya kita sebagai pengguna jalan juga harus fair jangan hanya menyalahkan pihak terkait.
Dibutuhkan kerjasama antara pengguna jalan dan petugas untuk mengembalikan hak pejalan kaki.

Ketiga, bagi pemerintah. Yang mau saya bahas adalah masalah pot bunga yang ada di trotoar. Memang maksudnya awalnya adalah untuk keindahan kota, tetapi melihat fungsi trotoar yang adalah untuk pejalan kaki pot bunga menjadi masalah atau pengahambat. Hampir di seluruh kota yang pernah penulis kunjungi, disetiap trotoar ada pot bunga tempat di tengah trotoar.

Menurut saya ini salah satu masalah pengguna trotoar atau pejalan kaki.
Dengan adanya pot bunga menjadi penghambat, sehingga pejalan kaki seringkali sampai atau menggunakan badan jalan. Hal ini tentu saja menimbulkan masalah baru, karena ketika pejalan kaki menggunakan bahu jalan kemungkinan terjadi kecelakaan semakin besar terhadap pejalan kaki.

Selain itu, kualitas trotoar/kondisi fisik yang tidak mendukung membuat para pejalan kaki enggan melalui trotoar, lagi-lagi pejalan kaki menggunakan bahu jalan. Waduh, ternyata masalah ini begitu kompleks. Untuk itu, kepada pemerintah sebaiknya melihat kondisi ini. Karena menurut penulis masalah ini merupakan salah satu kelemahan sistem transportasi kita. Tingginya angka kecelakaan transportasi semoga memicu pihak terkait untuk lebih gigih memperbaiki kinerja pelayanan terhadap masyarakat.

Dampak

Ketika pejalan kaki enggan melalui trotoar yang kondisinya tidak baik dan digunakan para pengendara bermotor. Akibatnya pejalan kaki mengambil solusi alternatif  yang diambil adalah membeli kendaraan bermotor. Berkurangnya pejalan kaki berdampak pada membludaknya kendaraan bermotor. Tentu saja berdampak pada padatnya lalulintas di jalan dan terampasnya hak pejalan kaki. Inilah dampak yang lebih luas. Setiap orang pun menjadi malas berjalan kaki akibat risiko yang semakin tinggi.


Membangun gerakan "jalan kaki", semoga menjadi solusi di tengah carut marut transportasi serta mendukung program pengurangn CO2 guna mengurangi pemanasan global. Jika seruan ini hanya dari penulis yang tidak mempunyai pengarauh besar (orang biasa) ini hanya sebuah selogan semata yang kurang ada pengaruhnya.

FUNGSI


Berjalan kaki juga penting untuk kesehatan tubuh, jika perjalan cukup dekat, lebig baik tidak usah menggunakan mobil. Berjalan kaki dapat mendaytangkan banyak manfaat bagi tubuh manusia.

Jalan kaki adalah salah satu latihan aerobik paling sederhana dan mudah untuk kita lakukan. Berjalan kaki dapat membantu memperkuat tulang, mengontrol berat badan, memperbaiki kondisi jantung dan paru-paru. Manfaat lain yang juga tak kalah pentingnya dapat kita rasakan dengan berjalan kaki adalah dapat meningkatkan kerja dan fungsi otak

Para periset University of Illinois, Champaign, Amerika, menemukan, jalan kaki meningkatkan sirkuit koneksitas dan fungsi otak. Jalan kaki sedang selama 40 menit, 3 kali perminggu selama setahun, ketimbang hanya peregangan dan pengencangan, membantu meningkatkan fungsi otak pada orang-orang lanjut usia.

Dalam studi, para periset mengamati bagian otak yang berfungsi bersama, terutama 'default mode network' yang menguasai aktivitas otak sambil secara pasif berkhayal.
Para periset menemukan aktivitas otak muda dalam default mode network segera hilang ketika orang tersebut melakukan aktivitas yang memerlukan fokus pada lingkungan eksternal. Para periset juga menemukan, default mode network connectivity membaik secara bermakna di dalam otak orang-orang lanjut usia yang jalan kaki.

Semakin tinggi konektisitas, semakin baik kinerja pada beberapa tugas kognitif, terutama yang oleh periset disebut executive control tasks, yang terdiri dari perencanaan, penjadwalan, mengatasi kebimbangan, menggunakan ingatan dan multitasting.

Para periset menggunakan functional magnetic resonance imaging untuk mengukur aktivitas otak pada 32 orang dewasa umur 18 - 35 tahun, dan 65 orang-orang lansia umur 59 tahun lebih dari 80 orang yang sebelumnya jarang gerak, dan 6 hingga 12 bulan sesudah bergabung dengan kedua grup jalan atau grup peregangan dan pengencangan.

Para periset menemukan, jalan kaki dengan kecepatan sedang membantu meningkatkan fungsi otak. Hasil studi diterbitkan dalam Frontiers in Aging Neuroscience. 

Jalan kaki juga sering dianggap sepele dalam kategori jenis olahraga. Padahal sudah terbukti jalan kaki yang dilakukan secara rutin bisa mengatasi berbagai masalah kesehatan mulai dari migren, berat badan, masalah pernapasan, jantung, dan lain sebagainya.


Tahukah Anda, jalan kaki santai setidaknya 2-3 km per hari mampu mengatasi berbagai penyakit? Berikut 10 manfaat jalan kaki seperti dikutip dari Medicine:


  •  Menghindarkan dari diabetes tipe 2. Program pencegahan diabetes memperlihatkan, jalan kaki 150 menit per minggu akan mengurangi 7 persen berat badan Anda atau sekitar 7 kg. Lebih penting lagi mampu menurunkan penyakit diabetes hingga 58 persen.
  • Memperkuat jantung pria. Dalam sebuah penelitian, tingkat kematian pada pria pensiun yang berjalan kaki kurang dari 1 mil per hari dua kali lebih banyak dibanding mereka yang  menempuh jarak 2 mil per hari.
  • Memperkuat jantung wanita. Studi yang dilakukan pada 72.488 wanita memperlihatkan, jalan kaki 3 jam per minggu akan mengurangi risiko terkena serangan jantung atau jenis penyakit jantung lain.
  • Baik untuk otak. Dalam studi tentang jalan kaki ditemukan, wanita yang berjalan 1,5 jam per minggu memiliki fungsi kerja organ kepala yang lebih baik daripada mereka yang hanya berjalan 40 menit per minggu.
  • Baik untuk tulang. Riset memperlihatkan bahwa wanita menopause yang berjalan kurang lebih 1 mil per hari memiliki kepadatan tulang lebih baik daripada mereka yang  sedikit berjalan kaki, dan jalan kaki sangat efektif untuk menurunkan kehilangan massa tulang di bagian kaki.
  • Mengurangi gejala depresi. Jalan kaki selama 30 menit, 3-5 kali per minggu selama 12 minggu, mengurangi gejala depresi.
  • Mengurangi risiko kanker payudara dan kolon. Wanita yang berjalan secara rutin 65 menit hinga 135 menit per minggu bisa mengurangi risiko terkena kanker payudara dan kolon hingga 18 persen dibandingkan wanita yang tidak aktif. Studi memperlihatkan, olahraga dapat mencegah kanker kolon. Untuk orang yang telah terkena kedua kanker, olahraga mampu meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi angka kematian.
  • Meningkatkan kebugaran. Jalan kaki 3 kali per minggu selama 30 menit dapat meningkatkan kebugaran dan sistem pernapasan secara signifikan.
  • Jalan kaki singkat pun meningkatkan kebugaran. Studi yang dilakukan pada pejalan kaki wanita memperlihatkan, jalan kaki singkat sekitar 10 menit per hari pun punya efek buat kesehatan. Hasilnya akan terlihat pada peningkatan kebugaran dan pengurangan lemak di tubuh, kalau dilakukan hingga 30 menit per hari.
  •  Meningkatkan fungsi fisik. Riset memperlihatkan, jalan kaki bisa meningkatkan kebugaran dan fungsi kerja tubuh serta melindungi tubuh dari penyakit degeneratif pada orang lanjut usia.


Solusi


Sebenarnya, solusi untuk pejalan kaki ini masih sangat minim, mengingat semakin maraknya kendaraan bermotor yang memenuhi hampir seluruh jalan. Kurangnya perhatian dari pemerintah membuat  pejalan kaki hampir kehilangan haknya. Sementara itu, persoalan lain yang mengancam keadaan trotoar di Indonesia adalah meningkatnya transportasi milik pribadi. Angkutan umum maupun pribadi seringkali menyerobot trotoar untuk lalu lintasnya. Akibatnya, pejalan kaki makin terancam dan tidak lagi menggunakan trotoar yang menjadi haknya.

Di sebagian besar kota besar di Indonesia trotoar memang tersedia. Tetapi pada banyak tempat, terutama pusat-pusat bisnis seperti pertokoan, pasar, dan jalan-jalan besar lainnya, hak pejalan kaki untuk berjalan di trotoar benar-benar terampas. Karena banyak toko-toko maupun pedagang lainnya meletakkan barang dagangannya menjorok keluar dari lokasi jualan, bahkan sampai memakan habis badan trotoar. Selain terampas oleh para pedagang, pedagang kaki lima, trotoar pun seringkali digunakan sebagai parkiran sepeda motor, terutama di depan ruko yang dijadikan sebagai perkantoran.

Karena trotoar telah dipenuhi yang selayaknya tidak berada di sana, pejalan kaki akhirnya berjalan di tepi badan jalan. Sepintas ini memang tidak berbahaya. Tetapi kita tidak tahu seperti apa kondisi para pengendara kendaraan bermotor, sehingga tidak jarang kendaraan mepet ke pinggir trotoar. Ketika tubuh pejalan kaki akhirnya tertabrak, tentu tidak mungkin menuntut pertanggungjawaban dari pihak yang telah memakai trotoar meskipun faktanya merekalah yang mengakibatkan pejalan kaki tidak bisa berjalan di trotoar.


Selain trotoar, masih ada zebra cross. Berdasarkan peraturan secara universal yang ada di dunia dan tentu saja termasuk di Indonesia, kendaraan harus mendahulukan pejalan kaki ketika di zebra cross. Namun hak ini pun tidak selalu didapatkan pejalan kaki. Bahkan saat di lampu merah dan ada zebra cross, pejalan kaki harus melintas dengan berhati-hati karena tidak jarang kendaraan yang nyelonong begitu saja padahal lampu masih merah. Selain itu, sepeda motor seringkali berjalan di trotoar ketika terjadi kemacetan.
Tidak ada kata lain, pemerintah harus bertindak cepat, mengembalikan hak pejalan kaki untuk dapat berjalan kaki di trotoar dengan nyaman dan tentu saja aman. Caranya, pemerintah daerah harus segera menertibkan toko-toko maupun ruko yang dijadikan perkantoran yang telah melanggar peraturan, memfasilitasi para pedagang kaki lima yang bertebaran di trotoar untuk mendapatkan tempat berdagang yang strategis.

Setelah mendapatkan haknya, kiranya pejalan kaki pun ingat akan kewajibannya. Selalulah berjalan kaki di trotoar, tidak menyeberang jalan dengan sembarangan, tetapi menyeberanglah di tempat yang telah ditentukan, seperti tangga penyeberangan dan zebra cross. Dibutuhkan kerja sama semua pihak untuk menyelaraskan berjalannya antara hak dan kewajiban.

Untuk menghindari pejalan kaki menjadi korban kecelakaan seperti yang terjadi di Jakarta, perlu dipertimbangkan membuat trotoar jauh lebih tinggi dari jalan raya. Sehingga badan kendaraan tertahan di tepi trotoar ketika terjadi kecelakaan ataupun nyelonong akibat human error. Selain itu, trotoar yang tinggi mengakibatkan kendaraan tidak bisa berjalan di atas trotoar ketika terjadi kemacetan.


Jadi, kapankah masyarakat indonesia, terutama pengguna kendaraan bermotor, sadar bahwa hak pejalan kaki hampir sepenuhnya telah hilang. Kapankah pejalan kaki bisa tenang tanpa merasa takut akan terserempet motor dan mobil? Sekarang masalah ini kita serahkan saja pada pemerintah. Semoga pejalan kaki akan sepenuhnya mendapat haknya kembali.


sumber :

  1. http://megapolitan.kompas.com/read/2012/02/01/14251240/Di.Trotoar.Hak.Pejalan.Kaki.Dirampas
  2. http://berbagisehatalami.blogspot.com/2011/05/tingkatkan-fungsi-otak-dengan-berjalan.html
  3. http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/04/budaya-solusi-wujudkan-kota-layak-pejalan-kaki
  4. http://id.wikipedia.org/wiki/Pejalan_kaki
  5. http://www.tabloidblogger.com/2012/05/uud-trotoar-hak-milik-pejalan-kaki.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar