Senin, 17 September 2012

Tugas-3 Solusi Labsky untuk Indonesia

MENANGANI INDONESIA YANG SAKIT

            Saat ini, Indonesia kita yang tercinta sedang sakit. Banyak masalah-masalah yang timbul dan merusak. Salah satunya adalah masalah yang menyangkut kehidupan sosial negeri ini.
            Sebelumnya, apa sebenarnya masalah sosial itu? Soerjono Soekanto mendefinisikan masalah sosial sebagai suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat yang membahayakan kehidupan masyarakat. Unsur-unsur ini akan menimbulkan gangguan apabila terjadi gesekan atau bentrokan. Akibatnya, kehidupan suatu masyarakat akan goyah.
            Masalah sosial ini  lahir dari kehidupan masyarakat yang tidak ideal. Apabila keadaan suatu masyarakat tidak terpenuhi dengan merata, maka masalah social akan terus terjadi.
            Indonesia adalah negeri yang memiliki banyak suku, sehingga memiliki banyak kebudayaan-kebudayaan yang berbeda diantara masyarakatnya. Perbedaan-perbedaan ini lah yang apabila terjadi gesekan atau bentrokan dapat menimbulkan masalah sosial yang cukup serius.

FAKTOR PENYEBAB DAN CONTOH MASALAH SOSIAL DI INDONESIA

Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :

1.     Faktor  Ekonomi :
Masalah ini biasa timbul karena faktor negara. Negara paling berpengaruh karena negara yang mengatur perekonomian Indonesia. Contoh masalah sosial yang ditimbulkan karena faktor ekonomi adalah kemiskinan.
Menurut Wikipedia, kemiskinan pada dasarnya adalah ketidakmampuan untuk memenuhi 3 kebutuhan utama yaitu sandang, pangan, dan papan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. 
Faktor penyebab kemiskinan diantaranya :
1.     Tingkat pendidikan yang rendah
2.     Produktivitas tenaga rendah
3.     Tingkat upah yang rendah
4.     Distribusi pendapatan yang timpang
5.     Kurangnya kesempatan kerja
6.     Kualitas sumber daya masih rendah
7.     Penggunaan teknologi masih rendah
8.     Etos kerja dan motivasi pekerja yang kurang
9.     Tradisi
10.   Ketidakstabilan politik

Daerah kumuh di pinggir sungai
Menurut data pada Maret 2011, Indonesia adalah salah satu dari 100 negara paling miskin di dunia. Kemiskinan sudah begitu menyatu dengan Indonesia.  Apalagi dengan kejadian reformasi tahun 1997, kemiskinan di Indonesia semakin meningkat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Indonesia tahun 1996 masih sangat tinggi, yaitu sebesar 17,5 persen atau 34,5 juta orang. Hal ini bertolak belakang dengan pandangan banyak ekonom yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan pada akhirnya mengurangi penduduk miskin.
Perhatian pemerintah terhadap pengentasan kemiskinan pada pemerintahan reformasi terlihat lebih besar lagi setelah terjadinya krisis ekonomi pada pertengahan tahun 1997. Meskipun demikian, berdasarkan penghitungan BPS, persentase penduduk miskin di Indonesia sampai tahun 2003 masih tetap tinggi, sebesar 17,4 persen, dengan jumlah penduduk yang lebih besar, yaitu 37,4 juta orang.

2.     Faktor Budaya :
Sebagai manusia sosial, tentunya kita harus berinteraksi dengan satu sama lain. Interaksi ini pada akhirnya menghasilkan kebiasaan-kebiasaan atau budaya tertentu. Kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat menimbulkan berbagai masalah sosial. Contoh yang dapat diambil adalah kenakalan remaja.
Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.
Jenis-jenis kenakalan remaja mencakup penyalahgunaan narkoba, seks bebas, dan tawuran antar pelajar. Hal-hal yang bisa menyebabkan terjadinya kenakalan remaja karena dua faktor yaitu :
·        Faktor Internal
Faktor internal berarti faktor tersebut berasal dari diri si pelaku sendiri. Terdiri dari :
-         Krisis identitas
Masa remaja adalah masa-masa dimana banyak perubahan yang terjadi baik secara biologis maupun sosiologis. Pada masa ini remaja akan mencapai identitas peran yaitu dimana remaja mengetahui dirinya. Apabila remaja gagal mencapai poin tersebut, maka kenakalan remaja akan terjadi.
-         Kontrol diri yang lemah
Kontrol diri yang lemah menyebabkan para remaja tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, serta yang sudah dapat mengetahui baik dan buruk tetapi tidak bisa mengambil tindakan yang tepat.
·        Faktor Eksternal
Faktor eksternal berarti faktor yang terjadi di luar diri si pelaku. Terdiri dari :
-         Keluarga
Keluarga yang kurang harmonis adalah penyebab utama kenakalan remaja, seperti perceraian, pertengkaran orang tua, ketidak akuran sesame saudara, dll. Pendidikan yang salah yang diberikan orang tua juga dapat menimbulkan terjadinya kenakalan remaja, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, dll.
-         Teman sebaya yang kurang baik
Pertemanan yang salah juga dapat menjadi penyebab kenakalan remaja, sebagai contoh apabila seorang remaja berteman dengan pemakai narkoba, besar kemungkinan sang remaja tersebut akan mulai mencoba narkoba karena melihat dari temannya.
-         Lingkungan yang kurang baik
Lingkungan tempat tinggal atau tempat bermain remaja juga perlu diperhatikan. Apabila sang remaja sering bergaul di tempat kejahatan, bukan tidak mungkin sang remaja akan melakukan aksi kriminal dikarenakan lingkungan sehari-harinya seperti itu.
Kenakalan remaja di Indonesia adalah masalah yang selalu terjadi. Dimana-dimana selalu terjadi, di sudut kota, di tengah desa, bahkan di perkampungan kecil.

3.     Faktor Biologis :
Faktor biologis berarti faktor tersebut terjadi di dalam diri manusia. Perkawinan sedarah biasanya menimbulkan cacat pada saat lahir, hal ini bisa menimbulkan masalah sosial. Namun di pada masa modern kini, hal tersebut sudah sangat berkurang. Yang terjadi saat ini banyaknya penyakit yang merusak tubuh. Seperti keracunan makanan.
Berita-berita di tv dan surat kabar sering memperlihatkan banyaknya kasus keracunan makanan yang terjadi di Indonesia. Faktor penyebab utamanya bisa karena proses pembuatan makanan yang tidak sehat atau makanan yang akan diolah telah terkontaminasi oleh bakteri yang merugikan.

4.     Faktor Psikologis :
Selain ketiga faktor di atas, faktor biologis juga menjadi salah satu penyebab terjadinya masalah sosial. Faktor ini berpengaruh kepada pemikiran orang-orang. Sebagai contohnya adalah aliran sesat.
Banyaknya orang yang ikut ke dalam aliran sesat kurang lebih berkaitan juga dengan kemiskinan. Mereka yang miskin tentu mudah untuk diajari hal-hal karena mereka tidak mendapat pendidikan agama maupun akademik yang cukup. Apalagi bila diimingi-imingi uang, tentu saja mereka akan masuk ke dalam aliran sesat tersebut.
Selain itu, munculnya aliran-aliran sesat di Indonesia ini bisa dipicu oleh mereka- mereka yang tidak puas dengan keterpurukan Indonesia dan berusaha ingin merubah Indonesia, tetapi mereka malah menyimpang dari hal yang seharusnya.
Salah satu contoh aliran sesat di Indonesia adalah dengan munculnya Agama Salamullah yaitu agama baru yang menghimpun semua agama, didirikan oleh Lia Aminuddin, di Jakarta. Dia mengaku sebagai Imam Mahdi yang mempercayai reinkarnasi. Lia mengaku sebagai jelmaan roh Maryam, sedang anaknya, Ahmad Mukti yang kini hilang, mengaku sebagai jelmaan roh Nabi Isa as. Dan imam besar agama Salamullah ini Abdul Rahman, seorang mahasiswa alumni UIN Jakarta, yang dipercaya sebagai jelmaan roh Nabi Muhammad saw.
Ajaran Lia Aminuddin yang profesi awalnya perangkai bunga kering ini difatwakan MUI pada 22 Desember 1997 sebagai ajaran yang sesat dan menyesatkan. Pada tahun 2003, Lia Aminuddin mengaku mendapat wahyu berupa pernikahannya dengan pendampingnya yang dia sebut Jibril. Karena itu, Lia Aminuddin diubah namanya menjadi Lia Eden sebagai lambang surga, menurut kitabnya yang berjudul Ruhul Kudus. Pengikutnya makin menyusut, kini tinggal 70-an orang, maka ada "wahyu-wahyu" yang menghibur atas larinya orang dari Lia.

SOLUSI

1.     Kemiskinan
Kemiskinan saat ini semakin merajalela. Bahkan sudah sangat lekat dengan Indonesia. Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan adalah sebagai berikut :
·        Bantuan Kesehatan
Dengan bantuan kesehatan, diharapkan beban rakyat miskin bisa terkurangi. Apabila mereka sehat, maka mereka bisa lebih giat untuk bekerja untuk menyambung hidup.
·        Bantuan Pangan
Pemerintah perlu memberikan bantuan pangan seperti beras miskin dan kebutuhan-kebutuhan pokok lainnya untuk mengurangi beban rakyat miskin.
·        Pendidikan Gratis dan Pelatihan Keterampilan
Pendidikan adalah hal yang sangat penting. Karena dengan pendidikan yang cukup, maka masyarakat bisa mencari pekerjaan yang cocok sehingga diharapkan bisa mengubah hidup mereka. Pelatihan keterampilan seperti menjahit dan membuat kerajinan tangan juga diperlukan khususnya untuk ibu-ibu rumah tangga agar bisa mencari penghasilan sendiri.
·        Pemberian Modal
Masyarakat miskin di Indonesia juga perlu diberi modal agar bisa memulai usaha. Koperasi amat dibutuhkan karena koperasi memakai prinsip ekonomi pancasila yang tidak memberatkan masyarakat miskin.

2.     Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja adalah masalah yang perlu di selesaikan karena para remaja kelak akan memimpin bangsa ini, dan di tangan mereka-lah nasib bangsa ini berada. Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja diantaranya :
·        Membentengi diri dengan ilmu agama. Karena apabila berpegang teguh dengan agama dan keyakinan, diharapkan tidak akan mudah terpengaruh dengan kejahatan-kejahatan yang ada.
·        Sosialisasi yang cukup dari orang tua, guru, dan teman-teman untuk selalu mengingatkan hal-hal yang baik.
·        Kemauan orang tua untuk membenahi keluarga agar tercipta keluarga yang harmonis dan bisa dijadikan panutan untuk para remaja.
·        Para remaja harus selalu fokus dengan tujuan hidup yang ingin dicapai sehingga termotivasi untuk meraih mimpi dan cita-cita.

3.     Keracunan Makanan
·        Membiasakan hidup sehat
Kita harus sadar akan keadaan tubuh kita sendiri. Selalu hidup sehat seperti mencuci tangan sebelum makan dan banyak mengkonsumsi buah dan sayur yang sudah dicuci terlebih dahulu dapat mengurangi resiko terkena keracunan makanan.
·        Tidak makan dan minum sembarangan
Apabila kita memesan makanan atau minuman, kita harus memastikan makanan atau minuman tersebut berasal dari tempat yang bersih dan menggunakan bahan-bahan yang sehat. Kita juga tidak boleh makan dan minum di sembarang tempat, apalagi di tempat yang sering dilewati oleh kendaraan bermotor dan berada di tempat yang tidak bersih.
·        Sosialisasi tentang kesehatan
Pemerintah perlu melakukan sosialisasi tentang pentingnya kesehatan karena apabila kita sakit maka kita tidak bisa beraktivitas sebagaimana mestinya.
·        Membuat lingkungan yang bersih dan bebas sampah
Lingkungan yang bersih dan bebas sampah otomatis membuat lingkungan menjadi nyaman sehingga kotoran-kotoran seperti debu yang dapat mengkontaminasi makanan dapat di minimalisir.

4.     Aliran Sesat
·        Pemberantasan aliran-aliran sesat. Pemberantasan ini harus dilakukan sampai sangat mendasar, dan semua anggota-anggotanya harus ditangkap agar tidak terjadi lagi aliran sesat-aliran sesat lainnya.
·        Masyarakat harus member tahu apabila di sekitar lingkungannya terjadi hal-hal yang berhubungan dengan aliran sesat.
·        Penyadaran terhadap pelaku penyimpangan dalam  penistaan ajaran agama.
·        Memberikan penyuluhan keaagamaan
Dengan bahasa yang mudah dicerna masyarakat lebih paham daripada menggunakan bahasa terlalu tinggi yang jarang dimengerti untuk masyarakat-masyarakat pada umumnya membuat ajaran yang disampaikannya tidak efektif.

Dari keempat contoh di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa tidak hanya pemerintah yang berperan dalam memperbaiki Indonesia kita yang sedang sakit. Tetapi juga diperlukan berbagai dukungan dari banyak pihak.
Pemerintah memegang peran penting dalam hal ini. Karena pemerintah bisa menjangkau hingga ke pelosok negeri. Untuk itu, program seperti penyuluhan-penyuluhan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi harus dilakukan merata, jangan hanya daerah perkotaan atau daerah dekat perkotaan saja, tetapi juga dapat menjangkau daerah-daerah terpencil yang jauh dari pusat kota. Karena disitulah sebenarnya pihak-pihak yang amat membutuhkan penyuluhan tersebut.



Orang tua dan lingkungan sekitar juga memegang peran yang penting. Ini dikarenakan dapat mengawasi kerabat, anak, atau sanak saudaranya secara lebih dekat dan apabila terdapat masalah yang harus diselesaikan, dapat diselesaikan dengan cara musyarawah atau kekeluargaan.
Kita juga harus membentengi diri sendiri dari hal-hal jahat dan sadar diri akan lingkungan. Apabila terdapat hal-hal yang tidak seharusnya, dapat segera melapor agar dapat ditindaklanjuti. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar