Jumat, 21 September 2012

Tugas 3 - Solusi Labsky untuk Indonesia


Tidak Sadar Akan Bahaya

Kelaparan dan kekurangan gizi tetap masalah yang paling dahsyat yang dihadapi mayoritas masyarakat di Indonesia, khususnya bagi masyarakat miskin. Meskipun sudah banyak perbaikan umum dalam ketersediaan pangan, kesehatan dan pelayanan sosial, kelaparan dan kekurangan gizi yang ada dalam beberapa bentuk tetap ada di hampir setiap kabupaten di Indonesia. Saat ini, sekitar setengah populasi di tanah air kekurangan zat besi dan satu pertiga diantaranya  adalah beresiko kekurangan yodium. Kekurangan vitamin A masih mempengaruhi sekitar 10 juta anak.
Indonesia sebagai negara keempat di dunia yang paling padat penduduknya setelah Cina, India, dan Amerika. Sekitar 50% atau lebih dari 100 juta orang masih menderita berbagai bentuk kekurangan gizi, dan 15% dari populasi orang dewasa yang kelebihan berat badan dan mulai meningkatnya kejadian kronis penyakit tidak menular seperti penyakit jantung koroner, berbagai macam kanker, diabetes, dan osteoporosis. Memerangi gizi masalah di Indonesia membutuhkan berbagai stategi.


1.   Malnutrisi
Malnutrisi dapat terjadi pada seseorang yang kekurangan gizi atau kelebihan gizi (over nutrition). Keduanya disebabkan oleh ketidakseimbangan antara kebutuhan tubuh dengan asupan gizi. Perkembangan malnutrisi terdapat pada 4 tahap yaitu, perubahan kadar zat gizi dalam organ dan jaringan tubuh, lalu adanya perubahan kada enzim, setelah itu kelainan fungsi pada organ dan jaringan tubuh, dan dapat berakhir dengantimbulnya penyakit dan kematian.
UNICEF menyatakan bahwa ada dua penyebab langsung terjadinya kasus gizi buruk, yaitu kurangnya asupan gizi dari makanan dan akibat terjadinya penyakit yang menyebabkan infeksi. Kurangnya asupan gizi bisa disebabkan oleh terbatasnya jumlah makanan yang dikonsumsi atau makanannya tidak memenuhi unsur gizi yang dibutuhkan. Sedangkan, malnutrisi yang terjadi akibat penyakit disebabkan oleh rusaknya beberapa fungsi organ tubuh sehingga tak bisa menyerap zat-zat makanan secara baik.
Pertumbuhan malnutrisi paling banyak berkembang pada balita, anak-anak, remaja, ibu hamil, dan ibu menyusui. Pada orang lanjut usia, kebutuhan gizi rendah yang disertai dengan kemampuan dan fungsi organ dan jaringan dalam menyerap gizi yang ikut menurun. Maka dari itu pada tahapan kehidupan ini paling sering ditemui dan sangat mudah terkena malnutrisi. Malnutrisi juga banyak dijumpai oleh masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah.
Kekurangan zat gizi dapat menyebabkan penyakit dan berbagai masalah kesehatan. Misalnya pendarahan lamung yang disebabkan oleh anemia atau kekurangan darah. Ada juga bila orang yang diberikan dosis vitamin A terlalu tinggi dapat menyebabkan pengelihatan ganda dan sakit kepala. Mudah terserang penyakit beri-beri dan mudah terkena obesitas bila over nutrition. Lalu tulang sendi dapat terkena penyakit rickettsia, osteomalasia, dan osteoporosis.
Hal terparah yang dapat terjadi pada bayi baru lahir adalah pendarahan bila kekurangan vitamin K. Kecenderungan malnutrisi juga mudah ditemui pada ibu hamil yang harus membagi gizi dan nutrisinya kepada kandungannya, hal itu juga dapat mengurangi nutrisi dan asupan gizi yang seharusnya diterima oleh sang ibu. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan kandungan mengalami gangguan pertumbuhan otak dan tulang punggung.
Malnutrisi juga biasa terjadi pada dewasa dengan gaya hidup vegetarian. Kebanyakan vegetarian adalah jenis vegetarian ovo-lakto, yaitu vegetarian yang hanya mengonsumsi sayur tanpa daging dan ikan. Sekalinya mengonsumsi selain sayur adalah seperti telur, susu, dan produk olahan susu lainnya. Hal ini membuat seorang vegetarian dapat dipastikan kekurangan zat besi. Walaupun menjadi vegetarian memiliki nilai lebi, yaitu memiliki jangaka waktu hidup yang lebih panjang dibandingkan pemakan daging, dan juga memiliki resiko lebih kecil untuk terkena penyakit kronik.


Ada beberapa cara untuk mencegah dan menangani seseorang yang terkena malnutrisi, yaitu
A.  Menyalurkan Makanan dari Selang
Pemberian makanan melalui selang dilakukan pada berbagai keadaan, seperti  bila terkena luka bakar parah ataupun peradangan saluran pencernaan. Kinerjanya adalah dengan menyalurkan makanan melalui pipa tipis yang disalurkan melewati hidung, melalui krongkongan lalu dilanjutkan sampai ke lambung ataupun usus halus. Jika membutuhkan waktu yang lama. Menyalurkan makanan dalam disalurkan melalui sayatan pinggiran perut yang langsung disalurkan di dalam usus ataupun lambung. Akan tetapi resiko dari cara ini adalah ditakutinya makanan yang seharusnya disalurkan ke lambung akan masuk ke dalam paru-paru. Walaupun kasus ini jarang sekali terjadi.
B.  Pemberian Makanan secara Intravena
Pemberian makan melaui jala ini dilakukan apabila pasien masih tetap kekurangan asupan gizi dan nutrisi yang cukup. Ini dilakukan dengan menyalurkan nutrisi malalui infus yang langsung diberikan melalui nadi. Penderita yang dapat melakukan penyalurang makanan ini adalah penderita yang mengalami malnutrisi sangat parah, luka bakar berat, diare atau muntah yang menetap.
Selain itu metode ini dapat mengakibatkan hati yang dapat membesar apabila terlalu banyak kalori sehingga hati dapat membesar. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan sakit punggung dan nyeri tulang.

2.     Makanan Beracun Kimia
Sering tidak kita sadar bahwa dalam makanan yang kita konsumsi sehari-hari ternyata mengandung zat-zat kimia yang bersifat racun, baik itu sebagai pewarna, penyedap rasa dan baha campuran lainnya. Zat-zat mengandung bahan racun ini disebabkan faktor ekonomi. Mahalnya bahan murni memungkinkan produsen untuk membeli bahan kimia seperti pewarna dan pemanis sebagai pengganti bahan membuat makanan tersebut. Bahan kimia yang relative murah dan irit pakai menjadi pemicu penggunaan bahan-bahan ini.

A.     Sakarin
Sakarin adalah bubuk Kristal putih, tidak berbau dan sangat manis, kira-kira 550 kali lipat lebih manis dari pada gula biasa. Oleh karean itu ia sangat populer dipakai sebagai bahan pengganti gula.
Percobaan membuktikan saat dicoba pada tikus yang diberi makan 5% sakarin selama lebih dari 2 tahun, menunjukan kanker mukosa kandung kemih, yang dosisnya setara dengan 175 gram sakarin sehari untuk orang dewasa seumur hidup.
B.   Siklamat
Siklamat adalah bubuk Kristal putih, tidak berbau dan kira-kira 30 kali lebih manis dari pada gula tebu. Bila kadar larutan dinaikkan sampai denga 0,5% maka akan terasa pahit.
Di Inggris penggunaan siklamat untuk makanan dan minuman sudah dilarang, demikian pula di beberapa Negara Eropa dan Amerika Serikat.
C.   Nitrosamin
Sodium nitrit adalah bahan Kristal yang tidak berwarna atau sedikit semu kuning, Ian dapat berbentuk sebagai bubukm butir-butir atau bongkahan dan tidak berbau. Garam ini sangat digemari, antara lain untuk mempertahankan warna asli daging serta memberikan aroma yang khas seperti sosis, keju, kornet, dendeng, ham, dan lain-lain.
Sodium nitrir bersifat karsinogenik, dibuktikan oada berbagai jenis hewan percobaan. Oleh karena itu, pemakai sodium nitrit harus berhati-hati dan tidak boleh melampaui batasnya. Makanan bayi sama sekali dilaeang mengandung zat berbahaya ini.
D.   Zat Pewarna
Ada berbagai macam warna dalam zat ini. Tetapi warna merah dan kuning yang biasa disebut rhodamine-B dan metanil yellowini termasuk pada golongan zat pewarna industry untuk mewarnai kertas, tekstil, cat, kulit dsb. Dan bukan untuk makanan juga minuman. Hasil penelitia menunjukkan bahwa pemberian kedua zat warna tersebut kepada tikus dan mencit mengakibatkan limfoma.
Selain itu, boraks juga merupakan zat pewarna favorit yang sering digunakan oleh produsen makanan.
E.   MSG
Monososdium glutamate (MSG) atau vetsin adalah penyedap masakan dan sangat populer di kalangan ibu rumah tangga, warung nasi dan rumah makan. Hampir setiap jenis makanan masa kini dari mulai cemilan untuk anak-anak seperti chiki-chikian, mie bakso, masakan cina hingga makanan tradisional seperti sayur asam, masakan padang semuanya dibubuhi MSG.
Pada hewan percobaan, MSG dapat menyebabkan degenerasi dan nekrosis sel-sel syaraf lapisan dalam retina, menyebabkan mutasi sel, mengakibatkan kanker kolo dan hati, kanker ginjal, kanker ptak dan merusak jaringan lemak.


Dampak negative yang bisa terjadi adalah dapat memicu kanker, kelainan genetic, cacat bawaan ketika lahir, dan lain-lain. Tidak ada cara untuk menghindar 100% dari bahan-bahan kimia ini di kehidupan sehari-hari.
Kesaadaran akan makanan yang dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat di Inondesia masih sangatlah rendah. Tidak hanya bagi yang berkehidupan di desa yang memiliki pendidikan yang lebih rendah dan banyak yang belum mengetahui bahaya-bahaya apabila asal-asalan dalam mengonsumsi makanan. Bahkan masyarakat di kota-kota besarpun masih tidak peduli akan hal tersebut, banyak sekali produsen yang tetap menggunakan bahan-bahan kimia, dan masih saja banyak konsumen yang tidak memiliki kesadaran diri untuk menghindarinya. Juga kesadaran masyarakat akan gizi yang seimbang.
Solusi untuk permasalah dalam makanan yang beracun kiia ini adalah pelrunya masyarakat diberikan penyuluhan lebih lanjut mengenai borak dan formalin juga bahan-bahan berbahaya diatas yang berisikan pengertian, fungsin, dan dampaknya. Lalu pemerintah perlu mengawasi mengedaran akan bahan-bahan tersebut dan mempertegas hukuman apabila hal-hal berbahaya yang sudah dilarang tidak dipatuhi.  Dan masyarakat harus lebih jeli dan sadar untuk kehidupan masa mendatang yang lebih baik.

Source:
















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar