Jumat, 21 September 2012

Tugas 3 - Solusi Labsky Untuk Indonesia


Kesuksesan suatu negara dilihat dari kesejahteraan penduduknya. Kesejahteraan penduduk dapat dilihat dari banyak faktor misalnya angka Pengangguran, Pendidikan, Kesehatan, dan lain-lain. Meski sudah berdiri selama 67 tahun, Indonesia juga masih berkelit dalam banyak masalah terutama di lingkungan kemasyarakatan. Masalah tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

1.     1.   Kepadatan Penduduk.

Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal. Persebaran atau distribusi penduduk adalah penyebaran penduduk di suatu wilayah atau negara, apakah penduduk tersebut tersebar merata atau tidak. Kepadatan penduduk adalah angka yang menunjukan jumlah rata-rata penduduk pada setiap kilometer persegi pada suatu wilayah atau negara. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran dan kepadatan penduduk tiap-tiap daerah atau negara adalah sebagai berikut.
·         Faktor Fisiografis. Penduduk selalu memilih tempat tinggal yang baik, strategis, tanah subur, relief baik, cukup air, dan daerahnya aman.
·         Faktor Biologi. Tingkat pertumbuhan penduduk di setiap daerah adalah berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan tingkat kematian, tingkat kelahiran, dan angka perkawinan.
·         Faktor Kebudayaan dan Teknologi. Daerah yang masyarakatnya maju, pola berpikirnya bagus, dan keadaan pembangunan fisiknya maju akan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan daerah yang terbelakang
Berikut adalah peringkat negara-negara di dunia berdasarkan jumlah penduduk (2005):
1)      Republik Rakyat Cina (1.306.313.812 jiwa)
2)      India (1.103.600.000 jiwa)
3)      Amerika Serikat (298.186.698 jiwa)
4)      Indonesia (241.973.879 jiwa)
5)      Brasil (186.112.794 jiwa)
6)      Pakistan (162.419.946 jiwa)
7)      Bangladesh (144.319.628 jiwa)
8)      Rusia (143.420.309 jiwa)
9)      Nigeria (128.771.988 jiwa)
10)   Jepang (127.417.244 jiwa)

Indonesia merupakan negara dengan penduduk ke empat terbanyak di dunia. Persebaran penduduk yang tidak merata mengakibatnkan adanya daerah dengan penduduk sedikit dan ada pula daerah dengan penduduk yang terlalu banyak. Kepadatan penduduk antara provinsi yang satu dengan provinsi yang lain juga tidak seimbang. Sebagian besar penduduk Indonesia terkonsentrasi di pulau Jawa dan Madura. Padahal, luas wilayah pulau Jawa dan Madura hanya sebagian kecil dari luas wilayah negara Indonesia. Akibatnya, pulau Jawa dan Madura memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, sedangkan di daerah-daerah lain tingkat penduduknya rendah. Provinsi yang paling padat penduduknya adalah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.
Kepadatan penduduk erat kaitannya dengan kemampuan wilayah dalam mendukung kehidupan penduduknya. Daya dukung lingkungan dari berbagai daerah di Indonesia tidak sama. Daya dukung lingkungan pulau Jawa lebih tinggi dibandingkan dengan pulau-pulau lain, sehingga setiap satuan luas di Pulau Jawa dapat mendukung kehidupan yang lebih tinggi dibandingkan dengan, misalnya di Kalimantan, Papua, Sulawesi, dan Sumatra.
Kemampuan suatu wilayah dalam mendukung kehidupan itu ada batasnya. Apabila kemampuan wilayah dalam mendukung lingkungan terlampau, dapat berakibat pada terjadinya tekanan-tekanan penduduk. Jadi, meskipun di Jawa daya dukung lingkungannya tinggi, namun juga perlu diingat batas kemampuan wilayah ter sebut dalam mendukung kehidupan.
Daerah yang terlalu padat akan menyulitkan pencari kerja dan memperbanyak pengangguran sehingga angka kriminalitas terancam meningkat. Saran saya, pemerintah bisa membuka lapangan kerja baru di kota yang penduduknya sedikit, kemudian mentransmigrasi para pengangguran yang ada di kota-kota besar. Selanjutnya para pebisnis dapat melihat adanya peluang bisnis di kota yang bersangkutan dan kota yang tadinya penduduknya sedikit itu akan menjadi kota berkembang. Ini juga meminimalisasi pemakaian ruang tempat di kota-kota besar untuk usaha yang berhubungan juga dengan faktor lingkungan.

2.       2. Sampah

Produksi sampah di Jakarta yang mencapai lebih dari 6.500 ton per hari, membuat masalah sampah yang ada di Jakarta menjadi sebuah permasalahan yang serius yang harus segera ditangani, selama ini bantar gebang yang ada di daerah Bekasi hanya menjadi satu-satunya tempat pembuangan akhir sampah-sampah yang ada di sekitar Jakarta, tetapi tidak mungkin selamanya bantar gebang menjadi tempat akhir pembuangan sampah karena lama kelamaan pasti volume sampah yang ada di bantar gebang akan meningkat sedangkan tempatnya pun terbatas. Jakarta perlu membangun tempat pembuangan akhir yang canggih, modern, dan ramah lingkungan di dalam kota Jakarta untuk mengurangi volume sampah yang menumpuk di bantar gebang dan juga untuk salah satu solusi permasalahan sampah di kota Jakarta, untuk itu masalah sampah dengan pengelolaanya menjadi “PR” bagi pemerintah DKI Jakarta.
Padahal masyarakat sudah berkali-kali diingatkan tentang larangan membuang sampah sembarangan. Kira-kira apa yang harus dilakukan pemerintah agar tercipta kesadaran dari masyarakat? Pembuatan poster-poster “jangan membuang sampah sembarangan” pada akhirnya poster itu sendiri akan menjadi sampah. Yang bisa dilakukan masyarakat tidak hanya tidak membuang sampah sembarangan. Masyarakat juga harus dihimbau untuk mengurangi konsumsi karena konsumsi apapun pasti menghasilkan sampah. Apakah itu membeli baju, CD, makanan, dan lain-lain, semua menghasilkan sampah dan kebanyakan plastik yang tidak dapat di daur ulang. Sampah juga bisa di jadikan kompos. Kemudian kita wajib untuk selalu mendaur ulang, memakai ulang, memperbaiki ulang, lalu menyumbangkan barang-barang yang tidak kita pakai kepada yang membutuhkan, jangan asal buang sampah saja.

3.       3. Pencemaran
Pencemaran (polusi) adalah peristiwa berubahnya keadaan alam (udara, air, dan tanah) kerena adanya unsur-unsur baru atau meningkatnya sejumlah unsure tertentu. Pencemaran ini dapat menimbilkan gangguan ringan dan berat terhadap mutu lingkungan hidup manusia. Macam-macam pencemaran adalah sebagai berikut.
a. Pencemaran tanah
Gejala pencemaran tanah dapat diketahui dari tanah yang tidak dapat digunakan untuk keperluan fisik manusia. Tanah yang tidak dapat digunakan, misalnya tidak dapat ditanami tumbuhan, tandus dan kurang mengandung air tanah. Faktor-faktor yang mengakibatkan terjadinya pencemaran tanah antara lain pembuangan bahan sintetis yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme, seperti plastik, kaleng, kaca, sehingga menyebabkan oksigen tidak bisa meresap ke tanah. Faktor lain, yaitu penggunaan pestisida dan detergen yang merembes ke dalam tanah dapat berpengaruh terhadap air tanah, flora, dan fauna tanah. Pada saat ini hampir semua pemupukan tanah menggunakan pupuk buatan atau anorganik. Zat atau unsur hara yang terkandung dalam pupuk anorganik adalah nitrogen (dalam bentuk nitrat atau urea), fosfor (dalam bentuk fosfat), dan kalium. Meskipun pupuk anorganik ini sangat menolong untuk meningkatkan hasil pertanian, tetapi pemakaian dalam jangka panjang tanpa dikombinasi dengan pupuk organik mengakibatkan dampak yang kurang bagus.
Dampaknya antara lain hilangnya humus dari tanah, tanah menjadi kompak (padat) dan keras, dan kurang sesuai untuk tumbuhnya tanaman pertanian. Selain itu, pupuk buatan yang diperjualbelikan umumnya mengandung unsur hara yang tidak lengkapm terutama unsur-unsur mikro yang sangat dibutuhkan tumbuhan dan juga pupuk organik mudah larut dan terbawa ke perairan, misalnya danau atau sungai yang menyebabkan terjadinya eutrofikasi. Ketika suatu zat berbahaya atau beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.
                Seperti yang saya bahas sebelumnya, sampah-sampah di Jakarta maupun di kota lain juga dapat mengakibatkan pencemaran tanah. Cara mengatasinya, kita bisa menguraikan sampah sebelum dibuang ke tanah, misalnya dengan dibakar. Untuk bahan-bahan yang dapat di daur ulang, hendaknya dilakukan proses daur ulang seperi kaca, plastik, kaleng dan sebagainya. Kemudian sekali lagi menghimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, menggunakan pestisida dengan dosis yang telah di tentukan dan menggunakan pupuk anorganik secara tidak berlebihan pada tanaman.
b. Pencemaran air
Selain pencemaran tanah, sampah-sampah di Jakarta juga dapat mengakibatkan pencemaran air. Pencemaran air dapat diketahui dari perubahan warna, bau, serta adanya kematian dari biota air, baik sebagian atau seluruhnya. Bahan polutan yang dapat menyebabkan polusi air antara lain limbah pabrik, detergen, pestisida, minyak, dan bahan organik yang berupa sisa-sisa organisme yang mengalami pembusukan. Untuk mengetahui tingkat pencemaran air dapat dilihat melalui besarnya kandungan O2 yang terlarut. Ada 2 cara yang digunakan untuk menentukan kadar oksigen dalam air, yaitu secara kimia dengan COD (Chemical Oxygen Demand) dan BOD (Biochemical Oxygen Demand). Makin besar harga BOD makin tinggi pula tingkat pencemarannya. Polusi air yang berat dapat menyebabkan polutan meresap ke dalam air tanah yang menjadi sumber air untuk kehidupan sehari-hari seperti mencuci, mandi, memasak, dan untuk air minum. Air tanah yang sudah tercemar akan sulit sekali untuk dikembalikan menjadi air bersih. Pengenceran dan penguraian polutan pada air tanah sulit sekali karena airnya tidak mengalir dan tidak mengandung bakteri pengurai yang aerob. Penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebihan merupakan salah satu sumber pencemaran air. Pupuk dan pestisida yang larut di air akan menyebabkan eutrofikasi yang mengakibatkan ledakan (blooming) tumbuhan air, misalnya alga dan ganggang. Pencemaran air dapat dicegah dengan pemakaian pestisida sesuai aturan yang ada. Lalu sisa air buangan pabrik dinetralkan lebih dahulu sebelum dibuang ke sungai. Pembuangan air limbah pabrik tidak boleh melalui daerah pemukiman penduduk. Hal ini bertujuan untuk menghindari keracunan yang mungkin terjadi karena pengguraan air sungai oleh penduduk.

Sumber:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar