Jumat, 21 September 2012

Tugas 3 - Solusi Labsky Untuk Indonesia


“Pemerataan Persebaran Penduduk untuk Indonesia yang Lebih Baik”

            Indonesia menempati peringkat ke empat dalam daftar negara yang memiliki penduduk terbanyak di dunia, dengan jumlah 237.556.363 penduduk. Hal tersebut merupakan sebuah hal yang lumrah, karena Indonesia sendiri memiliki luas wilayah 5.193.250 km2. Namun, pada saat ini, kenyataannya persebaran penduduk di Indonesia sangatlah tidak merata. Sebagian besar penduduk di Indonesia berdiam hanya di satu pulau besar, dan terlebih pulau tersebut juga bukanlah pulau terbesar di Indonesia.
            Pulau Jawa, pulau yang menjadi pusat dari segala aktifitas yang ada di Indonesia memiliki kepadatan penduduk yang terbilang sangat tinggi. Terdapat banyak sekali pendatang dari luar Jawa yang datang ke pulau tersebut untuk berbagai macam hal, seperti mencari pekerjaan yang lebih menghasilkan uang, mendapatkan fasilitas hidup yang lebih baik, mencari pendidikan yang lebih layak dan profesional, dan lain sebagainya. Sebenarnya, orang-orang yang bermigrasi ini terkadang tidak berpikir panjang dan tidak memikirkan risiko dan konsekuensi yang akan mereka hadapi saat mereka bermigrasi, sehingga munculah berbagai masalah yang disebabkan oleh bermigrasinya sebagian besar penduduk Indonesia, terutama perpindahan ke kota metropolitan seperti Jakarta.

1.       Kemacetan di Kota-kota Besar

            Kemacetan merupakan salah satu hal yang paling sering dialami di kota-kota besar. Hampir di setiap sudut dan area di kota besar di Indonesia seringkali mengalami kemacetan, baik karena disebabkan kendaraan umum yang berhenti di tengah jalan, maupun lampu lalu lintas yang rusak atau mati. Namun, pemicu utama dari kemacetan tersebut adalah banyaknya kendaraan bermotor yang ada di kota besar, yang jumlahnya sangat banyak. Di dalam satu kota besar saja, bisa ditemukan jutaan kendaraan bermotor.
            Banyaknya penduduk di suatu kota memicu pula pertambahan jumlah kendaraan bermotor di suatu kota. Dimisalkan sebuah keluarga mempunyai empat orang anggota dan masing-masing anggota keluarga memiliki sebuah kendaraan,  bayangkan saja betapa banyaknya kendaraan yang dimiliki setiap orang dan setiap keluarga. Terlebih banyak orang yang memilih untuk memakai kendaraan pribadi dibandingkan kendaraan umum dikarenakan fleksibilitas waktu dan pemakaian. Kemacetan pun tidak dapat dihindarkan.

            Asap yang dihasilkan kendaraan bermotor juga dapat merugikan, karena dapat menyebabkan polusi udara. Polusi udara yang dialami kota-kota besar kini telah menjadi suatu hal yang patut dikhawatirkan. Berbagai kasus penyakit yang disebabkan polusi udara, seperti sesak nafas, bronchitis, dan lain sebagainya.

2.    Penumpukan Sampah di Lingkungan dan Pembuangan Sampah ke Sungai

 Menurut data terakhir Dinas Kebersihan DKI Jakarta, sekitar 6.500 ton sampah per hari dihasilkan oleh warga DKI Jakarta. Sampah-sampah tersebut juga didominasi oleh sampah rumah tangga. Hal ini membuktikan bahwa penumpukan sampah dan banyaknya sampah di Jakarta maupun kota-kota besar lainnya di Pulau Jawa diakibatkan oleh kepadatan penduduk di kota-kota tersebut. Semakin banyak penduduk yang tinggal di suatu kota, semakin banyak pula sampah yang dapat dihasilkan dari setiap penduduk.
        Penumpukan sampah sangatlah sering didapati di kota besar, terutama di daerah kumuh di pinggiran kota. Sampah-sampah plastik dan benda-benda anorganik lainnya banyak dibiarkan menggunung di tanah, limbah rumah tangga banyak sekali yang dibuang ke sungai. Sampah anorganik tersebut sangatlah susah diurai oleh tanah. Sampah-sampah tersebut membutuhkan waktu lebih dari seratus tahun untuk terurai, dan hal tersebut dapat mengganggu aktifitas masyarakat. Sedangkan limbah-limbah rumah tangga yang dibuang ke sungai dapat mengurangi ketersediaan sumber air yang baik untuk dipakai. Limbah-limbah tersebut juga kadangkala dapat merusak organisme yang ada di sungai.

3.    Rendahnya Tingkat Pendidikan, Angka Pengangguran Tinggi dan Meningkatnya Angka Kemiskinan

        Sebagian penduduk Indonesia yang berasal dari luar Pulau Jawa memiliki pendidikan yang tidak terlalu tinggi, namun tergiur dengan berbagai tawaran kerja dan fasilitas yang ada di kota-kota besar tersebut. Rendahnya pendidikan perantau ini sebenarnya sangat mempengaruhi angka pengangguran penduduk kota-kota besar.

        Berbagai tempat kerja mengharuskan para calon pekerja untuk memiliki pendidikan yang cukup, agar dapat bekerja dengan optimal di tempat kerja mereka masing-masing. Namun, pada kenyataannya para perantau dan juga sebagian penduduk tetap kota-kota besar memiliki pendidikan yang tidak begitu tinggi, yang dapat menyebabkan angka pengangguran semakin tinggi. Motivasi mereka untuk bekerja pun sebenarnya tidak terlalu besar, terdapat banyak orang yang tidak memiliki visi ‘bekerja untuk kepuasan diri’, melainkan ‘bekerja untuk uang’.

        Pengangguran ini juga dapat menyebabkan kemiskinan yang semakin menjadi-jadi di kota-kota besar. Terlihat perbedaan yang sangat kontras antara orang-orang berkecukupan dan orang-orang yang kurang mampu. Kesenjangan ini menimbulkan kecemburuan sosial dan juga dapat menimbulkan hal-hal lain yang tentunya sangat tidak diinginkan untuk terjadi.

4.    Tingkat Kriminalitas yang Meningkat

        Adanya kecemburuan sosial yang disebabkan oleh kesenjangan antara orang-orang yang berkecukupan dan orang-orang yang kurang mampu dalam bidang ekonomi dapat memicu terjadinya kriminalitas. Pencurian yang marak terjadi di kota-kota besar sudah bukanlah hal yang tidak asing. Kriminalitas yang terjadi ini bukanlah hanya pencurian saja. Terjadi pula perampokan, bahkan pembunuhan. Pelaku-pelaku kriminal tersebut juga melakukan kriminalitas dengan cara yang sangat keji, yang tentunya melanggar peraturan hukum dan norma sosial.

5.    Lingkungan Kumuh dan Kepadatan Penduduk

        Kepadatan penduduk di suatu kota juga dapat menyebabkan munculnya lingkungan-lingkungan padat penduduk dan lingkungan tersebut biasanya kumuh. Di Jakarta, terdapat beberapa daerah padat penduduk dengan rumah-rumah warga yang tidak terlalu layak untuk ditempati, dan rumah-rumah tersebut juga berlokasi di dekat kali dan sungai. Salah satu daerah tersebut adalah Tambora, yang merupakan kecamatan terpadat di Indonesia.

        Daerah Tambora merupakan salah satu daerah padat penduduk dan di daerah tersebut terdapat banyak perantau yang singgah dan membuat rumah sederhana di daerah tersebut, dikarenakan harganya yang terbilang terjangkau untuk sebuah rumah. Padatnya penduduk di daerah Tambora yang sangat terbatas menyebabkan rapatnya jarak antara rumah-rumah yang ada di daerah tersebut. Sumber air bersih di daerah tersebut juga terkadang susah untuk didapatkan.
        Tambora merupakan daerah nomor dua di Jakarta dengan angka kehilangan nyawa dan tempat tinggal paling tinggi. Rapatnya jarak antar rumah di daerahh tersebut, ditambah pula dengan arus pendek dan korslet listrik seringkali menyebabkan rumah terbakar, dan akibatnya kebakaran tersebut juga merambat ke rumah-rumah yang lainnya. Hal ini merupakan sebuah kerugian besar bagi setiap orang yang tinggal di daerah tersebut, terlebih penduduk yang menempati daerah tersebut juga merupakan orang-orang dengan penghasilan menengah ke bawah.

        Dari sekian banyak penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kepadatan penduduk mempunyai beberapa kerugian, baik untuk lingkungan atau kota besar tersebut maupun bagi para penduduk serta perantau. Pemerintah sendiri telah melakukan berbagai upaya dan cara agar kepadatan penduduk tidak terdapat di satu pulau atau satu daerah saja.

        Suatu negara yang maju memiliki pemerataan penduduk yang baik di setiap daerahnya. Indonesia memang memiliki banyak sekali pulau dan daerah yang harus digali potensinya, dan kesadaran untuk maju ini memang seharusnya dimiliki oleh setiap orang. Campur tangan pemerintah, sebagai otoritas dari suatu negara memiliki andil yang sangat penting.

        Pemberlakuan berbagai migrasi ke daerah-daerah luar Pulau Jawa, salah satunya transmigrasi pada dasarnya merupakan hal yang sangat baik. Pengalokasian penduduk ke daerah-daerah dengan jumlah penduduk sedikit namun memiliki potensi alam dan daerah yang bagus seharusnya dilakukan. Setelah penduduk mulai merata,  barulah setiap pemerintah daerah mulai membangun dan menggali potensi daerah tersebut.

        Menurut saya, pembangunan suatu negara seharusnyalah dimulai daerah daerah-daerah dengan jangkauan kecil, mulai dari satu keluarga, RT, kemudian RW, kelurahan atau desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. Hal yang pertama kali harus dibangun adalah kesadaran, yakni kesadaran untuk maju dan menjadi seseorang yang lebih baik.

        Setelah adanya kesadaran, perlunya ada campur tangan pemerintah dalam bidang pendidikan. Pendidikan dasar untuk anak-anak usia dini hingga, minimal, sekolah menengah pertama sangatlah dibutuhkan untuk persiapan dalam bekerja dan beraktifitas dalam kehidupan sebenarnya. Pelatihan non-akademik juga sebenarnya sangat dibutuhkan, sebagai bekal untuk keterampilan seorang anak.

        Pembangunan secara fisik juga perlu dilakukan di daerah-daerah tersebut. Pembangunan ini tentunya harus diseimbangkan dengan keadaan alam. Pemaksaan terhadap alam tentunya merupakan suatu hal yang sangat dilarang, karena akan membawa efek yang buruk terhadap diri kita sendiri.

        Pertumbuhan ekonomi juga sangat diperlukan dalam pembangunan suatu daerah. Salah satu dari pembangunan pertumbuhan ekonomi adalah melalui jalur pariwisata. Jalur pariwisata menjadi salah satu pemasukan yang paling besar bagi setiap daerah. Pembuatan produk-produk lokal juga seharusnya diadakan. Dalam hal ini, pemerintah daerah tentunya harus mengambil andil dalam pengaturan dan perencanaan kegiatan ekonomi di suatu daerah.

        Poin terakhir yang harus diperhatikan adalah perawatan lingkungan. Suatu daerah yang baik memiliki lingkungan yang baik pula. Adanya lahan terbuka yang hijau, pengurangan pemakaian kendaraan bermotor, serta pemukiman yang teratur dan rata menjadi salah satu penilaian dari lingkungan yang baik. Dengan adanya pemerataan penduduk beserta perencanaan pembangunan di setiap daerah di Indonesia ini, diharapkan Indonesia dapat berkembang lebih maju di masa yang akan datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar