Selasa, 18 September 2012

Tugas 3 - Solusi Labsky untuk Indonesia


Idealisme untuk Generasi Muda Indonesia

Aliran idealisme merupakan salah satu aliran ilmu filsafat yang mengagungkan jiwa. Tokoh aliran idealisme adalah Plato (427-374 SM), murid Sokrates. Aliran idealisme beranggapan bahwa keberadaan idea tidak tampak dalam wujud lahiriah, tetapi gambaran yang asli hanya dapat dipotret oleh jiwa murni (tetap, tidak berubah dan bergeser). Sedangkan idea sendiri adalah hakikat murni dan asli. Keberadaannya sangat absolut dan kesempurnaannya sangat mutlak, tidak bisa dijangkau oleh material.
Pada prinsipnya, aliran idealisme mendasari semua yang ada. Yang nyata di alam ini hanya idea, dunia idea merupakan lapangan rohani dan bentuknya tidak sama dengan alam nyata seperti yang tampak dan tergambar. Sedangkan ruangannya tidak mempunyai batas dan tumpuan yang paling akhir dari idea adalah arche yang merupakan tempat kembali kesempurnaan yang disebut dunia idea dengan Tuhan, arche, sifatnya kekal dan sedikit pun tidak mengalami perubahan
Idealisme  adalah sebuah hasrat untuk mencapai atau mewujudkan sesuatu yang diinginkan, sesuatu yang istimewa atau lebih. Bisa diartikan mengutamakan ide/gagasan/pikiran tertentu yg dia anut.
Org yg idealis, akan berusaha melaksanakan kehidupannya sesuai ide tersebut. Dan tidak  peduli dengan penilaian org, yang penting dia bisa melakukan seperti apa yg dia inginkan. Sikap ini sebaiknya ditanamkan sejak dini agar generasi muda mempunyai kemauan dan determinasi yang kuat untuk mencapai tujuan mereka serta membentuk karakter yang pantang menyerah.
Generasi muda adalah generasi dimana seseorang pemuda mendapatkan beban yang sangat berat, karena generasi muda ini akan menjadi penerus dari generasi yang sebelumnya. Mempunyai beban untuk memajukan kehidupan bangsa kelak. Dilihat dari kehidupan masa kini pemuda lebih memilih untuk menyia-nyiakan masa mudanya dengan melakukan tindakan tindakan menyimpang padahal masa muda ini amat sangat menyenangkan.
Mereka melakukan tindakan-tindakan menyimpang karena idealisme mereka menganggap bahwa tindakan menyimpang yang dilakukan mereka itu merupakan suatu tindakan yang biasa saja bahkan menyenangkan buat mereka. Sebagian dari mereka yang melakukan tindakan menyimpang berkata “kapan lagi kalau bukan masa muda” itu alasan mereka mengapa mereka melakukan tindakan yang menyimpang. Mungkin ini semua karena suatu tekanan yang mereka dapatkan, ditambah lagi mereka memiliki tanggung jawab untuk memajukan suatu bangsa dan negaranya. Sebagian lagi merekan mengikuti peraturan peraturan yang ada disekitar mereka dan tidak melakukan tindakan yang menyimpang. Serta masa muda adalah masa saat mereka berusaha menumukan jati diri mereka.
Kakek dari teman saya yang bernama bapak I Gede Swarnaputra berkata bahwa idealisme itu perlu bagi semua orang karena itu lah yang akan memperkuat mental mereka dalam menjalani kehidupan yang penuh rintangan ini. Sekarang banyak anak-anak yang kemampuannya masih bisa berkembang dan produktif sudah terlantar di jalanan hanya untuk mengemis dan mengamen, hal seperti itu bukanlah kemauan siapapun dan bukan kemauan bangsa yang sedang berkembang ini. Seharusnya ini tidak terjadi jika mereka memiliki hasrat inigin maju dan menjadi orang yang lebih baik, maka itu kita perlu idealisme disetiap diri kita. Tidak ada perbedaan antara orang miskin dan orang kaya, walaupun berbeda derajat mereka memilik tingkat kesuksesan yang sama, itu tergantung mereka apakah dapat memanfaat an situasi dan maksimalkan kemampuan mereka untuk mencapai kesuksesan. Namun jika orang dewasa saja sekarang menjadi pengemis, maka mereka gagal dalam menjalani kehidupan.
Bapak I Gede Swarnaputra bercerita bahwa beliau dulu ialah orang kampung yang lahir di Bali namun karena Islam di Lombok kuat maka ia pindah ke Lombok, ia mengatakan bahwa ia hanya lah orang kampung dengan cita-cita tinggi dan beliau percaya bahwa cita-cita tersebut akan tercapai. Beliau mempunyai peta pulau Jawa dirumahnya dan semnjak itu belaiu menanamkan idealisme dia bahwa dia harus bisa ke ibu kota Jakarta, memang sulit rasanya untuk mewujudkannya namun dengan ketekunan sang beliau belaiu berhasil ke Jakarta dan membuka lembaran baru tentang hidup di Jakarta. “Nothing great will ever be achieved without great men, and men are great onliy if they are determined to be so” –Dag Hammarskjold.
Dari Kisah bapak I Gede Swarnaputra dapat kita pelajari bahwa tidak ada yang mustahil dalam hidup ini hanya tinggal kemauan kita saja yang harus dimaksimalkan. Karena manusia ini di ciptakan seimbang, manusia dalam hidup membutuhkan kecerdasan serta moral yang baik. Apa guananya memiliki otak yang cerdas namun tidak bermoral? Mereka ini lah orang-orang yang sesat. Contohnya seperti para koruptor sekarang ini, mereka telah mempunyai kecrdasan dalam diri mereka dan mereka gunakan dengan maksimal namun karena moral yang buruk mereka terjebak oleh nikmat dunia sehinnga mereka gunakan kecerdasan itu untuk hal negatif dan menjadi koruptor yang akhirnya merugikan diri dan bangsa. Idealisme pada generasi muda sekarang sepertinya juga melenceng dengan banyaknya tawuran  dan tindakan bullying. Data Komnas PA merilis jumlah tawuran pelajar tahun ini sebanyak 339 kasus dan memakan korban jiwa 82 orang. Tahun sebelumnya, jumlah tawuran antar-pelajar sebanyak 128 kasus.Tak berbeda jauh, data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebutkan, pengaduan kekerasan kepada anak sebanyak 107 kasus, dengan bentuk kekerasan seperti kekerasan fisik, kekerasan psikis, pembunuhan, dan penganiayaan.
Idealisme pada generasi muda sekarang sepertinya juga melenceng, kaum muda sering identik dengan persoalan tawuran, premanisme, terorisme, gerakan radikalisasi atau penyakit sosial lainnya. Data Komnas PA merilis jumlah tawuran pelajar tahun ini sebanyak 339 kasus dan memakan korban jiwa 82 orang. Tahun sebelumnya, jumlah tawuran antar-pelajar sebanyak 128 kasus.Tak berbeda jauh, data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebutkan, pengaduan kekerasan kepada anak sebanyak 107 kasus, dengan bentuk kekerasan seperti kekerasan fisik, kekerasan psikis, pembunuhan, dan penganiayaan.
 Banyak penyebab sehingga generasi muda bisa menjadi seperti itu. Pertama, pengaruh lingkungan dapat menentukan apakah individu akan melakukan hal positif atau negatif karena usia mereka yang masih terbilang cukup muda dan masih berkembang, mereka bisa dengan mudah terpengaruh lingkungan sekedar mencari kesenangan. Kedua, faktor keluarga juga dapat mengubah pola pikir seorang anak, keluarga yang harmonis tentu anaknya akan baik-baik saja namun keluarga yang tidak harmonis akan menyebabkan anak kehilangan  kepercayaan didalam keluarga sehingga anak cenderung melakukan sesuatu sesuai kemauan mereka dan tujuan mereka biarpun itu perbuatan negatif. Padahal idealisme perlu ditanamkan sejak dini sehingga orang tua juga harus memeberi dukungan dan ajaran untuk para generasi muda.
Tapi sekarang penyakitnya bertambah pula dengan korupsi. Ironisnya lagi, anak-anak muda yang mendorong reformasi 1998 justru kini ikut-ikutan terjebak dalam belantara korupsi. Dulu, mereka dengan lantang menyuarakan perlunya pemotongan generasi bila hendak membabat habis praktik korupsi yang menggerogoti bangsa ini. Namun kini, justru kaum muda yang mengusung reformasi dan meminta pelaku korupsi zaman Orde Baru dihukum, itulah yang malah mulai ikut-ikutan korupsi.

Menoleh kembali semangat kaum muda yang mengikrarkan Soempah Pemoeda 83 tahun lalu, kita dibuat merinding. Hati kita bergetar. Anak muda yang datang dari berbagai daerah, dengan beragam suku, agama, bahasa, dan adat istiadat, bersatu untuk Indonesia Merdeka. Mereka berikrar: bertumpah darah satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Mereka, anak-anak muda itu, sebagai satu kesatuan, meski berbeda-beda dalam suku, agama, ras, dan golongan.

Ada hal yang lebih luar biasa ketika itu, yakni mereka berjuang tanpa pamrih. Pamrih mereka adalah pada Ibu Pertiwi. Mereka bukan hanya berikrar untuk bertumpah darah satu. Para pemuda itu bahkan rela menumpahkan darahnya sendiri demi Indonesia Merdeka.

Semangat para pemuda 83 tahun lalu sudah tak ada lagi pada anakanak muda sekarang. Bagi anak-anak muda sekarang, bayangan satu bangsa, satu Tanah Air dan satu bahasa yang digagas kaum muda pada 28 Oktober 1928 itu tidak lebih dari sebuah cerita sejarah belaka. Berfoya-foya dengan uang hasil korupsi, entah sebagai penyelenggara negara, sudah menjadi kisah jamak sekarang ini. Itulah bentuk pengkhianatan terhadap cita-cita Soempah Pemoedah.

Solusi
Terlihat dari tulisan diatas, generasi muda sepertinya gampang terpengaruh oleh nafsu dan emosi mereka sendiri, namun disinilah saatnya kita belajar dan menggunakan idealisme kita secara jernih. Kita sebagai generasi muda bebas berkreasi dan untuk berkreasi kita membutuhkan ide yang tentunya dibantu dengan determinasi dalam diri kita untuk membantu mewujudkannya, tanggung jawab merupakan hal yang penting disini para generasi muda sudah berani bertindak mereka harus berani bertanggung jawab atas perbuatannya sehinnga buatlah mereka bertanggung jawab dulu sebelum mereka menentukan idealisme mereka dan generasi muda harus dipenuhi oleh rasa keyakinan, jangan takut melakukan hal salah karena kesalahan akan membuat orang jadi lebih baik. ”Tthe man who does things makes many mistakes, but he never makes the biggiest mistakes of all-doing nothing”. Benjamin Franklin.
Idealisme bukan hanya sebuah kemewahan, ia adalah kenikmatan yang dipertahankan mati-matian oleh pemiliknya. Tak rela ia diinjak begitu saja, tak ikhlas ketika dipaksa kalah, tak segan mengabaikan emisan. Meski penuh hujatan, meski berjuang sendirian, meski merasa paling benar, tapi ia bertahan tegar. Mereka harus membuktikan kemampuan kepada orang-orang bahwa idealisme mereka suatu saat akan bermanfaat maka itulah mereka harus mengambil kesempatan ditenagh risiko. Semua inilah yang akan membuat generasi muda kuat dalam menghadapi kerasnya hidup ini. “When written in Chinese, the world ‘crisis’ is composed of two characters. One represent danger, and the other represenst opprtunity”. John F Kennedy.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar