Minggu, 23 September 2012

Tugas 3 - Solusi Labsky untuk Indonesia


Kemiskinan Tanggung Jawab Kita Semua




Indonesia adalah sebuah negara kepulauan di sebelah tenggara benua Asia.  Indonesia terletak di antara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia serta dua samudra yaitu samudra Hindia dan samudra Pasifik.  Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alamnya.  Indonesia juga dikenal dengan istilah “zamrud khatulistiwa” karena warnanya yang hijau jika dilihat dari udara.  Indonesia juga dianggap sebagai paru-paru dunia karena hutannya yang hijau.  67 tahun sudah negara Indonesia merdeka dari para penjajah.  Tapi, apa dengan merdekanya negara ini berarti negara ini sudah terbebas dari masalah? Tidak.  Masih banyak masalah-masalah yang harus di hadapi oleh negara ini. Salah satu contoh masalah yang masih harus dihadapi Indonesia sampai saat ini adalah kemiskinan. 
Masalah:
Selama bertahun-tahun ini, isu kemiskinan menjadi perhatian serius dan fokus bagi pemerintah.  Kemiskinan bukan gejala sederhana, tidak hanya terkait ekonomi semata, tetapi saling terkait dengan masalah lain yang amat kompleks.
Kemiskinan sendiri bisa diartikan sebagai kondisi/keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan.  Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara.  Seseorang biasanya dikatakan miskin jika pendapatan ekonominya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pokok bagi hidupnya.  Kebutuhan pokok itu pada umumnya terdiri dari sandang, pangan dan papan.  Selain itu tentu saja, banyak kebutuhan lainnya yang diperlukan seperti pendidikan, kesehatan dsb.  Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.  Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara.  Pemahaman utamanya mencakup:
  • Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan.  Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
  • Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat.  Hal ini termasuk pendidikan dan informasi.  Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
  • Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai.  Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.
Kemiskinan bisa dikelompokan dalam dua kategori yaitu; kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif.  Kemiskinan absolut mengacu pada satu set standard yang konsisten, tidak terpengaruh oleh waktu dan tempat/negara.  Sebuah contoh dari pengukuran absolut adalah persentase dari populasi yang makan dibawah jumlah yang cukup menopang kebutuhan tubuh manusia (kira kira 2000-2500 kalori per hari untuk laki laki dewasa).  Bank Dunia mendefinisikan kemiskinan absolut sebagai hidup dengan pendapatan dibawah USD $1/hari dan kemiskinan menengah untuk pendapatan dibawah $2 per hari. 
Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:
  • penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin;
  • penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga;
  • penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar;
  • penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi;
  • penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.
Pada umumnya di negara Indonesia penyebab-penyebab kemiskinan adalah sebagai berikut:

  •          Korupsi yang dilakukan oleh para pejabat
  •          Laju pertumbuhan penduduk
  •          Pengangguran
  •          Distribusi pendapatan dan pemerataan pembangunan
  •          Tingkat pendidikan yang rendah
  •          Kurangnya perhatian pemerintah

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, kemiskinan bukanlah gejala sederhana, tidak hanya terkait ekonomi semata, tetapi saling terkait dengan masalah lain yang amat kompleks.  Ada beberapa masalah lain yang timbul dikarenakan kemiskinan, beberapa di antaranya adalah:

  •          Rendahnya pendidikan masyarakat

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.  Pendidikan biasanya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: pendidikan formal dan pendidikan non formal.  Pendidikan formal biasa diartikan sebagai pendidikan yang diterima di sekolah, sedangkan pendidikan non formal biasa diartikan sebagai pendidikan yang diterima dari keluarga dan masyarakat.  Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal tetapi, pendidikan formal juga dibutuhkan seseorang agar ia mendapat bekal ilmu bagi masa depannya.  Tetapi, yang sangat disayangkan adalah kemiskinan membuat kesempatan masyarakat untuk merasakan pendidikan formal di sekolah hilang.  Mahalnya biaya sekolah membuat orang-orang yang kekurangan enggan dan tidak mau menyekolahkan anak-anak mereka padahal sebenarnya pendidikan formal di sekolah ini dibutuhkan bagi anak-anak agar mereka mempunyai bekal ilmu untuk masa depan mereka.  Selain itu, pendidikan juga dibutuhkan orang-orang agar terbentuk kepribadian yang diharapkan dapat membantu pembangunan negara, pendidikan juga dibutuhkan karena pendidikan merupakan salah satu sarana untuk mewariskan budaya-budaya dan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat.

  •          Rendahnya kesehatan masyarakat

Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.  Kesehatan merupakan hal yang sangat penting karena jika kondisi badan atau jiwa atau sosial kita tidak sehat, maka itu akan mengganggu kegiatan maupun kehidupan kita sehari-hari.  Kemiskinan lagi-lagi menjadi kendala bagi masyarakat yang kekurangan dalam mewujudkan kondisi badan yang sehat.  Tempat tinggal yang kumuh dan jauh dari kata memadai, kebutuhan pangan yang belum tercukupi, dan juga asupan gizi yang kurang membuat kesehatan masyarakat miskin sangat buruk.  Ditambah lagi, mahalnya biaya pengobatan yang tidak bisa dibayar oleh masyarakat, hal ini juga makin memperburuk tingkat kesehatan masyarakat.  Selain itu, masyarakat miskin yang tinggal di daerah pedalaman juga akan kesulitan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan karena susah untuk menjangkau daerah pedalaman-pedalaman yang terpencil.  Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat miskin atas pentingnya kesehatan jua menyebabkan tingkat kesehatan masyarakat menjadi rendah.   

  •          Tingginya tingkat kriminalitas

Kriminalitas berasal dari kata “crimen” yang berarti kejahatan.  Kriminalitas atau tindak kriminal adalah segala sesuatu yang melanggar hukum atau sebuah tindak kejahatan.  Pelaku kriminalitas disebut seorang criminal.  Kemiskinan merupakan salah satu penyebab mengapa seseorang melakukan tindakan kriminal.  Hubungan kemiskinan dengan tindak kejahatan dapat dikatakan sangat erat.  Kondisi hidup miskin cenderung membuat orang lebih berani melakukan tindak kejahatan karena hal itu terdorong dari keadaan hidupnya yang serba kekurangan sehingga mereka tidak berpikir panjang sebelum melakukan suatu perbuatan.  Kemiskinan membuat orang-orang kehilangan akal sehat karena apa yang ada di pikiran mereka hanyalah bagaimana caranya untuk tetap bertahan hidup sehingga mereka tega menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang agar dapat memenuhi kebutuhan hidup.  Mereka tega mencuri, mencopet, menjambret, dan bahkan ada yang membunuh.
Selain menyebabkan rendahnya tingkat pendidikan, rendahnya tingkat kesehatan dan tingginya tingkat kriminalitas, ternyata kemiskinan juga telah merampas hak-hak anak-anak.  Kita pasti sering menemukan pengemis/pengamen yang masih berusia anak-anak.  Di usia yang masih terbilang dini itu mereka sudah harus bekerja mengamen dan mengemis agar dapat mendapatkan uang yang tak seberapa supaya mereka dapat bertahan hidup padahal yang seharusnya terjadi adalah mereka sedang menerima pendidikan agar nantinya mereka mempunyai bekal ilmu untuk masa depan mereka.  Sangat memprihatinkan.

Solusi:
Setiap masalah yang dihadapi pasti memiliki solusi, termasuk masalah kemiskinan ini.  Kemiskinan harus diberantas karena kemiskinan dianggap sebagai akar dari banyak masalah lain.  Pada Hari Kemiskinan Internasional lalu berbagai pihak menyatakan perang melawan kemiskinan.  Ditargetkan pada tahun 2015 Indonesia bebas dari kemiskinan.  Menghilangkan kemiskinan boleh dikata mimpi atau hanya janji palsu belaka.  Tapi mengurangi kemiskinan sekecil mungkin bisa dilakukan.  Di Indonesia sendiri banyak program-program yang telah berhasil mengurangi angka kemiskinan.
Ada beberapa program yang perlu dilakukan agar kemiskinan bisa dikurangi.  Berikut ini akan dijabarkan beberapa langkah dan strategi cara penanggulangan kemiskinan yang dilakukan pemerintah. 
1)      Meningkatkan pendidikan rakyat.  Sebisa mungkin pendidikan harus terjangkau oleh seluruh rakyat Indonesia.  Namun sayangnya, mahalnya biaya pendidikan menyebabkan masih ada keluarga miskin yang terpaksa tidak bisa melanjutkan sekolah dan efeknya keluar dari sekolah.  Pemerintah dapat memperbaiki kualitas pendidikan dan mencegah terputusnya pendidikan masyarakat miskin dengan cara:
  •          Membantu pembiayaan pendidikan yang bertumpu pada peran sekolah.

Langkah tersebut bisa dilakukan melalu penyediaan dana bantuan pendidikan bagi masyarakat miskin.  Dana pendidikan yang berasal dari pemerintah pusat bisa disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan di daerah.  Penyaluran dana itu bisa dalam bentuk dana alokasi khusus (DAK).

  •          Penyediaan sarana prasarana pendidikan. 

Sering kita melihat dilayar televisi banyak gedung sekolah yang kurang terurus. Banyak berita mengenai ambruknya gedung sekolah telah menyadarkan kita tentang betapa buruknya kualitas sarana-prasarana pendidikan di tempat-tempat terpencil.  Banyaknya permasalahan sarana dan prasarana sekolah harus menjadi fokus utama.  Bangunan sekolah menjadi suatu tempat peneduh bagi para anak sekolah.  Perlunya penanganan dan bantuan perbaikan gedung sekolah seharusnya menjadi prioritas utama.  Sarana dan prasarana pendidikan, seperti gedung sekolah dan laboratorium, harus terus ditingkatkan dan lebih didayagunakan. Gedung sekolah yang sudah ambruk sudah sewajarnya diperbaiki melalui dana pemerintah ditambah swadaya masyarakat.

2)      Membangun lembaga-lembaga pembiayaan mikro yang memberi manfaat pada penduduk miskin.  Data BPS menunjukkan bahwa sekitar 50 persen rumah tangga tidak memiliki akses yang baik terhadap lembaga pembiayaan, sementara hanya 40 persen yang memiliki rekening tabungan.  Kondisi ini terlihat lebih parah di daerah pedesaan.  Solusinya bukanlah dengan memberikan pinjaman bersubsidi ataupun berbiaya.  Melihat kenyataannya rakyat miskin cenderung tidak mau meminta pinjaman dari bank dan justru meminjam uang dari bank plecit yang transaksinya dilakukan dengan cara door to door.  Padahal bank plecit  tersebut biasanya memberikan biaya pinjaman yang lebih tinggi daripada bank.  Maka dari itulah dibentuklah lembaga pembiayaan mikro (LPM).  Solusi yang lebih tepat adalah memanfaaatkan dan mendorong pemberian kredit dari bank-bank komersial kepada lembaga-lembaga pembiayaan mikro tersebut.  Berbagai langkah penting yang dapat diambil untuk meningkatkan akses penduduk miskin atas kredit pembiayaan adalah:

  •          Membangun hubungan antara sektor perbankan dengan LPM.  Misalnya dengan memberikan kesempatan bagi BKD untuk menjadi agen untuk bank-bank komersial dalam menghimpun dan menyalurkan dana.

  •          Mengesahkan revisi Undang-Undang Koperasi guna memberikan kerangka hukum yang lebih baik untuk pengembangan pembiayaan mikro.  Termasuk mewajibkan adanya audit dan pengawasan eksternal bagi koperasi simpan pinjam.

3)      Memberikan lebih banyak dana untuk daerah-daerah miskin. 
Kesenjangan antar daerah di Indonesia sangatlah terasa. Hal tersebut bisa terlihat dari dua contoh daerah yaitu; Jakarta dengan Kupang.  Kondisi itu menjelaskan adanya pemerintah daerah terkaya di Indonesia mempunyai pendapatan per penduduk 46 kali lebih tinggi dari pemerintah di daerah termiskin.  Akibatnya pemerintah daerah yang miskin sering tidak dapat menyediakan pelayanan yang mencukupi, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.  Pemberian dana yang terarah dengan baik dapat membantu masalah ini.  Untuk memecahkan masalah tersebut, pemerintah dapat melakukan beberapa langkah seperti:

  •          Memperbaiki formulasi Dana Alokasi Umum (DAU) agar memungkinkan pemerintah daerah dapat menyediakan pelayanan dasar yang cukup baik.

  •          Meningkatkan pemberian Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk menunjang target program nasional pengentasan kemiskinan. DAK dapat menjadi insentif bagi pemerintah daerah untuk memenuhi target penurunan tingkat kemiskinan. Oleh karena itu DAK harus ditingkatkan fungsinya dan dikaitkan dengan program pengentasan kemiskinan.

Tapi satu hal yang perlu kita ketahui, memberantas kemiskinan bukanlah hanya kewajiban pemerintah.  Kita sebagai warga masyarakat juga harus ikut serta dalam membasmi kemiskinan. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar