Sabtu, 22 September 2012

Tugas 3 - Solusi Labsky Untuk Indonesia


Mencari Solusi Masalah Kependudukan di Indonesia


Penduduk adalah orang yang tinggal disuatu daerah. Penduduk Indonesia berarti orang yang tinggal di wilayah Indonesia. Untuk mengetahui jumlah penduduk di Indonesia biasa nya menggunakan metode sensus penduduk. Sensus penduduk yaitu pencatatan penduduk disuatu daerah, biasa sensus penduduk dilakukan  nya dilakukan 10 tahun sekali. Jumlah penduduk di Indonesia berjumlah kurang lebih 241.452.952. Membuat Indonesia menempati peringkat keempat di daftar jumlah penduduk terbanyak.

Masalah

1.     Tingkat kepadatan penduduk Indonesia yang tinggi

Kepadatan penduduk dihitung dengan cara membagi jumlah penduduk suatu daerah dengan luas area dimana tempat tinggal mereka.
Kepadatan penduduk di wilayah Indonesia pada tahun 2005 mempunyai rata-rata kepadatan penduduk adalah 116 jiwa/km2. Angka 116  memang bisa dikatakan cukup padat untuk ukuran luas yang dimiliki Indonesia dengan luas wilayah 1.919.440. Seharusnya  kepadatan penduduk di Indonesia bukan lah masalah yang harus dipermasalahkan.

             Kenapa kepadatan penduduk dapat menjadi masalah bagi bangsa Indonesia? Kepadatan penduduk Indonesia dikarenakan persebaran penduduk yang tidak merata, ada daerah yang jumlah penduduk nya sangat besar contoh nya seperti pulau jawa. Tetapi ada juga yang jumlah penduduknya rendah contohnya seperti pulau Kalimantan. Hal ini dapat juga disebabkan oleh faktor ekonomi.


2.     Pertumbuhan penduduk Indonesia yang cepat

Pertumbuhan Penduduk di Indonesia akhir-akhir ini sangatlah pesat. Hasil sensus penduduk tahun 2010 tercatat 237,6 juta jiwa sebagai bukti pertumbuhan penduduk Indonesia 5 tahun lebih cepat dari proyeksi BPS. Karena proyeksi semula, tahun 2010 diperkirakan hanya mencapai 234,2 juta dan tahun 2015 baru berjumlah 237,8 juta jiwa. Namun kenyataannya, di tahun 2010 penduduk Indonesia sudah mencapai 237,6 juta jiwa. Pertumbuhan penduduk di Indonesia yang sangat cepat disebabkan oleh banyak orang tua yang beranggapan bahwa banyak anak maka akan banyak rezeki, selain itu banyak yang menganggap banyak anak meningkatkan keamanan dan meningkatkan kesejahteraan, apa lagi jika anak nya laki-laki, karena dapat menjadi penopang keluarganya. Dan banyak penduduk Indonesia saat ini yang menikah muda, ini mengakibatkan banyak yang sudah mempunyai anak ketika masih muda.




3.     Pengangguran

Jumlah pengangguran di Indonesia pada Februari 2012 mencapai 7,6 juta orang, dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) cenderung menurun, dimana TPT Februari 2012 sebesar 6,32 persen turun dari TPT Agustus 2011 sebesar 6,56 persen dan TPT Februari 2011 sebesar 6,80. Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2012 mencapai 120,4 juta orang atau bertambah sebesar 1,0 juta orang dibandingkan Februari 2011. Sementara jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Februari 2012 mencapai 112,8 juta orang, bertambah sekitar 3,1 juta orang dibandingkan keadaan pada bulan Agustus 2011 sebesar 109,7 juta orang atau bertambah 1,5 juta orang dibandingkan keadaan Februari 2011. Selama setahun terakhir (Februari 2011-Februari 2012) jumlah penduduk yang bekerja mengalami kenaikan, terutama di Sektor perdagangan sekitar 780 ribu orang (3,36 persen) serta sektor keuangan sebesar 720 ribu orang (34,95 persen). Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah sektor pertanian 1,3 juta orang (3,01 persen) dan sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi sebesar 380 ribu orang (6,81 persen). Jumlah pengangguran yang tinggi mencapai 7,6 juta orang di Indonesia termasuk sebagai salah satu masalah yang berarti di Indonesia.


4.     Tingkat kematian di Indonesia yang tinggi
Indonesia memiliki angka kematian ibu tertinggi di ASEAN buktinya dari 100.000 kelahiran di Indonesia, 240 diantaranya mengakibatkan kematian bagi ibu yang melahirkan. Bandingkan dengan Negara Yunani yang hanya terdapat 10 kematian untuk 318.000 kelahiran. Kelahiran merupakan suatu proses atau saat yang sangat dinanti-nanti kan oleh pasangan suami istri, karena saat itulah buah hati hadir diantara mereka. Namun, percayakah anda bahwa proses melahirkan juga merupakan ancaman bagi kehidupan nyawa seorang ibu terutama di Indonesia. Bukti nya angka kematian ibu di Indonesia mencapai 240 per 100.000 kelahiran atau sekitar 2,4 ibu mati setiap 1000 kelahiran seorang bayi. Angka kematian ibu tertinggi di Indonesia terdapat di daerah termisikin di Nusa Tenggara TImur, sementara itu angka kematian ibu terendah di Indonesia terdapat di daerah Istimewa Yogyakarta. Mengapa angka kematian ibu di  Indonesia menjadi begitu tinggi? Ini semua terjadi karena kurang atau tidak terperhatikannya kesehatan reproduksi wanita sejak kecil, remaja, atau bahkan saat menjadi wanita dewasa. Selain itu Selain itu kurangnya sosialisasi pentingnya memperhatikan kesehatan reproduksi wanita. Mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat sekitar, sekolah dan lainnya. Serta tidak adanya pendidikan yang jelas dan hidup dalam mitos yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Misal, kalau lagi mens dilarang makan ikan karena bau amis, padahal ikan kan protein nya sangat tinggi. Ada juga wanita hamil dilarang makan kacang-kacangan, minum susu, dan lain sebagainya. Dengan ada nya mitos-mitos yang kurang menguntungkan itu menyebabkan kondisi wanita saat kehamilannya banyak mengalami gangguan, begitu juga saat ia melahirkan, tak jarang berakhir dengan kematian. Masalah budaya juga memberi kontribusi tinggi terhadap kematian ibu saat melahirkan. Ada beberapa suku di Indonesia yang belum merasa punya anak kalau mereka belum melahirkan anak laki-laki, terus si istri disuruh hamil dan melahirkan lagi sampai mendapat anak yang diinginkan. Padahal si ibu punya batasan usia dan kondisi fisik bagi ibu hamil serta melahirkan. Dan sangat harus di ingat bahwa batasan usia melahirkan bagi seorang wanita adalah 36 tahun. Budaya-budaya seperti ini menyumbang “ 4T “ yaitu terlalu tua usia untuk melahirkan, terlalu muda usia untuk melahirkan, terlalu dekat jarak antara anak pertama dan kedua, terlalu banyak melahirkan. Selain itu juga banyak yang bersifat kedaerahan juga keagamaan, seperti tidak di perbolehkannya ikut menjalankan program keluarga berencana dengan menggunakan berbagai macam alat kontrasepsi.

5.     Kualitas penduduk di Indonesia

Kualitas penduduk adalah kemampuan penduduk untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak. Setiap orang memiliki kualitas yang berbeda-beda. Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi atau rendahnya kualitas penduduk antara lain tingkat pendidikan dan kesehatan. Pendidikan sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penduduk dalam rangka mendukung pembangunan bangsa. Oleh karena itu, setiap orang berhak mendapat kan pendidikan khususnya penduduk usia sekolah (7-24 tahun). Di Indonesia tingkat pendidikan penduduknya masih cukup rendah, sekitar 32,21 persen atau sekitar 55.6 juta penduduk tidak/belum tamat SD, sedangkan 35,86 persen atau sekitar 61,9 juta penduduk hanya sampai tingkat sekolah dasar. Ini menunjukan bahwa di Indonesia tingkat pendidikan nya masih rendah. Hal ini dapat terjadi karena beberapa faktor, antara lain biaya pendidikan yang relatif mahal, tingkat pendapatan penduduk rendah sehingga tidak cukup untuk membiayai pendidikan sampai perguruan tinggi, kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan, terutama di daerah-daerah masih rendah.


Solusi

Berhubungan dengan masalah-masalah diatas saya mempunyai solusi untuk menanggapi masalah tersebeut.

1.     Kepadatan penduduk adalah masalah yang masih bergulir di Indonesia. Dengan terjadinya kepadatan penduduk maka banyak pula masalah yang muncul beriringan. Kasus kejahatan meningkat, kemiskinan melunjak, penyempitan lapangan pekerjaan merajalela, dan pemerataan penduduk tidak seimbang. Solusi yang tepat untuk menangani masalah ini yaitu dengan cara transmigrasi. Dengan adanya transmigrasi diharapkan dapat menanggulangi kepadatan penduduk, menurunnya angka kemiskinan, dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Selain itu pemerintah juga diuntungkan karena dengan adanya transmigrasi lahan akan terkelola dan bisa lebih bermanfaat. Seperti yang kita lihat pemerintah telah menyediakan lahan yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia yang siap dikelola dengan baik oleh masyarakat yang melakukan transmigrasi. Masalahnya adalah masyarakat masih banyak yang kesulitan mengelola lahan maka dari itu perlunya pembekalan bagi para masyarakat transmigran. Pemerintah juga harus serius memperhatikan kelayakan tempat tinggal para transmigran dengan memberikan hunian yang selayaknya dan mempertimbangkan kemudahan transmigran untuk bisa mendapatkan bahan pangan. Sepertinya cara yang paling ampuh untuk menjadi solusi dari kepadatan penduduk di Indonesia adalah degan cara transmigrasi, namun tidak hanya itu masih ada satu cara lagi yang juga efektif yaitu KB(keluarga berencana). Keluarga berencana yang mencanangkan dua anak cukup, ternyata cukup efektif untuk menghambat laju pertumbuhan penduduk. Kelemahan pada program ini adalah partisipasi dari masyarakat yang masih begitu rendah, kurang nya pemahaman terhadap program ini, penyuluhan yang dilakukan pemerintah kurang disebabkan karena kurangnya tenaga penyuluh KB. Meskipun KB masih memiliki banyak kekurangan tapi pemerintah tetap optimis jika program KB terlaksana secara merata pada seluruh masyarakat Indonesia tentu lonjakan penduduk pun bisa di tanggulangi dengan baik pula. Maka dari itu pemerintah sampai saat ini masih terus berupaya melakukan penyuluhan-penyuluhan KB ke berbagai wilayah dan pelosok Indonesia demi terwujudnya keluarga berencana pada seluruh masyarakat.

2.     Untuk dapat memperlambat pertumbuhan atau kelahiran di Indonesia dapat menggunakan program KB yang dapat menghambat kelahiran di Indonesia. Selain program KB, juga dapat melakukan penyuluhan-penyuluhan kepada para pemuda dan pemudi di Indonesia agar menunda perkawinan atau tidak kawin muda, menunda perkawinan dapat dilakukan dengan cara meningkatkan pendidikan setinggi mungkin dan mencari pekerjaan yang mapan sebelum menikah.

3.     Untuk mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia yang cukup tinggi dapat dilakukan dengan cara menambah lapangan kerja di berbagai perusahaan. Selain itu dapat melakukan transmigrasi ke daerah-daerah yang terdapat banyak lapangan kerja. Mendirikan tempat-tempat pelatihan misalnya kursus menjahit, pelatihan membuat kerajinan tangan, atau BLK (Balai Latihan Kerja) yang didirikan di pelosok-pelosok daerah dapat juga membantu mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. Mendukung kegiatan wirausaha, harus nya pemerintah mendukung kegiatan wirausaha dengan cara mendampingi pelaku wirausaha, memberikan pelatihan di bidang wirausaha, hingga memberikan pinjaman tanpa bunga. Cara ini bukan hanya mengurangi pengangguran di Indonesia melainkan juga dapat membantu perekonomian di Indonesia.

4.     Untuk mengurangi angka kematian di Indonesia khususnya untuk Ibu hamil dan bayi dapat dilakukan dengan cara penempatan bidan-bidan ahli di desa-desa, pemberdayaan keluarga dan masyarakat dengan menggunakan buku kesehatan Ibu dan anak (buku KIA) dan program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K), serta penyediaan fasilitas kesehatan pelayanan obstetri neonatal emergensi dasar (PONED) di puskesmas perawatan dan pelayanan obstetri neonatal emergensi komprehensif (PONEK) di rumah sakit. Upaya yang paling mutakhir akhir-akhir ini adalah program Jampersal ( jaminan persalinan ) yang digulirkan sejak 2011. Program Jampersal ini di peruntukan bagi seluruh ibu hamil, bersalin dan nifas serta bayi baru lahir yang belum memiliki jaminan kesehatan atau asuransi kesehatan. Upaya ini akan sangat berpengaruh dalam penurunan tingkat kematian ibu dan bayi.

5.     Untuk meningkatkan kualitas penduduk di Indonesia dapat dilakukan dengan cara meningkatkan mutu pendidikan formal contohnya dengan cara menambah anggaran pendidikan, membangun sekolah-sekolah di pelosok-pelosok daerah Indonesia, persebaran guru-guru yang berkualitas ke daerah-daerah kecil di Indonesia, Menurunkan beban biaya untuk dapat bersekolah agar anak-anak yang kurang mampu dapat ikut manambah ilmu di sekolah. Dan yang terpenting adalah penyuluhan kepada orang tua  akan betapa penting nya pendidikan bagi anak-anak mereka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar