Senin, 10 September 2012

Tugas-3 Solusi Labsky untuk Indonesia


“Sudah merdeka tetapi masih dijajah”

Indonesia sudah menjadi negara yang kaya di segala bidang sejak dahulu kala, dan kekayaan itu merupakan salah satu faktor datang nya penjajah dari luar negri. Meraup semua isi negri ini baik materi dan juga moral. Bertahun-tahun Indonesia dijajah, bertahun-tahun pahlawan Indonesia mencoba meraih kemerdekaan nya kembali. Pada akhir nya 67 tahun yang lalu, tanggal 17 Agustus 1945, bendera merah putih yang agung dikibarkan di tanah air. Akhirnya, bangsa Indonesia bisa merasakan kebebasan.
Itu kisah yang diceritakan oleh buku-buku sejarah, kewarganegaraan, dan buku-buku semacam itu kita sudah merdeka. Pertanyaan yang sebenarnya adalah, apakah kita sudah merdeka?
Indonesia masih dijajah dengan penduduknya sendiri, bangsa nya sendiri. Bisa kita lihat banyak anak-anak jalanan yang tidak berpendidikan, untuk makan saja susah sementara di sisi lain kaum kalangan atas dengan mudah menghabur-hamburkan uang dari uang kotor (korupsi). Apakah itu yang dinamakan merdeka?

Masalah

1.   Pada masa sekarang ini pendidikan merupakan suatu kebutuhan primer, pendidikan memegang peranan penting. Pada saat orang–orang berlomba untuk mengenyam pendidikan setinggi mungkin, tetapi disisi lain ada sebagian masyarakat yang tidak dapat mengenyam pendidikan secara layak, baik dari tingkat dasar maupun sampai ke jenjang yang lebih tinggi
 Tertera di  batang tubuh pasal 31 UUD 1945 lebih tegas lagi menyatakan”(1) setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan”, dan ” (2) setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya”.
Kenyataan nya, sekarang banyak pelajar-pelajar yang berhenti sekolah karena tidak punya uang dan ujung-ujung nya hanya mengamen di pinggir jalan. Menurut data resmi yang dihimpun dari 33 Kantor Komnas Perlindungan Anak (PA) di 33 provinsi, jumlah anak putus sekolah pada tahun 2007 sudah mencapai 11,7 juta jiwa.
Menurut Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003, semua penduduk wajib mengikuti program wajib belajar pendidikan dasar selama sembilan tahun, enam tahun di sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah dan tiga tahun di sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah. .
Nyatanya, menurut Sekjen Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, kasus putus sekolah yang paling menonjol tahun ini terjadi di tingkat SMP, yaitu 48 %. Adapun di tingkat SD tercatat 23 %. Sedangkan prosentase jumlah putus sekolah di tingkat SMA adalah 29 %. Kalau digabungkan kelompok usia pubertas, yaitu anak SMP dan SMA, jumlahnya mencapai 77 %. Dengan kata lain, jumlah anak usia remaja yang putus sekolah tahun ini tak kurang dari 8 juta orang.
Bayangkan, gairah belajar 12 juta anak terpaksa dipadamkan. Dan 12 juta harapan yang melambung kini kandas di dataran realitas yang keras, seperti balon raksasa ditusuk secara kasar–kempes dalam sekejap. Ini bencana nasional dengan implikasi yang sangat luas, dan bahkan mengerikan
Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Ini dibuktikan antara lain dengan data UNESCO (2000) tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index), yaitu komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan, dan penghasilan per kepala yang menunjukkan, bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Di antara 174 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke-102 (1996), ke-99 (1997), ke-105 (1998), dan ke-109 (1999).
2.  Penjajahan masih belum selesai, masih sampai detik ini juga Indonesia dijajah dengan budaya asing yang mengakibatkan hilang nya budaya pribumi.
Hilang nya kebudayaan Indonesia dikarenakan Globalisasi. Globalisasi adalah proses penyebaran unsur-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia.
Efek globalisasi ini membengaruhi bangsa Indonesia di berbagai aspek, salah satunya cara berpakaian
sekarang ini masyarakat Indonesia lebih menyukai berpakaian yang lebih terbuka seperti bangsa barat yang sebenarnya tidak sesuai dengan adat ketimuran bangsa Indonesia yang dianggap berpakaian lebih sopan dan tertutup. Alat musik saat ini juga dibanjiri dengan masuknya budaya asing, kita dapat mengambil contoh dari kebudayaan asli betawi di Jakarta, pada saat ini sudah tidak ada lagi terdengar alat musik Tanjidor musik khas dari tanah Betawi, saat ini yang sering kita dengar adalah alat-alat musik modern yang biasanya menggunakan tenaga listrik.
 Bahkan masuknya budaya asing juga mempengaruhi permainan tradisional, seperti permainan gangsing atau mobil-mobilan yang terbuat dari kayu, pada saat ini sudah jarang kita temukan, yang saat ini kita temukan adalah produk-produk permainan yang berasal dari Cina, seperti mainan mobil remote control yang berbahan baku besi atau plastic.
Serta berbagai macam yang lainnya seperti tarian, rumah adat, makanan, adat-istiadat dan kesenian atau hiburan telah didominasi budaya asing.
Ketidak pedulian nya penduduk Indonesia juga mengakibatkan hilang nya aset penting Indonesia. Kini banyak warisan Indonesia yang terancam. Ancaman itu bisa berasal dari bencana alam, pembangunan, dan pencurian atau pengklaiman seperti kejadian yang marak terjadi beberapa tahun yang lalu. diantaranya yang paling gencar di beritakan adalah tentang klaim terhadap reog ponorogo oleh Malaysia. Tidak hanya itu, tetapi masih banyak budaya Indonesia yang di klaim oleh Malaysia, seperti Tari Pendet dari Bali, Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku, Lagu Injit-injit Semut dari Jambi, Motif Batik Parang dari Yogyakarta, dan masih banyak lagi.



Solusi
1. Pemenuhan hak pendidikan tersebut diperoleh secara formal di sekolah, secara informal melalui keluarga. Khususnya pendidikan formal tidak semua anak mendapatkan haknya karena kondisi-kondisi yang memungkinkan orang tuanya tidak dapat memenuhinya.
Kemiskinan karena tingkat pendidikan orang tua rendah merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan keterlantaran pemenuhan hak anak dalam bidang pendidikan formal sehingga anak mengalami putus sekolah.
Orang tua mempunyai peranan dan dasar terhadap keberhasilan perkembangan anak, sedangkan tugas dan tanggung jawab untuk hal tersebut adalah tugas bersama antara orang tua, masyarakat, dan pemerintah serta anak itu sendiri.
Pemerintah juga harus turun tangan mendukung pendidikan dengan cara bantuan dana. Dengan keluarnya kebijakan wajib belajar 9 tahun, pemerintah juga sudah memberikan dana BOS. BOS adalah program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan pendanaan biaya operasi nonpersonalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar. Tetapi, dana BOS ini tidak tersalurkan dengan baik karena ada campur tangan kotor. Jadi seharusnya ada kesadaran dari penyalur dana BOS untuk tidak mengkorup uang tersebut. Namun, penyadaran itu sulit dilakukan karena hancur nya moral pendidikan baik kalangan bawah dan kalangan atas.
Keinginan dan tekad yang tinggi harus tertanam di dalam diri seorang pelajar. Tidak hanya pelajar di Indonesia, tetapi pelajar di seluruh dunia. Jika ada keinginan pasti ada jalan, seperti apa yang pepatah bilang “Ada seribu jalan menuju roma” dan kita harus menuntut ilmu sampai tembok Cina. Hal ini berarti  dengan usaha pasti kita bisa menuntut ilmu setinggi-tinggi nya, demi masa depan yang lebih bagus.

2. Budaya asing yang masuk ke Indonesia ini bisa berdampak positif maupun negative. Di sisi baik, rakyat Indonesia lebih open minded yang berarti pikiran nya lebih terbuka dengan hal-hal baru. Namun hal-hal baru ini juga menimbulkan hal buruk. Banyak budaya luar yang merusak etika dan nilai moral penduduk Indonesia.
Untuk itu dibutuhkan kesadaran masyarakat akan hal baru. Dibutuhkan sikap selektif, jadi budaya yang datang ke Indonesia harus di saring dan dibedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Jika rakyat tidak memiliki sikap selektif ini, lambat laun Indonesia akan kehilangan budaya nya dan berubah jadi negara tanpa identitas.
Mengenai pengklaiman budaya Indonesia oleh negara Malaysia, tidak sepenuhnya salah Malaysia. Kurang cintanya dan kepedulian masyarakat Indonesia akan budayanya sendiri membuat budaya nya gampang dicuri oleh negara lain.
Dengan kondisi demikian, sudah seharusnya bangsa Indonesia mulai saat ini jangan bungkam dan berdiam diri.
Dalam teori kebudayaan ada yang namanya difusi kebudayaan. Difusi kebudayaan berupa proses penyebaran unsur kebudayaan. Unsur ini terus diserap oleh masyarakat yang menerima kemudian membentuk suatu budaya versi baru. Begitu juga dengan tor-tor dan gondang sembilan yang diklaim menjadi bagian budaya mereka.
Warisan budaya merupakan salah satu yang diakui dan dilindungi konvensi PBB terkait dengan masalah hak-hak ekonomi, sosial dan budaya sesuai dengan Pasal 15 ayat 2; negara pihak dalam kovenan harus melestarikan, mengembangkan, serta menyebarkan ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Pemerintah Republik Indonesia telah melakukan proses ratifikasi terhadap isi dari hak-hak ekonomi sosial dan budaya. Maka dengan sendirinya pemerintah memiliki kewajiban untuk mengimplementasikan hal tersebut.
Indonesia sebagai negara dan bangsa yang besar harus sigap menanggapi perkembangan zaman dan tekanan dari luar. Saat ini aspek legalitas dan hukum dijunjung tinggi dan budaya tidak lagi menjadi sebuah identitas budaya semata, namun juga menjadi sebuah sumber daya yang bisa meningkatkan perekonomian suatu bangsa. Karena itu, sudah seharusnya pemerintah melakukan revitalisasi budaya lokal dan penyelamatan budaya
Maka dari itu, budaya asli Indonesia seharusnya didaftarkan ke UNESCO. Agar pengeklaiman tidak terjadi lagi. aspek ekonomi dari penggunaan keperluan di luar Indonesia bisa digunakan untuk meningkatkan penghasilan daerah asal budaya. Dan jangan lupa daftarkan ke HAKI versi internasional sehingga adanya legitimasi hukum di internasional akan perlindungan budaya tersebut.
Kita harus benar-benar cinta kepada bangsa dan negara ini. Bagaimana kita mau melindungi budaya kita sendiri, kalau saja tarian daerah dan lagu daerah saja malas kita lihat dan kita dengar. Mau dibawa ke mana warisan budaya kita? kalau bukan kita sebagai warga negara dan pemerintah sebagai penyelenggara negara, siapa lagi yang melindungi dan peduli budaya kita.

Hal-hal diatas merupakan beberapa masalah yang masih dialami oleh Indonesia, saya yakin dengan kesatuan yang erat pada masyarakat Indonesia, di masa datang nanti Indonesia akan menjadi lebih baik. Saya juga berharap Indonesia maju di segala bidang dan aspek kehidupan. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar