Senin, 17 September 2012

Tugas-3 Solusi Labsky untuk Indonesia


Macet Lagi… Macet Lagi….

Masalah

Macet? Sudah biasa. Itulah yang kita pikirikan ketika mendengar kata macet. Kemacetan merupakan hal yang biasa bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat dari kota-kota besar. Contohnya, DKI Jakarta. Sampai ke jalan kecil Jakarta saja macet. Kemacetan pada satu titik bisa merembet keseluruh kota, sampai luar kotapun bisa.

Kemacetan di Jakarta


Apakah yang menyebabkan kemacetan ini? Mobil mogok? Kecelakaan? Pembangunan? Atau sekedar kepenuhan mobil? Di Jakarta, mobil parkir saja bisa menyebabkan kemacetan. Menurut Wikipedia, kemacetan adalah keadaan atau situasi dimana tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Hal ini biasanya disebabkan oleh kota-kota yang tidak mempunyai transportasi umum yang memadai dan dapat menampung banyaknya masyarakat, ataupun juga  tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk.

Tentu saja hal ini sangat dipermasalahkan karena sangat merugikan. Akan tetapi, karena tidak pernah terselesaikan, hal ini menjadi sangat biasa bagi masyarakat sehingga tidak dilihat lagi sebagai masalah, melainkan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Masyarakat sampai bisa memperkirakan jam berapa saja jalanan macet atau penuh, dan bisa langsung mencari alternatif jalan lain.
Tapi sampai kapan kita akan mengabaikan masalah ini? Kalau begini terus, kerugian yang kita dapatkan akan terus bertambah. Bukan hanya untuk kita, tapi juga dunia. Mari kita menggali lebih dalam tentang masalah ini.

Apakah penyebab utama dari kemacetan? Tentu saja arus yang melewati sudah melampaui kapasitas jalan. Sudah berapa orang di Indonesia mempunyai kendaraan? Pasti tidak terhitung. Pada tahun 2012 ini, Indonesia memiliki 244.775.796 jiwa. Pasti tidak sedikit orang yang memiliki kendaraan pribadi.  Karena kebutuhan, dan pajak kendaraan pribadi di Indonesia yang kurang tinggi, dll; sangat banyak jumlah orang yang mempunyai kendaraan pribadi.

Satu keluarga bisa memiliki dua sampai tiga mobil pribadi. Apa yang menyebabkan ini? Karena kebutuhan setiap anggota keluarga sudah berbeda, dan tidak sejalan. Selain itu, pajak kendaraan pribadi di Indonesia termasuk sedang, sehingga tidak apa-apa bagi mereka untuk mempunyai lebih dari satu mobil. Tidak seperti Singapura yang memiliki pajak kendaraan yang sangat tinggi sehingga jarang adanya kendaraan pribadi.

Penyebab kedua dari kemacetan adalah adanya kecelakaan. Hal ini bisa disebabkan oleh kelalaian pengendara, seperti melaju terlalu cepat sehingga tidak sempat mengerem kendaraannya. Atau karena jalanan yang licin karena cuaca yang buruk. Selain itu, bisa juga karena bawaan mobil itu tidak sesuai dengan kapasitasnya; sudah berapa kali truk pengangkut barang terguling? Juga, kalau ada kecelakaan pengendara-pengendara lain sering melambatkan kendaraannya untuk melihat, sampai jalur sebaliknya saja ikut macet karena pengendaranya yang ingin melihat. Atau, karena mobil derek, polisi, serta ambulans yang lama datangnya sehingga tidak ada yang mebersihkan jalan.

Selain itu, banjir dan longsor merupakan salah satu penyebab kemacetan. Banjir bisa melambatkan kecepatan laju mobil, dan menghalangi mobil-mobil kecil atau pendek untuk melewati jalan tersebut, sedangkan sekarang ini, sangat banyak mobil kecil. Longsor bisa menghalanginjalan sehingga mobil-mobil tidak bisa lewat, serta pembersihan jalannya lama.

Kemacetan disebabkan oleh Banjir

Pembangunan jalan sangat mengganggu lalu lintas. Seperti sekarang ini, ada banyak sekali pembangunan flyover pada jalan-jalan yang sering dilewati kendaraan sehingga menyebabkan kemacetan karena mengurangi jalur pada jalan tersebut. Pembangunan yang tidak rapih, dan pengendara yang tidak tertib, membuat jalanan menjadi berantakan. Selain itu, keadaan jalan yang kurang memadai, seperti lubang-lubang di tengah jalan, bisa memperlambat kelajuan mobil.

Parkir liar untuk sebuah kegiatan, pasar tumpah, dan penyebab-penyebab lain yang menyebabkan berkurangnya jalur pada sebuah jalan bisa menyebabkan kemacetan. Satu jalur sangat berarti bagi pengendara, sehingga berkurangnya satu bisa membuat sebuah kekacauan di jalan raya. Bukan hanya itu, masalah kecil seperti pengendara yang tidak menuruti peraturan, seperti berkendara di jalur kanan dengan pelan, juga bisa melambatkan mobil-mobil dibelakangnya.

Kemacetan juga bisa disebabkan oleh kendaraan umum. Kendaraan umum yang dimaksud adalah bis, angkot, dan bajaj. Sebenarnya, jika dikelola dengan baik, kendaraan umum bisa mengurangi kemacetan. Sayangnya baik pemerintah, masyarakat sekitar, serta pengemudi kendaraan umum itu sendiri tidak mempunyai inisiatif untuk memulai. Contohnya, bis yang penuh dan sesak, atau angkot yang menaikkan penumpang ditengah jalan, dll. Bayangkan dengan keadaan jalanan seperti sekarang ini, hal kecil pun seperti berhenti sebentar bisa menyebabkan kemacetan hingga jauh ke belakang.

Tentu saja, yang satu ini tidak bisa dilupakan. Motor. Motor merupakan salah satu kendaraan yang paling banyak jumlahnya di Indonesia. Sebenarnya tidak apa-apa banyak, tapi sangat banyak pengendara motor yang mengendarai motornya itu dengan seenaknya, dan sering sekali merugikan mobil.
Kemacetan yang disebabkan oleh Motor

Yang terakhir adalah rambu lalu lintas. Rambu lalu lintas yang tidak bekerja, atau bersifat kaku, atau terlalu lama bisa membuat kekacauan. Khususnya pada perempatan atau pertigaan jalanan sibuk. Bayangkan saja jika lampu lalu lintas tersebut tiba –tiba mati, tentu saja jadi kacau karena tidak ada yang mengatur. Polisi lalu lintas yang kurang cepat bereaksi membuat keadaan sudah terlalu buruk untuk diperbaiki.
Kemacetan di Perempatan

Dampak negatif yang disebabkan oleh masalah ini ada banyak. Pertama, pemborosan bensin. Harga bensin terus meningkat, juga harganya sekarang ini sudah tidak murah, sehingga menyebabkan dampak negatif kedua yaitu pemborosan uang. Tentu saja karena kelajuan mobil yang lambat ketika macet, membuat pengguna jalan membuang-buang waktu dan stress. Selain itu, para pengendara juga membuang banyak energi. Selain itu, kemacetan juga melambatkan kelancaran kendaraan darurat seperti ambulans, pemadam kebakaran, dll; sehingga merugikan banyak pihak.

Tentu saja, kemacetan juga menyebabkan langit di Indonesia tampak berdebu dan gelap, sebab tingkat polusi di Indonesia yang tidak terkendali.

Solusi

Kemacetan adalah isu yang sudah membudidaya di Indonesia, mebuatnya sulit untuk dihilangkan. Tapi tentu saja hal ini dapat terselesaikan jika adanya kerja sama antara masyarakat dan pemerintah.
Menurut saya, langkah awal yang bagus adalah dengan membudidayakan cara berkendara dengan baik. Keadaan jalanan yang kacau bisa membuat tersendatnya arus. Dengan sosialisasi, kita bisa memberikan pergertian tentang peraturan-peraturan saat di jalanan, serta memberitahukan keuntungannya sehingga jalan-jalan di Indonesia bisa lebih tertib.

Langkah kedua adalah dengan meningkatkan pajak kendaraan bermotor dan biaya parkir. Dengan meningkatkan pajak kendaraan bermotor, tentu saja penduduk akan berpikir dua kali sebelum membeli mobil baru. Serta tingkatkan pajak bagi kendaraan bermotor yang sudah tua (sekitar 5 tahun) sehingga bisa mengurangi asap hitam. Bayangkan, jika kendaraan bermotor yang sudah tidak layak dikendarai telah menghilang, tentu saja udara di Indonesia akan jauh lebih bersih.

Masyarakat Indonesia yang cenderung malas mendorong mereka untuk menggunakan kendaraan kemanapun mereka pergi, walaupun tujuannya dekat. Bentuk lain dengan penerapan kebijakan parkir yang dapat dilakukan dengan penerapan tarif parkir yang tinggi di kawasan yang dibatasi lalu lintasnya, ataupun pembatasan penyediaan ruang parkir dikawasan yang dibatasi lalu lintasnya. Selain mengurangi kemacetan dan polusi, hal ini juga mendorong masyarakat untuk hidup lebih sehat dan berolahraga.

Langkah ketiga adalah dengan meningkatkan kapasitas jalan raya. Hal ini bisa dilakukan dengan memperlebar jalanan, merubah jalan dua arah menjadi satu arah, membangun flyover, dll. Tentu saja pembangunan ini harus dilakukan dengan rapih dan tertib, sehingga tidak menghalangi para pengemudi.
Langkah lain yang bisa diambil adalah dengan meningkatkan kualitas angkutan umum. Kuantitas angkutan umum di Indonesia sudah cukup banyak. Sayangnya, angkutan-angkutan tersebut tidak dirawat dengan baik. Hal ini menyebabkan ketidaknyamanan para pengguna, sehingga mereka enggan menggunakannya.

Angkutan umum harus dibuat lebih bersih dan memadai daripada sekarang ini. Banyak sekali angkutan umum yang sudah tidak layak pakai yang tetap berada di jalan. Seharusnya, angkutan yang sudah tua, tidak ada pintunya, kursinya telah rusak, dll; dilarang berada di jalanan. Angkutan umum seharusnya memberikan rasa nyaman dengan keadaannya yang bersih dan enak dilihat, sehingga pengguna angkutan umum akan meningkat.

Angkutan Umum yang Bersih dan Nyaman
Selain itu, harus dibuatnya sistem peredaran angkutan umum. Angkutan umum harus diberi halte yang sama bagusnya, serta gampang diakses sehingga penumpang dapat dipermudah aksesnya. Selain itu, angkutan umum harus diberi rute tertentu, yang saling menyambung sehingga dapat dibuat sistem yang lebih baik dan efisien. Hal ini dapat dicapai dengan kerja sama antara pengemudi angkutan umum dan pemerintah.
Hal yang paling penting adalah untuk meningkatkan keamanan angkutan umum. Sering sekali orang menolak untuk mengendarai angkutan umum karena keamanannya yang tidak terjamin. Sudah terlalu banyak kasus yang beredar sehingga membuat masyarakat was-was dan tidak nyaman saat menaiki sebuah angkutan umum. Isu ini hanya dapat diselesaikan jika masyarakat bisa bersifat lebih jujur dan angkutan umum diberi pengawasan lebih sehingga para penumpang bisa merasa aman ketika berkendara.

Sistem Jalur Busway
Tentu saja konsep busway, MRT, dan kereta api sangat baik untuk mengurangi kemacetan. Busway  dan kereta api sebenarnya sudah cukup bagus. Tetapi pengelolaannya yang tidak stabil sehingga semakin lama kualitasnya terus menurun. Oleh karena itu, kunci dari angkutan umum yang memadai adalah pengelolaan yang stabil. Sehingga kualitasnya tidak menurun. Jika masyarakat lebih tertib ketika sedang menaiki angkutan umum, serta pengendara kendaraan pribadi tidak mengambil jalan angkutan-angkutan umum, pasti jalanan di Indonesia akan lebih tertib dan lancar.
Busway Transjakarta
MRT atau subway, atau mungkin monorail, harus dibangun. Jadi alternatif kendaraan akan lebih banyak. Dan juga, kendaraan-kendaraan tersebut mempunyai sistem kerja yang cepat dan efisien, sehingga sangat menguntungkan bagi penumpang kendaraan umum. Pasti, jika pengelolaannya bagus, dan servisnya yang tidak pernah menurun, dan masyarakat yang tertib, peminatnya akan banyak sekali.
Gamabaran Monorail di Masa Mendatang
Solusi terakhir adalah untuk membatasi jumlah kendaraan bermotor di Indonesia. Pembatasan penggunaan kendaraan pribadi menuju suatu kawasan tertentu seperti yang direncanakan akan diterapkan di Jakarta melalui Electronic Road Pricing (ERP). ERP berhasil dengan sangat sukses di Singapura, London, Stokholm. Pembatasan pemilikan kendaraan pribadi melalui peningkatan biaya pemilikan kendaraan, pajak bahan bakar, pajak kendaraan bermotor, bea masuk yang tinggi.

Semoga di tahun-tahun kedepan, jalanan yang berada di Indonesia dapat menjadi lancar.

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Kemacetan
https://www.google.com/imghp?hl=en&tab=wi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar