Jumat, 21 September 2012

Tugas-3 Solusi Labsky untuk Indonesia


Kerusakan Lingkungan yang Masih Sering Dianggap Sepele

Dunia pada jaman belum ditemukannya mesin pabrik ataupun kendaraan bermotor terbayang tidak nyaman ditinggali karena segalanya tergolong belum praktis. Kita akan kesulitan ketika ingin berpergian jauh jika mobil ataupun kendaraan belum ditemukan. Pekerja akan kewalahan melakukan pekerjaan yang membutuhkan tenaga ekstra. Itu jika kita melihat sisi positifnya, namun selalu ada hal negatif untuk setiap hal positif. Kemudahan yang kita rasakan dengan menggunakan kendaraan ataupun mesin seperti pada jaman sekarang memberikan dampak yang tidak sehat untuk tubuh kita maupun lingkungan yang kita tinggali.

Saat ini dampak dari polusi udara semakin hari terasa semakin parah saja. Bukti yang dapat kita rasakan antara lain suhu permukaan bumi yang semakin panas setiap harinya. Atmosfer yang terkontaminasi sudah hampir tidak bisa ditolerir lagi, hal ini menyebabkan beberapa masalah polusi udara bagi manusia terutama pernapasan. Udara yang kotor akan memberikan pengaruh tidak sehat terhadap tubuh kita.

Di kota metropolitan seperti ini, polusi di udara timbul akibat asap kendaraan maupun asap pabrik
. Jumlah kendaraan yang bertambah pun tidak berbanding lurus dengan penanaman pohon atau tumbuhan. Sehingga jumlah penghijauan yang ada tidak dapat meng-cover jumlah polusi yang ditimbulkan. Disamping itu, pertumbuhan jumlah penduduk yang tergolong pesat inipun seolah mendukung kondisi yang semakin parah.

Dampak buruk dari polutan terhadap kesehatan terutama sistem pernapasan. Selain pernapasan, debu dan kotoran dari asap yang berterbangan di udara pun dapat menyebabkan iritasi pada mata. Jika diabaikan, maka dalam jangka panjang, bukannya tidak mungkin jika suatu saat kita akan terkena penyakit jantung akibat terlalu banyak menghirup Karbon Monoksida (CO) yang ada di atmosfer.

Selain itu, dampak polusi udara juga akan mempengaruhi kondisi lingkungan dan ekosistem di bumi. Permukaan bumi yang semakin panas membuat lapisan ozon dalam atmosfer semakin menipis dan bahkan berlubang. Hal ini dapat menyebabkan Global Warming atau yang kita kenal dengan pemanasan global, efek yang dapat kita rasakan adalah perubakan cuaca yang tidak menentu. Contohnya, disaat matahari sedang panas terik, tiba-tiba hujan turun. Perubahan cuaca dari panas kemudian hujan itu merupakan tanda-tanda meningkatnya pemanasan global.

Selain perubahan cuaca yang tidak bisa ditebak. Mencairnya es di kutub dan meningkatnya air di permukaan laut beberapa centimeter setiap tahunnya juga merupakan gejala yang timbul akibat memanasnya global. Jika tidak ditanggulangi, maka seluruh es di kutub akan mencair, permukaan air laut akan bertambah tinggi, dan tenggelamnya daratan merupakan suatu kemungkinan yang dapat terjadi dalam beberapa tahun kedepan.

Inti dari masalah ini sebenarnya adalah karena kurangnya kepedulian kita terhadap alam dan lingkungan. Di bumi ini, kita dan alam hidup berdampingan dan saling membutuhkan satu sama lain. Alam memproduksi sumber daya yang dibutuhkan manusia, sayangnya apa yang manusia lakukan sebaliknya bukanlah sesuatu yang menunjukkan balas budi terhadap alam. Janganlah kita sebagai manusia memanfaatkan kekayaan alam di Indinesia ini dengan semena-menanya tanpa memperdulikan lingkungan di masa depan.

Selain faktor asap yang dihasilkan dari kendaraan bermotor maupun mesin pabrik, penebangan pohon tanpa melakukan penanaman kembali juga menjadi alasan rusaknya lingkungan pada jaman sekarang ini. Kutipan yang pernah penulis baca di sebuah situs di internet berbunyi, “Only takes one tree, to make 1000 matches. Only  takes one match to burn A Thousand Trees”. Penebangan pohon untuk kepentingan manusia dianggap sah-sah saja, namun tetap ada aturannya dan tidak boleh sembarangan. Harus benar-benar diperhitungkan  dampak apa yang akan diberikan terhadap kehidupan manusia.

 Melakukan penebangan demi pembangungan yang bertujuan untuk kesejahteraan manusia, tanpa didasari kepedulian terhadap lingkungan bagaikan ‘pedang bermata dua’, di lain sudut kita akan merasakan fasilitas yang telah disediakan, namun jika tidak berhati-hati, hal buruk yang muncul dari pengorbanan fasilitas itu juga akan mengenai kita. Mau tidak mau kita akan berinteraksi dengan lingkungan, lingkungan mencakup seluruh aspek yang berada di sekeliling kita. Dan kita sebagai makhluk yang tinggal didalamnya sudah seharusnya melestarikan biosfer ini agar tetap sehat.

Semakin hari, bumi ini semakin kehilangan keindahannya, hal ini terjadi akibat ulah manusia yang ingin mengeksploitasi sumber daya alam secara maksimum. Tingkat kerusakan hidup pun cenderung meningkat setiap tahunnya. Hutan yang gundul akibat perbuatan tangan manusia dapat memberikan dampak banjir dan longsor. Hal ini dikarenakan fungsi hutan untuk menahan massa air hujan sebelum menyentuh tanah itu telah dihilangkan, karenanya, saat hutan turun dalam jumlah besar maka akan secara langsung menyentuh permukaan bumi dan  jika tanah yang terbebani air hujan itu tidak lagi kuat menahannya, terjadilah longsor.

Padahal, selain sebagai payung yang menahan air hujan. Hutan juga memiliki fungsi sebagai paru-paru bumi, karena oksigen yang dihasilkan oleh tumbuhan. Bayangkan jika hutan atau tumbuhan yang menghasilkan oksigen itu dimusnahkan, sementara makhluk hidup untuk bernapas membutuhkan oksigen.

Sebagai akibat dari kerusakan hutan, pembukaan laham, praktek pengolahan lahan yang kurang memperhatikan ekologi, pertanian monokultur, dan sebagainya. Maka terjadi penurunan keanekaragaman hayati di beberapa provinsi di Indonesia. Kegiatan monokultur dapat menyebabkan sebagian flora, fauna, dan mikroba musnah. Contohnya, Kantung Semar yang dahulu sangat banyak dijumpai di Bengkulu sekarang menjadi sedikit jumlah dan jenisnya. Kegiatan pembukaan lahan yang kurang ramah lingkungan seperi penyemprotan dengan suatu zat tertentu dapat menyebabkan telur-telur dan flora lainnya menjadi tidak berkembang. Satwa liar menjadi menurun dan kemudian masuk ke dalam kriteria dilindungi.

Jadi, kerusakan pada hutan tidak hanya berdampak terhadap manusia saja. Makhluk hidup yang tinggal disana pun akan kehilangan tempat tinggalnya jika habitat mereka dirusak. Akibatnya, beberapa flora atau fauna akan semakin langka dan bahkan punah. Jika di pelosok daerah, hewan yang kehilangan tempat tinggalnya kemungkinan akan turun gunung mendatangin desa terdekat. Tentu saja hal itu akan mengganggu dan dapat berbahaya bagi penduduk yang tinggal di desa tersebut.

Untuk menanggulanginya, kita dapat melakukan beberapa hal diantaranya. Konservasi in-situ dan eks-situ, program perlindungan dan penangkaran satwa langka, dan memperluas habitat satwa liar. Serta penyuluhan terhadap masyarakat dan pengajaran sejak dini terhadap generasi muda.

Selain kerusakan di alam, contoh sederhana yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari antara lain, membuang sampah di sembarang tempat, yang mengakibatkan pencemaran di berbagai elemen alam. Sampah basah yang dibiarkan menumpuk akan menyebabkan pencemaran udara yaitu menimbulkan bau yang tidak enak. Jika sampah dibuang ke dalam saluran air, maka akan terjadi pencemaran air dan jika dibiarkan akan menyumbat saluran air tersebut sehingga dapat menyebabkan banjir.

Mungkin terdengar sepele bagi sebagian orang, membuang 1-2 sampah sembarangan tidak akan berpengaruh apa-apa pikir mereka. Yang terburuk adalah, jika hal itu sudah menjadi kebiasaan, dan menjadi hal yang umum di mata masyarakat. Maka mereka akan mengabaikan pelanggaran yang terjadi, sementara sampah itu akan menggunung.

Solusi untuk masalah lingkungan dapat dilakukan dengan mengurangi konsumsi yang berlebihan dari sumber daya alam dan emisi karbon terhadap atmosfer dari kendaraan bermotor dan asap pabrik. Usahakan untuk mengendalikan proyek-proyek pembangunan industry yang menyebabkan polusi air dan udara serta kegiatan-kegiatan yang mendukung pemanasan global dan penggundulan hutan.
 
Reduce, untuk kegiatan pembangunan dan konsumsi bahan yang tidak bisa didaur ulang. Kurangi kegiatan yang menyebabkan pencemaran-pencemaran air, udara, dan tanah. Recycle adalah sebuah  metode mendaur ulang suatu produk, sekarang ini produk-produk ramah lingkungan sudah banyak diciptakan. Dengan ini kita dapat mengurangi ketegangan lingkungan terhadap kerusakan yang ada. Perangkat elektronik seperti komputer dan telepon genggam atau ponsel pun dapat di daur ulang. Aksesoris seperti gelang, kalung, tas, dan bahkan sepatu dapat diciptakan menggunakan barang-barang daur ulang.


Membuat kompos limbah tanaman untuk meminimalkan limbah berbahaya dan pengeluaran karbon dioksida (CO2) sekaligus menciptakan pupuk organik sehat. Mendaur ulang bahan yang digunakan dengan teknologi yang tersedia untuk mengurangi deforestasi. Hal ini pada saatnya akan dapat membantu untuk menyelamatkan pepohonan.

Metode lain adalah untuk menggunakan kembali sumber daya alam atau Reuse dan menggunakan bahan-bahan yang diproduksi dengan pohon / tanaman untuk konservasi mereka. Untuk mengurangi permintaan sumber daya, menggunakan kembali semua bahan daur ulang.

Keberlanjutan lingkungan berarti, m
emenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Jadi untuk ini kita harus menjaga kepadatan penduduk yang melebihi batas normal, memfasilitasi pembaruan sumber daya terbarukan dan dampak lingkungan menjaga dan juga melestarikan lingkungan. Kita harus ingat bahwa kita dipercayakan terhadap lingkungan untuk menggunakannya secara bertanggung jawab. Kekuasaan kita atas alam dan makhluk hidup lainnya tidak berarti mendominasi pengelolaan dan eksploitasi atau menggunakan tanpa memperhatikan kapasitas merawat bumi untuk mereproduksi dan merehabilitasi.

Demikian penjelasan mengenai salah satu masalah di Indonesia. Penulis tidak memaksudkan semua kerusakan akibat perbuatan setiap individu, beberapa diantaranya pun ada yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan melakukan gerakan untuk melestarikannya. Semoga artikel ini dapat menyadarkan pemabaca tentang seberapa kerusakan yang sudah dibuat sehingga akan timbul kesadaran untuk memperbaikinya.