Selasa, 18 September 2012

Tugas-3 Solusi Labsky untuk Indonesia

'Masalah yang kian kompleks’


Penduduk Indonesia adalah mereka yang tinggal di Indonesia pada saat dilakukan sensus dalam kurun waktu minimal 6 bulan. Masalah kependudukan merupakan masalah umum yang dimiliki oleh setiap negara di dunia ini. Secara umum, masalah kependudukan di berbagai negara dapat dibedakan menjadi dua, yaitu dalam hal kuantitas/jumlah penduduk dan kualitas penduduknya. Data tentang kualitas dan kuantitas penduduk tersebut dapat diketahui melalui beberapa cara, diantaranya melalui metode sensus, registrasi, dan survei penduduk.
Saya akan membahas masalah kependudukan yang ada di Indonesia terutama di Ibu kota kita ini. Kota Jakarta merupakan kota metropolitan yang merupakan ibukota Negara Indonesia. Dimana urbanisasi semakin meningkat setiap tahun nya, mereka yang berdatangan dari daerah atau desa ingin mengadu nasib di ibukota padahal mereka belum tentu memiliki kemampuan. Apa yang dibayangkan para urban tidak seperti kenyataannya. Hidup di Jakarta amatlah keras karena tak sedikit biaya yang dikeluarkan serta persaingan antar individu. Karena itu jumlah pengangguran bertambah pesat. Pengangguran mempengaruhi keadaan ekonomi dijakarta, banyaknya kemiskinan. Kepadatan penduduk, kurangnya lapangan kerja, pengangguran serta angka kemiskinan meningkat kian pesat.
Hal tersebut mempengaruhi perubahan sosial di Jakarta, mulai dari pekerjaan yang tidak halal serta pemukiman padat yang kumuh. Kebersihan di kota Jakarta kian tercemar karena lahan yang semakin tipis dan dihuni. Rumah-rumah illegal berdiri dikolong jembatan dan pinggir sungai. Warung-warung yang tidak memiliki izin resmi, dibangun di pinggiran jalan.
Kriminalitas meningkat, pencurian, penipuan, serta pekerja seks komersial semakin banyak karena terpaksa demi kebutuhan ekonomi mereka. Begitu banyak permasalah kependudukan di kota Jakarta.
Kepadatan jumlah penduduk di Jakarta merupakan pemacu banyaknya permasalah di ibukota. Penyimpangan sosial sekunder terjadi, yakni perilaku menyimpang yang tidak mendapat toleransi dari masyarakat dan umumnya dilakukan berulang kali seperti merampok, menjambret, memakai narkoba, menjadi pelacur, dan lain-lain.
Yang akan dibahas kali ini adalah mengenai masalah kependudukan yang kerap kali sangat mengganggu keindahan kota. Yaitu rumah-rumah kumuh yang ada di pinggiran kota, gang, sungai, dan sebagainya menyebabkan lingkungan tidak indah lagi.
Keadaan seperti itu haruslah di perhatikan lebih oleh pemerintah karena dengan keadaan kota yang tidak teratur akan menghambat pembangunan. Serta semakin lama, maka akan semakin banyak bangunan illegal yang dibangun. Penertiban lingkungan harus ditegaskan. Juga rakyat yang harus mengerti keadaan. Ini semua terjadi karena jumlah penduduk yang semakin banyak dijakarta dan tidak mempunyai banyak biaya kemudian mendirikan pemukiman liar sehingga tercipta lingkungan kumuh.
Terhitung sejak sensus 2010 terdapat 9.588.198 penduduk. Setiap perhitungan sensus penduduk di DKI Jakarta terus bertambah.
Kemudian jumlah pendatang di Jakarta jauh lebih banyak yang masuk ke Jakarta dibanding yang keluar dari Jakarta. Dari padat penduduk di Jakarta memang akan menimbulkan banyak permasalahan oleh karena itu pemerintah harus mengawasi masuk keluarnya penduduk dari dan ke Jakarta.
Serta menggusur bangunan liar dan membuat pemukiman yang layak tanpa lahan yang banyak. Yaitu seperti rumah susun. Banyak alternative lain yang dapat di lakukan
oleh pemerintah namun butuh dukungan serta penduduk DKI Jakarta.
Saya akan membahas permasalahan lebih mendetail tentang permasalahan di Indonesia ini.


Kurangnya kepedulian program KB


Selama ini, masalah kependudukan boleh dikatakan masih kurang mendapat perhatian darimasyarakat maupun tokoh-tokoh masyarakat. Baik itu dari para politisi, tokoh agama, pakar ekonomi maupun tokoh masyarakat lainnya. Memang pada saat ini sebagian besar orang padaumumnya sudah tidak berkeberatan lagi dengan program untuk mengontrol kelahiran, tetapisayangnya masih kurang sekali kesadaran untuk melaksanakannya. Dianggap sebagai hal yangtidak penting. Padahal, kalau kita mau menyadari, sebenarnya masalah kependudukan ini adalahmasalah yang teramat penting. Tidak kalah pentingnya dengan berbagai macam masalah lainnyayang seringkali kita perdebatkan dalam berbagai seminar dan diskusi. Dan sebenarnya berkaitanerat dengan masalah ekonomi, hukum dan norma agama. Jadi, memang tidak bisa diabaikan begitu saja.Sebenarnya, masalah kependudukan ini sudah bisa diatasi dengan baik bila saja sejak dulu sudahada upaya yang sungguh-sungguh dari pihak pemerintah maupun tokoh-tokoh masyarakat untuk mengatasi masalah ini. Sayangnya, hal itu dulu masih belum ada. Dulu masih banyak orang yangmenentang program KB. Kalau pun sudah ada yang menyetujuinya, umumnya mereka masihenggan melaksanakannya. Pada zaman Orde Lama, dari pihak pemerintah pun tidak adakesadaran akan masalah ini. Pada saat itu jumlah penduduk Indonesia masih berkisar 100 juta jiwa dan seandainya pada saat itu sudah ada upaya yang sungguh-sungguh tentunya tidak perlu penduduk Indonesia meledak seperti sekarang ini.Hingga saat ini memang masih banyak orang yang menganggap bahwa teori yang dikemukakan.oleh Malthus sudah tidak berlaku lagi karena adanya berbagai macam kemajuan pada bidang pertanian yang bisa melipatgandakan jumlah makanan. Tetapi, mereka nampaknya melupakan bahwa kemajuan teknologi bukanlah hanya pada bidang pertanian, tetapi juga pada bidangkesehatan dan kedokteran. Jadi, tingkat kematian menurun dengan cukup drastis sedangkantingkat kelahiran tetap bertambah menurut primitif rate. Maka semakin sesaklah bumi kita ini dan semakin sulitlah memenuhi kebutuhan pangan karena tingkat pertumbuhan penduduk dunia yangsekitar 1,2 persen per tahun sedangkan lahan pertanian hanya bertambah 0.8 persen saja. Jumlahlahan ini pun semakin hari semakin berkurang saja karena semakin meningkatnya kebutuhanakan perumahan. Apalagi, kita memang tak akan pernah bisa menciptakan teknologi yang bisameningkatkan luas tanah di planet bumi. Jadi, hanya bila suatu saat kita memang telah bisamendirikan koloni di planet Mars atau galaksi yang lain dan bisa pergi ke sana dengan ongkossetara naik kereta Purbaya barangkali kita tak perlu susah payah mengatasi masalahkependudukan ini. Jadi, prediksi Malthus, atau lengkapnya Thomas Robert Malthus (1766-1834),dalam hal ini memang bisa dikatakan cukup tepat dan tetap berlaku hingga saat ini. Dan teoriMalthus tentang kependudukan yang ditulis dalam esainya yang berjudul Essay on the Principleof Population ini juga sebenarnya yang turut memberikan pengaruh yang sangat besar untuk meyakinkan Darwin tentang terjadinya proses seleksi alam dalam evolusi mahluk hidup. Malthusmenyatakan bahwa tingkat pertumbuhan penduduk adalah berdasarkan deret geometri (1, 4, 9,16, ... dst.) sedangkan jumlah makanan hanyalah bertambah menurut deret aritmetika (1, 2, 3, 4,... dst.). Hal ini tentu pada akhirnya akan menim¬bulkan persaingan mati-matian antar Homosapiens untuk memperebutkan sumber makanan karena berlebihnya jumlah penduduk. Memang pada saat ini tidak perlu sampai ada pertempuran antar negara untuk memperebutkan sumber makanan seperti yang terjadi pada suku-suku primitif, tetapi persaingan antar individu untuk memperebutkan sumber makanan (atau dalam hal ini cara untuk mencari makan alias pekerjaan)dalam skala yang sangat... sangat besar ternyata juga tak kalah buruk akibatnya karena tempatyang tersedia makin hari makin terbatas jumlahnya. Dalam masyarakat industri setiap orangmemang tak lagi mencari makan secara langsung dengan cara pergi ke sawah. Akibatnya, merekayang tidak mendapatkan tempat yang layak terpaksa mencari yang kurang layak, yang tidak mendapatkan yang kurang layak terpaksa mencari yang tidak layak. Dan dari hari ke hari merekaini semakin besar saja jumlahnya. Ini tentu pada akhirnya menimbulkan berbagai macam masalah sosial yang susah dibenahi.


Timbulnya pengangguran


yang semakin melimpah ruah ini pun pada akhirnya menimbulkan banyak masalah juga karena orang yang tidak bekerja bukan berarti mereka lalu tidak makan. Mereka tetap makan juga dan banyak di antaranya yang kemudian terpaksa melakukan apa saja untuk menyambunghidupnya. Bila sebagian di antara mereka masih bersedia untuk menyambung hidup secara halal, maka ternyata banyak juga di antaranya yang kemudian terpaksa harus dengan cara melanggar hukum dan norma agama sebab kebutuhan perut memang tak dapat ditunda sehari pun. Bilakaum prianya banyak yang terjerumus melakukan kejahatan, maka kaum wanitanya banyak yangterperosok ke dalam prostitusi. Dan rasanya, tidak ada seorang pun yang bercita-cita untuk menjadi penjahat semasa kecilnya. Juga menurut sebuah penelitian, 95 persen wanita tuna susilasebenarnya juga ingin melakukan pekerjaan yang lain.[1] Yang halal, yang terhormat, yang baik- baik. Kalau ada. Yah, memang mana ada wanita yang semasa kecilnya pernah bercita-cita untuk menjadi pelacur.[2] Cobalah tanya anak-anak kecil di kam¬pung Anda apa cita-cita merekaketika dewasa kelak. Apakah ada yang bercita-cita untuk menjadi pelacur?Karena itu, kita memang tidak bisa memberantas keja¬hatan, tidak bisa memberantas pelacuran, bila rakyat kita masih didera kemiskinan. Tidak bisa hanya dengan menembaki setiap penjahatkarena mereka akan tumbuh lagi. Tidak bisa hanya dengan beramai-ramai membakari kompleks prostitusi karena mereka akan mencari tempat yang lain lagi. Bukan pekerjaan yang lain karenamemang tidak ada. Apa yang harus kita lakukan memang adalah memberantas penyebabnya,yaitu memberantas kemiskinan dan pengangguran. Dan salah satu cara memberantas kemiskinandan pen¬gangguran ini adalah dengan kontrol kelahiran sebab dengan kontrol kelahiran kita akan bisa dengan lebih mudah men¬gatasi kemiskinan karena akan terdapat ruang yang cukup bagisemua orang untuk mencari makan. Dengan itu pula kita akan bisa dengan lebih mudahmengatasi pengangguran karena kita memang akan bisa lebih mudah pula mengupayakan agar pertumbuhan angkatan kerja senantiasa sesuai dengan lapan¬gan kerja yang tersedia. Bisa mengupayakan agar setiap orang bisa mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang layak sehingga ia tidak akan mudah tergoda untuk melaku¬kan hal-hal yang melanggar hukum maupun norma agama. Dengan tersedianya pekerjaan dan penghasilan yang layak bagi setiap orang, makadengan demikian kita telah bisa memberantas kejahatan tanpa harus menembaki setiap penja¬hat.Bisa membasmi pelacuran tanpa harus membakar setiap kompleks prostitusi.Kita juga tidak lagi akan diresahkan oleh ulah para pemuda pengangguran yang nongkrong disudut-sudut jalan sambil bermabuk-mabukan. Mengompas orang yang kebetulan lewat. Juga tak perlu lagi diresahkan oleh ulah "pak ogah" atau anak-anak jalanan yang sekedar mencari uanglogam di setiap perempatan jalan. Mereka semua tidak akan ada bila mereka bisa mendapatkan pekerjaan dan peng¬hasilan yang layak. Mereka akan hidup tenang tentram di rumah bersama keluarganya, bersama istri dan anak-anaknya, bersama saudara dan keluarganya tanpa harusmencari mangsa atau menggangu orang lain di jalan-jalan.Jadi, hal utama yang harus kita lakukan memang adalah meniadakan kondisi lingkungan yang bisa menyebabkan terja¬dinya pelanggaran hukum dan norma agama tersebut. Tetapi, apa boleh buat, selama hal itu belum tercapai hukum yang tegas tetaplah harus dijalankan karenamasyarakat pun haruslah bisa dijamin keamanannya. Akan tetapi, bila kita memang benar-benar mau memikirkan dan berupaya mengatasi masalah kependudukan dengan serius, maka secara perlahan-lahan angka kejahatan dan juga berbagai macam problem sosial lainnya akan bisaditekan seminimal mungkin. Dan akan bersihlah bumi Indonesia ini dari pelacuran, kejaha¬tan,kemiskinan dan pengangguran. Akan terciptalah negeri yang tata tentrem kerta raharja gemahripah loh jinawi.Oleh karena itu, sekali lagi, kita memang harus berupaya memikirkan dan mengatasi masalahkependudukan ini dengan sebaik-baiknya. Tanpa itu, jangan harap kesejahte¬raan dankemakmuran akan bisa terwujud meskipun pemerinta¬han yang ada adalah pemerintahan yang benar-benar demokra¬tis dan jujur sebab dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk, makaakan semakin sulit pula bagi kita untuk mengatasi kemiskinan, pengangguran serta berbagaimacam problem sosial lainnya. Kita bisa melihat bahwa dengan jumlah penduduk yang "hanya"200 juta saja sudah banyak orang yang keleleran, apalagi bila jumlah itu terus-menerus bertambah tanpa henti seperti yang terjadi selama ini. Akan semakin banyak orang miskin,semakin sempit tanah yang ada, semakin mahal harga rumah, semakin sulit dan mahal pula tanah kuburan, juga akan semakin banyak kampung kumuh, semakin banyak pengemisdan kaum jembel, semakin sulit cari kerja, semakin banyak pengangguran, semakin banyak kejahatan, semakin banyak ³pak ogah´, semakin banyak anak jalanan, semakin marak prostitusi,semakin membanjir arus urbanisasi dan ke luar negeri, semakin sempit trotoar karena diserobotkaki lima, semakin macet jalan-jalan, semakin sulit cari tempat parkir, semakin bertimbun asap polusi, semakin sulit air tanah, semakin habis hutan lindung, semakin.... Dan seterusnya. Boleh diteruskan sendiri. Pokoknya, semuanya menjadi bertambah semangkin saja. Bila pun masih ada yang kurang yakin tentang hal ini bisa menengok ke negara-negara Asia Selatan. Serba kumuh dan amburadul. Tingkat kesejahteraan rakyat dan jumlah buta hurufnya
masihlah sangat memprihatinkan walaupun mereka adalah negara-negara yang demokratis, bahkan sampai ada yang dijuluki sebagai negara demokratis terbesar di dunia


Masalah Lingkungan


Selain menimbulkan berbagai macam masalah sosial, jumlah penduduk yang semakin bertambahini juga menimbulkan dampak pada masalah yang lain, yaitu masalah lingkungan. Semakin banyak penduduk berarti semakin banyak areal persawahan dan hutan yang berubah fungsimenjadi pemukiman penduduk. Dan bila tadi sudah dibahas bagaimana jumlah penduduk yangsemakin bertambah ini menyebabkan urbanisasi dan menimbulkan berbagai masalah sosial dikota-kota, maka kali ini kita bisa melihat bagaimana mereka yang tinggal menetap di desa punmenimbulkan masalah lain yang tak kalah seriusnya, yaitu kehancuran hutan yang ada, termasuk juga hutan lindung yang mesti dijaga.Meski demikian, ini bukanlah berarti bahwa perusakan hutan oleh perusahaan raksasa kemudiankita abaikan begitu saja sebab jumlah 20 hingga 40 persen dari ratusan juta hektar bukanlah jumlah yang sedikit. Dan bila dibiarkan, maka lama-lama pun akan bisa menghancurkan seluruhhutan yang ada.Kerusakan hutan yang ditimbulkan oleh penebangan yang semakin menjadi-jadi, baik oleh penduduk lokal maupun perusahaan besar, selain mengakibatkan apa yang telah disebutkan diatas, juga akan bisa menyebabkan banjir, tanah longsor serta endapan lumpur. Di Serawak misalnya, erosi ini telah menyebabkan endapan lumpur mencemari dua pertiga sungai di sana.Entahlah apa pendapat Dr. Mahathir tentang masalah ini. Lenyapnya hutan tropis ini juga berartitidak akan ada lagi paru-paru dunia yang bisa menyerap polusi yang semakin melimpah, yang pada saat ini sebagian terbesar adalah hasil sumbangan dari negara-negara industri maju. Dankelak ditambah dengan semua negara yang ada di dunia sebab semua negara-negara berkembangmemang bercita-cita ingin menjadi negara industri besar. Besar-besaran kalau perlu, meskidengan gaji pekerja cukup kecil-kecilan saja.Pada akhirnya, kerusakan hutan ini juga akan bisa memusnahkan jutaan spesies flora dan faunayang ada, termasuk juga tanaman yang bisa bermanfaat bagi obat-obatan. Tak sampai 30 tahunlagi, pada tahun 2020 diperkirakan sepersepuluh sampai seperlima dari 10 juta spesies tanamandan tumbuhan akan musnah sebab 50 persen dari spesies itu hidup di hutan-hutan tropis yangterus digerogoti. Dan sekali sebuah spesies musnah, ia akan musnah untuk selamanya. Bagi peminat ilmu alam, hal seperti ini akan bisa membuatnya merasa berduka. Barangkali perkataan Nietszche memang benar adanya. ³Dunia ini begitu indah,´ demikian katanya suatu ketika.³Tetapi, ia mempunyai wabah yang sangat berbahaya: manusia.´Selain mengakibatkan kehancuran hutan yang ada, pertambahan penduduk yang semakin tak terkendali juga akan bisa mengakibatkan pencemaran yang luar biasa pada pantai dan lautan.Kini tamasya laut bukan lagi janji kenyamanan. Mereka yang dekat dengan pantai tahu bahwakini laut-laut begitu jorok, dipenuhi sampah plastik, dan ikan-ikan lenyap. Tapi, sebenarnya,tumpahan minyak, limbah pabrik dan sampah kota cuma masalah yang kasat mata. Ancamanutama untuk laut, 70 sampai 80 persen dari seluruh polusi bahari adalah sedimen dan pence¬mar yang mengalir ke laut dari sumber daratan, seper¬ti lapisan tanah teratas, pupuk, pestisida dansegala bentuk buangan industri. Terumbu karang, khususnya, amat rawan terhadap sedimen. Kinikarang yang menye¬diakan rumah bagi sebagian besar spesies ikan di dunia di sepanjang Asia,Australia dan Karibia mulai berkurang.Jadi, pertumbuhan penduduk yang tak terkendali ini memang bisa menyebabkan berbagaimasalah dalam berbagai bidang kehidupan. Mengenai pencemaran pada lautan ini adalah suatuhal yang rasanya mengkhawatirkan mengingat dua pertiga negeri kita ini adalah terdiri darilautan. Terlebih lagi lautan sebenarnya menyimpan kekayaan yang selama ini belumtereksploitasi sepenuhnya. Ikan-ikan kita sebagian besar membusuk di lautan tanpa sempat dikail nelayan.


Cara Mengatasi Masalah



Untuk mengatasi masalah lingkungan yang akan timbul sebaikanya pemerintah harus menjalan beberapa program seperti dibawah ini :Pengendalian Lingkungan HidupHarus menyusun rencana program dan kegiatan yang kreatif, inovatif dan realistis yang didukungoleh SDM yang trampil dan anggaran yang memadai. Program dan kegiatan yang dapatmengatasi permasalahan-permasalahan lingkungan, diantaranya :Program Konservasi Sumber Daya Alam dengan kegiatan-kegiatan, antara lain : pemeliharaansungai dan situ, pembuatan sumur resapan dan biopori yang bertujuan untuk mengatasi bahaya banjir dan pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) bertujuan untuk menanggulangi polusi udaradi kota.Program Pengawasan dan Penegakkan Hukum dengan kegiatan-kegiatan, antara lain : pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan bidang lingkungan hidup, pengawasan terhadapkegiatan industri yang bertujuan untuk pentaatan oleh masyarakat/ industri terhadap ketentuandan kebijakan bidang lingkungan dan penanganan kasus bagi masyarakat/industri yang merusak dan mencemari lingkungan hidup.Program Pemantauan dan Pemulihan Lingkungan Hidup dengan kegiatan-kegiatan : pemantauankualitas lingkungan (air, tanah, udara) yang bertujuan untuk mengetahui status kondisilingkungan di Kota Tangerang secara terus menerus, peningkatan kesadaran dan peran sertamasyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan.Masyarakat UmumHarus meningkatkan kesadaran dan kepedulian yang tinggi terhadap pemanfataan serta pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan, diantaranya pembangunan rumah tinggal harusmengikuti ketetapan RTRW, mengadakan pengolah limbah/ tinja berupa septi tank, tidak merusak dan memanfaatkan secara berlebihan sumber daya alam (air tanah).IndustriHarus meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan lingkungan hidup, diantaranya pembuatandan pengoperasian IPAL secara optimal, pengelolaan limbah (terutama B3) sesuai denganketentuan, tidak membuang limbah hasil kegiatan industri ke badan sungai yang berakibatmencemari air sungai dan ekosistemnya.Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
Harus meningkatkan pengawasannya terhadap pihak-pihak yang melakukan perusakan dan pencemaran lingkungan dengan cara melaporkan ke pihak terkait, seperti Pemerintah (BadanPengendalian Lingkungan Hidup) dan Kepolisian untuk dilakukan penindakan secara hukum.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar