Kamis, 27 September 2012

Tugas 3 - Solusi Labsky untuk Indonesia


Geng Motor Bertindak Brutal





Kompleksitas kehidupan kota besar selalu diikuti oleh bermacam-macam penyimpangan perilaku, salah satunya yang terjadi pada remaja yang berada dalam tahap transisi psikososial. Penyimpangan perilaku yang terjadi padanya yaitu aktivitas kenakalan yang berujung pada kriminalitas. Di Bandung, misalnya, kondisi penyimpangan perilaku pada remaja tersebut, juga dialami. Seperti halnya aktivitas brutal remaja atau anak muda melalui geng motor yang kini sedang marak terjadi.
Baru-baru ini kita dihebohkan dengan berita penganiayaan dan perampokan yang dilakukan oleh geng motor. Keresahan sosial atas geng motor yang merupakan kumpulan orang-orang pecinta motor sudah sangat terasa. Dimana geng motor suka kebut-kebutan, tanpa membedakan jenis motor yang dikendarai. Keresahaan atas ulah geng motor yang menyelimuti masyarakat karena sepak terjangnya semakin beringas. Banyak korban atas tindakan anarkis geng motor saat ini. Jika geng motor tersebut tidak diantispasi secara tegas, dikhawatirkan kelompok-kelompok tersebut bisa kian besar menjadi sebuah jaringan kriminal terorganisisasi.
Fenomena sosial terjadi dikalangan anak muda atas tindakan anarkis geng motor. Mereka sudah tidak merasa bahwa perbuatan itu sangat tidak terpuji dan bisa mengganggu ketenangan masyarakat. Sebaliknya mereka merasa bangga jika masyarakat takut. Adanya rasa bangga bagi anggota geng motor yang mampu merobohkan lawan, merusak harta benda orang lain, merampok, merusak fasilitas umum, sejatinya merupakan musibah bagi masyarakat. Masyarakat sudah jenuh, bahkan muak dengan perilaku destruktif yang dipertontonkan anggota geng motor. Sudah banyak korban atas aksi kawanan geng motor yang mengakibatkan rasa takut dikalangan masyarakat. Ketakutan atas geng motor sudah menghantui masyarakat, tak ada lagi kedamaian di keheningan malam, karena selalu pecah oleh raungan motor dan suara ribut tawuran. Tak pernah berani keluar malam hari karena di lingkungan sekitar yang marak aktifitas geng motor.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2001), geng berarti sebuah kelompok atau gerombolan remaja yang dilatarbelakangi oleh persamaan latar sosial, sekolah, daerah, dan sebagainya. Pelakunya dikenal dengan sebutan gengster. Sebuah kata yang berasal dari bahasa Inggris, gangster. Gangster atau bandit berarti suatu anggota dalam sebuah kelompok kriminal (gerombolan) yang terorganisir dan memiliki kebiasaan urakan dan anti-aturan (Wikipedia Dictionary). Dan geng motor sendiri dilandasi oleh aktivitas kesenangan di atas motor. Umumnya keberadaan mereka ada di setiap kota besar dan perilakunya telah menjadi penyakit sosial yang akut. Geng motor sebenarnya dulu tidak ada karena mereka hanya melakukan balap liar dijalan umum dimana mereka berkelompok untuk sekedar bertaruh atau berjudi untuk menentukan siapa yang akan menang.
Perlu digarisbawahi bahwa pengertian geng motor di atas berbeda dengan pengertian club motor. Pada club motor, aktivitas berkelompok didasari oleh kesamaan hobi otomotif atau aktivitas sosial yang umumnya terdaftar pada wadah organisasi otomotif resmi, semisal Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan Forum Persatuan Motor Indonesia (FPMI).
Kembali pada perihal geng motor, di Jawa Barat—terutama di Bandung—keberadaan geng-geng motor memiliki umur yang panjang. Sebut saja XTC (exalt to coitus), Moonrakers, BRIGEZ, GBR (biasa disebut GRAB) yang telah berdiri sekitar akhir tahun 80-an, dan hingga kini masih berdiri kokoh. Benih anggotanya adalah remaja atau anak muda usia antara 15 hingga 25 tahun. Dan “kaderisasi” dilakukan di lingkungan sekolah (SMP dan SMU) atau daerah-daerah pemukiman yang memiliki jumlah populasi remaja cukup banyak. Berdasarkan klasifikasi ekonomi, umumnya berkembang pada masyarakat tingkat menengah dan menengah ke atas, di mana daya beli terhadap kendaraan roda dua (motor) telah terpenuhi.

Geng motor yang sudah terlanjur berbuat anarkis menjadi tidak takut untuk mengulanginya lagi. Lama kelamaan gerombolan geng motor ini akan tumbuh menjadi sebuah kelompok besar. Kelompok yang akan menjalani atau mengisi kehidupannya berdasarkan peraturannya sendiri tanpa mengindahkan peraturan yang dibuat pemerintah. Karena mereka ada bukan sebagai pendukung pemerintahan. Dampak yang kian meluas akibat dari tindakan geng motor ini telah mulai mengusik kenyamanan masyarakat dimana kepercayaan terhadap pihak keamanan yang berwenang mulai diragukan dengan kenyataan belum mampunya mengatasi yang namanya geng motor ini.


Ajakan untuk bergabung dalam geng motor tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Antara lain, pertama, remaja atau pelajar tergiur dengan aktivitas konvoi yang dilaksanakan seusai waktu belajar sekolah. Kedua, keterpaksaan bergabung karena ancaman berupa pemukulan dan pemerasan oleh anggota senior geng motor yang telah ada sebelumnya di sekolah atau daerah pemukiman tersebut. Ketiga, kefrustasian terhadap keadaan lingkungan keluarga yang tidak harmonis. Keempat, kebutuhan terhadap eksistensi diri di lingkungan sekolah maupun lingkungan bermain akibat kondisi psikis yang labil seperti merasa terasing dari lingkungan, merasa kurang pengalaman, canggung di dalam bergaul, dan agresivitas untuk mencoba sesuatu hal yang dianggap baru, senang, dan unik.

Kegiatan rutin geng motor tersebut adalah konvoi motor pada sabtu malam yang bertujuan untuk sweeping atau penyisiran ke lokasi-lokasi yang disinyalir merupakan kandang atau tempat nongkrong geng motor lainnya yang dianggap sebagai musuh. Terkadang juga konvoi tersebut dilakukan sepulang sekolang atau malam di hari-hari yang lain, tetapi bersifat insidentil.
Sebuah geng motor biasanya memiliki beberapa sektor, yang penamaannya berdasarkan nama wilayah atau daerah. Semisal, XTC Cikaso atau XTC Cibaduyut. Dan aktivitas penyisiran biasanya telah diatur dan dikomandoi oleh seorang koordinator sektor. Seperti layaknya pasukan militer, mereka pun memiliki strategi “perang” ketika menyerang atau bertahan, juga memiliki senjata andalan seperti tongkat softball, tongkat golf, samurai, bahkan senjata api (pistol).


Keberadaan geng motor yang semakin terlihat di kota-kota besar ini tentu semakin membuat penduduk resah. Berikut adalah solusi untuk mengatasi geng motor, serta cara mencegah bertambahnya geng motor. Yang pertama, pembentukan satuan tugas pengaman jalan sangat dibutuhkan. Yang kedua, aparat kepolisian dan satuan khusus harus lebih tegas dalam bertindak. Jangan seperti yang sudah-sudah, aparat kepoilsian seperti angin-anginan dalam menjalankan tugasnya. Yang ketiga adalah masalah pendidikan. Trilogi pendidikan yang terdiri dari sekolah, keluarga, dan masyarakat inilah yang kemudian dikembangkan dalam pendidikan formal, non formal dan informal. Jangan-jangan ada kesalahan kolektif, dalam cara mendidik anak, yang menyebabkan mereka justru jauh lebih nyaman berada di dalam kelompok mereka ketimbang keluarga sendiri. Pendidikan karakter, spiritual, bimbingan orang tua, dukungan keluarga, lingkungan masyarakat yang baik sangat dibutuhkan. 

SUMBER:
http://edukasi.kompasiana.com/2012/04/24/fenomena-geng-motor/
http://dioprasetyo25.wordpress.com/2012/04/19/asal-mula-kemunculan-geng-motor-di-dunia/
http://sabili.co.id/aspirasi-anda/geng-motor-bukti-lemahnya-hukum-indonesia
http://hankam.kompasiana.com/2012/04/16/geng-motor-di-as-dan-cara-paman-sam-mengatasinya/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar