Jumat, 21 September 2012

Tugas 3 - Solusi Labsky untuk Indonesia


“Mari kunjungi negaraku, Indonesia”

Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki wilayah sangat luas dan daya tarik alam yang tiada habisnya. Indonesia yang terdiri dari 17.000 pulau ini, memiliki keindahan alam yang sangat menarik dan dinilai mampu bersaing di mancanegara.
Indonesia telah memiliki beberapa tujuan wisata yang sudah sangat terkenal di dunia. Bali, Lombok,  dan Jogja adalah 3 nama wilayah yang banyak dikunjungi oleh turis mancanegara. Namun apakah hanya 3 tempat  itu yang Indonesia miliki? Dari 17.000 pulau yang ada, mengapa hanya 3 nama itu yang terdengar?
Angka wisatawan yang datang ke Indonesia pun dinilai rendah. Tidak usah dibandingkan dengan nergara-negara lain yang jauh, dengan negara tetangga di ASEAN saja, jumlah angka wisatawan Indonesia kalah banyak.
Pada tahun 1999, Indonesia menerima sekitar 5 juta wisatawan atau 14% dari seluruh pengunjung wisatawan asing ke ASEAN, Singapura meraih 21%, Malaysia 24% dan Thailand 26%. Tujuh tahun kemudian pada tahun 2006, kontribusi Indonesia ternyata jauh berkurang menjadi 8,6% saja, sedangkan Singapura 17,1%, Thailand 24,4% dan Malaysia melejit ke 31% menjadi penyumbang terbesar wisatawan ke ASEAN.  
Tidak dapat dipungkiri, beberapa tahun terakhir memang sekto pariwisata mengalami beberapa kendala. Mulai dari bencana alam, terorisme, faktor-faktor penyakit, larangan terbang EU terhadap maskapai Indonesia, dan sebagainya yang telah mebuat para turis mancanegara berpikir ulang untuk mengunjungi Indonesia.
The World Economic Forum (WEF) menerbitkan Index Daya Saing Pariwisata Dunia tahun 2007. Index ini menempatkan Indonesia pada peringkat 60. Sedangkan Singapura berada pada no. 8, Malaysia no. 31 dan Thailand no. 43. Lagi-lagi Indonesia mendapatkan posisi yang lebih rendah dibanding negara tetangga.
Angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tahun 2011 mencapai 7,6 juta dan ini melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) yaitu 7,2 juta orang. Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, pada jumpa pers akhir tahun 2011 di Balairung Soesilo Sudarman Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kamis ( 29/12/2011). Dalam pertemuan tersebut dipaparkan gambaran umum tentang kinerja kementerian selama satu tahun 2011.
Untuk jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia di tahun 2011 meningkat 8,5 persen dibanding dengan tahun 2010. Selain itu, pengeluaran yang mereka habiskan selama berwisata juga meningkat dari US$ 1.085,75 di tahun 2010  menjadi US$ 1.118, 26 per orang per kunjungan tahun 2011.  Pengeluaran wisman ini berpengaruh pada naiknya perolehan devisa pariwisata 2011 dari US$ 7,6 miliar menjadi US$ 8,5 miliar, atau tumbuh 11,8% dibanding tahun lalu. Adapun, pasar negara yang menunjukkan pertumbuhan peningkatan mencapai tingkat persentase dua digit di tahun 2011 adalah Rusia, Australia, India, dan Filipina.
Disini saya ingin mengenalkan beberapa tempat yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk menjadi objek wisata kebanggaan Indonesia selanjutnya. Sayangnya tempat ini belum dimanfaatkan dengan maksimal sebagai objek penarik tturis mancanegara. Tempat-tempat tersebut adalah:



1.       Sawarna, Kabupaten Lebak - Banten
Jembatan Sawarna

Sawarna terletak di daerah Banten, tidak jauh dari kawasan Pelabuhan Ratu,tidak terlalu jauh dari kota Jakarta. Tempat ini memiliki suasana pedesaan yang sangat nyaman. Dengan pemandangan pantai yang eksotis,berpasir putih dan bersih. Selain pantai Sawarna, di desa ini terdapat berbagai macam objek wisata, seperti  jembatan gantung yang menjadi ciri khas dan goa- goa yang menakjubkan. Untuk memasuki desa ini, hanya dapat menggunakan motor. Hal ini dikarenakan pintu gerbang desa ini yang berupa jembatan gantung selebar 1 m yang menghubungkan Kampung Cikaung. Jembatan ini disebut Jembatan Cikaung. Jembatan ini hanya bisa dilalui sepeda motor, sehingga bagi yang membawa mobil bisa diparkir sebelum Jembatan Cikaung. Desa Sawarna ditetapkan sebagai desa wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten sejak tahun 2000. Namun sangat disayangkan desa ini belum memiliki fasilitas hotel. Terdapat fasilitas seperti homestay dan lainnya yang dikelola dengan melibatkan masyarakat setempat.

2.       Teluk Kiluan, Lampung
Teluk Kiluan
Teluk Kiluan terletak di Propinsi Lampung. Tempat ini terkenal dengan banyaknya lumba-lumba dan ikan paus di sekitar Teluk Kiluan. Daerah ini juga terkenal dengan keindahan alam dan surga bagi para pemancing. Setiap tahun diadakan lomba memancing di Teluk Kiluan yang diikuti oleh pemancing-pemancing handal dari seluruh Indonesia. Namun akomodasi di Teluk Kiluan ini masih terbatas.


3.       Sabang, NAD
Kota yang terletak di pulau yang bernama Pulau Weh ini merupakan obyek wisata yang dapat dikunjungi dan sudah terkenal ke manca negara. Di ujung barat terdapat sebuah monumen atau tugu yaitu Tugu Kilometer Nol. Tugu dimana titik awal perhitungan luas Indonesia dari Sabang sampai Meuroke. Tidak jauh dari KM NOL, terdapat juga objek wisata bwawah laut di Pulau Rubiah. Selain itu juga terdapat objek wisata Gapang yang hanya berjarak 4 km dari kota Sabang.
Sabang

kehidupan bawah laut Sabang
Danau Laut Tawar

4.       Danau Laut Tawar, Takengon - Aceh Tengah
Danau Laut Tawar memiliki berbagai potensi yang mampu menyokong kehidupan
masyarakat di sekitarnya seperti, sumber daya perikanan, pertambangan dan pariwisata. Potensi Pariwisata di sebelah timur danau terdapat Ujung Bintang dan Gue Muyang Prupi. Di
sebelah barat terdapat dermaga wisata, Atu Tingok, One-one. Di sebelah utara pariwisata yang cukup menarik adalah Gue Putri Pukes, Mepar dan Ujung Anar-anar (kelitu). Sedangkan disebelah selatan terdapat Ujung Nunang, Ujung Sere dan Ujung Kalan

5.       Pantai Plengkung, Banyuwangi - Jawa timur
Pantai Plengkung
“G-Land, The Seven Giant Waves Wonder". Julukan tersebut diberikan oleh peselancar asing untuk gulungan ombak di pantai Plengkung yang berlokasi di Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), Banyuwangi, Jawa Timur.
G punya tiga artian yang berbeda: Green, karena lokasinya di tepi hutan. Grajagan, nama poin terdekat sebelum ada jalan melintas di hutan.  Terakhir Great karena salah satu ombak yang terbaik di dunia.
Ombak di Plengkung merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Ombak setinggi 4-6 meter sepanjang 2 km dalam formasi 7 gelombang bersusun cocok ditunggangi oleh peselancar kidal. Selain Plengkung untuk peselancar profesional, ada juga Pantai Batu Lawang untuk para pemula. Ombak disini disebut "twenty-twenty" yang artinya twenty minute untuk mendayung ke tengah dan twenty minute menikmati titian ombak.

Indonesia sudah memiliki  modal alam yang tersedia untuk menarik turis-turis. Sekarang tinggal bagaimana kita memanfaatkan dan mempromosikannya dengan baik. Berikut adalah solusi-solusi yang menurut saya akan berguna:
1 1.     Promosi pariwata menggunakan media internet
Sosial media sekarang ini sudah merupakan sesuatu yang digunakan sehari-hari. Orang yang mempunyai akun-akun internet, seperti sosial media biasanya secara rutin n akan mengecek akunnya setiap hari. Dengan mempromosikan pariwisata Indonesia di sosial media, kemungkinan besar banyak orang akan tertarik. Dalam bentul apa promosi di sosial media? Mungkin bisa dalam bentuk iklan, pemasangan iklan berbentuk film singkat mengenai keindahan alam Indonesia atau berbagai tempat belanja di Indonesia tentunya akan menarik bagi para penonton dari sosial media. Atau dengan pembuatan web untuk tourism Indonesia. Visit Indonesia dan beautiful Indonesia merupakan beberapa  tourism web yang telah dibuat pemerintah untuk menarik turis-turis. Di web ini terdapat foto-foto pemandangan Indonesia, peta Indonesia, dan informasi-informasi travel Indonesia.
                                                      
22.    Penjagaan fasilitas di objek wisata
Kita semua pasti pernah berkunjung ke pantai,candi atau museum yang ada di Indonesia. Pantainya bagus, ya tentu saja. Candinya indah. Museum penuh dengan benda antik menakjubkan. Namun fasilitas yang ada di tempat-tempat tersebut terkadang tidak terawat. Misal toilet umum yang ada di tempat-tempat tersebut. Kotor, bau dan penuh coretan. Memang itu adalah tempat umum yang berarti berbagai macam sifat dan kalangan orang berkunjung ke sana, namun menurut saya apabila ada penjagaan dan perawatan yang baik dan teratur, hal itu dapat diatasi. Sangat disayangkan apabila daerah-daerah di sekitar candi terdapat sampah berserakan atau terdapat coretan dinding dari pylox di sekitarnya. Sangat mengurangi kecantikan candi-candi itu. Saya harap pemerintah menyadari hal ini dan memberikan anggaran lebih untuk memperbaharui dan lebih menegaskan tata-tertib di tempat umum. Karena bagaimanapun itu untuk kepentingan bersama.

3 3.  Keamanan di Indonesia
Indonesia ternyata masih dikenal dengan teroris dan tidak amannya negara ini. Mungkin teroris merupakan masalah yang sangat berat dan hal itulah yang dibesarkan oleh media massa negara lain, dan hal itu diluar kontrol kita yang merupakan warga negara Indonesia. Apa yang bisa kita jaga mungkin adalah keamanan para turis pada saat ia berada di Indonesia. Pencopetan, orang-orang yang bandel dan genit terhadap turis dan penodongan  membuat turis tidak nyaman berada di negara kita ini. Turis dianggap punya uang lebih dan dianggap tidak tahu menahu mengenai tempat dan buday negara ini. Ini membuat para pelaku kriminal menganggap mereka adalah sasaran empuk. Disini saya menyarankan solusi untuk memberikan para turis ini pemberitahuan sejujur-jujurnya demi keamanan merekas sendiri. Dimana daerah yang aman dan tidak, berapa uang yang dibawa saat berjalan dan bagaimana keadaan transportasi di negara ini. Bagaimanapun ini untuk keamanan mereka. Untuk para petindak kriminal ini, saya rasa para polisi dan apat keamanan sudah mengetahui tugasnya masing-masing untuk menindaklanjuti perbuatan mereka.

4 4.      Akomodasi yang masih kurang
Di Indonesia banyak sekali tempat-tempat terpencil yang sebenarnya mempunyai potensi besar sebagai objek wisata. Namun tempat-tempat ini kurang berkembang karena akomodasi menuju daerah tersebut yang kurang sehingga membuat para turis malas dan bingung untuk berpergian ke tempat tersebut. Jalan yang masih rusak, jauh dari keramaian dan tempat penginapan yang belum tersedia  merupakan beberapa alasan mengapa turis enggan berpergian ke tempat-tempat itu. Tak usah turis mancanegara, turis domestik pun munkin sedikit enggan pergi kesana. Terkadang ada fasilitas homestay di pedesaan, namun munkin terdapat kendala-kendala seperti bahasa dan kenyamanan bagi para turis. Solusi yang dapat saya berikan disini adalah agar pemerintah dapat memfasilitasi hal-hal ini, minimal pemberian jalan aspal yang mulus agar memudahkan perjalanan. Pemasaran daerah-daerah ini agar mendapat investor juga penting. Siapa tahu investor-investor ini melihat potensi besar daerah-daerah ini dan mau menjadikannya tempat wisata.

Sekian dari saya, maaf apabila ada salah-salah kata. Saya harap hal yang saya tuliskan berguna dan dapat membawa perubahan.

Sunber:


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar