Rabu, 19 September 2012

Tugas 3 - Solusi Labsky untuk Indonesia


“Meningkatkan kualitas penduduk Indonesia...”

Indonesia adalah negara yang sangat luas, terdiri dari banyak pulau-pulau baik besar maupun kecil. Namun, sampai sekarang Indonesia masih belum dapat dikategorikan sebagai negara yang maju. Padahal, dengan segala sumber daya alam dan manusia, serta potensi-potensi lainnya yang negara ini miliki, seharusnya Indonesia sudah bisa menjadi negara yang lebih maju daripada sekarang ini. Terlebih lagi, Indonesia berada di letak yang amat strategis, yaitu diapit oleh dua benua, Benua Asia dan Benua Australia, dan juga diapit oleh dua samudra, yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Letak Indonesia yang amat strategis ini seharusnya menguntungkan Indonesia di bidang ekonomi dan perdagangan.

Jika kita lihat dari sejarah kemerdekaan Indonesia, rakyat Indonesia adalah yang memperjuangkan kemerdekaan untuk bangsanya sendiri. Hal ini membuktikan semangat juang para rakyat Indonesia yang besar untuk negaranya. Tapi lagi-lagi, mengapa Indonesia masih menjadi negara yang berkembang? Padahal seharusnya setelah melihat segala kekayaan dan semangat juang dari bangsa ini, mungkin Indonesia sekarang sudah bisa lebih baik daripada negara-negara tetangganya seperti contohnya Singapura.

Pasti, setiap rakyat Indonesia mendambakan kemajuan dari negaranya tercinta ini. Karena di era modern ini, setiap negara mulai berlomba-lomba memajukan negaranya, Indonesia pun tak luput dari perlombaan ini. Namun, pada kenyataannya Indonesia masih lambat dalam memajukan negaranya.

Lambatnya kemajuan negara Indonesia ini, disebabkan oleh banyak permasalahan. Namun kali ini, saya hanya akan membahas mengenai masalah kependudukan di Indonesia. Hal yang paling penting dari penduduk adalah bagaimana kualitas penduduk tersebut. Karena walaupun jumlah penduduknya banyak tetapi kualitas penduduknya tinggi, maka negara itupun pasti sudah makmur. Maka dari itulah saya akan membahas tentang permasalahan kualitas penduduk Indonesia.

Setiap masalah pasti mempunyai solusinya masing-masing, disini saya akan menjelaskan masalah kualitas kependudukan Indonesia dan solusi dari permasalahan tersebut.

Jika kita ditanya oleh orang lain, “Bagaimana kualitas penduduk Indonesia?” Pastinya dengan spontan kita akan menjawab, “Masih rendah.” Hal itu tidak sepenuhnya salah, karena memang sejujurnya, diantara negara-negara lain di dunia, Indonesia masih memiliki kualitas penduduk yang cukup rendah. Tetapi, ada juga negara-negara lain yang memiliki kualitas penduduk yang lebih rendah dari Indonesia sekarang ini.
Kualitas penduduk dilihat dari tiga aspek, yaitu tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, dan tingkat kesehatan. Ketiga hal inilah yang menjadi penilaian bagi dunia, apakah suatu negara sudah memiliki kualitas penduduk yang tinggi atau rendah.

a.       Tingkat Pendapatan


Tingkat pendapatan dilihat dari pendapatan perkapita negara tersebut. Pendapatan perkapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan perkapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk di negara tersebut. Pendapatan perkapita ini dijadikan tolak ukur kemakmuran suatu negara; semakin negara tersebut memiliki pendapatan perkapita yang tinggi, maka semakin tinggi jugalah kemakmuran di negara tersebut.

Indonesia, sampai saat ini masih memiliki pendapatan perkapita yang cukup rendah. Berikut ini adalah tabel yang berisi pendapatan perkapita negara-negara di dunia.

No
Country
GDP (US$)
1
Qatar
80,900
2
Luxembourg
80,500
3
Bermuda
69,900
4
Jersey
57,000
5
Malta
53,400
6
Norway
53,000
7
Brunei
51,000
8
Singapore
49,700
9
Cyprus
Cyprus
10
United States America
45,800
11
Guernsey
44,600
12
Cayman Islands
43,800
13
Ireland
43,100
14
Hong Kong
42,000
15
Switzerland
41,100
16
Kuwait
39,300
17
Andorra
38,800
18
Iceland
38,800
19
Netherlands
38,500
20
British Virgin Islands
38,500
21
Austria
38,400
22
Canada
38,400
23
Gibraltar
38,200
24
Denmark
37,400
25
United Arab Emirates
37,300
26
Sweden
36,500
27
Australia
36,300
28
Belgium
35,300
29
Finland
35,300
30
United Kingdom
35,100
31
Isle of Man
35,000
32
Germany
34,200
33
San Marino
34,100
34
Japan
33,600
35
France
33,200
36
European Union
32,300
37
Bahrain
32,100
38
Faroe Islands
31,000
39
Italy
30,400
40
Spain
30,100
41
Taiwan
30,100
42
Monaco
30,000
43
Greece
29,200
44
Macau
28,400
45
Slovenia
27,200
46
New Zealand
26,400
47
Israel
25,800
48
Bahamas
25,000
49
Falkland Islands
25,000
50
Liechtenstein
25,000
51
Korea, South
24,800
52
Czech Republic
24,200
53
Oman
24,000
54
Saudi Arabia
23,200
55
Aruba
21,800
56
Portugal
21,700
57
Estonia
21,100
58
Slovakia
20,300
59
Greenland
20,000
60
Puerto Rico
19,600
61
Barbados
19,300
62
Hungary
19,000
63
Antigua and Barbuda
18,300
64
Trinidad and Tobago
18,300
65
Lithuania
17,700
66
French Polynesia
17,500
67
Latvia
17,400
68
Seychelles
16,600
69
Botswana
16,400
70
Poland
16,300
71
Netherlands Antilles
16,000
72
Croatia
15,500
73
Guam
15,000
74
New Caledonia
15,000
75
Russia
14,700
76
Virgin Islands
14,500
77
Gabon
14,100
78
Chile
13,900
79
Saint Kitts and Nevis
13,900
80
Argentina
13,300
81
Malaysia
13,300
82
Equatorial Guinea
12,900
83
Turkey
12,900
84
Mexico
12,800
85
Northern Mariana Islands
12,500
86
Libya
12,300
87
Venezuela
12,200
88
Uruguay
11,600
89
Turks and Caicos Islands
11,500
90
Romania 
11,400
91
Bulgaria
11,300
92
Lebanon
11,300
93
Mauritius
11,200
94
Kazakhstan
11,100
95
Belarus
10,900
96
Saint Lucia
10,700
97
Iran
10,600
98
Grenada
10,500
99
Serbia
10,400
100
Costa Rica
10,300
101
Panama
10,300
102
World
10,000
103
South Africa
9,800
104
Saint Vincent and the Grenadines
9,800
105
Brazil
9,700
106
Cook Islands
9,100
107
Dominica
9,000
108
Anguilla
8,800
109
Macedonia
8,500
110
Belize
7,900
111
Thailand
7,900
112
Suriname
7,800
113
Peru
7,800
114
Azerbaijan
7,700
115
Jamaica
7,700
116
Palau
7,600
117
Tunisia
7,500
118
Ecuador
7,200
119
Bosnia and Herzegovina
7,000
120
Saint Pierre and Miquelon
7,000
121
Dominican Republic
7,000
122
Ukraine
6,900
123
Colombia
6,700
124
Algeria
6,500
125
Albania
6,300
126
American Samoa
5,800
127
Niue
5,800
128
El Salvador
5,800
129
Angola
5,600
130
Egypt
5,500
131
Fiji
5,500
132
Samoa
5,400
133
China
5,300
134
Bhutan
5,200
135
Namibia
5,200
136
Turkmenistan
5,200
137
Tonga
5,100
138
Nauru
5,000
139
Armenia
4,900
140
Jordan
4,900
141
Mayotte
4,900
142
Swaziland
4,800
143
Georgia
4,700
144
Guatemala
4,700
145
Maldives
4,600
146
Cuba
4,500
147
Paraguay
4,500
148
Syria
4,500
149
Sri Lanka
4,100
150
Honduras
4,100
151
Morocco
4,100
152
Bolivia
4,000
153
Vanuatu
3,900
154
Guyana
3,800
155
Wallis and Futuna
3,800
156
Montenegro
3,800
157
Congo, Republic of the
3,700
158
Indonesia
3,700
159
Iraq
3,600
160
Kiribati
3,600
161
Montserrat
3,400
162
Philippines
3,400
163
Cape Verde
3,200
164
Mongolia
3,200
165
Moldova
2,900
166
Marshall Islands
2,900
167
India
2,700
168
Nicaragua
2,600
169
Pakistan
2,600
170
Vietnam
2,600
171
Saint Helena
2,500
172
Timor-Leste
2,500
173
Djibouti
2,300
174
Yemen
2,300
175
Uzbekistan
2,300
176
Micronesia, Federated States of
2,300
177
Sudan
2,200
178
Cameroon
2,100
179
Laos
2,100
180
Kyrgyzstan
2,000
181
Mauritania
2,000
182
Papua New Guinea
2,000
183
Nigeria
2,000
184
Burma
1,900
185
Solomon Islands
1,900
186
Korea, North
1,900
187
Cambodia
1,800
188
Kosovo
1,800
190
Tajikistan
1,800
191
Kenya
1,700
192
Senegal
1,700
193
Cote d'Ivoire
1,700
194
Sao Tome and Principe
1,600
195
Tuvalu
1,600
196
Benin
1,500
197
Ghana
1,400
198
Bangladesh
1,300
199
Haiti
1,300
200
Gambia
1,300
201
Zambia
1,300
202
Burkina Faso
1,300
203
Tanzania
1,300
204
Lesotho
1,300
205
Nepal
1,200
206
Comoros
1,100
207
West Bank
1,100
208
Guinea
1,100
209
Gaza Strip
1,100
210
Madagascar
1,100
211
Afghanistan
1,100
212
Mali
1,100
213
Tokelau
1,100
214
Rwanda
900
215
Uganda
900
216
Eritrea
800
217
Ethiopia
800
218
Mozambique
800
219
Malawi
800
220
Togo
800
221
Central African Republic
700
222
Niger
700
223
Sierra Leone
700
224
Somalia
600
225
Guinea-Bissau
500
226
Burundi
400
227
Liberia
400
228
Congo
300
229
Zimbabwe
200

Indonesia masih menempati peringkat 158 dari 229 negara di dunia. Dan Indonesia masih memiliki pendapatan perkapita dibawah $ 5000. Padahal dapat kita lihat di peringkat sepuluh besar dunia, Brunei Darussalam dan Singapura yang notabene adalah negara tetangga dari Indonesia, menempati peringkat ketujuh dan kedelapan di dunia.

Walaupun masih cukup banyak negara yang memiliki peringkat dibawah Indonesia, tetapi jika kita melihat kekayaan dari negeri ini, hal ini sangat disayangkan. Seharusnya, Indonesia bisa meraih peringkat lebih tinggi dari 158. Malah, seharusnya bisa lebih tinggi dari negara-negara tetangganya.

Dengan pendapatan perkapita yang masih rendah ini, menyulitkan pemerataan kesejahteraan untuk rakyat Indonesia, menyebabkan sulitnya rakyat memenuhi kebutuhan hidupnya dan berujung pada kemiskinan. Rendahnya pendapatan perkapita penduduk Indonesia ini antara lain disebabkan oleh:

1.       Pendapatan nasional yang masih rendah. Hal ini disebabkan oleh belum maksimalnya pengelolaan sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia
2.       Jumlah penduduk yang besar, dan pertumbuhan penduduk yang cepat. Ini menyulitkan pemerataan pendapatan dan kesejahteraan di Indonesia
3.       Masih rendahnya penguasaan teknologi oleh penduduk sehingga sumber daya alam belum dapat dikelola dengan baik

Dapat dilihat dari sebab-sebab diatas, sebenarnya pendidikan juga menjadi masalah utama yang dihadapi oleh Indonesia. Kurangnya pendidikan masyarakat menyebabkan rendahnya tingkat pendapatan masyarakat pula. Karena jika pendidikan rendah, maka pekerjaan yang bisa didapat dari gelar pendidikan yang rendah juga tidak akan bergaji tinggi.

Jumlah penduduk yang besar juga menjadi masalah bagi Indonesia. Karena dengan banyaknya penduduk Indonesia (yang saat ini menempati peringkat keempat sedunia), sulit sekali meratakan pendapatan dan kesejahteraan. Karena banyak dari penduduk Indonesia ini masih tinggal di pedalaman, jauh dari peradaban. Mereka pun hidup dalam kemiskinan. Selain itu, banyak penduduk Indonesia yang melaksanakan urbanisasi ke kota-kota besar seperti ke kota Jakarta, yang menyebabkan persaingan yang tinggi dalam memperebutkan lapangan pekerjaan. Hal ini berujung kepada kemiskinan bagi penduduk Indonesia.

Tetapi, setiap masalah pasti memiliki solusinya masing-masing. Masalah pendapatan perkapita yang rendah ini tentunya memiliki solusinya sendiri. Solusi-solusi tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
1.       Meningkatkan pendidikan di Indonesia
Pendidikan adalah hal yang amat penting, karena dengan pendidikan orang bisa mendapat pekerjaan dan menaikkan taraf hidup dirinya serta keluarganya. Meningkatkan pendidikan di Indonesia adalah solusi utama untuk meningkatkan pendapatan penduduk Indonesia. Mungkin, langkah awal yang bisa dilakukan oleh pemerintah adalah dengan menggratiskan pendidikan dasar dari SD hingga SMA. Walaupun pemerintah sudah menggalakan wajib belajar sembilan tahun (dari SD hingga SMP), namun alangkah lebih baiknya bila setiap penduduk Indonesia minimal semuanya adalah lulusan SMA. Dengan begitu, pekerjaan yang bisa mereka dapatkan akan meningkat daripada hanya menjadi lulusan SMP saja.

Selain itu, pemerataan pendidikan ke daerah-daerah terpencil juga harus dilakukan. Daerah-daerah tertinggal harus segera dibangun, dan itu dapat dimulai dengan membangun pendidikannya terlebih dahulu. Dapat dimulai dengan membangun sekolah-sekolah dan mengirim tenaga pendidik untuk mengajar di daerah-daerah tertinggal tersebut. Dengan meningkatkan pendidikan, sumber daya alam yang masih belum maksimal pengelolaannya, pada akhirnya akan dapat terkelola dengan baik oleh pemuda-pemudi bangsa ini sendiri.

2.        Mengurangi pertumbuhan penduduk
Pemikiran  “Banyak anak banyak rezeki” harus segera dihapuskan dari mindset penduduk Indonesia. Karena di zaman sekarang, semua biaya hidup menjadi lebih mahal, dan jika memiliki banyak anak, ada kemungkinan sang orangtua tidak mampu membiayai kehidupan semua anak-anaknya.

Program yang paling memungkinkan adalah program KB atau Keluarga Berencana. Program ini menggalakan slogan “2 anak lebih baik” yang dapat membantu menekan pertumbuhan penduduk di Indonesia. Untuk semakin menekan pertumbuhan penduduk Indonesia, pemerintah harus lebih gencar dalam mensosialisasikan program ini. Karena banyak di daerah-daerah kecil, yang masyarakatnya masih belum sadar dengan program ini.

Selain program KB, meningkatkan umur minimal untuk menikah juga patut untuk dilakukan. Dengan meningkatkan umur minimal untuk menikah, maka tidak akan ada pasangan muda yang sudah kesulitan untuk membiayai hidup untuk keluarga serta anak-anaknya, mereka bisa meningkatkan karir mereka terlebih dahulu, dan memperbaiki taraf hidup mereka

b.      Tingkat Pendidikan


Tingkat pendidikan di Indonesia masih dapat dibilang rendah, karena masih banyak penduduk Indonesia yang tidak menamatkan sekolah, walaupun sudah diwajibkan untuk bersekolah selama sembilan tahun. Karena kemiskinan, banyak dari anak-anak Indonesia yang putus sekolah dikarenakan harus membantu orangtuanya dalam mencari nafkah bagi keluarga. Pada akhirnya mereka hanya akan menambah rantai kemiskinan di Indonesia ini.

Sekolah dianggap mahal karena, tak hanya harus membayar uang SPP perbulannya, orangtua juga diwajibkan untuk membayar uang seragam, tak lupa juga mereka harus memberikan uang jajan kepada anak mereka, dan terkadang suka ada pungutan-pungutan yang dikenakan oleh pihak sekolah yang harus mereka bayar.

Banyak pula sekolah-sekolah yang memiliki fasilitas yang buruk, menyebabkan sulitnya kegiatan belajar-mengajar dilakukan. Atap yang sudah lapuk, keadaan kelas yang sudah tidak layak, dll. Hal ini menyebabkan kurangnya minat anak-anak untuk bersekolah.

Padahal dengan meningkatkan pendidikan, Indonesia dapat menjadi negara yang lebih maju, karena memiliki sumber daya manusia yang lebih terpelajar, dan dapat membangun negaranya lebih baik lagi.

Solusi dari permasalahan pendidikan di Indonesia ini adalah:
1.       Menggratiskan Pendidikan
Walaupun sulit dan memakan biaya yang besar, namun dengan menggratiskan pendidikan, Indonesia akan diuntungkan di masa depan. Pemerintah sudah mulai menggalakan program BOS (Bantuan Operasional Sekolah), tapi masih belum merata dengan baik. Seharusnya pemerintah mulai menggratiskan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, agar anak-anak Indonesia yang berasal dari keluarga yang kurang mampu dapat tetap bersekolah dan tidak menyulitkan perekonomian keluarganya.

2.       Meratakan Tenaga Pendidik ke Seluruh Indonesia
Maksudnya adalah, dengan mengirim tenaga pendidik ke seluruh bagian di Indonesia secara merata. Pastilah sulit, karena tidak semua orang mau ditempatkan di daerah terpencil. Tetapi, pemerintah haruslah memiliki cara-cara agar para tenaga pendidik mau ditempatkan di daerah-daerah terpencil. Karena hanya dengan cara inilah, pemerataan pendidikan di Indonesia bisa tercapai.

3.       Membetulkan Fasilitas Sekolah yang Sudah Rusak
Dengan dana BOS, seharusnya pemerintah dapat membetulkan segala fasilitas sekolah yang sudah rusak atau yang sudah saatnya mendapat penggantian. Karena dengan keadaan sekolah yang baik, maka siswa akan lebih bersemangat untuk belajar.

c.       Tingkat Kesehatan


Tingkat kesehatan masyarakat Indonesia akhir-akhir ini tengah menurun drastis, ini disebabkan oleh banyaknya infeksi oleh kuman, virus dan dari parasit seperti cacing filaria. Penyakit kaki gajah, penyakit flu burung, dsb masih ada di Indonesia. Ini membuktikan kurangnya masyarakat Indonesia dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Sebenarnya masalah kesehatan tidak terlalu sulit untuk diatasi, karena masalah ini kembali kepada setiap orangnya masing-masing, bagaimana cara mereka menjaga kebersihan diri dan lingkungan disekitar mereka. Maka dari itu solusi utama dari permasalahan kesehatan di Indonesia adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk mulai menjaga kebersihan dirinya sendiri serta lingkungan sekitar mereka. Sosialisasi dari pemerintah juga amat diperlukan dalam hal ini. Tak lupa, pemberian vaksinasi bagi anak usia dini juga diperlukan demi mengurangi maraknya penyakit-penyakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar