Minggu, 16 September 2012

Tugas-3 Solusi Labsky untuk Indonesia

Kriminalitas dan Kekerasan yang Menodai Indonesia

Menurut Wikipedia, Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.487 pulau. Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Suku Jawa adalah grup etnis terbesar dan secara politis paling dominan. Semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka tunggal ika" ("Berbeda-beda tetapi tetap satu"), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkatkeanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penduduk Indonesia 2010 yang mencapai 237.556.363 jiwa. Bisa dibilang Indonesia merupakan sebuah Negara dengan penduduknya yang cukup banyak. Dengan sekian banyak penduduk, pastinya pembangunan di Indonesia akan lebih mudah dicapai.

Salah!

Mungkin kita semua memahami bahwa semakin banyak orang berbagai pekerjaan akan lebih mudah diselesaikan, tapi kenyataan tidak begitu. Dengan sekian banyaknya penduduk, setiap harinya Indonesia yang kita cintai ini tidak lepas dari berbagai permasalahan. Masalah ekonomi, pengangguran, kemiskinan, bahan bakar, pangan, kekerasan, narkoba, kriminalitas, kesehatan, pendidikan dan bahkan agama di Indonesia mengalami banyak permasalahan. Dengan sekian banyaknya penduduk, bukannya mengalami perdamaian dan pembangunan Indonesia semakin dekat perpecahan. Pendidikan yang kurang membuat pekerjaan makin sulit didapat, menyebabkan kepada pengangguran dan kemiskinan. Kemiskinan tersebut adalah salah satu hal yang membuat banyak terjadinya kriminalitas.

Kriminalitas dan kekerasan, itulah yang saya prihatinkan sekarang.

Indonesia terkenal dengan Negara yang penduduknya ramah dan hangat. Kesopanan, sikap toleransi, dan masih memegang teguh adatnya adalah karakteristik bangsa Indonesia yang dikenal dunia. Namun, Indonesia yang terkenal ramah itu telah ternodai oleh berbagai kekerasan dan kriminalitas. Sekarang, Indonesia dikenal sebagai negara yang berbahaya dan penuh dengan kejahatan. Kemanakah sosok Indonesia yang asri dan damai itu? Inilah wujud baru Indonesia di zaman modern.  

Menurut Wikipedia, tindak kriminal segala sesuatu yang melanggar hukum atau sebuah tindak kejahatan. Pelaku kriminalitas disebut seorang kriminal. Biasanya yang dianggap kriminal adalah seorang pencuri, pembunuh, perampok, atau teroris. Walaupun begitu kategori terakhir, teroris, agak berbeda dari kriminal karena melakukan tindak kejahatannya berdasarkan motif politik atau paham. Secara yuridis, kejahatan dapat didefinisikan sebagai suatu tindakan yang melanggar undang-undang atau ketentuan yang berlaku dan diakui secara legal. Secara kriminologi yang berbasis sosiologis kejahatan merupakan suatu pola tingkah laku yang merugikan masyarakat (dengan kata lain terdapat korban) dan suatu pola tingkah laku yang mendapatkan reaksi sosial dari masyarakat. Reaksi sosial tersebut dapat berupa reaksi formal, reaksi informal, dan reaksi non-formal.
Pada tahun 2011 Polda Metro Jaya mengeluarkan data bahwa di Jakarta setiap 9-10 menit terjadi 1 tindakan kriminal baik itu kriminal berat maupun kriminal kategori ringan yang antara lain: pembunuhan, pemerkosaan, pencurian, penipuan, narkotika dan lain-lain.  Walaupun memang kepolisian Daerah Metro Jaya mengklaim, angka kejahatan hingga Mei 2012 turun 3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

 Sedangkan kekerasan menurut Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas adalah dalam prinsip dasar dalam hukum publik dan privat Romawi yang merupakan sebuah ekspresi baik yang dilakukan secara fisik ataupun secara verbalyang mencerminkan pada tindakan agresi dan penyerangan pada kebebasan atau martabat seseorang yang dapat dilakukan oleh perorangan atau sekelompok orang umumnya berkaitan dengan kewenangannya yakni bila diterjemahkan secara bebas dapat diartinya bahwa semua kewenangan tanpa mengindahkan keabsahan penggunaan atau tindakan kesewenang-wenangan itu dapat pula dimasukan dalam rumusan kekerasan ini.

Memang manusia tidak bisa lepas dari kekerasan. Nafsu yang tidak bisa dikontrol terkadang mennguasai seseorang dan membuatnya melakukan hal-hal yang tidak manusiawi. Tidak peduli dengan siapapun, kekerasan seakan-akan menjadi hal yang lumrah, bahkan nyawa pun tidak dihargai dan dengan mudahnya dibuang begitu saja. Dewasa ini apabila membaca koran, browsing di internet, ataupun menonton tv saya sangat sering menemukan berita-berita tentang kriminalitas dan kekerasan. Rasanya berita-berita tersebut tidak ada habisnya dan terus-menerus menghujani masyarakat Indonesia. Apabila satu kasus belum terselesaikan, kasus lain muncul dan membuat kasus sebelumnya terlupakan. Hal ini membuat beberapa kasus tidak terselesaikan dan menimbulkan berbagai kekesalan dari pihak korban.

Apa penyebab atau latar belakang terjadi nya berbagai kasus criminal dan tindakan kekerasan tersebut?

Pertama kita lihat dari yang paling mengawali semuanya, yaitu keluarga. Apabila orang tuanya adalah seorang penjahat, bukanlah tidak mungkin anaknya juga menjadi penjahat ketika besarnya. Tidak perlu jauh-jauh ke umur dewasa, sekarang ini banyak kriminalitas yang pelakunya berasal dari kalangan anak-anak. Yang paling umum adalah pencopet atau pencuri. Bahkan ada berita terbaru tentang anak umur 14 tahun yang membunuh demi mendapatkan uang. Berdasarkan peristilahan teori keturunan, pembawaan berarti potensi yang diwariskan saja, dan kepribadian berarti propensity/bakat-bakat yang dikembangkan. Kinberg (dalam Stephen Hurwitz, 1986:36) menyatakan “Individuality – factor I – bukan fenomena /gejala endogeneuous yang datang dari dalam semata-mata, tapi hasil dari pembawaan dan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi dan membentuk pembawaan sepanjang masa.”

Kedua, lingkungan. Hal ini adalah satu yang paling mempengaruhi. Biarpun berasal dari keluarga baik-baik seseorang bisa saja melakukan tindak kejahatan karena pengaruh dari lingkungannya. Kemungkinan juga apabila hubungan seseorang di keluarganya tidak baik ia akan lebih mudah terjerumus ke dalam lingkungan yang salah. Seseorang akan lebih mudah terjerumus dalam lingkungannya apabila mentalnya tidak stabil dan pendidikannya kurang.

Ketiga ekonomi, hal ini yang paling banyak membuat kejahatan di Indonesia semakin meningkat. Mengapa demikian? Dengan banyaknya pengangguran dan kurangnya biaya untuk penghidupan, orang-orang akhirnya akan jatuh pada kemiskinan. Orang miskin dan anak jalanan adalah sesuatu yang biasa kita lihat di Indonesia, apalagi di ibu kota. Kurangnya uang untuk mencukupi kebutuhan membuat banyak orang melakukan hal-hal yang tidak halal seperti mencuri, mencopet, merampok, dan bahkan membunuh. Tak jarang orang merengut nyawa sesamanya untuk rupiah-rupiah yang akan menyelamatkan hidupnya. Selain itu banyak juga terjadi penipuan-penipuan di tengah persaingan pasar bebas. Keinginan untuk memiliki suatu barang juga sering menimbulkan kriminalitas.

Empat, permasalahan mental. Banyak kriminalitas yang terjadi karena kesalahan mental, kegilaan, dan depresi. Banyak orang-orang yang memiliki keterbelakangan mental dengan tidak sadar mengambil barang yang bukan miliknya atau bahkan membunuh. Depresi dan tekanan mental juga bisa membuat seseorang memilih jalan yang salah seperti alkohol yang berlebihan dan narkoba. Selain itu akhir-akhir ini banyak kriminalitas yang mengatasnamakan agama. Sebenarnya bukan agama yang menjadi permasalahan disini, melainkan bagaimana mental seseorang melihat sebuah agama dengan pandangan yang salah dan membuatnya keluar dari jalur yang seharusnya. Banyak munculnya agama-agama yang sesat juga menyebabkan pertentangan dan kericuhan.

Lima, adanya perbedaan. Indonesia yang terdiri dari banyak pulau juga memiliki banyak suku-suku yang beragam. Perbedaan ras, umur, agama, jenis kelamin dan status terkadang menjadi salah satu penyebab kericuhan dan kekerasan. Biarpun semboyan kita “Bhineka Tunggal Ika”, manusia tidak akan bisa lepas dari fakta bahwa perbedaan terkadang akan membawa permasalahan bagi kedua pihak. Tidak jarang kita mendengar tentang perang saudara antar suku bukan? Kemudian masalah umur juga terkadang menjadi masalah. Banyak orang tua yang menggunakan kekerasan pada anaknya, atau suami yang menggunakan kekerasan pada istrinya. Banyaknya perbedaan ini jika di tolerir dengan baik tentu saja pasti akan membawa Indonesia pada kesejahteraan.

Kemudian pengaruh bacaan-bacaan, film dan berbagai media masa sangat besar, terutama kepada anak-anak dan remaja. Mereka yang mentalnya masih lemah terkadang akan meniru apa yang mereka saksikan di media masa tersebut. Hal ini sangat berbahaya dan perlu sekali untuk diperhatikan. Banyak film-film di televisi yang menyebabkan kenakalan-kenakalan remaja. Pesan-pesan negatif terkadang menyentuh hati anak-anak dan mereka akan menirunya.

Tentu saja, berbagai kejadian criminal dan kekerasan menimbulkan banyak dampak bagi masyarakat. Keinginan masyarakat untuk hidup tenang menjadi terganggu dengan adanya para criminal. Negara juga terbebani dengan banyaknya korupsi yang terus terlaksana. Banyaknya kericuhan yang terjadi dan nyawa yang hilang. Trauma dan depresi dirasakan oleh pada korban kriminalitas. Semua ini hanya akan membuat bangsa kita jatuh kepada keterpurukan dan perpecahan. Kesejahteraan dan perdamaian nantinya hanya akan menjadi cerita di buku-buku sejarah. Pastinya kita semua tidak ingin hal ini terjadi bukan?

Lalu solusinya?

Menurut pendapat saya, saat ini hukum di Indonesia kurang tegas. Rakyat Indonesia juga seakan-akan sudah biasa akan kriminalitas. Berbagai kejahatan dilakukan, mengesampingkan akibatnya. Berbuat terlebih dahulu, memikirkan konsekuensi baru diakhir. Itulah kebanyakan orang-orang sekarang dan pemikiran inilah yang membuat kriminalitas tetap berjalan. Perlu dicarinya tindakan yang membuat seorang criminal jera dan tidak mengulangi kejahatannya. Selain itu hukuman tersebut harus bisa membuat orang lain menjadi takut untuk berbuat kejahatan, hal ini dapat membantu mencegah terjadinya tindak criminal. Seperti misalnya, seorang pembunuh yang kemudian dihukum mati. Nyawa untuk nyawa, begitulah seharusnya. Dengan melihat hukuman mati tersebut, orang-orang akan takut untuk merengut nyawa orang lain.  Para penegak hukum sudah seharusnya menindak semua yang berbuat tidak sesuai dengan hukum tanpa pandang bulu dan derajat. Biarpun seorang pejabat tertinggi di negri tetap saja harus mematuhi hukum yang berlaku dan bertanggung jawab apabila melanggarnya.

Kemiskinan dan pengangguran juga sebisa mungkin dikurangi. Kemiskinan seakan-akan membuka pintu bagi berbagai kejahatan. Dampaknya pengangguran merata, anak-anak putus harapan sekolah, kerja brutal, kesenjangan sosial, dan membuka lahan baru dalam dunia kekerasan dan kriminalitas. Apabila kita bisa mengurangi kemiskinan dan pengangguran, maka kriminalitas pun dapat dicegah dan hidup masyarakat akan lebih sejahtera. Para pengangguran diberi pelatihan agar nantinya bisa mendapatkan pekerjaan atau bahkan membuka lapangan pekerjaan baru. Para tahanan ada baiknya diberi keterampilan juga agar nantinya mereka bisa memulai hidupnya dengan bersih dan bekerja.

Kemudian hal ini sangat penting, yaitu pendidikan dan keluarga. Peran pendidikan dan keluarga sangat berperan dalam pencegahan kriminalitas. Keluarga harus bisa mendidik anggotanya, terutama anak-anak dan remaja, untuk menjauhi segala kriminalitas. Keluarga juga berperan dalam pengaturan media masa kepada anggotanya. Kenakalan remaja terkadang terjadi karena buruknya hubungan dalam keluarga. Pendidikan di sekolah juga tidak kalah pentingnya. Dengan pendidikan yang tinggi, kemampuan untuk berpikir lebih cerdas akan muncul. Mental dan pikiran akan lebih kuat dengan ilmu dan pengetahuan yang banyak. Norma norma tentu diajarkan di rumah maupun di sekolah. Pemilihan budaya asing terhadap masyarakat juga perlu diperhatikan. Tidak semua budaya asing itu baik, sebagian bertentangan dengan budaya dan agama kita. Bahkan sebagian juga membawa dampak buruk bagi Negara ini.

Hilangkan semua rasa perbedaan. Menurut saya, manusia terlalu sering menyimpan dendam. Kebanyakan terjadinya kekerasan yang paling utama adalah karena dalam diri seseorang tersimpan sebuah perasaan yang menganggap ia lebih dari orang lain. Jika semua orang bisa hidup tentram bersama tanpa ada pertengkaran, saya yakin Indonesia akan menjadi Negara yang lebih aman.

Semua pihak, keluarga, pemerintah, dan pihak-pihak lain harus berkerja sama untuk memberantas kriminalitas dan kekerasan. Saya harap Indonesia bisa lebih baik kedepannya. Saya harap kriminalitas di Indonesia berkurang. Saya harap Indonesia bisa kembali mejadi Negara yang penuh dengan perdamaian. Saya harap Indonesia bisa kembali menjadi Negara yang terkenal ramah dan hangat dan tidak ditakuti oleh wisata macanegara karena keamanannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar