Sabtu, 22 September 2012

TUGAS 3 - Solusi Labsky Untuk Indonesia


Rendahnya Tingkat Kepedulian Masyarakat Indonesia Terhadap Budaya Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terbentang di khatulistiwa sepanjang 3200 mil (5.120 km2) dan terdiri atas 13.667 pulau besar dan kecil. Nama Indonesia berasal dari bahasa Yunani, yaitu Indo yang berarti Indoa dan Nesia yang berarti kepulauan. Indonesia juga erupakan 1/5 populasi terbesar di dunia dengan penduduk yang berasal dari ras Melayu dan Polinesia serta terdiri dari 300 suku dan cabangnya yang masing-masing suku memiliki tradisi sendiri.

Berbicara masalah budaya, Indonesia mempunyai berbagai macam suku ras, adat, dan budaya serta alam lainnya. Indonesia juga kaya akan budaya. Namun seiring dengan perkembangan jaman era globalisasi. Kebudayaan Indonesia mulai luntur. Hal ini dikarenakan semakin berkembangnya teknologi .Dengan demikian pola pikir Indonesia menjadi terpengaruh kehidupan barat atau pola budaya Barat, sehingga mereka melupakan kebudayaannya sendiri. Sebagai usaha untuk menindak lanjuti masalah tersebut, pemerintah seharusnya membekali masyarakat dengan Ilmu pengetahuan Budaya, agar manusia dapat menjadi manusia yang berbudaya dan agar tidak melupakan budayannya sendiri.
Selain itu, pemerintah terkesan asal-asalan mengurusi budaya. Sehingga dengan mudahnya Negara lain mengakui kebudayaan Indonesia sebagai miliknya. Apabila hal ini terus berlangsung maka kebudayaan Indonesia akan mati.

Budaya global semakin lama telah menggusur budaya lokal Indonesia. Contoh untuk hal ini dapat kita lihat pada masyarakat keraton Indonesia. Dalam dua abad terakhir tata masyarakat kerajaan mulai memudar. Kedudukan bangsawan dikudeta oleh kaum pedagang dengan senjata teknologi dan uang. Legitimasi istana yang bersemboyan kawula gusti kini diinjak-injak oleh semangan individualisme, hak asasi, dan kemanusiaan. Mitos dan agama digeser sekularisme dan rasionalitas. Tata sosial kerajaan digantikan oleh nasionalisme. Akibat runtuhnya kerajaan yang mengayomi seniman-cendekiawan istana, berantakanlah kondisi kerja dan pola produksi seni-budaya istana.

Berikut ini adalah beberapa penyebab masalah budaya Indonesia:

1. KURANGNYA REGENERASI
Jarang sekali generasi muda yang mau "nguri-uri" budaya  sehingga dikhawatirkan bila tidak diadakan regenerasi maka kedepannya generasi muda tidak mengenal lagi kebudayaan bangsa sendiri

2. KURANGNYA RASA MEMILIKI
Masih ingat peristiwa Malaysia yang ingin mematenkan reog, tari tor - tor, batik, dan sebagainya? Bagaimana reaksi kita saat itu? marah, emosi, geram? mengapa perasaan seperti itu baru muncul setelah negara tetangga tersebut ingin mengklaim budaya yang selama ini menjadi milik kita? Karena kurangnya rasa memiliki sehingga kita cenderung menyepelekan budaya yang telah kita miliki

3. KURANGNYA PENGHARGAAN DARI PEMERINTAH
Harus diakui bahwa pemerintah kita kurang memperhatikan budaya Indonesia. Para pelaku serta pemerhati dunia budaya masih kurang mendapatkan apresiasi dari pemerintah sehingga bisa dikatakan bahwa budaya masih menjadi prioritas kesekian dari jumlah daftar prioritas bagi pemerintah. Ini terlihat dari minimnya anggaran yang disediakan pemerintah untuk program - program budaya Indonesia

4. KONSEP PELESTARIAN BUDAYA YANG KURANG TEPAT
Melestarikan budaya tidak berarti hanya melakukan sesuatu demi tetap adanya sebuah budaya tersebut, tetapi lebih dari itu. Pelestarian budaya sangat berhubungan dengan regenerasi dan sikap memiliki. Karena tanpa kedua hal tersebut, mustahil pelestarian budaya bisa dilakukan dengan maksimal

5. MASYARAKAT YANG TERLALU MUDAH MENYERAP BUDAYA LUAR
Bisa dibilang generasi muda sekarang lebih menyukai film box office bila dibanding dengan menonton wayang semalam suntuk. Remaja sekarang lebih senang mengenakan baju model Korea bila dibanding mengenakan batik ataupun kebaya. Ini terjadi karena masih adanya anggapan bahwa keren = luar negeri sehingga budaya - budaya dari luar negeri lebih mudah diserap oleh masyarakat Indonesia

Jadi, bagaimana cara untuk menghilangkan masalah – masalah tentang kebudayaan di Indonesia? Berikut adalah cara-caranya:

1. Merawat museum
Museum di Indonesia sudah sangat banyak, tetapi sayangnya masih kurangnya perawatan dari pemerintah dan juga kepedulian dari masyarakat tentang keberadaan museum-museum tersebut. Karena kurangnya perawatan dari museum, maka sekarang kebanyakan dari musem-museum terlihat kotor dan kumuh, sehingga masyarakat – masyarakat sekarang, terutama anak muda, lebih memilih untuk pergi ke tempat – tempat wisata dan mall, daripada berkunjung ke museum. Oleh karena itu dibutuhkan partisipasi dari masyarakat sekitar untuk ikut merawat museum dan juga mempromosikan keberadaan museum tersebut sehingga museum itu lebih terdengar namanya dan masyarakat pun akan tahu lebih banyak tentang kebudayaan – kebudayaan di Indonesia.

2. Mengadakan pertunjukan wayang gratis
Keberadaan wayang mulai terancam di Indonesia, banyak dari anak muda yang tidak tahu tokoh-tokoh wayang, ataupun jika mereka tahu, kebanyakan dari mereka hanya mengetahui tokoh-tokoh utama. Hal ini dikarenakan mereka tidak pernah dan tidak tertarik untuk menonton wayang. Selain itu pertunjukan wayang juga sudah sangat jarang di tampilkan, maka dari itu seharusnya pertunjukan wayang diadakan gratis agar anak muda dapat mengetahui lebih dalam tentang wayang tersebut, dan melanjutkan memainkan wayang. Dan kalau bisa, seharusnya pertunjukan wayang diadakan di banyak tempat di Indonesia sehingga tujuannya pun akan lebih cepat tercapai. Harus diusahakan untuk diadakannya pembelajaran bermain wayang setelah pertunjukan wayang.

3. Lomba menari tradisional
Berlomba dapat memacu semangat semua orang. Sekarang anak muda lebih tertarik untuk menarikan Modern Dance daripada Tari Tradisional. Untuk menarik minat anak muda, dapat diadakan perlombaan dari sekolah-sekolah. Sebenarnya sudah banyak perlombaan menari tradisional, tetapi sayang sekali hampir semuanya hanya melombakan tarian saman, padahal banyak sekali tarian-tarian tradisional Indonesia lainnya yang tidak kalah menarik dan unik. Dengan mengadakan lomba menari tradisional, anak muda dapat memperdalam pengetahuan mereka tentang tarian – tarian tradisional menarik lainnya yang ada di Indonesia.

4. Misi budaya internasional secara gratis
Misi budaya adalah kegiatan dimana anak muda Indonesia memperkenalkan budaya Indonesia kepada negara-negara lain, yang kebanyakan berada di Eropa. Misi budaya tidak hanya memperkenalkan tarian – tarian Indonesia, tetapi juga alat musik Indonesia yang tidak kalah uniknya. Kebudayaan Indonesia sangatlah bertolak belakang dengan kebudayaan negara – negara yang berada di Eropa, oleh karena itu kebudayaan Indonesia sangatlah menarik dan unik di pandangan orang – orang Eropa. Oleh karena itu, sudah sangat sering Indonesia mengikuti perlombaan – perlombaan yang berada di Eropa dan sudah sangat sering juga Indonesia memenangkan kategori – kategori disana. Tetapi sayangnya masih ada satu permasalahan, yaitu biaya. Biaya untuk ke Eropa sangatlah mahal, walaupun sebagian besar misi budaya sudah mencari sponsor sehingga biaya peserta dikurangi, tetapi tetap saja biayanya masih kurang terjangkau. Karenanya banyak peserta yang mengundurkan diri terutama dari golongan kurang mampu, padahal banyak dari mereka yang merupakan penari yang lebih profesional. Hal ini menjadi hambatan dan kekurangan, karena seharusnya Indonesia bisa menampilkan penampilan yang lebih bagus.

5. Memasukan salah satu budaya Indonesia kedalam film layar lebar
Salah satu hobi anak – anak muda sekarang adalah menonton film di bioskop, mulai dari film Barat hingga film Indonesia. Karena film – film Indonesia yang sering masuk ke bioskop adalah film horror dengan kualitas dan jalan cerita yang kurang diminati, sehingga jika ada salah satu film Indonesia yang bukan film horror, sering sekali film itu menjadi salah satu film yang ramai di bicarakan. Ini adalah salah satu kesempatannya, film yang dibuat tidak harus 100% membicarakan tentang budaya Indonesia, tetapi budaya Indonesia bisa menjadi bagian di dalam cerita, contohnya sang tokoh utama adalah seorang penari tradisional, atau tokoh utama meninggal lalu dimakamkan dengan adat pengawetan jenazah di Tana Toraja. Walaupun sebenarnya tidak terlalu banyak masuk di dalam inti cerita, tetapi yang penting adalah kebudayaan itu ada dan merupakan sesuatu yang aneh dalam sisi positif, sehingga penonton pun akan membicarakannya dan mulai mencari lebih dalam tentang kebudayaan itu sendiri, sehingga kebudayaan tersebut tidak akan hilang.

6. Mulai berani mengekspor batik
Batik merupakan salah satu ciri khas negara Indonesia. Penjualan batik di dalam negeri sudah meningkat secara pesat. Sudah banyak toko – toko batik yang membuka cabang di mall-mall ternama. Penjualan batik ini juga yang sangat laku ini membuat perajin batik berani untuk mencoba motif – motif batik yang baru dengan warna beranekaragam. Banyaknya motif – motif baru batik membuat para perancang busana untuk mengeluarkan ide – idenya dan membuat baju – baju baru dengan motif dasarnya adalah batik. Gabungan dari kedua ini membuat masyarakat Indonesia lebih sering membeli dan menggunakan batik. Tidak ada salahnya untuk mencoba hal baru yaitu mengekspor batik secara besar – besaran. Selain namanya yang sudah terkenal di dunia, motif – motif dari batik sangatlah unik sehingga akan menarik perhatian orang – orang asing. Selain membuat warga Indonesia lebih bangga dengan batik, hal ini dapat memberi banyak keuntungan sekaligus memberi tahu kepada dunia bahwa batik adalah produk asli dari Indonesia.

Keenam cara diatas tidak akan berjalan dengan lancar dan tujuannya tidak akan terlaksana tanpa adanya koordinasi dari pemerintah kepada warga dan juga sosialisasi dari pemerintah kepada warga. Memang untuk meningkat kepedulian dan membuat warga berpartisipasi terhadap suatu kegiatan tidaklah mudah, tetapi tidak ada yang tahu apakah cara – cara diatas akan dapat membantu meningkatkan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap budaya – budaya di Indonesia jika kita tidak mencobanya. Jadi, tidak ada salahnya untuk mencoba bukan?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar