Rabu, 19 September 2012

Tugas 3 - Solusi Labsky untuk Indonesia


Antisipasi Menipisnya Persediaan Energi Bahan Bakar Minyak


MASALAH
Akhir – akhir ini masyarakat di Indonesia dibingungkan dengan adanya kebijakan dinaikkannya harga bahan bakar minyak oleh Pemerintah, Banyak dari kita atau sebagian masyarakat menolak dengan rencana itu. Bahkan banyak yang sampai melakukan demo secara besar – besaran di berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Medan, dan sebagaian dikota kota Maluku. Dan akhirnya demo yang semula berjalan secara aman dan damai lalu berakhir dengan ricuh dan anarkis dan banyak korban yang berjatuhan baik dari para pendemo ataupun dari aparat polisi.

Hal itu menurut saya sangat disayangkan mengapa kita sebagai warga Negara yang baik tidak bisa menjaga keamanan di Negara kita ini, memang benar bahwa Indonesia adalah Negara demokrasi yang bebas berkumpul dan mengeluarkan pendapat, beraspirasi tetapi kita juga harus menjaga keamanan dan perdamaian di Negara ini, Apakah dengan hanya berdemo bisa merubah semuanya?

Jawaban saya tidak!

Mengapa saya menyatakan tidak, karena akhirnya juga pemerintah juga tidak bisa mengantisipasi kenaikan harga bahan bakar dunia yang tiap hari naik karena disebabkan oleh banyaknya Negara di daerah timur tengah yang banyak terjadi konflik. Kita memang merupakan Negara penghasil minyak dan bisa dikatakan Negara Indonesia adalah salah satu Negara penghasil minyak terbesar, tetapi yang menjadi masalah adalah Negara kita belum bisa mengolah bahan bakar minyak yang masih mentah tersebut menjadi 100% bahan bakar minyak yang sudah jadi dan siap digunakan, dan alhasil kita hanya bisa menjual minyak mentah kita keluar negri dan mendatangkan atau mengimpor minyak jadi dari luar negri. Masalah ini menjadi pekerjaan rumah  bagi kita bangsa Indonesia terutama bagi kita generasi yang akan dating pada bangsa ini. Karena dengan kita mengimport bahan bakar membuat bahan bakar itu semakin mahal maka ada baiknya kita belajar untuk mengolahnya. Namun hal itu dapat memakan waktu yang cukup lama karena tidak mudah bagi bangsa kita untuk mempelajari cara mengolah bahan bakar mentah secara benar.
Untuk rentang waktu atau jangka pendek apabila kita belum bisa melakukan hal itu, karena hal itu memerlukan waktu jangka panjang, ada baiknya agar kita melakukan hal yang bisa mengurangi dampak kenaikan bahan bakar minyak kita bisa melakukan dan berupaya mengembangkan energi alternatif pengganti minyak.



SOLUSI
Demi mengatasi permasalahan bahan bakar minyak yang ada sekarang ini sebaiknya kita mencari energi alternatif pengganti BBM. Dikarenakan prose itu tidak membutuhkan jangka waktu yang lama serta harganya yang tidak semahal BBM yang makin langka sekarang-sekarang ini. Menurut sumber yang saya peroleh terdapat 8 energi alternatif pengganti BBM yang bisa kita gunakan.

1.BIOETANOL
Bioetanol adalah bahan bakar pengganti minyak yang berasal dari sampah – sampah organik dan ampas bahan bahan yang berasal dari nabati, contoh ampas jerami, tebu, singkong dan lainnya. Dengan cara pengolahan yang sangat mudah untuk kita kreatifitas ini ditemukan oleh Soelaiman Budi Sunarto, beliau berasal Desa Doplang, Kecamatan Karangpandang, Karanganyar, Solo, Jawa Tengah. Menurut beliau cara mengolah bioetanol cukup mudah yaitu dengan BBM Nabati dari bahan Jerami pertama jerami yang sudah dikumpulkan direbus dalam tong besar. Setelah direbus kurang lebih 5 jam, rebusan jerami diperas untuk diambil sarinya. Sari jerami ini mengandung serat hemilosa yang menjadi bahan utama Bio Etanol. Setelah itu sari jerami diberi campuran ragi, urea dan pupuk NPK. Kemudian didiamkan selama satu minggu untuk berfermentasi. Setelah terfermentasi lalu disuling dan dimasukkan dalam wadah khusus yang berisi pipa uap bertekanan tinggi. Setelah melalui dua kali proses penyulingan maka akan didapat Bio Etanol, saat diukur dengan etanol meter didapat Bio Etanol berkadar delapan puluh lima persen atau setara dengan bensin premium, Tentu saja temuan ini sudah diuji coba dengan sepeda motor, hasilnya memang lebih ramah lingkungan dan BBM Nabati ini bisa juga dimanfaatkan bisa untuk memasak.

2.BIOGAS
Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses penguraian bahan-bahan organik oleh mikroorganisme pada kondisi langka oksigen (anaerob). Komponen biogas antara lain sebagai berikut : ± 60 % CH4 (metana), ± 38 % CO2 (karbon dioksida) dan ± 2 % N2, O2, H2, & H2S. Biogas dapat dibakar seperti elpiji, dalam skala besar biogas dapat digunakan sebagai pembangkit energi listrik, sehingga dapat dijadikan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan terbarukan. Sumber energi Biogas yang utama yaitu kotoran ternak Sapi, Kerbau, Babi dan Kuda. Manfaat energi biogas adalah sebagai pengganti bahan bakar khususnya minyak tanah dan dipergunakan untuk memasak kemudian sebagai bahan pengganti bahan bakar minyak (bensin, solar). Dalam skala besar, biogas dapat digunakan sebagai pembangkit energi listrik. Di samping itu, dari proses produksi biogas akan dihasilkan sisa kotoran ternak yang dapat langsung dipergunakan sebagai pupuk organik pada tanaman / budidaya pertanian. Potensi pengembangan Biogas di Indonesia masih cukup besar. Hal tersebut mengingat cukup banyaknya populasi sapi, kerbau dan kuda, yaitu 11 juta ekor sapi, 3 juta ekor kerbau dan 500 ribu ekor kuda pada tahun 2005. Setiap 1 ekor ternak sapi/kerbau dapat dihasilkan + 2 m3 biogas per hari. Potensi ekonomis Biogas adalah sangat besar, hal tersebut mengingat bahwa 1 m3 biogas dapat digunakan setara dengan 0,62 liter minyak tanah. Di samping itu pupuk organik yang dihasilkan dari proses produksi biogas sudah tentu mempunyai nilai ekonomis yang tidak kecil pula.

3. BRIKET TANDAN SAWIT
Briket tandan kosong kelapa sawit yang memiliki nilai bakar standar bahan bakar yakni di atas 5000/kal/gr dapat dipakai sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah. Briket ini diteliti Arganda Mulia, mahasiswa program pasca sarjana teknik kimia Universitas Sumatera Utara (USU) itu telah memiliki syarat sebagai bahan bakar dan telah melewati pengujian kadar CO x, NO x dan SO x. Briket tandan kosong kelapa sawit ini didesain memiliki bentuk selinder mirip kaleng susu, berwarna hitam dengan ketinggian rata-rata 8 Cm. Dikatakannya, briket ini diolah dari serbuk-serbuk tandan kelapa sawit yang telah dihaluskan, dicetak di suatu percetakan dengan bantuan perekat organik yang memperkuat ikatan-ikatan antarmolekul serbuk briket. Kemudian briket dikeringkan agar permukaan briket menjadi lebih kuat, ujarnya. Sebagai bahan bakar, faktor keamanan bagi lingkungan turut diperhatikan.
Menurut beliau, briket tandan kelapa sawit ini telah melewati beberapa pengujian standar yang biasa dilakukan terhadap bahan bakar umumnya. Misalnya pengujian kadar gas nitrogen, kadar karbon monoksida, kadar gas sulfur dan hasil yang diperoleh masih dalam batas ambang kewajaran yang aman bagi lingkungan, katanya. Selain itu dia juga mengatakan, faktor ekonomis benar-benar menjadi pertimbangan dalam pemilihan bahan baku briket. Briket juga dapat dibuat dari sampah, rumput, ilalang, cangkang kelapa sawit dan masih banyak bahan-bahan organik lainnya yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar briket terutama yang merupakan bahan organik. briket tandan kelapa sawit ini masih dalam pengembangan skala laboratorium. Meskipun demikian, apabila pemerintah serius mensosialisasikan briket tandan kelapa sawit ini, produksi secara industri dapat terwujud dan kebutuhan pasok energi pengganti minyak dapat dikurangi.
Harga briket ini juga relatif lebih murah dibanding minyak tanah, meskipun briket tandan kelapa sawit ini belum dipasarkan secara bebas dan diperjual belikan secara komersial Namun usaha ke sana terus dilakukan mengingat pertimbangan semakin berkurangnya sumber-sumber energi pada masa depan. Sehubungan itu perlu kerja keras untuk menemukan sumber-sumber energi baru untuk generasi penerus bangsa.

4.LISTRIK
 Listrik dapat digunakan sebagai bahan bakar transportasi, seperti baterai. Tenaga listrik dapat diisi ulang dan disimpan dalam baterai. Bahan bakar ini menghasilkan tenaga tanpa ada pembakaran ataupun polusi, namun sebagian dari sumber tenaga ini masih tercipta dari batu bara dan meninggalkan gas karbon. Dan sebenarnya listrik juga bukan terlalu energi alternatif yang diperhitungkan karena saat ini listrik masih menjadi sesuatu yang langka didaerah daerah terpencil.

5.HIDROGEN ATAU AIR
Hidrogen dapat dicampur dengan gas alam dan menciptakan bahan bakar untuk kendaraan. Hidrogen juga digunakan pada kendaraan yang menggunakan listrik sebagai bahan bakarnya. Selain itu Hidrogen juga merupakan energi yang ramah lingkungan karena hasil pembakaran hidrogen hanya menghasilkan air dan dalam proses pembakarannya pun tidak menimbulkan kebisingan. Walaupun begitu,selain  harga untuk penggunaan hidrogen masih relatif mahal, pengolahannya juga masih membutuhkan proses yang panjang dan sedikit rumit.

6.PROPANA
Propana adalah senyawa alkana tiga karbon (C3H8) yang berwujud gas dalam keadaan normal, tapi dapat dikompresi menjadi cairan yang mudah dipindahkan dalam kontainer yang tidak mahal. Senyawa ini diturunkan dari produk petroleum lain pada pemrosesan minyak bumi atau gas alam. Propana umumnya digunakan sebagai bahan bakar untuk mesin, barbeque (pemanggang), dan di rumah-rumah.Propana dijual sebagai bahan bakar, propana dikenal juga sebagai LPG (liquified petroleum gas - gas petroleum cair) yang dapat berupa campuran dengan sejumlah kecil propena, butana, dan butena. Kadang ditambahkan juga etanetiol sebagai bahan pemberi bau agar dapat digunakan sebagai deteksi jika terjadi kebocoran. Di Amerika Utara, komposisi utama LPG adalah propana (paling tidak 90%), dengan tambahan butana dan propena. Ini adalah standar HD5, yang awalnya dibuat terutama untuk bahan bakar kendaraan.

7.BIODIESEL
Biodiesel merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran mono--alkyl ester dari rantai panjang asam lemak, yang dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesin diesel dan terbuat dari sumber terbaharui seperti minyak sayur atau lemak hewan.
Sebuah proses dari transesterifikasi lipid digunakan untuk mengubah minyak dasar menjadi ester yang diinginkan dan membuang asam lemak bebas. Setelah melewati proses ini, tidak seperti minyak sayur langsung, biodiesel memiliki sifat pembakaran yang mirip dengan diesel (solar) dari minyak bumi, dan dapat menggantikannya dalam banyak kasus. Namun, dia lebih sering digunakan sebagai penambah untuk diesel petroleum, meningkatkan bahan bakar diesel petrol murni ultra rendah belerang yang rendah pelumas.
Biodiesel merupakan kandidat yang paling baik untuk menggantikan bahan bakar fosil sebagai sumber energi transportasi utama dunia, karena biodiesel merupakan bahan bakar terbaharui yang dapat menggantikan diesel petrol di mesin sekarang ini dan dapat diangkut dan dijual dengan menggunakan infrastruktur zaman sekarang.
Penggunaan dan produksi biodiesel meningkat dengan cepat, terutama di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia, meskipun dalam pasar masih sebagian kecil saja dari penjualan bahan bakar. Pertumbuhan SPBU membuat semakin banyaknya penyediaan biodiesel kepada konsumen dan juga pertumbuhan kendaraan yang menggunakan biodiesel sebagai bahan bakar.

8.METHANOL
Metanol adalah salah satu jenis bahan bakar alternatif untuk mesin pembakaran dalam dan beberapa jenis mesin lainnya. Metanol dapat digunakan dengan mencampurkannya dengan bensin atau dipakai sendirian (metanol murni). Di Amerika Serikat, bahan bakar metanol mendapatkan perhatian yang lebih kecil daripada bahan bakar etanol, karena dukungan untuk etanol yang dibuat dari jagung bisa memunculkan beberapa keuntungan politik. Secara umum, etanol juga lebih tidak beracun dan memiliki kandungan energi yang lebih tinggi, meskipun sebenarnya metanol lebih murah untuk diproduksi dan membutuhkan dana lebih sedikit untuk mengurangi emisi karbonnya. Meskipun begitu, untuk mengoptimalkan performa mesin, kesediaan bahan bakar, keuntungan politis dan kesehatan, campuran dari etanol, metanol, dan bensin sebaiknya digunakan bersamaan daripada hanya menggunakan ketiga jenis bahan bakar ini secara terpisah. Metanol dapat dibuat dari fosil atau sumber energi terbaharui lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar