Sabtu, 22 September 2012

Tugas 2 - Plus Minus sekolah di Labsky



Kenangan di SMA Labschool Kebayoran

Banyak orang bilang “orangtua itu sudah merasakan asinnya garam di laut ”. Ucapan tersebut ada benarnya karena kita dapat belajar dari pengalaman orang-orang sebelum kita sehingga kelak nanti kita tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang sudah terjadi, ibarat keledai yang jatuh pada lubang yang sama. Sebagai murid kelas XI yang masih sekolah di SMA Labschool Kebayoran, saya selalu bertanya-tanya apa yang harus dilakukan ketika setelah lulus nanti, kiat-kiat apa yang harus saya lakukan agar lebih mudah untuk beradaptasi di dunia kuliah nanti.
Maka dari itu sayapun mewawancarai 3 narasumber alumni SMA Labschool Kebayoran, yaitu Kak Belanegara Abimanyu dari angkatan 2 (Dwi Satria Mandala), Kak Ardhina Reswari Mahendrata dari angkatan 10 (Dasa Wiweka Wiragana) yang mengikuti akselerasi sehingga ia lulus bersama angkatan 9 (Nawa Drasta Sandyadhira), dan Kak Eros Ichsan Kertanegara Tjokro dari angkatan 7 (Sapta Garuda Adhikara) .

1. Belanegara Abimanyu
Kak Belanegara Abimanyu atau biasa dipanggil kak Abe, termasuk salah satu murid dari angkatan 2 SMA Labschool Kebayoran dengan nama angkatan DWI SATRIA MANDALA. Kak Abe kuliah di London School of Public Relation (LSPR) dengan jurusan komunikasi pada tahun 2005. Saya mengenal kak Abe ketika saya ikut dalam komunitas LAMURU karena kak Abe adalah pelatih/pendiri LAMURU. Selain menjadi percussionist, ia adalah seorang music director untuk film dan iklan, dan juga music producer atau arranger. Menurut beliau nilai plus dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran adalah tertibnya, dengan peraturan yang cukup ketat sehingga membuat murid-muridnya menjadi lebih tertib dimulai sejak usia dini, mulai dari datang tepat waktu sampai berpakaian dengan rapi. Dengan begitu kita bisa menjadi figur yang lebih baik di dunia kuliah dan kerja setelah lulus nanti. Selain ketertiban, budaya di labschool sendiri termasuk nilai plus yaitu budaya senyum tegur sapa yang membuat kita menjadi orang yang lebih ramah dan menghargai orang lain.


Menurut kak Abe minus bersekolah di Labsky adalah kurangnya menghargai hasil kreatifitas anak muridnya, jika hasil kreatifitas dilihat tidak biasa, pasti tidak didukung sepenuhnya. Padahal kalau di bina dan di support dengan baik bisa menjadi kegiatan yang besar dan mengharumkan nama sekolah, terlebih menjadi ciri khas dari SMA Labschool Kebayoran itu sendiri.
Kegiatan Labschool yang manfaatnya masih berpengaruh ketika kuliah ataupun kerja menurut kak abe adalah Trip Observasi atau biasa disebut TO. Di TO anak-anak murid dimasukkan ke sebuah lingkungan baru yang sangat berbeda dengan kita. Dan murid-murid mau tidak mau harus membaur bahkan tinggal dengan warga setempat dengan lingkungan yang berbeda dari rumah di Jakarta. Nilai-nilai yang didapat dari kegiatan TO masih terbawa oleh kak Abe karna beliau merasa setelah mengikuti kegiatan TO ia menjadi lebih menghargai dan menghormati orang lain.
Dunia kuliah dan kerja sangat berbeda dengan sekolah. Di kuliah, mahasiswa/i dituntut untuk lebih mandiri dalam mengatur kuliah sendiri. Pelajaran kuliah sebagai pedoman dasar yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Kalau di dunia kerja sendiri selain skills dan tekad, yang diperlukan adalah link. Dengan budaya Labschool yaitu senyum tegur sapa dan saling menghormatinya bisa menjadi tools yang baik dalam membuat pertemanan, sehingga nantinya bisa menjadi link dalam pekerjaan.
Saran untuk Labschool dari Kak Abe:  “ Setelah balik lagi ke Labschool, saya melihat beberapa perubahan yang ada anatara angkatan saya (2 Dwi Satria Mandala) dengan angkatan yang ada sekarang, adalah kurangnya rasa kekeluargaan yang ada dan cenderung saling acuh antara adik kelas dan kakak kelasnya. Yang kedua adalah perlunya sebuah ide-ide kreatif yang ada di dalam sekolah yang di drive oleh anak murid baik itu kesenian atau segi apapun, yang membuat Labschool mempunyai ciri khas tersendiri. Setelah Lamuru percussions sepertinya belum ada lagi kegiatan yang bisa mendrive murid-murid untuk berkarya secara bersama-sama dan mengharumkan nama sekolah.”

2. Ardhina Reswari Mahendrata
            Kak Ardhina Reswari Mahendrata atau biasa dipanggil dengan Kak Dhinang adalah salah satu alumni dari angkatan 10 dengan nama Dasa Wiweka Wiragana SMA Labschool Kebayoran yang mengikuti program akselerasi sehingga lulus pada tahun 2012 bersama angkatan 9 (Nawa Dastra Sandyadhira). Kak Dhinang kini sudah menjadi seorang mahasiswi dan sedang kuliah di fakultas kedokteran Universitas Airlangga Surabaya. Saya mengenal beliau ketika Trip Observasi karena kak dhinang masuk dalam kelompok saya yaitu kelompok 17 dengan nama kicir-kicir, menurut saya pribadi kak dhinang itu orangnya sangat talkative jadi rame banget kalau ngobrol :D. Saya mewawancarai kak Dhinang via Blackberry Messenger, karena kak Dhinang sudah berada di Surabaya.

            Menurutnya keuntungan sekolah di SMA Labschool Kebayoran adalah punya nama di kawasan jakarta, kalau orang nanya dan di jawab ‘sekolah di labsky’ pasti langsung tau, terus banyak program-progam yang mendidik yang gak dipunyain sama sekolah lain, labschool juga punya budaya-budaya yang unik yang juga gak dipunyain sama sekolah lain. Minusnya adalah capek krena labschool punya segudang kegiatan, dan karna swasta agak susah waktu mau masuk perguruan tinggi negri karena PTN lebih memprioritaskan yang berasal dari SMA negri, terus kriteria ketuntasan minimum atau kkm di SMA Lsbschool Kebayoran menurut kak dhinang rendah padahal anak-anak labschool gak kalah pinter sama anak-anak negri.
            Keuntungan sebagai alumni labsky bagi kak dhinang adalah kalau mau nyari kuliah di wilayah 1 seperti UI, ITB, UNPAD dll. Karena universitas-universitas tersebut sudah mengetahui labsky itu apa. Tapi kalau mau kuliah diluar wilayah 1 seperti kak Dhinang yang kuliah di Surabaya agak sulit karena orang-orang disana belum tau labsky. Dan juga ketika ospek tidak terlalu kaget karena sudah pernah mengalami Trip Observasi dan Bintama, juga gak terlalu kaget dengan ritme belajar kuliah karena sudah biasa terutama yang sudah pernah mengikuti program akselerasi seperti kak Dhinang.
Saran dari kak Dhinang untuk SMA Labschool Kebayoran adalah sekolah harus mengevaluasi ulang sistem penilaian rapotnya supaya tidak menyusahkan murid-muridnya saat mencari perguruan tinggi negri, kak Dhinang meminta agar sarannya ini sangat diperjuangkan oleh pihak sekolah agar angkatan bawah ketika akan mencari kuliah tidak kesusahan.

3. Eros Ichsan Kertanegara Tjokro
            Kak Eros Ichsan Kertanegara Tjokro atau lebih akrab dipanggil dengan Kak Eros Tjokro, adalah salah satu murid dari angkatan 7 (Sapta Garuda Adhikara) SMA Labschool Kebayoran. Kak Eros yang kini sudah menjadi seorang mahasiswa di Prasetya Mulia Bussines School dan sedang menjalani semester 5 ini dulunya adalah seorang ketua umum OSIS angkatan 7 SMA Labschool Kebayoran dengan nama Diwakara Balasena.  

            Pertama kali saya melihat beliau ketika acara Ekskul Expo di sekolah, karena beliaulah MC dari acara tersebut. Menurut saya pribadi kak Eros orangnya seru dan asik, buktinya saya tidak merasa bosan ketika acara ekskul expo karena kak Eros membawakan acara tersebut dengan penuh canda dan tawa. Karena sudah tak terdengar asing di telinga angkatan kami (Dasa Eka Cakra Bhayangkara) sayapun memilih beliau untuk menjadi narasumber ketiga.
            Menurutnya nilai plus dari SMA Labschool kebayoran adalah organisasinya, karena organisasi di Labschool Kebayoran menurut pandangannya adalah organisasi paling bagus di Jakarta Selatan dalam hal ini adalah OSIS, MPK, serta organisasi ekskulnya. Selain itu warga Labschool Kebayoran itu ramah-ramah sehingga saat ke sekolah rasanya nyaman, juga atmosfir belajarnya yang bikin semangat untuk belajar. Fasilitas yang ada di SMA Labschool Kebayoran juga membantu murid-murid untuk mengembangkan bakat di luar akademik. Para pendidik di SMA Labschool Kebayoran itu kompeten dan ahli dalam bidangnya masing-masing sehingga ilmu yang di kasih itu bermanfaat sekali dan suasana kekeluargaan yang membuat kangen sekolah terus.
            Untuk minus dari Labsky adalah harga makanan di kantin mahal-mahal, dan konflik internal antar guru masih sering terlihat sama murid, sehingga murid-murid bisa mengetahui guru-guru mana saja yang sedang berkonflik satu sama lain. Selain itu guru-guru kadang sering terlalu ikut campur sama urusan pribadi murid.
            Manfaat dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran yang sampai sekarang masih terasa adalah karena di Labsky kegiatannya emang mengharuskan murid-murid untuk menjadi disiplin melalui kegiatan seperti Trip Observasi, Bintama dll. Sehingga waktu masuk kuliah kita menjadi sudah terbiasa dengan kegiatan non akademik yang dilaksanain sama kampus, dan karena di Labsky kita selalu dituntut untuk berfikir panjang di kampus udah terbiasa sama tugas-tugas yang menuntut kita untuk kreatif.
            Saran untuk SMA Labschool Kebayoran dari kak Eros Tjokro adalah jangan sampai sistem yang udah ada dirusak dan ataupun tidak berjalan seperti seharusnya.

Dari hasil wawancara ketiga narasumber diatas saya setuju dengan semua nilai plus yang kakak-kakak alumni utarakan, saya sadar saya sedang bersekolah di salah satu SMA swasta favorit di Jakarta Selatan yang tidak semua orang dapat merasakan bersekolah disini seperti saya, oleh karena itu saya akan memanfaatkan kesempatan yang ada dengan mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dari SMA Labschool Kebayoran ini. Melihat kesan kakak-kakak alumni tentang bersekolah di SMA Labschool Kebayoran, saya melihat bahwa mereka sangat mencintai dan menikmati masa-masa SMA mereka di Labschool Kebayoran.
Untuk nilai minusnya saya setuju dengan pendapat kak Dhinang mengenai nilai kkm yang kurang tetapi kalau mau menaikkan kkm soal-soal atau ulangan yang akan dilewati para murid harus lebih dipermudah agar tidak kesulitan mencapai nilai yang diinginkan, jangan sampai kkm naik tapi soal tetap susah kalau begitu tidak akan tercapai kkmnya, semuanya pun remedial. Saya juga setuju dengan pendapat kak eros tentang kantin yang mahal sepertinya setiap tahun ada saja beberapa makanan yang menaikkan harga jualnya.
Walaupun begitu nilai plus dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran ini lebih banyak, jadi saya bersyukur sekali saya bersekolah di SMA ini. Semoga kedepannya saya bisa menjadi lebih baik lagi dan membuat nama sekolah ini harum karenanya, semoga saya bisa mendapatkan kesuksesan-kesuksesan seperti para alumni ini. Para alumni haruslah sangat berterimakasih kepada SMA Labschool Keabyoran ini karena sayapun tahu salah satu faktor yang telah membuat mereka seperti sekarang ini salah satunya adalah sekolah kita tercinta ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar