Senin, 24 September 2012

Tugas 2 - Plus Minus Sekolah di Labsky


Kami siswa Labschool Universitas Negeri Jakarta...

Labschool kebayoran. Disingkat labsky oleh orang-orang sekitar. Dikenal sebagai Labschool yang terletak dekat Mayestik. Namun labsky lebih dari itu. Bangunan yang terlihat seperti rumah sakit itu diisi dengan ratusan anak yang juga ingin menerima pendidikan terbaik. Terdiri dari smp dan sma, kehidupan di dalamnya pun selalu sibuk.

Labsky sering dibilang sebagai sekolah yang tak pernah libur. Karena seringnya murid-murid datang ke sekolah walaupun sudah hari libur. Entah untuk mengerjakan tugas, menghadiri ekskul, atau hanya main saja ke sekolah. Karena itu kehidupan di labskytidak pernah sepi dan terkadang membuat macet jalanannya.

SMA Labschool Kebayoran. Dengan sistem moving class, membuat siswa nya tidak pernah bosan sehingga masih dapat mengikuti pelajaran yang sampai jam setengah empat sore. Tersedia fasilitas loker yang sangat berguna karena beratnya serta banyaknya buku yang harus di bawa.

Pelajarannya sangat padat. Apalagi bagi kelas 10 yang masih perlu menjalani seluruh pelajaran. Ada pelajaran Bahasa Jepang yang tidak ditemukan di rata-rata sekolah lain. Kemudian memiliki banyak guru yang umumnya memiliki spesialisasi kelasnya masing-masing sehingga sisetem belajar-mengajar dapat lebih efektif.

SMA Labschool Kebayoran bukan terkenal atas prestasi akademiknya. Walaupun masih memiliki siswa-siswi yang cerdas, SMA Labschool Kebayoran bukanlah merupakan sekolah unggulan dalam bidang akademik. Tapi tetap saja, untuk mendapatkan nilai di atas ketuntasan tetap membutuhkan perjuangan.

Dari tampak luarnya, labsky merupakan sekolah dengan siswa-siswi yang pintar. Banyak orang yang ingin masuk labsky karena hal ini. Padahal kadang, pengajaran kurang jelas tapi ketika ulangan, soal yang diberikan tidak sesuai dengan bahan yang sedang diajarkan. Sekali lagi kembali ke poin pertama yang saya sebutkan, lasbky memang bukanlah sekolah akademik unggulan.

"Dulu anak labsky sering ngalahin gue kalo lomba OSN gt. Jadi dengan sotoynya, gue menyimpulkan kalau Labschool bagus" - Kak Dio

Labschool merupakan sekolah pendidikan karakter. Kepribadian. Bertakwa, berintegritas tinggi, berdaya juang yang kuat, berkepribadian yang utuh, berbudi pekerti yang luhur, mandiri, dan berintelektual yang tinggi. Selain itu kami diajarkan untuk personal best, menjadi pribadi yang trustworthy, active listening, no put down, dan tentu saja selalu truthful dalam berbicara.

Labschool mempunyai kegiatan setiap hari Jumat pagi dan itu adalah lari bersama. Lari pagi Jumat ini merupakan tradisi Labschool yang merupakan ciri khasnya. Sangat berguna, karena melatih kebugaran badan. Dan lari pagi Jumat ini juga merupakan waktu kami untuk berelaksasi. Selama seminggu penuh kami menjalani pelajaran-pelajaran yang sangat padat. Dan di akhir minggu, kami bisa bersantai.

Saat lari pagi adalah saat kami bisa berkumpul dengan teman-teman seangkatan. Saat kami bisa mengobrol bebas sambil berlari. Di akhir semester pun biasanya kami diharuskan untuk membuat tema tertentu untuk membuat kostum dsb. Di saat-saat seperti itu merupakan ajang di mana kami mengeluarkan kreativitas. Kami dituntut untuk menunjukkan ke- personal best- an kami.

"Yang paling dikangenin dari labsky itu lari pagi, guru, dan staff nya" - Kak Channi

Labsky benar-benar terasa sebagai rumah kedua bagi para muridnya. Kami benar-benar menghabiskan sebagian besar waktu di sekolah dan pulang ke rumah hanya untuk tidur. Tak heran apabila kami menjadi akrab dengan seluruh warga sekolah. Ya, seperti yang dibilang oleh Kak Channi. Guru dan staff di sini sangatlah kekeluargaan.

Para guru, layaknya orang tua kedua bagi kami. Guru-guru di labsky tidaklah canggung apabila mengobrol dengan murid. Terkadang malah banyak siswa yang jadi curhat dengan ibu-bapak guru. Dan mereka pun peduli dengan kami. Misalkan masalah remedial, bapak-ibu guru tidak pernah berhenti mengingatkan kami.

Di lain pihak, kadang kita membutuhkan sesuatu di sekolah. Hadirlah staff-staff sekolah. Mulai dari pramubakti, staff TU, satpam, sampai penjaga kantin. Saat kita butuh peminjaman kelas, akan dengan mudah kita mendapatkannya apabila kita mengenal pramubakti. Memang, kunci sekolah di labsky adalah kita harus ramah terhadap semua orang. Dengan begitu, semua orang jadi ingin menolong kita sewaktu-waktu kita membutuhkan pertolongan.

Kemudian kegiatannya. Labschool padat kegiatan. Semua orang tahu akan hal ini. Kalau ingin belajar hidup, sekolah di Labschool. Mulai dari trip observasi, bintama, pelantikan osis, studi tour, dan lain sebagainya. Kegiatan di Labschool merupakan kunci utama kesuksesan lulusan-lulusan Labschool.

"Plusnya? Ya kegiatannya lah" - Kak Ima

Trip observasi. Ini adalah kegiatan yang menandakan perbedaan Labschool dengan sekolah lain. Pelajaran hidup yang dapat diambil dari 5 hari hidup bersama-sama satu angkatan bersama warga desa. Belajar susahnya kehidupan di desa. Kegiatan yang dapat menimbulkan kemandirian dan budi pekerti yang luhur.

Selanjutnya bintama. 6 hari dididik bersama kopasus. Diajarkan kedisiplinan dan ketepatan. Menananmkan jiwa kepemimpinan dan pantang menyerah. Berdaya juang yang kuat, dan berkepribadian. Serta saling percaya satu sama lain. Hasilnya, jadilah karakter yang matang setelah dibina dan ditempa berhari-hari.

Selain itu, hadir kegiatan-kegiatan dari kepengurusan osis. Misalkan Skybattle, Skyavenue, dan Skylite yang merupakan program kerja OSIS. Di sini, kami diajarkan untuk melatih kemampuan organisasi kami, kemampuan kerja sama dalam kepanitiaan, hingga acara bisa sukses. Lain halnya dengan kegiatan Skylite. Skylite di sini merupakan sebuah program drama musikal yang pemain sampai stage crew dan teknis nya pun dilakukan oleh kami sendiri. Muncullah bakat-bakat teater yang ternyata selama ini ada di antara kami. Di sini bagi para stage crew dan teknis, belajar bagaimana mengurus sebuah kegiatan di panggung itu.

Labsky memfasilitasi supaya akademik dan non akademik seimbang. Kegiatan kesiswaannya, bagus untuk perkembangan dan pengenalan skill. Dari kegiatannya ini, bisa memperkuat fisik juga. Tapi kami harus bisa membagi waktu karena kedisiplinan waktu sangat dibutuhkan. Kalau tidak, kita akan keteteran dan malah capai sendiri.

Tapi dibandingkan dengan kegiatannya yang sangat banyak, kamar mandi di labsky masih kurang memenuhi kepuasan beberapa alumni. Apalagi bagi yang perempuan. Memang, kadang air di labsky suka habis dan mati jadi kadang merepotkan. Dan banyak faktor lainnya. Ruang ganti di labsky juga hanya satu bagi masing-masing laki-laki dan perempuan. Sekarang kamar ganti perempuan malah selalu dikunci.

Ada satu hal yang menjadi kejanggalan di labsky ini. Merupakan sekolah swasta, tapi cenderung sangat Islami. Memang ini merupakan suatu hal yang bagus, namun tetap saja menimbulkan tanda tanya bagi orang lain. Walau begitu, semua ini dilakukan agar kami para siswa dapat menjadi manusia yang bertakwa.

Harga yang harus dibayar dengan segala kegiatan padat yang ada ini, adalah kurangnya waktu untuk kita istirahat sendiri. 24 jam waktu kita kadang masih kurang. Sekolah full dari pukul 7- 15.30. Setelah itu dilanjutkan dengan ekstrakurikuler, kegiatan osis, dan sebagainya. Banyak hal yang harus dilakukan di sini yang menyita waktu, pikiran, dan tenaga. Belum lagi kami masih harus bekerja keras untuk tetap menstabilkan nilai kami.

Alhasil, saat dirumah, hanya untuk waktu tidur. Waktu untuk bersama orang tua juga berkurang dikarenakan kesibukan kami. Antara mengerjakan pr, atau belajar untuk ulangan. Terkadang, kasihan juga bagi para orang tua. Mereka yang tidak memiliki supir, tentu harus diantar jemput oleh orang tuanya. Dan kadang, kami bisa berada di sekolah sampai malam sekali, entah mengerjakan apa saja. Sudah begitu, waktu kami bersama orang tua pun tersita karena kegiatan-kegiatan ini. Untuk itu, dibutuhkan saling pengertian antara kami dengan orang tua kami sendiri, karena kalau tidak, yang ada hanyalah suasana tegang dan tidak enak apabila berada di rumah.

Dampak dari segala kegiatan dan pembelajaran di labsky ini terus terbawa hingga dewasa. Di labsky, kami diajari untuk berpresentasi, melatih kemampuan bicara kami. Selain itu, kami juga belajar mengenai organisasi, apalagi yang masuk dalam kepengurusan osis.

Shannigo Nabila Habib. Kak Channi. Saptraka dan merupakan Ketua bidang 2 OSIS Diwikara Balasena. Ia bercerita bahwa menurutnya, lulusan Labschool itu pasti sukses di kehidupan kuliahnya. Entah dalam kegiatan organisasi atau lainnya. Sebagai mantan ketua bidang 2, tentu saja kak channi banyak pengalaman dengan Labschool. Ia meniliai bahwa seburuk-buruknya siswa labsky dalam organisasi, ketika di perkuliahan, siswa ini masih bisa lebih baik dari yang lainnya. Labschool memang menanamkan rasa percaya diri dalam jiwa anak-anaknya sehingga sudah tidak malu apabila ingin mengungkapkan pendapatnya dan lainnya.

Kak channi, sangat terkesan dengan sekolah labsky ini. "Kalau udah gede nanti, pasti aku akan masukkin anakku ke Labschool".

Dengan Kak Channi


Lain hal dengan Verisafirma Andrawina. Kak Ima. Hastara dan pengurus mpk pada saat itu. Sekarang, ia tinggal di Jepang dan bersekolah di Tohoku University. Dengan jalur beasiswa. Dan ia mengatakan bahwa pelajaran Bahasa Jepang yang ada di labsky ini sekarang membantunya banyak sekali. Selain itu, sekali lagi dia bilang bahwa rasa kepercayaan dirinya itu timbul dari kegiatan-kegiatan yang selama ini dilaksanakan labsky.

Dengan Kak Ima


Dio Aufa Handoyo. Kak Dio, akselerasi Nawastra dan lulus bersama Hastara. Menurutnya, labsky tidak memiliki minus dan plus nya adalah keseimbangan antara akademik-non akademik. Pengembangan interpersonal skills nya, dan tempaan fisik yang dilakukan. Menurutnya, hal-hal tersebut sangat membantu dalam kehidupan selanjutnya di dunia perkuliahan.

Dengan Kak Dio -1
Dengan Kak Dio -2
Dengan Kak Dio -3


Semua hal di dunia ini memiliki plus-minus nya masing-masing. Yang terbaik bisa kita lakukan adalah dengan memaksimalkan kelebihan untuk menutupi kekurangan yang ada. Dengan ini, semoga SMA Labschool Kebayoran akan semakin baik untuk kedepannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar