Sabtu, 22 September 2012

Tugas 3 - Solusi Labsky Untuk Indonesia


Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Jenis dan macam pengangguran
Berdasarkan jam kerja
Berdasarkan jam kerja, pengangguran dikelompokkan menjadi 3 macam:
§  Pengangguran Terselubung (Disguised Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.
§  Setengah Menganggur (Under Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
§  Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.
Berdasarkan penyebab terjadinya
Berdasarkan penyebab terjadinya, pengangguran dikelompokkan menjadi 7 macam:
§  Pengangguran friksional (frictional unemployment)
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerja tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
§  Pengangguran konjungtural (cycle unemployment)
Pengangguran konjungtoral adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.
§  Pengangguran struktural (structural unemployment)
Pengangguran struktural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang. Pengangguran struktural bisa diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, seperti:
1.     Akibat permintaan berkurang
2.     Akibat kemajuan dan pengguanaan teknologi
3.     Akibat kebijakan pemerintah
§  Pengangguran musiman (seasonal Unemployment)
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya sepertipetani yang menanti musim tanam, pedagang durian yang menanti musim durian.
§  Pengangguran siklikal
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
§  Pengangguran teknologi
Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin.
§  Pengangguran siklus
Pengangguran siklus adalah pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian karena terjadi resesi. Pengangguran siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan masyarakat (aggrerate demand).
Penyebab Pengangguran
Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnyakemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.
Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya.
Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.
Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.
Keadaan di Indonesia
Data pengangguran di Indonesia saat ini sungguh bisa menimbulkan keprihatinan. Betapa tidak, Badan Pusat Statistik (BPS) melansir jumlah pengangguran di negeri ini mencapai sekitar 8% dari jumlah angkatan kerja.
Sekitar 12,8 juta jiwa masyarakat Indonesia menganggur, baik pengangguran terbuka maupun pengangguran paruh waktu. Ditambah lagi, menurut Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Fadel Muhammad di tahun ini ada penambahan jumlah pengangguran sekitar 1,1 juta, yakni dari tamatan sekolah (perguruan tinggi) yang belum terserap lapangan pekerjaan.
Ada begitu banyak faktor yang menjadi penyebab sulitnya untuk menurunkan data pengangguran di Indonesia. Salah satunya, yaitu kekurangseriusan pemerintah dalam mengurangi jumlah penganggur, paradigma masyarakat yang masih menganggap menjadi pegawai negeri lebih prestise dan lebih menjamin hidup, serta lemahnya mental berusaha sebagai fundamen kokoh memperbaiki kehidupan ekonominya.
Masyarakat tak bisa serta merta hanya mengandalkan peran pemerintah dalam menggusur angka pengangguran tanpa mereka terlibat aktif dalam upaya membebaskan dirinya sendiri paling tidak untuk menganggur.
Dampak Pengangguran
Akibat pengangguran yang paling utama adalah meningkatnya angka kemiskinan di Indonesia. Orang yang menganggur artinya tidak punya pekerjaan dan tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Bila orang seperti ini terus bertambah, maka tingkat kemiskinan pasti ikut meningkat.
Tingkat kemiskinan yang meningkat akan memberikan berbagai dampak negatif yang sangat meluas. Salah satunya adalah pada aspek sosial yang akan semakin rentan dengan serangan.
Dampak buruk pengangguran yang lain adalah meningkatnya tindak kriminal. Ketika orang menganggur, ia akan otomatis menjadi miskin karena tidak punya penghasilan. Hal ini bisa mendorong seseorang untuk mendapatkan kebutuhan hidup dengan segala cara termasuk yang tidak halal, misalnya mencuri atau merampok.
Tindak kriminal merupakan masalah sosial yang sering terjadi ketika terjadi penurunan tinkat kesejahteraan penduduknya. Tentu saja kita tidak ingin adanya tindak kriminalitas yang nantinya akan memperparah keadaan yang sesungguhnya sudah parah dengan banyaknya pengangguran.
Tak hanya tindak kriminal, kemiskinan yang merupakan akibat pengangguran bisa menyebabkan banyak hal, mulai dari banyaknya pengemis, gelandangan, bahkan angka gizi buruk bisa meningkat tajam.
Orang yang menganggur, bisa jadi otaknya jarang dipakai untuk berpikir. Hal ini bisa mempengaruhi pola pikir seseorang. Sekalipun ia menempuh pendidikan tinggi, ketika ia menganggur dan tidak punya kesibukan, otaknya akan tumpul dan akan kesulitan untuk menyelesaikan suatu masalah.
Jika dipikirkan memang ada benarnya bahwa kepandaian yang tidak digunakan akan menjadi terasa tumpul. Hal tersebut karena jarangnya berbenturan dengan permasalahan yang ada.
Jika hal tersebut dibiarkan maka kompetensi yang seharusnya sangat bisa diandalkan atau dimanfaatkan menjadi tidak berguna sama sekali. Seperti banyaknya lulusan sarjana yang ternyata tidak sesuai dengan kompetensi yang harapakan.
Minimnya kemampuan berpikir juga membuat mereka menjadi seperti orang pada umumnya. Padahal sebetulnya mereka adalah orang yang memiliki tingkat kepandaian yang melebihi orang pada umumnya.
Namun karena tidak adanya kemauan dari orang yang memiliki kemampuan tersebut sehingga kemampuan untuk menyelesaikan suatu masalah menjadi seperti kebanyakan orang pada umumnya.
Salah satu akibat pengangguran adalah menurunnya tingkat pendidikan para pelajar. Ketika para orang tua tidak memiliki pekerjaan, otomatis mereka tidak bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga ke jenjang yang cukup tinggi. Bisa menyebabkan anak-anak tersebut memiliki peluang pengangguran yang cukup besar karena rendahnya pendidikan.
Rendahnya tingkat pendidikan karena kurangnya biaya dari orang tua kepada anak. Para orang tua tidak mampu memberikan pendidikan yang tinggi. Membiayai mereka juga merupakan hal yang sangat sulit.
Hal tersebut membuat tingkat pendidikan mereka akan semakin rendah. Padahal kebanyakan dengan tingkat pendidikan yang rendah maka kemampuan untuk berpikir juga akan rendah. Meskipun tidak semua orang yang memiliki tingkat pendidikan rendah selalu berpikiran rendah pula.
Kemauan untuk maju juga akan terasa sangat sulit untuk beberapa orang dengan tingkat pendidikan yang rendah. Sudah menjadi gambaran yang wajar bahwa tingkat kemiskinan selalu berbanding terbalik dengan tingkat pendidikan.
Semakin rendah tingkat pendidikan seseorang maka tingkat kemiskinannya akan semakin tinggi. Begitu juga sebaliknya jika tingkat pendidikannya tinggi makan tingkat kemiskinannya akan rendah.
Hal tersebut disebabkan oleh potensial yang dimiliki oleh orang yang memiliki tingkat pendidikan tinggi lebih baik daripada orang yang hanya memiliki tingkat pendidikan rendah. Dengan demikian lapangan pekerjaan yang didapatkan pun lebih baik jika tingkat pendidikan seseorang tersebut tinggi.
Seseorang yang tingkat pendidikannya rendah maka lapangan pekerjaan yang didapatkan juga akan rendah. Pada akhirnya juga tidak akan mampu memberikan pendidikan yang layak atau malah tidak memikirkan sama sekali pendidikan untuk anak-anaknya kelak karena keadaan yang serba kekurangan.
Pengangguran bisa menyebabkan orang selalu bergantung pada orang lain atau tidak mandiri. Bila seseorang sama sekali tidak bekerja, satu-satunya jalan untuk terus hidup adalah dengan mengandalkan bantuan orang lain.
Akibat pengangguran yang harus diperhatikan adalah gangguan kejiwaan dari orang yang menganggur tersebut. Seseorang yang menganggur umumnya tidak akan memiliki kebanggaan dan status sosial di mata masyarakat. Semua orang bahkan bisa saja mengucilkannya. Kadang bisa membuat jiwanya terganggu. Ia menjadi stres dan depresi, bahkan bukan tidak mungkin ia bisa menjadi gila.

Itulah beberapa akibat pengangguran yang harus diwaspadai sekaligus menghindarinya. Pengangguran hanya akan menimbulkan keburukan, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun orang lain. Lakukan pekerjaan apapun yang Anda bisa, agar angka pengangguran di Indonesia tidak semakin tinggi. Bekerjalah semampu Anda agar akibat pengangguran tidak perlu terjadi.
Solusi
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi atau setidaknya meminimalisir tingkat pengangguran di Indonesia ini. Yang pertama adalah penyediaan fasilitas yang memadai dan memenuhi standar seperti transportasi umum yang harus diperbarui agar tingkat pemakaian kendaraan pribadi menurun yang bias mengakibatkan naiknya keuntungan dari masing-masing pekerja. Selanjutnya adalah pendirian BLK atau Balai Latihan Kerja untuk melatih angkatan kerja yang sudah berumur di atas 16 tahun untuk meningkatkan kreatifitas dan skill dalam bekerja yang memungkinkan mereka untuk diterima dalam perusahaan atau setidaknya dapat membangun usaha seniri (berwirausaha). Selanjutnya yaitu menambah lapangan pekerjaan, karena dengan jumlah penduduk perkapita yang sangat banyak maka dibutuhkan juga lapangan pekerjaan yang cukup agar tingkat pengangguran menurun. Untuk membantu solusi sebelumnya maka harus dilakukan pemerataan penduduk dengan menggunakan system transmigrasi, urbanisasi, atau transmigrasi bedol desa yang memungkinkan pemerataan penduduk di Indonesia.
Namun untuk diri kita masing-masing, solusi yang terbaik adalah dengan bekerja keras tanpa mengenal lelah. Dengan umur kita yang masih muda ini kita bisa menghindari dari kata-kata pengangguran dengan berusaha semaksimal mungkin dalam setiap pekerjaan yang kita emban tanpa mengenal rasa lelah. Logikanya dengan teknologi-teknologi yang kita miliki pada saat ini dibandingkan dengan orangtua kita yang teknologinya masih sangat sederhana seharusnya kita bisa menjadi lebih baik dibanding mereka. Semoga dengan penerus-penerus bangsa disini selalu bekerja keras dan menanamkan pada diri kita masing-masing agar menjadi lebih baik, Indonesia pada beberapa puluh tahun kedepan tidak memiliki pengangguran lagi, andaikata tingkat pengangguran menurun maka masalah-masalah sosial yang sudah disebutkan diatas akan menurun pula, kita menginginkan hal itu bukan?
Sumber:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar