Sabtu, 22 September 2012

Tugas-3 Solusi Labsky untuk Indonesia

Pendidikan yang Berkualitas untuk Calon Penerus Bangsa yang Lebih Baik


Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, 17-8-05
Wakil-wakil bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta

Dengan dibacakannya teks proklamasi di atas pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia dinyatakan merdeka. Tetapi apakah Indonesia benar-benar sudah merdeka?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “merdeka” mengandung tiga makna. Pertama, bebas dari (penghambaan, penjajahan, dsb) atau berdiri sendiri. Kedua, tidak terkena atau lepas dari tuntutan. Ketiga, tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu, atau leluasa. Saat ini, Indonesia masih belum sepenuhnya bebas—bebas dari negara lain yang secara tidak langsung masih menjajah kita dalam berbagai aspek, bebas dari permasalahan yang sudah menjadi bagian dari negara Indonesia.
Permasalahan di Indonesia itu sendiri terdiri dari beberapa hal yang tidaklah sedikit. Seperti misalnya, permasalahan ekonomi yang meliputi tingginya persentase kemiskinan di Indonesia, masalah ekspor dan impor, kondisi infrastruktur perekonomian yang kurang baik, belum optimalnya peranan APBN sebagai stimulus ekonomi, tingginya inflasi, tingginya angka pengangguran, dan masalah perekonomian lain yang pada negara kita kebanyakan merupakan masalah ekonomi mikro.
Masalah-masalah yang cukup banyak di atas itu pun hanya merupakan masalah dalam satu aspek. Belum masalah dalam aspek lain, seperti masalah sanitasi, masalah kependudukan, masalah kesehatan, masalah korupsi, masalah moral dan sosial, masalah pendidikan, dan masalah lainnya.
Masalah yang menumpuk tersebut mengakibatkan kehidupan masyarakat Indonesia menjadi kurang sejahtera, padahal tugas pemerintah adalah untuk mensejahterakan rakyatnya. Masalah-masalah tersebut juga menghambat perkembangan negara Indonesia untuk menjadi negara yang lebih baik. Maka dari itu Indonesia dikategorikan sebagai negara berkembang, bukanlah negara maju. Tetapi mau sampai kapan negara kita ini hanya dikategorikan sebagai negara berkembang? Mau menunggu berapa lama lagi hingga negara tercinta ini akhirnya menjadi negara maju yang dapat bersaing dengan negara-negara lainnya? Hingga berpuluh-puluh generasi berikutnya pun, negara Indonesia akan tetap menjadi negara berkembang bila perkembangannya hanya sedikit tiap tahunnya.
Untuk menjadikan Indonesia menjadi negara yang lebih baik, kita harus menyelesaikan masalah yang dimilikinya terlebih dahulu, baru dapat mengembangkan potensi negara ini secara maksimal.
Setiap masalah memiliki cara penyelesaian atau solusinya masing-masing, tetapi mereka juga saling berhubungan satu sama lainnya. Misalnya, bila perekonomian di Indonesia menjadi lebih bagus, tentunya pemerintah memiliki dana yang lebih banyak untuk membuat proyek-proyek yang dapat mengurangi masalah sanitasi, masalah pemerataan pendidikan hingga kepelosok negeri, dan masalah lainnya. Begitu juga bila masalah sosial dan moral rakyat Indonesia sudah menjadi lebih baik, walaupun hal ini berlaku bukan sebagai ‘peran utama’ dalam penyelesaian kasus korupsi, perbaikan masalah sosial di Indonesia memiliki peran yang lumayan besar untuk ikut menyelesaikan masalah korupsi, karena kesadaran diri dan moral seseoranglah yang membuat orang tersebut memutuskan untuk melakukan korupsi atau tidak.
Tetapi, masalah di Indonesia sebenarnya banyak berkaitan dengan masalah pendidikannya. Hal tersebut disebabkan karena pendidikan merupakan faktor utama yang berperan dalam pembentukan dan perkembangan generasi penerus bangsa. Generasi penerus bangsa ini lah yang akan mengembangkan dan menjadikan Indonesia menjadi negara yang lebih baik. Misalkan Indonesia sudah menjadi negara yang maju, dengan sedikitnya permasalahan ekonomi dan sudah tidak adanya permasalahan lain, kehidupan masyarakat Indonesia pasti menjadi sangat sejahtera. Tetapi bila di saat itu Indonesia masih memiliki permasalahan dalam pendidikan—walaupun ia sudah berhasil menangani masalah lainnya—jika masa generasi maju yang sejahtera itu sudah berakhir dan digantikan oleh generasi penerusnya, maka masalah Indonesia yang dahulu pasti akan kembali bermunculan karena kurangnya potensi generasi penerus yang diakibatkan oleh buruknya pendidikan.
Maka dari itu, pada blog entry kali ini saya akan membahas tentang masalah pendidikan di Indonesia, dan beberapa solusinya.

Masalah Pendidikan di Indonesia
Salah satu masalah pendidikan yang sering kita dengar adalah susahnya mendapatkan pendidikan bagi sebagian masyarakat di Indonesia. Hal itu disebabkan oleh mahalnya pendidikan dan kurangnya sarana pendidikan di daerah-daerah terpelosok.



Memang bila dibandingkan dengan biaya pendidikan di negara lain yang tidak menerapkan sistem pendidikan gratis, biaya sekolah (negeri) di Indonesia jauh lebih murah, tetapi kadang harga yang ‘murah’ tersebut masih tidak dapat dibayar dengan penghasilan rendah sebagian rakyat Indonesia. Dapat kita ketahui bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia masih sangatlah tinggi. Rakyat miskin di Indonesia jumlahnya cukup banyak. Mereka tiap harinya memperoleh penghasilan yang sangat kecil. Kadang, penghasilan mereka tidak cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-harinya, apalagi untuk masuk sekolah. Karena ketidaksanggupan untuk membayar biaya sekolah ini, mereka tidak punya pilihan lain selain membiarkan anak-anaknya untuk tidak mendapat pendidikan yang seharusnya.
Penerapan sekolah gratis sebagai solusi? Banyaknya rakyat miskin yang belum mendapat pendidikan di Indonesia jauh lebih banyak dibanding jumlah kursi yang disediakan pada sekolah gratis. Tidak hanya itu, dari beberapa sumber yang saya baca, “sekolah gratis” ternyata tidak memberikan tunjangan pendidikan yang benar-benar “gratis” kepada rakyat Indonesia, melainkan hanya memberikan keringanan berupa tidak dipungutnya biaya awal masuk sekolah dan biaya SPP, yang menjadikannya gratis, sementara biaya buku, alat tulis, seragam, dan semua hal lainnya masih ditanggung masyarakat. Seperti yang telah saya bahas pada paragraf sebelumnya, masih banyak rakyat Indonesia yang tidak sanggup membiayai kebutuhan sehari-hari, kadang mereka tidak bisa makan, ataupun mendapat tempat berteduh yang layak, lantas bagaimana mereka bisa membeli barang-barang kebutuhan sekolah tersebut?
Jauh lebih buruk situasinya pada daerah kecil di pelosok-pelosok negeri ini. Permasalahan mereka bukanlah lagi pada biaya sekolah yang mahal, tetapi tidak adanya sarana sekolah yang disediakan pada daerah tersebut. Beberapa daerah kecil di Indonesia hanya memiliki satu atau dua sekolah yang letaknya jauh dari beberapa pemukiman penduduk, yang menyebabkan susahnya para murid untuk berangkat dan pulang sekolah tiap harinya. Bahkan, karena letak beberapa sekolah yang tidak terjangkau, anak-anak yang tinggal pada daerah tersebut terpaksa untuk tidak bersekolah.
Permasalahan pendidikan di Indonesia tidak hanya sebatas banyaknya jumlah masyarakat yang tidak mendapat pendidikan. Kualitas pendidikan yang rendah di Indonesia juga merupakan salah satu dari permasalah yang harus diatasi. Kualitas pendidikan di negara ini berada jauh di bawah beberapa negara lain. Bahkan bila dibandingkan dengan negara berkembang lainnya seperti Filipina dan Malaysia, kualitas pendidikan di Indonesia masih lebih rendah.
Kurangnya kualitas pendidikan di Indonesia ini disebabkan oleh beberapa hal. Satu diantaranya adalah kurang efektifnya sistem pendidikan di Indonesia. Dari apa yang saya ketahui dari beberapa sumber di internet dan teman di luar negeri, materi yang diajarkan pada sekolah di luar negeri tidaklah lebih susah maupun lebih kompleks dibandingkan dengan materi yang diajarkan pada kebanyakan sekolah di Indonesia, terutama pada sekolah yang berada di kota-kota besar seperti Jakarta. Bahkan, kadang ada materi yang telah dipelajari pada satu jenjang pendidikan di Indonesia, yang belum dipelajari pada jenjang yang sama di luar negeri. Lantas, mengapa negara-negara tersebut dapat menghasilkan generasi yang lebih pintar dibandingkan Indonesia? Mengapa Indonesia tidak dapat meluluskan murid yang lebih berkualitas dibanding sekolah di luar negeri?
Hal itu mungkin merupakan masalah yang terjadi karena perbedaan pola pikir dan budaya anak-anak serta remaja Indonesia yang biasanya jauh lebih malas dan kurang bersemangat dalam menempuh pendidikan dibanding dengan masyarakat negara lain. Tetapi, lebih rendahnya kualitas lulusan sekolah di Indonesia juga dapat disebabkan oleh kurang efektifnya sistem pendidikan di Indonesia. Di sini, murid-murid diberikan materi yang sangat banyak, membuat mereka dituntut untuk memahami dan menghafalkan berbagai macam materi yang mungkin hanya akan sedikit ia gunakan dalam profesinya kelak. Dengan luasnya pembahasan materi yang diberikan pada sekolah di Indonesia, murid-murid menjadi tidak dapat belajar secara mendalam materi yang ingin mereka kembangkan. Contohnya, seorang anak yang berminat pada satu aspek biologi dan ingin mempelajari lebih dalam tentangnya menjadi tidak dapat mengembangkan minat serta kemampuannya dalam bidang itu karena diharuskan mempelajari hal-hal lain yang banyak. Mungkin saja dengan diberikannya kesempatan kepada anak tersebut untuk mempelajari lebih dalam materi itu, sang anak dapat menjadi ilmuwan terkenal yang dapat mengharumkan nama bangsa.
Selain soal materi, banyaknya PR yang ditugaskan juga menyebabkan kurang efektifnya pembelajaran murid. Memang dengan ditugaskannya PR kepada murid, banyak sekali dampak positif yang dapat diperoleh, tetapi kita juga harus memperhatikan jumlah PR yang diberikan dan waktu yang dimiliki sang anak. Makin banyaknya PR yang ditugaskan, makin sedikit pula waktu yang dimiliki sang anak untuk mengembangkan potensinya dibidang lain.
Kualitas guru juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan di Indonesia. Bila sosok yang mengajar saja tidak bagus, bagaimana dengan yang diajar? Sebenarnya, guru-guru berpengalaman yang sudah mengajar bertahun-tahun merupakan guru yang berkualitas dan memiliki dedikasi tinggi terhadap pekerjaannya. Tetapi, dengan kurangnya lapangan kerja di Indonesia saat ini, banyak orang yang menjadi guru karena terpaksa. Karena keterpaksaan ini lah, dedikasi dan semangat mereka dalam mengajar sangatlah rendah, berbeda dengan guru-guru yang dari awal memang berniat untuk menjalankan tugas mulia tersebut.


Solusi 
Untuk memberikan kesempatan bagi anak bangsa agar bisa mendapat pendidikan yang layak dan berkualitas, pemerintah harus lebih menaruh perhatian pada bidang pendidikan. Selain membangun lebih banyak sekolah layak yang terjangkau untuk rakyat yang kurang mampu, pemerintah juga harus menaruh perhatian kepada sekolah-sekolah yang sudah ada saat ini. Kasus seperti bocornya soal ujian nasional pun juga harus ditindak, karena hal ini dapat melekat dan menjadi budaya serta kebiasaan murid.  Untuk menjadi generasi yang lebih maju, murid-murid di Indonesia selain harus diajarkan soal pendidikan formal, juga harus dididik moralnya sehingga menjadi manusia yang berkualitas dan dapat mengharumkan nama bangsa.
Sekian pembahasan permasalah pendidikan Indonesia dari saya. Saya mohon maaf bila ada kesalahan informasi atau pemikiran yang berbeda dengan pendapat anda sekalian.


Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Proklamasi_Kemerdekaan_Indonesia
http://irvanbudisetiaji.blogspot.com/2012/04/permasalahan-ekonomi-di-indonesia.html
http://www.kbbi.web.id/
http://www.rimanews.com/read/20111205/48068/capaian-pendidikan-indonesia-versus-malaysia
http://www.ww.web.id/2009/08/sekolah-gratis-di-indonesia.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar