Jumat, 21 September 2012

Tugas-3 Solusi Labsky untuk Indonesia

“Pemerataan Penduduk di Indonesia”
                Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan dengan jumlah penduduk yang sangat banyak.  Jumlah penduduk di Indonesia yang saat ini mencapai kurang lebih 241.000.000 penduduk menempati urutan ke- 4 jumlah penduduk terbanyak di dunia setelah Republik Rakyat Cina (RRC), India, dan Amerika Serikat.
                Jumlah penduduk yang ada di dunia telah menembus angka 6,5 milyar menurut Biro Sensus Amerika pada tanggal 26 Februari tahun 2006.
                Pengertian dari penduduk sendiri adalah seseorang yang menetap selama kurang lebih 6 bulan di suatu negara.  Pengertian lain dari penduduk adalah seseorang yang secara hukum berhak untuk meninggali suatu tempat karena mendapatkan kewarganegaraan.
                Untuk mengetahui jumlah penduduk suatu negara, perlu dilaksanakan penghitungan penduduk dengan berbagai cara.  Salah satunya adalah dengan melaksanakan sensus penduduk.  Sensus penduduk ini, dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, yaitu Cencere, Cacah Jiwa.  Sensus sendiri diartikan sebagai pendataan penduduk dalam jangkauan ruang dan waktu.
                Dalam melaksanakan sensus penduduk, penduduk suatu wilayah merupakan objek dari sensus.  Selain itu pada sensus dilakukan pencatatan secara universal.  Sensus harus dilaksanakan dalam 1 hari penuh.
                Langkah – langkah melaksanakan sensus adalah pmenentukan keterangan, membuat daftar pertanyaan, mengumpulkan data yang valid, mengolah data, dan pada akhirnya dipublikasikan datanya.
                Di Indonesia, sensus diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dengan jangka waktu sepuluh tahun sekali.  Sensus pertama diadakan pada tahun 1930 dan dilanjutkan pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, 2010, dan seterusnya.  Terdapat dua cara untuk melaksanakan sensus di Indonesia, yaitu Registrasi Penduduk dan Survey Penduduk.  Registrasi penduduk dilaksanakan untuk mendata setiap kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan penduduk (migrasi).  Registrasi penduduk dilakukan di kelurahan, dan untuk pembuatan akta dilakukan di  dinas sipil.  Undang – undang mengenai Registrasi Penduduk tercantum pada UU Nomor 23 tahun 2006.
                Lain halnya pada Survey Penduduk.  Survey penduduk merupakan pendataan penduduk yang dilakukan antarsensus.  Biasanya, hanya beberapa wilayah yang menjadi sample dan survey dilaksanakan antara 2 pusat sensus.
                Terdapat dua caera yang dapat dilakukan untuk melakukan sensus penduduk yaitu dengan metode Canvaser dan House Holder.  Pada metode Canvaser, petugas akan mendatangi rumah – rumah penduduk, melakukan pendataan dan mencatatnya sendiri dengan cara wawancara.  Dan pada house holder, petugas membagikan data untuk diisi oleh kepala keluarga.
                Masing – masing dari metode Canvaser ataupun House Holder mengalami kekurangan.  Pada Canvaser, memerlukan waktu yang sangat lama untuk mendatangi rumah penduduk satu persatu dan melaksanakan wawancara.  Akan tetapi, pada metode House Holder akan susah dilaksanakan karena tingkat buta aksara di Indonesia masih tinggi.  Selain itu banyak kemungkinan data yang diperlukan tidak akan diisi karena dirasa tidak perlu dan hanya membuang waktu untuk mengisi data – data yang cukup banyak.
                Setelah sensus selesai dilaksanakan, kita dapat mengetahui jumlah penduduk yang tinggal dalam suatu negara.  Luas sebuah wilayah terkadang tidak cukup luas untuk menampung banyaknya jumlah penduduk dalam suatu daerah.  Untuk mengetahui jumlah penduduk suatu daerah, dapat digunakan rumus kepadatan penduduk yaitu Jumlah Penduduk dibagi luas wilayah.
                Beberapa pengamat yang ada di masyarakat mempercayai bahwa konsep dari kapasitas muat juga berlaku terhadap penduduk bumi.  Yaitu, penduduk yang tidak terkontrol dapat menyebabkan katastrofi Malthus.  Namun, beberapa menyangkal pendapat mengenai katastrofi Malthus ini dan menunjukan grafik yang menunjukkan kenaikan dari jumlah logistik penduduk. 
                Dalam ruang lingkup internasional, negara – negara kecil pada umumnya memiliki kepadatan penduduk tertinggi. Antara lain : Monako, Singapura, Vatikan, dan juga Malta.  Negara besar yang memiliki kepadatan penduduk tertinggi adalah Jepang dan Bangladesh.
                Luas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah seluas 1.904.569 km2 dengan kepadatan penduduk sebesar 124/km2.  Pulau Jawa adalah sebuah pulau yang memiliki populasi sebanyak 136.000.000 jiwa. Dengan pulau sebanyak 13.487 pulau membuat pulau Jawa sebagai pulau yang terbilang cukup kecil dibanding pulau lainnya menjadi pulau terpadat di Indonesia ataupun dunia dengan kepadatan uang menembus angka 979.
                Banyak faktor yang mempengaruhi mengapa pulau Jawa begitu digemari oleh 60 persen penduduk Indonesia untuk ditinggali.  Salah satunya adalah faktor karena ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia berada di Daerah Khusus Ibukota Jakarta.  Seluruh pusat pemerintahan Indonesia berada di Jakarta seperti istana negara, monumen nasional, gedung Departemen Perwakilan Rakyat (DPR) dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).  Selain faktor tersebut, hampir seluruh fasilitas yang memadai berada di ibukota seperti fasilitas pendidikan, kesehatan, ataupun lapangan kerja.  Selain Daerah Khusus Ibukota Jakarta, daerah – daerah lain di Pulau Jawa juga merupakan tempat – tempat yang memiliki fasilitas cukup lengkap apabila dibandingkan dengan pulau – pulau lainnya.
                Berbagai macam faktor dapat membuat seseorang untuk menetap di suatu tempat tinggal.  Akan tetapi, apabila sebuah tempat dihuni oleh jumlah orang yang terlalu berlebih akan terjadi peristiwa overpopulated di satu daerah dan membuat daerah lain sepi.  Hal tersebut berakibat cukup fatal untuk perekonomian sebuah negara karena untuk mencapai sebuah negara yang sukses diperlukan keseimbangan ekonomi di seluruh daerahnya.  Akan tetapi, apabila sebuah daerah ramai dan daerah lainnya sepi akan membuat perkembangan baik dari segi ekonomi, pendidikan, ataupun kesehatan tidak akan seimbang.
                Sebagai contoh kasus, kita bandingkan pulau  Jawa dengan pulau Kalimantan.  Di pulau Jawa, sudah penuh dengan bangunan dan orang – orang bahkan kalau tidak ada gedung yang bertingkat mungkin saja seluruh jalan sudah dipenuhi dengan orang – orang.  Akan tetapi, untuk mengakalinya dilakukan pembangunan gedung – gedung bertingkat seperti apartemen ataupun rumah susun. 
                Untuk mengatasi masalah tidak meratanya jumlah penduduk yang ada di Indonesia, perlulah dilaksanakan Redistribusi Penduduk.  Pengertian dari Redistribusi Penduduk adalah, salah satu upaya yang dilakukan untuk pemerataan penduduk di Indonesia dengan cara transmigrasi.
                Pengertian dari transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari kawasan atau pulau yang ramai ke tempat yang sepi untuk dilaksanakan peningkatan kualitas penduduk.  Program transmigrasi penduduk ini dilaksanakan dan biasanya dibiayai oleh pemerintah Indonesia.  Orang – orang yang melakukan transmigrasi disebut juga transmigran.
                Tujuan resmi dari program transmigrasi ini adalah mengurangi kemiskinan dan kepadatan penduduk yang ada di pulau Jawa dan dapat memberikan peluang lebih untuk orang – orang yang ingin bekerja dan memenuhi kebutuhan tenaga kerja agar sumber daya alam yang ada di pulau – pulau sepi seperti Papua, Kalimantan, Sumatera, dan juga Sulawesi dapat terolah dengan baik.  Akan tetapi dalam pelaksanaannya pemerintah Indonesia mendapat kritik bahwa para transmigran dijadikan sebagai pengganti dari populasi lokal dan untuk melemahkan gerakan separatis lokal.  Berbagai masalah yang timbul akibat dari program ini adalah masalah persengketaan dan juga percekcokan bahkan termasuk juga bentrokan yang terjadi antara penduduk pendatang dan penduduk asli setempat.
                Seiring dengan terjadinya perubahan lingkungan yang strategis di Indonesia, transmigrasi dilaksanakan dengan berbagai paradigma baru seperti: mendukung ketahanan pangan dan juga penyediaan papan, mendukung kebijakan alternati (bio-fuel), mendukung terjadinya pemerataan investasi ke seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, mendukung ketahanan nasional dari pulau terluar dan wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonsia, dan juga menyumbang bagi penyelesaian masalah pengangguran dan juga kemiskinan.
                Saat ini, program transmigrasi bukanlah sekedar program untuk memindahkan penduduk, akan tetapi merupakan salah satu upaya untuk pengembangan wilayah.  Metode yang dijalankan tidak lagi bersifat sentralistik danto down dari Jakarta, melainkan berdasarkan kerjasama antar daerah yang mengirim transmigran dan yang menerima transmigran.  Penduduk setempat diberikan kesempatan besar untuk menjadi transmigran penduduk setempat dengan proporsi 50 banding 50 dengan transmigran penduduk asal.
                Dasar hukum yang digunakan untuk program transmigrasi ini adalah Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 1997 mengenai Ketransmigrasian (revisi UU Nomor 3 Tahun 1972) dan juga Peraturan Pemerintahan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1999 mengenai Peyelenggaraan Transmigrasi, dan juga ditambah beberapa keputusan presiden dan juga instruksi presiden pendukung.
                Syarat – syarat untuk menjadi seorang transmigran adalah setiap Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Negara Kesatuan Republik Indonesia, berkeluarga yang dibuktikan dengan adanya surat Nikah dan Kartu Keluarga, memiliki kartu tanda penduduk (KTP) yang masih berlaku, berusia antara 18 tahun hingga dengan 50 tahun yang sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk kecuali apabila diatur dalam perjanjian kerjasama antardaerah, belum pernah melaksanakan transmigrasi yang dibuktikan dengan surat keterangan dari Kepala Desa ataupun Lurah, berbadan sehat, memiliki keterampilan sesuai dengan Sumber Daya Alam yang akan diolah, bersedia untuk menandatangani Surat Pernyataan dan juga kesanggupan melaksanakan kewajiban sebagai transmigran, telah lulus seleksi yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Lulus.
            Daerah tujuan transmigrasi telah dikelompkan sesuai kondisi daerah ataupun sumber daya alam yang tersedia. Pada wilayah 1, terdapat beberapa daerah seperti Nangroe Aceh Darussalam, Riau, Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu dan juga Sumatera Selatan.  Dalam gologan wilayah 2, terdapat empat daerah yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan juga Kalimantan Selatan.  Pada golongan wilayah 3 terdapat tiga daerah yaitu Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan juga Papua.
                Terdapat beberapa jenis transmigrasi, yaitu transmigrasi umum, transmigrasi lokal, transmigrasi bedol desa, transmigrasi spontan (swakarsa), dan juga tranmigrasi sektoral.  Pada transmigrasi umum dibiayai oleh pemerintah dan mendapatkan jaminan hidup selama 18 bulan.  Pada transmigrasi swakarsa, para transmigran membiayai sendiri.  Pada transmigrasi sektoral dilakukan antardepartemen. Pada transmigrasi bedol desa, seluruh desa beramai – ramai pindah ke sebuah tempat. Dan pada transmigrasi lokal para transmigran akan pindah ke daerah yang tidak jauh dari daerah asal dan berada dalam ruang lingkup 1 wilayah.
                Kesimpulan dari pemecahan masalah pemerataan kependudukan ini adalah dengan dilaksanakannya transmigrasi yaitu perpindahan penduduk dari pulau yang ramai ke pulau yang sepi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar