Jumat, 21 September 2012

Tugas-3 Solusi Labsky untuk Indonesia



Masalah-masalah yang Harus Dibenahi

Indonesia pada umumnya adalah penduduk terpadat ketiga di dunia, tetapi dengan penduduk yang sangat banyak ini, bukan berarti Indonesia malah menjadi negara yang lebih maju, tetapi hanya sekedar negara yang berkembang. Hal ini dibuktikan bahwa Indonesia mempunyai banyak masalah, seperti kemacetan, pembuangan sampah di sembarang tempat, korupsi, dan lain lain. Mungkin pemerintah sudah melakukan yang terbaik untuk menanggulangi masalah ini, namun masyarakatnya yang malah melakukan yang seenak-enaknya. Disini saya akan menjelaskan berbagai macam masalah di Indonesia, dan memberikan solusi untuk masalah tersebut. 

1.      SAMPAH

   

Masalah yang pertama akan saya bahas adalah sampah dan alternatif penanggulangannya. Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak. Pertumbuhan ekonomi Indonesia telah meningkatkan taraf kehidupan penduduknya. Peningkatan pendapatan di negara ini ditunjukkan dengan pertumbuhan kegiatan produksi dan konsumsi. Pertumbuhan ini membawa pada penggunaan sumber semula jadi yang lebih besar dan pengeksploitasian lingkungan untuk keperluan industri, bisnis dan aktivitas  sosial. Pembuangan sampah yang tidak diurus dengan baik, akan mengakibatkan masalah besar. Karena penumpukan sampah atau membuangnya sembarangan ke kawasan terbuka akan mengakibatkan pencemaran tanah yang juga akan berdampak ke saluran air tanah dan juga mengakibatkan pencemaran udara, pembuangan sampah ke sungai akan mengakibatkan pencemaran air, tersumbatnya saluran air dan mengakibatkan banjir. Kesehatan pun menjadi resikonya.
           Oleh sebab itu, banyak negara besar melakukan pembakaran, yang menjadi alternatif dalam pembuangan sampah. Sementara itu, permasalahan yang dihadapi untuk proses ini adalah biaya pembakaran lebih mahal dibandingkan dengan sistem pembuangan akhir. Apabila sampah ini digunakan untuk pertanian dalam jumlah yang besar, maka akan menimbulkan masalah karena mengandung logam berat. Sampah boleh dikategorikan kepada dua, yaitu sampah domestik dan sampah bukan domestik. Sampah domestik adalah bahan-bahan buangan yang dibuang dari rumah atau dapur. Contohnya botol, kaca, kertas, beg plastik, tin aluminium dan juga sisa makanan. Sampah bukan domestik pula ialah bahan-bahan buangan yang dihasilkan dari industri, dan perusahaan,. Bahan-bahan buangan ini terdiri daripada berbagai jenis termasuk sisa jualan, sisa pembungkusan dan sisa dari proses pengilangan.
Sampah dibagi tiga jenis, yaitu sampah organik/basah, sampah anorganik/kering, dan sampah berbahaya. Sampah organik/basah contohnya Sampah dapur, sisa sayuran, sisa buah buahan, dan lain lain yang dapat mengalami pembusukan secara alami. Sampah anorganik/kering contohnya logam, besi, kaleng, plastik, karet, botol, dan lain lain yang tidak dapat mengalami pembusukan secara alami. Sampah berbahaya contohnya : Baterai, botol racun nyamuk, jarum suntik bekas dan lain lain. Permasalahan sampah di Indonesia antara lain semakin banyaknya limbah sampah yang dihasilkan masyarakat, kurangnya tempat sebagai pembuangan sampah, sampah sebagai tempat berkembang dan sarang dari serangga dan tikus, menjadi sumber polusi dan pencemaran tanah, air, dan udara, menjadi sumber dan tempat hidup kuman-kuman yang membahayakan kesehatan.
  
Untuk menangani permasalahan sampah secara menyeluruh perlu dilakukan alternatif-alternatif/solusi pengelolaan. permasalahan pembuangan sampah bisa diatasi dengan cara mendaur-ulang semua limbah yang dibuang kembali ke ekonomi masyarakat  atau ke alam, sehingga dapat mengurangi tekanan terhadap sumberdaya alam. Pembuangan sampah yang tercampur merusak dan mengurangi nilai dari material yang mungkin masih bisa dimanfaatkan lagi. Bahan-bahan organik dapat mengkontaminasi/ mencemari bahan-bahan yang mungkin masih bisa di daur-ulang dan racun dapat menghancurkan kegunaan dari keduanya. Sebagai tambahan, suatu porsi peningkatan alur limbah yang berasal dari produk-produk sintetis dan produk-produk yang tidak dirancang untuk mudah didaur-ulang; perlu dirancang ulang agar sesuai dengan sistem daur-ulang atau tahapan penghapusan penggunaan.
Produksi Bersih merupakan salah satu pendekatan untuk merancang ulang industri yang bertujuan untuk mencari cara-cara pengurangan produk-produk samping yang berbahaya, mengurangi polusi secara keseluruhan, dan menciptakan produk-produk dan limbah-limbahnya yang aman dalam siklus ekologis. Prinsip-prinsip Produksi Bersih adalah prinsip-prinsip yang juga bisa diterapkan dalam keseharian misalnya dengan menerapkan Prinsip 4R yaitu:
è Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
à Reuse (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.
à Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.
à Replace (Mengganti); teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong kresek kita dengan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami.
2.      KEMACETAN

  

Masalah selanjutnya yang akan saya bahas adalah tentang Kemacetan. Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar, terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk. Hampir semua jalan di Jakarta mengalami kemacetan yang cukup membuat kita pusing, kesal, dan uring-uringan akibat kemacetan yang terjadi. Sebenarnya sederhana saja, kemacetan itu disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pertambahan jumlah kendaraan dan pertambahan jumlah jalan. Selama ini pertambahan jumlah kendaraan meningkat dengan pesat sementara pertambahan jalan bisa dikatakan tidak ada pertambahan yang signifikan. Selain itu, faktor yang turut berperan dalam kemacetan adalah banyak pengendara yang tidak disiplin dan tidak mematuhi peraturan berlalu lintas serta jumlah penduduk DKI Jakarta yang semakin banyak akibat urbanisasi.
Beberapa cara yang telah ditempuh oleh pemerintah DKI Jakarta dalam mengatasi kemacetan, seperti memberlakukan three in one pada jalan-jalan tertentu dan membangun transportasi Busway Tapi nampaknya usaha tersebut tetap saja tidak bisa mengatasi kemacetan. Khusus untuk busway, transportasi massal jenis ini memang sangat dibutuhkan, tapi bukan untuk mengatasi kemacetan, justru sebaliknya, karena jalan yang digunakan oleh busway tidak dibarengi dengan pelebaran jalan, sehingga jalan semakin sempit akibatnya makin menimbulkan kemacetan. Biasanya, masyarakat menggunakan jalur busway itu untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk umum.
Ide tentang perpindahan ibu kota sesuai dengan aktifitas terbesarnya juga mungkin merupakan solusi yang bisa dipertimbangkan, dipikirkan dan direncanakan secara matang. Namun itu merupakan solusi jangka panjang. Yang harus segera dilaksanakan, yaitu bagaimana untuk segera mengatasi kemacetan di Jakarta. Berikut ini, mungkin bisa menjadi solusi dalam mengatasi kemacetan di Jakarta, antara lain:
1. Meningkatkan tarif pajak kendaraan bermotor, khususnya kendaraan roda empat
2. Memperbanyak dan terus menerus mengingatkan masyarakat melalui spanduk, brosur, ataupun iklan tentang disiplin berlalu lintas. Baik di media Cetak ataupun media elektronik.
3. Membangun transportasi massal lain, seperti misalnya subway atau monorail
4. Menerapkan usia kendaraan yang layak beroperasi. Ini juga dapat mengurangi polusi.
5. Jalur three in one lebih diperluas wilayahnya dan tidak menggunakan batas waktu.
6. Mengadakan pelatihan atau seminar kepada supir-supir angkutan umum  tentang keselamatan dan peraturan berlalu lintas.
7. Jalan-jalan yang dilalui busway yang menyebabkan penyempitan badan jalan harus segera diperlebar.
8. Tidak parkir di tempat yang tidak seharusnya untuk memarkir
           
3.      PENDIDIKAN


Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan. Derap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan tuntutan zaman. Perkembangan zaman selalu memunculkan persoalan-persoalan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Bab ini akan mengkaji mengenai permasalahan pokok pendidikan, dan saling keterkaitan antara pokok tersbut, faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangannya dan masalah-masalah aktual beserta cara penanggulangannya.
Suatu pendidikan dipandang bermutu-diukur dari kedudukannya untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kebudayaan nasional-adalah pendidikan yang berhasil membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, bermoral dan berkepribadian. Untuk itu perlu dirancang suatu sistem pendidikan yang mampu menciptakan suasana dan proses pembelajaran yang menyenangkan, merangsang dan menantang peserta didik untuk mengembangkan diri secara optimal sesuai dengan bakat dan kemampuannya. Memberikan kesempatan kepada setiap peserta didik berkembang secara optimal sesuai dengan bakat dan kemampuannya adalah salah satu prinsip pendidikan demokratis.
Lalu ada apa dengan pendidikan di Indonesia saat ini? Saat ini seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia telah melakukan sistem sekolah gratis di sekolah sekolah tertentu, khususnya sekolah negeri di Jakarta, memang sekolah itu gratis, tetapi sekolah tersebut kadang tidak mengkombinasikan dengan pengajarannya dan fasilitasnya. Jaman sekarang, uang sudah tidak lagi dikhawatirkan, mengapa demikian? Saya ambil faktanya saat dilangsungkannya ujian nasional. Dalam ujian nasional, kita sudah tak asing lagi untuk melihat siswa/siswi melakukan tindakan yang seharusnya tidak dilakukan, yaitu membeli dan memakai kunci jawaban tersebut, padahal pemerintah sudah menetapkan bahwa tidak ada kunci jawaban khusus ujian nasional. Jadi apa yang membuat pemerintah melanggar janji tersebut? Ya, Penyogokan. Penyogokan itu bisa terjadi dimanapun dan kapan saja, hal itu yang dilakukan para siswa/siswi untuk mendapatkan nilai yang maksimal saat terjadi ujian nasional. Kadang, orang tua yang tidak tega dengan anaknya sendiri akan melakukan hal yang membuat anaknya senang, dan akhirnya orang tua pun mendukung untuk anaknya jika kegiatan terlarang itu dilakukan secara terpaksa, dan orang tua rela mengocek dana lebih demi anaknya. Tapi yang terjadi adalah, orang orang yang biasa melakukan kecurangan tersebut biasanya tidak akan sukses dimasa depannya.
Dari penulisan tadi, penulis telah memberikan solusi untuk pendidikan bangsa Indonesia, yaitu :
  1. Memberikan hukuman yang sepadan untuk yang melakukan tindakan kecurangan seperti mencontek, maupun yang menyogok.
  2. Pemerintah memberikan layanan “school bus” untuk sekolah sekolah yang membutuhkan, karena banyak anak yang pergi ke sekolahnya dengan naik kendaraan umum, bahkan ada yang jalan kaki.
  3. Tidak membandrol harga untuk kunci jawaban UN, karena itu dapat membuat siswa tidak ingin belajar secara maksimal.
  4. Memberikan fasilitas yang baik, karena fasilitas yang baik akan membuat para siswa/siswi sekolah tersebut lebih termotivasi semangatnya dalam bersekolah.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar