Kamis, 20 September 2012

Tugas-3 Solusi Labsky untuk Indonesia


Pemanfaatan Laut Indonesia dari  Berbagai Aspek



Lautan Indonesia merupakan karunia Tuhan YME yang harus selalu disyukuri dengan
cara mengelolanya secara bijaksana untuk kesejahteraan seluruh bangsa.  Beberapa alasan
pentingnya pembangunan laut antara lain :
1. Indonesia memiliki sumberdaya alam laut yang besar baik ditinjau dari kuantitas
maupun keanekaragaman hasilnya.
2. Sumberdaya laut merupakan sumberdaya yang dapat dipulihkan (sebagian besarnya),
artinya bahwa ikan ataupun sumberdaya laut lainnya dapat dimanfaatkan, namun harus
memperhatikan kelestariannya.
3. Pusat pertumbuhan ekonomi, dengan proses globalisasi perdagangan di abad 21 ini,
akan terbuka peluang untuk bersaing memasarkan produk-produk kelautan dalam
perdagangan Internasional.
4. Sumber protein hewani, sumberdaya ikan mengandung protein yang tinggi khususnya
untuk asam amino tak jenuh, atau biasa dikenal dengan kandungan OMEGA-3 yang sangat
bermanfaat bagi tubuh manusia.5. Penghasil devisa Negara, udang dan beberapa jenis ikan ekonomis penting seperti
ikan tuna, cakalang ataupun lobster, saat ini merupakan komoditi ekspor yang menghasilkan
devisa negara.  Terlebih lagi dengan hasil penting di sektor pertambangan minyak dan gas
lepas pantai.
6. Memperluas lapangan kerja, dengan semakin sempitnya lahan pertanian di areal
daratan, dan semakin tingginya persaingan tenaga kerja di bidang industri, maka salah satu
alternatif dalam penyediaan lapangan pekerjaan adalah di sektor perikanan. Apalagi dengan
adanya otonomi daerah maka daerah-daerah yang memiliki potensi di bidang perikanan yang
cukup besar akan berlomba untuk mengembangkan potensi perikanan laut yang ada, sehingga
akan membuka peluang yang sangat besar  bagi penyedia lapangan pekerjaan yang sangat
dibutuhkan oleh Bangsa Indonesia sekarang ini.
7. Wilayah pesisir sebagai pusat pengembangan IPTEK dan industri kelautan, serta
sebagai zona strategis untuk pusat pengembangan jalur transportasi utama antar pulau
maupun menuju daerah-daerah di pedalaman.

Kebijakan pembangunan kelautan secara berkelanjutan, perlu diterjemahkan secara
seksama dalam bentuk langkah-langkah konkret yang dirumuskan sebagai sebuah konsep.
Konsep tersebut disusun atas dasar pertimbangan terhadap kepentingan-kepentingan semua
pihak yang terlibat dalam pemanfaatan sumberdaya laut. Kata lestari megisyaratkan adanya
tuntutan terhadap pengetahuan secara kuantitatif dan terukur sebagai acuan dalam perumusan
kebijakan pemanfaatan sumberdaya laut yang berkelanjutan. Selanjutnya setiap tindakan
yang dilakukan terhadap pemanfaatan sumberdaya ini, diharapkan dapat memberikan nilai
tambah bagi peradaban manusia yang memanfaatkannya baik pada masa kini maupun masa
mendatang.

Pemahaman terhadap makna dan fungsi laut  bagi negara kepulauan merupakan faktor
pertimbangan pendukung yang signifikan dalam perumusan kebijakan pemanfaatan
sumberdaya laut di Indonesia.  Dalam penyusunan kerangka pembangunan kelautan haruslah
didasarkan pada suatu pemahaman fungsi laut, diantaranya :
1. Laut sebagai wilayah kedaulatan bangsa.
2. Laut sebagai lingkungan dan sumberdaya.
3. Laut sebagai media kontak sosial dan budaya.
4. Laut sebagai sumber dan media penyebar bencana alam.

Pemahaman terhadap makna dan fungsi laut ini secara selaras dan seimbang,
diharapkan dapat memberikan pemanfaatan sumberdaya laut yang komperhensif, sekaligus
mendukung prinsip pemanfaatan sumberdaya secara lestari. Laut Indonesia telah dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, sebagai area pertambangan, jalur transportasi,
jalur kabel komunikasi dan pipa bawah air, perikanan tangkap dan budi daya, wisata bahari,
area konservasi dan sebagainya.

MAKNA DAN FUNGSI LAUT BAGI BANGSA INDONESIA
a. Laut Sebagai Wilayah
Salah satu persyaratan mutlak yang harus dimiliki oleh sebuah Negara adalah wilayah
kedaulatan, disamping rakyat dan pemerintahan yang diakui. Konsep dasar wilayah Negara
kepulauan Indonesia telah di letakkan melalui Deklarasi Djuanda 13 Desember 1967.
Deklarasi tersebut memiliki nilai sangat strategis bagi Bangsa Indonesia, karena telah
melahirkan konsep wawasan nusantara yang menyatukan wilayah Indonesia (Gambar 1).
Laut nusantara bukan lagi sebagai pemisah, akan tetapi sebagai pemersatu bangsa Indonesia
yang disikapi sebagai wilayah kedaulatan mutlak Negara Kesatuan Republik Indonesia
(Mukhtar 2008).
Gambar 1.  Peta Negara Kepulauan Republik Indonesia (sumber: YPMI 2004)
Diakuinya konsep ini oleh dunia Internasional seperti yang tercantum pada UNCLOS
1982, memberikan tanggung jawab besar bagi bangsa Indonesia dalam mengelola laut
terutama (1) bagi kepentingan nasional sebagai sumber perekonomian Negara, (2) secara
regional berbatasan dengan Negara-negara tetangga yang juga memiliki kepentingan
mengelola laut, dan (3) secara Internasional perairan Indonesia merupakan perairan vital yang
dapat berpengaruh pada perdagangan, kepentingan pertahanan maupun keseimbangan
ekosistem laut global.Dalam mengelola laut sebagai wilayah ada dua hal pokok yang harus diselesaikan.
Pertama secara eksternal yaitu menata batas wilayah laut dengan negara-negara tetangga
sesuai dengan ketentuan internasional yang berlaku dan kedua, secara internal yaitu menata
wilayah laut, khususnya batas-batas peruntukan wilayah laut sebagai suatu pengaturan
pemanfaatan laut yang mengakomodasi semua kepentingan dengan tetap mengutamakan asas
persatuan dan kesatuan bangsa.
b. Laut Sebagai Sumberdaya dan Ekosistem
Laut merupakan fenomena alam yang tersusun dalam suatu sistem yang kompleks,
terdiri dari komponen-komponen sumberdaya hayati dan non hayati dengan keragaman dan
nilai ekonomi yang tinggi.
Setiap sumberdaya laut tersusun dalam suatu ekosistem dengan karakteristik tertentu.
Interaksi antar ekosistem ini membentuk suatu keseimbangan lingkungan laut. Ekosistem laut
beraksi relatif lebih sensitif dan selalu berupaya mencari keseimbangan baru terhadap adanya
perubahan. Hal ini berarti bahwa adanya perubahan pada suatu ekosistem di laut dapat
berdampak pada kawasan yang luas atau bahkan hingga tingkat global.
Indonesia sebagai Negara yang mengelola laut dan perairan laut nusantara yang
menghubungkan antar laut secara global, perlu secara serius bukan hanya memperhatikan
aspek keseimbangan lingkungan di wilayah laut Indonesia, namun juga mempunyai
kepentingan untuk memantau kualitas ekonomi laut secara global.  Walaupun masih dikelola
secara sektoral, laut (termasuk pantai) Indonesia telah dimanfaatkan untuk perikanan,
rekreasi, pembuangan limbah, sumber energi, sumber air, batubara, minyak, bahan bangunan,
kehutanan, peternakan/tambak, pemukiman and industri.
c. Laut Sebagai Media Kontak Sosial dan Budaya
Seiring dengan pemanfaatan laut sebagai media transportasi, terbukalah hubungan
antar masyarakat baik melalui perdagangan maupun kegiatan lainnya. Hubungan antar
masyarakat ini secara langsung dan tidak langsung telah membuka adanya pertukaran
budaya.
Namun aktivitas ekonomi dan social masyarakat di laut perlu diwaspadai adanya
peluang timbulnya tindakan negatif atau bahkan cenderung sebagai tindakan criminal.
Perampokan kapal, pengambilan sumberdaya yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku atau tindak kejahatan lainnya, merupakan dampak negatif aktivitas sosial ekonomi
laut.
d. Laut Sebagai Sumber Dan Media Penyebar Bencana
Sifat laut sebagai media penghantar energi yang baik,  dicermati sebagai aspek
ancaman terhadap manusia. Bencana tsunami menunjukkan salah satu buktibahwa laut
meneruskan energy yang terlepas secara mendadak akibat gempa tektonik bawah air.
Bencana tumpahan minyak di laut secara cepat akan dipindahkan dan disebarkan pada area
yang cukup luas. Media air menyebarkan tumpahan minyak sesuai dengan arah dan besaran
tenaga dominan yang bekerja pada permukaan air lut.
Mengingat laut sebagai sumber dan media bencana alam yang baik, maka sifat ini
merupakan aspek penting yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan pola pemanfaatan
laut.

Selanjutnya penetapan prioritas pemanfaatan suatu kawasan perairan dilakukan
berdasarkan fungsi pemanfaatan, meliputi :
1. Fungsi Ekonomi
Fungsi ekonomi dimaksudkan sebagai kebijakan secara makro bahwa suatu kawasan
perairan ditetapkan sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi.
2. Fungsi Pertahanan dan Keamanan
Dalam konsep Negara maritim, laut memiliki arti penting pada konteks kedaulatan
dan keamanan Negara. Fungsi pertahanan dan keamanan dimaksudkan sebagai upaya
menempatkan fungsi pulau-pulau kecil di suatu kawasan perairan sebagai titik pangkal
teritorial maupun basis pangkalan pertahanan Negara dalam rangka menjaga kedaulatan
wilayah nusantara.
3. Fungsi Konservasi
Fungsi ini dimaksudkan sebagai langkah mempertahankan kelangsungansuatu kondisi
alam, sosial, budaya, ataupun kearifan lokal ditemukan pada suatu kawasan perairan dan
pulau. 

b. Konflik Pemanfaatan Ruang laut
Mengingat fungsi laut sebagai sumberdaya yang dapat dikonversi sebagai nilai
ekonomi, maka aktivitas manusia dalam kaitan kepentingan pemanfaatan sumberdaya laut
memperlihatkan adanya kecenderungan tidak memperhatikan fungsi laut lainnya. Tanpa
pengaturan yang tegas dalam pemanfaatan laut akan dapat berdampak pada terjadinya konflik
pemanfaatan ruang di laut. Kegiatan penambangan pasir laut dapat berdampak negatif pada
ekosistem pulau-pulau kecil, kelangsungan hidup nelayan tradisional, wisata bahari dan
sektor terkait lainnya.  Pembangunan bagan-bagan ikan di laut ataupun lahan budidaya
rumput laut yang pada akhir-akhir ini berkembang cukup pesat, telah meningkatkan nilai
kerawanan terhadap konflik pemanfaatan ruang laut.
c. Penataan Wilayah Laut
Penataan wilayah laut pada dasarnya diperlukan dalam kaitannya pengaturan
pemanfaatan laut secara optimal dengan mengakomodasi semua kepentingan untuk
menghindari adanya konflik pemanfaatan ruang laut. Pengertian ini mengarah pada suatu
pemahaman, bahwa pemanfaatan suatu sumberdaya laut diberikan batas yang jelas antara
zona pemanfaatan yang satu dengan zona yang lain. Aspek yang diperhatikan dalam zonasi
adalah :
a. Sifat Dinamis LautAir sebagai media penghantar yang baik sehingga sensitif terhadap setiap perubahan.
Perubahan suhu akan berpengaruh pada perubahan salinitas dan sifat fisik lainnya. Kondisi
ini mengakibatkan laut sangat sensitive terhadap perubahan cuaca. Arus dan gelombang
merupakan salah satu bukti gejala dinamika laut.
Aspek sifat laut yang dinamis perlu diperhatikan dalam penarikan zona untuk peruntukan
tertentu. Sifat-sifat keseimbangan sistem yang terkait pada zona tersebut perlu diketahui,
sehingga penetapan zona apakah dapat dilakukan hanya secara spasial atau juga spasialtemporal untuk menjaga keseimbangan yang ada. Prinsip ini dapat dikembangkan sebagai
salah satu dasar pemanfaatan sumberdaya laut yang lestari.
b. Penafsiran Nilai Ekonomi dan Nilai Beban Lingkungan
Kawasan perairan mengandung beraneka ragam sumberdaya. Sumberdaya laut ini
perlu didata secara seksama meliputi jenis, sebaran dan rekaan kandungan cadangannya. Di
kaitkan dengan penarikan zona pemanfaatan untuk peruntukan tertentu ada 2 (dua) unsure
utama yang harus diperhatikan yakni :
1. Potensi Pasokan, merupakan kondisi sumberdaya laut baik fisik maupun biologi yang
mempunyai kemampuan tumbuh dan berkembang serta dapat dimanfaatkan oleh masyarakat
untuk memenuhi kebutuhannya.
2. Potensi Permintaan, yang meliputi kondisi social dan ekonomi masyarakat yang
dalam perkembangannya memerlukan potensi pasokan yang memadai.
c. Sosial Budaya Masyarakat Pesisir dan Pulau
Kehidupan sosial budaya masyarakat pesisir dan pulau di Indonesia sangatlah
beragam. Perkembangan sosial budaya ini secara langsung dan tidak langsung dipengaruhi
oleh faktor alam di sekitarnya. Perilaku sosial budaya ini memiliki kaitan erat dengan
perilaku masyarakat dalam memanfaatkan sumberdaya alam di sekitarnya.
Kondisi demografi menyangkut masalah perkembangan penduduk, taraf pendidikan, suku
bangsa, agama serta tingkat arus informasi yang dapat diterima, merupakan faktor-faktor
terkait dalam mengkaji permasalahan sosial budaya masyarakat pesisir untuk perumusan
kebijakan penataan wilayah laut.
d. Kepastian Hukum Pemanfaatan Lahan Laut
UU No. 24 tahun 1992 pasal 1 tentang Penataan Ruang secara tegas menyebutkan
bahwa  Ruang adalah wadah yang meliputi ruang daratan, ruang lautan dan ruang udara. Dalam kaitannya ini ruang terjemahannya sebagai salah satu kesatuan wilayah,
tempat manusia dan makhluk hidup mereka. Berdasarkan pemahaman ini, maka dapat
dikembangkan suatu konsep bahwa laut merupakan kesatuan wilayah Negara yang perlu
ditata dan diatur tanpa mengurangi prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar