Sabtu, 22 September 2012

Tugas 3 - Solusi Labsky Untuk Indonesia


Solusi Untuk Indonesia

A. Kebersihan

 (sumber: http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/ISTANA-negara-jalan-medan-merdeka.jpg)

Kebersihan merupakan salah satu faktor terpenting dalam kehidupan dan juga merupakan faktor penting yang mempengaruhi pendapat seseorang terhadap suatu negara. Kebersihan berkaitan erat dengan kesehatan. Hal ini sangat berkaitan dengan salah satu pencegahan penyakit yaitu menjaga kebersihan. Kebersihan secara umum sangatlah berpengaruh pada pendapat seorang turis saat mengunjungi suatu negara. Negara yang kotor mencerminkan sifat para warganya. Tidak hanya tentang sifat negaranya yang tidak peduli namun juga sifat mereka yang cenderung melakukan kekerasan. Jumlah turis mempengaruhi pendapatan suatu negara. Jika turis yang datang sedikit, devisa yang didapatkan negara akan sedikit juga, apabila turis yang datang banyak, devisa yang didapatkan negara juga akan banyak.

Turis lebih banyak mengunjungi kota-kota besar di suatu negara. Oleh karena itu, kebersihan di kota besar adalah unsur terpenting walaupun kebersihan di daerah pinggir atau daerah terpencil yang kumuh juga sangat penting. meskipun daerah terpencil jarang dikunjungi orang-orang, daerah ini merupakan bagian dari Indonesia yang harus diperbaiki secara menyeluruh agar tertata dengan baik dan merata.

Sebagian besar penyakit di daerah tropis, khususnya indonesia, berkembang dengan pesat di daerah-daerah kotor, baik penyakit yang berasal dari bakteri ataupun virus. Data IDI (Ikatan Dokter Indonesia) menyebutkan bahwa sebagian besar penyakit yang menewaskan balita disebabkan oleh diare. Penyakit diare sendiri berasal dari bakteri salmonella, yang memiliki habitat di lingkungan yang kotor, dan menyebar lewat makanan yang kotor. Selain menyebabkan diare, salmonella sp. juga menyebabkan tifus, yang menyerang bagian usus. Bagi balita yang daya tahan tubuhnya masih lemaha dan organnya belum berfungsi sepenuhnya, tidak seperti manusia dewasa, penyakit seperti ini sering menyebabkan kekurangan cairan yang berakibat kematian.

Tidak dapat dipungkiri, kebersihan merupakan salah satu faktor terpenting kehidupan. Sayangnya, kebersihan di indonesia terlalu dikesampingkan, jika dibandingkan dengan target besar pemerintah negara untuk mengembangkan kota jakarta deangan pesat. Yang tidak diperhatikan pemerintah adalah, kebersihan adalah faktor pembuktian bahwa negara tersebut sebenarnya maju atau tidak. Pengolahan sampah yang baik dan benar, sesuai dengan materialnya, sangat diperlukan bagi negara berkembang seperti Indonesia.

Masyarakat bahkan tidak menyadari bahwa troli di supermarket juga potensial menyebar virus penyakit karena belum ada budaya cuci tangan setelah melakukan aktivitas di dalam toilet.

Sekitar 50% pria di Indonesia tidak mencuci tangannya setelah buang hajat kecil atau besar, sementara wanita tercatat 25% yang belum memiliki kebiasaan itu.

Mereka yang belum terbiasa mencuci tangan berpotensi menularkan virus ke tempat-tempat umum tadi, seperti saat memegang troli, bersalaman, atau interaksi lainnya.

Kebersihan toilet umum di Indonesia menduduki peringkat 12 terburuk dari 18 negara di Asia. Peringkat RI itu berada di atas Vietnam, tapi di bawah Filipina, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Sistem regulasi bagi orang yang membuang sampah sembarangan juga tidak jelas. Masyarakat Indonesia terutama di kota besar tidak akan berhenti berbuat suatu kesalahan apabila hukum tentang masalah itu jelas akibatnya. Meskipun kerugian yang terjadi merugikan lingkungan mereka sendiri, tetap saja masyarakat menyalahkan pemerintah dengan sistemnya, padahal faktor terbesar yang menyebabkan masalah-masalah kebersihan berasal dari oerbuatan mereka sendiri. Setidaknya semua orang pernah membuang sampah sembarangan, walaupun sampah yang dibuang berbentuk kecil atau tidak mengganggu, kumpulan sampah-sampah ini yang menyumbat got dan menyebabkan adanya banjir.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, menargetkan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia pada 2015 mencapai 10,5 juta orang. Penialian pariwisata Indonesia secara internasional masih cukup buruk. Untuk daya saing pariwisata, Indonesia menempati peringkat ke-74 dari 139 negara. Infrastruktur ada di peringkat ke-90. Daya saing sumber daya alam kita urutan 17 di antara 139 negara

Semua itu penting karena menunjang sektor pariwisata yang mampu menyediakan lapangan kerja sekitar tujuh persen. Pariwisata juga mampu memberikan devisa secara nasional di urutan kelima, setelah tambang, minyak, batu bara, dan lainnya.

Ketika beberapa waktu lalu, Kota Bekasi dan Lampung dinobatkan sebagai kota terkotor di Indonesia, kini negera Indonesialah yang dinobatkan sebagai negara terkotor ketiga di dunia setelah India dan China, masing-masing di urutan pertama dan kedua. Predikat yang disematkan oleh badan kesehatan dunia ini melihat dari segi kualitas kebersihan sanitasi nya, dimana di Indonesia, baru sekitar 36% masyarakat, atau kurang lebih 80 juta warga yang memiliki sanitasi sangat bagus dari total penduduk sekitar 230 juta jiwa saat ini.

Penilaian WHO dilihat dari bagaimana masyarakat di suatu negara menjunjung tinggi kebersihan dan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Salah satu kota yang dilihat dan dinilai tentu saja Jakarta sebagai ibukota negara.

Tentu kita tidak mau kota dan negara kita terkenal dengan sebutan negara yang kotor dan tidak peduli. Tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan kita harus sadar akan kebersihan lingkungan sendiri. Banyak negara lain dengan kota-kota besarnya walaupun dihuni oleh banyak orang dengan banyaknya turis yang berdatangan setiap harinya, tidak mempunyai banyak tempat sampah di jalanan namun tetap bersih.

Yang dapat dilakukan adalah,
1) Meningkatkan sistem regulasi negara dengan hukuman yang jelas terhadap pelanggaran yang berhubungan dengan kebersihan. Misalnya, denda untuk kelurahan dengan got tersumbat, dll.

2) Meningkatkan kesadaran publik akan kebersihan lewat komunikasi visual yang modern dan interaktif untuk semua umur. Contohnya, memperbanyak poster tentang kebersihan, peringatan akan akibat yang akan ditimbulkan, dan iklan.

B. Ketidaksetaraan taraf ekonomi di daerah terpencil

 (sumber: http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/01/12960566651783042214.jpg)

Apabila kita memperhatikan kehidupan di kota besar dan pedesaan/kota kecil, kita bisa melihat secara garis besar bahwa kehidupandi kota dapat dibilang lebih makmur.
Apa yang menyebabkan ketidaksetaraan taraf ekonomi ini?

Kemiskinan di Indonesia memiliki tiga fitur yang menonjol. Pertama, banyak rumah tangga yangberkerumun di sekitar garis kemiskinan pendapatan nasional sekitar PPP US $ 1,55 per hari, bahkan membuatbanyak non-miskin rentan terhadap kemiskinan. Kedua, ukuran kemiskinan pendapatan tidak menangkapsejauh mana sebenarnya kemiskinan di Indonesia, banyak yang tidak mungkin 'penghasilan miskin' dapatdikategorikan sebagai miskin atas dasar kurangnya akses terhadap pelayanan dasar dan miskin hasilpembangunan manusia. Ketiga, mengingat ukuran luas dan beragamnya kondisi di kepulauan Indonesia,perbedaan antar daerah merupakan ciri mendasar dari kemiskinan di negara ini.Masyarakat di kota kecil dan pedesaan sebagian besar menggantungkan hidupnya pada kegiatan bertani. Sedangkan, di kota masyarakat biasa bekerja di kantoran atau melakukan kegiatan wirausaha.

Salah satu faktor utama yang menyebabkan daerah terpencil cenderung tidak berkembang adalah susahnya akses ke kota besar dengan sumber untuk melakukan industri dengan bahan usaha yang lebih menjamin, susahnya listrik, tidak ada akses internet atau teknologi tidak maju, susahnya mendapat air bersih, jarak dengan kota yang jauh dan akses jalan atau transportasi susah, dll.

Sebagian besar wilayah di Indonesia bergantung di bidang pertanian. Meskipun demikian, pemerintah seperti kurang memerhatikan ketergantungan mereka ini dan lebih mementingkan kegiatan di kota besar.

Hal yang dapat dilakukan pemerintah adalah:
1) Memperbaiki infrastruktur jalan atau akses dengan transportasi yang memadai ke kota-kota atau desa-desa di daerah terpencil di seluruh Indonesia. Perbaikan infrastruktur akan sangat membantu akses daerah terpencil ke kota besar dan bias menyamakan kualitas teknologinya.
2) Memperbanyak produksi di bidang pertanian agar tidak butuh mengimpor bahan-bahan dan juga memperbesar ekspor di bidang pangan.
3) Meratakan kegiatan industri di daerah daerah terpencil ini sekaligus membuka banyak lahan pekerjaan untuk semua umur.

C. Pengangguran


(sumber: http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/pengangguran.jpg)


Sekitar awal tahun 2000, pemerintah menetapkan gaji minimal buruh, yaitu sekitar Rp800.000,00 rupiah per bulannya. Yang menjadi pertanyaan besar adalah, apakah ketetapan ini dijalankan sesuai dengan yang diperintahkan atau tidak.

Sebagian besar orang indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan. Faktor terbesarnya adalah karena tarif yang ia dapat tidak sesuai dengan tarif kehidupan yang ia gunakan tiap bulannya. Hal ini seharusnya menjadi konsentrasi terbesar pemerintah indonesia. Bagaimana kita bisa menjadi negara maju apabila sebagian besar rakyat indonesia masih hidup jauh dari kata sejahtera?

Terdapat kesenjangan sosial yang cukup jauh antara kaum yang tingkat ekonominya rendah dengan kaum yang memiliki pendapatan lebih besar yang dapat memenuhi kebutuhan mereka setiap bulannya dan masih memiliki sisa dari pendapatan tersebut.

Tarif gaji yang didapatkan oleh masyarakat yang tingkat ekonominya masih rendah sangat jauh ketimbang mereka yang berpendapatan besar dari bekerja di kota. Hal ini memunculkan pendapat bahwa mereka yang hidup dan bekerja di kota akan mendapatkan kehidupan yang lebih makmur. Fenomena ini menimbulkan banyaknya masyarakat desa yang bermigrasi atau merantau ke kota besar untuk mencari peluang hidup lebih baik, sayangnya, banyaknya masyarakat yang melakukan hal serupa memenuhi lahan pekerjaan sehingga terjadi banyaknya pengangguran.

Data pengangguran di Indonesia saat ini sungguh memprihatinkan. Badan Pusat Statistik (BPS) menerima hasil statistik jumlah pengangguran di negeri ini mencapai sekitar 8% dari jumlah angkatan kerja. Sekitar 12,8 juta jiwa masyarakat Indonesia menganggur,baik pengangguran terbuka maupun pengangguran paruh waktu.

Ada banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi. Salah satunya, kekurangseriusan pemerintah dalam mengurangi jumlah penganggur. Keadaan masyarakat yang menganggur jelas akan memengaruhi keadaan ekonomi, baik secara besar atau kecil. Di Indonesia ada yang disebut dengan pengangguran terselubung, yaitu pekerjaan yang sebenarnya bisa dilakukan dengan jumlah pekerja yang minimal dilakukan dengan memperkerjakan banyak orang. Selama ini, di Indonesia baru sekiotar 0,18% penduduk yang menjadi pengusaha. Padahal idealnya jumlah pengusaha di Negara berkembang, seperti Indonesia, minimal harus 2%

Hal yang dapat dilakukan diantaranya adalah,
1) Seperti yang telah disebutkan juga sebelumnya, membuka lahan pekerjaan lebih banyak di daerah terpencil agar industri tersebar merata di seluruh Indonesia.
2) Memperbanyak pemberian modal pada rakyat kecil bertingkat ekonomi rendah agar dapat melakukan usaha.
3) Lebih tegas menertibkan para pengemis atau peminta-minta di jalanan. Tidak hanya ditertibkan tetapi juga diberi pendidikan untuk memulai usaha.
4) Perlu segara dilakukan kerjasama dengan berbagai pihak (swasta dan masyarakat) untuk membentuk iklim usaha di mana pemerintah melalui departemen terkait menjadi fasilitator utamanya.

Sumber:
http://www.anneahira.com/data-pengangguran-di-indonesia.htm
http://www.kabar24.com/index.php/kebersihan-toilet-indonesia-peringkat-12-terburuk-di-asia/
http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=15163081
http://mrsupel.blogspot.com/2012/06/gawat-indonesia-divonis-sebagai-negara.html
http://www.scribd.com/doc/72527710/Making-New-Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar