Sabtu, 22 September 2012

Tugas 2 - Plus Minus Sekolah di Labsky


SMA Labschool Kebayoran atau biasa di singkat Labsky adalah sebuah sekolah swasta yang berada di Jl. KH. Ahmad Dahlan no. 14, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sekolah ini sudah berdiri kurang lebih selama 11 tahun. SMA Labschool Kebayoran sudah memiliki 9 angkatan yang telah lulus dengan baik yang masing-masing bernama Mitreka (angkatan 1), DSM (Angkatan 2), Triseka (Angkatan 3), Catruka (Angkatan 4), Pancatra (Angkatan 5), Heksakra (Angkatan 6), Saptraka (Angkatan 7), Hastara (Angkatan 8), dan Nawastra (Angkatan 9).

Labsky telah menjadi sekolahku selama 1 tahun dan 3 bulan. Selama ini aku telah mengalami berbagai macam dari mos sampai penjurusan. Seperti sekolah lainnya, Labsky pasti mempunyai kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Menurutku, pengalamanku yang sekarang belum dapat mewakili apa yang SMA Labschool Kebayoran dapat berikan pada muridmuridnya selama ini. Yang dapat menilai apakah kelebihan dan kekurangan Labsky adalah kakak kakak alumni yang telah lulus dari SMA Labschool Kebayoran dan mengalami sendiri 3 tahun bersekolah di Labschool kebayoran.

Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya, saya mewawancarai 4 orang alumni yaitu Kak Myrtyl S. Santos, Kak Larasya Maitri Andjani, Kak Dio Aufa Handoyo dan Kak Fajar Fathiawan Pambudi.

Myrtyl Sriwahyuni Santos

"Labsky is My Serendipity"

Kak Myrtyl adalah alumni Labsky angkatan 9 atau Nawastra. Dia masuk dengan angkatan Daswira tetapi lulus dengan angkatan Nawastra  karena ia mengikuti program aksel. Sekarang ia menjalani kehidupan kuliah di Universitas Binus.

Menurut kak Myrtyl, banyak kelebihan akademik yang dapat diambil dari labsky. Di Labsky, ia merasa materi materi yang di sampaikan oleh guru sangat mendalam dan penyampaiannya interaktif. Apabila ia remed, ia gampang sekali bertanya pada guru dan melakukan remedial. Kekurangan akademik menurut ka myrtyl terletak pada sudut pandang guru yang kadangkadang menganggap beberapa material yang lebih mudah tidak perlu dibahas, padahal saat ulangan materi materi tersebut menjadi susah dijawab. Kerumitan soal dari labsky juga dianggap kak myrtyl menyulitkan dirinya, walaupun sekarang soal soal tersebut membantunya untuk berfikir lebih kritis dan terbuka.

Kak Myrtyl juga menceritakan tentang pengalaman pengalamannya saat berkegiatan di labsky. Menurutnya, program program Labschool seperti MOS, TO, PILAR, Bintama sangat bermanfaat di kehidupan kuliahnya sekarang. Kegiatan kegiatan tersebut membantunya untuk mengembangkan soft skills yang terdapat dalam dirinya. Kegiatan kegiatan tersebut juga memberinya pengalaman pengalaman unik, menguatkan mental, dan juga mengajarkannya untuk belajar mengatur waktu untuk menjaga keseimbangan antaran kegiatan akademik dan non akademiknya.

Walaupun dengan segala keuntungan dari kegiatan kegiatan tersebut, kak myrtyl merasa kegiatan kegiatan tersebut membuatnya terkadang stress dan capek, karena kegiatan kegiatan tersebut menguras pikiran, mental, dan fisik. Dan terkadang banyak biaya biaya tertentu yang terlalu mahal.

Banyak cerita yang lucu dan seru yang ia ceritakan padaku. Karena ia adalah anak aksel, ia banyak menceritakan tentang pengalamannya di aksel. Menurutnya, pembauran anak aksel ke angkatan yang akan ia lulus bersama terlalu lama. Ia berharap bahwa angkatan aksel dibawahnya akan terjadi lebih awal sehingga lebih akrab. Menurut kak myrtyl, ia sangat senang dapat bersekolah di labschool kebayoran karena disana ia menemukan hal hal yang belum pernah ia gali sebelumnya di sekolah lain dan 3 tahun bersekolah disana merupakan tahun tahun terseru di hidupnya.


Fajar Fathiawan Pambudi

“Labsky itu ‘Adventure of a Lifetime’”

Pada saat lalinju, saya mewawancarai Kak Fajar. Dia adalah alumni Labsky angkatan 9 atau Nawastra. Kak Fajar sekarang kuliah DI ITB jurusan Tehnik Mesin.

Kak Fajar banyak menceritakan tentang kisahnya di Labsky. Menurut ka Fajar, dari segi akademis labschool baik. Guru guru di Labsky menurutnya belum ada yang benar benar kompeten sehingga belajar di sekolah saja belum tentu cukup untuk mendapat nilai bagus. Tapi, hal ini bagus untuk menambah dan membuat ka Fajar belajar untuk lebih mandiri. Kemandirian yang didapat di labsky itu sangat terpakai saat ia berkuliah sekarang.

Kehidupan non akademis Kak Fajar cukup bewarna. Ia ikut banyak kegiatan seperti MOS, TO, Bintama, PALABSKY, OSIS, dsb. Kak Fajar dulu merupakan Jendral Bela Negara (JBN).  Menurut ka Fajar, kegiatan kegiatan ini sangat berperan dalam membantu pengembangan kepribadiannya sebagai manusia.
Di Labsky, ka fajar banyak mendapat pelajaran pelajaran informal yang ia dapat terapkan di hidupnya, tapi yang terpenting menurutnya adalah sikap saling menghargai. Sikap menghargai yang dimaksud adalah sikap menghargai diri sendiri dan orang lain.

Saran yang diberikan oleh ka Fajar untuk Labsky adalah untuk meningkatkan kualitas acara acara yang membangun solidaritas dan teamwork dalam diri seseorang seperti TO, Pilar, Bintama, dsb.
Banyak cerita yang diceritakan oleh Kak Fajar tentang kehidupannya di Labsky. Ia merasa bahwa Labsky telah banyak berkontribusi dalam perkembangan karakter ka Fajar. Saat diminta untuk menyimpulkan kehidupannya di Labsky dengan 1 kalimat, ia berkata “Perjalanan hidup gw di Labsky selalu gw kenang sebagai perjalanan hati”.

Larasya Maitri Anjani

“Labsky bikin semua usaha itu lebih dari sepadan sama yang didapet dan bikin SMA itu terasa cepat”

Larasya Maitri Anjani atau Kak Maitri adalah Alumni Labsky angkatan 9 atau Nawastra. Sekarang ia merupakan seorang mahasiswa Fakultas Arsitektur di Universitas Parahyangan.

Kak maitri menceritakan tentang suka dukanya bersekolah di Labsky. Menurut kak Maitri, pelajaran pelajaran di labsky memilik standar yang sangat tinggi. Hal ini membuat murid murid berfikiran lebih kritis dan ke kritisan itu sangat dibutuhkan dalam kehidupan saat kuliah.

Banyak kegiatan yang diikuti oleh kak Maitri. Ia mengikuti TO, Bintama, Pilar, MOS seperti semua murid Labsky. Ia merupakan OSIS Seksi Kesenian 4. Saat mengikuti kegiatan kegiatan yang tergolong berat dan menguras energi dan waktu itu, Kak maitri belajar untuk membagi waktu dan juga menjadi lebih mandiri.

Menurut Kak maitri, sarana akademis dan keorganisasian sudah sangat baik, hanya saja sarana untuk berkreativitas di bidang seni nya masih kurang. Ka maitri berharap sarana di bidang seni lebih ditingkatkan lagi.

Banyak hal yang didapatkan oleh ka maitri saat berada di Labsky. Menurut ka Maitri, Labsky itu membuat saat saat SMA berjalan begitu cepat. Usaha usaha yang ia lakukan saat di SMA berbuah manis bahkan lebih baik dari yang ia harapkan.

Dio Aufa Handoyo

"Labsky itu pengembangan diri secara seimbang"

Kak Dio Aufa Handoyo atau yang sering disapa Kak Dio adalah Alumni angkatan 8 atau Hastara. Kak Dio mengikuti kelas Akselerasi, jadi ia masuk bersama Nawastra tapi lulus dengan Hastara. Kak Dio sekarang kuliah di Fakultas Teknik Industri Universitas Indonesia .

Kesan kak Dio tentang Labsky dalam hal Akademik adalah evaluasi ajarannya bagus. Kak Dio merupakan anak Akselerasi, dan selama di Aksel, ia merasa bahwa ia benar benar mengerti materi apa yang dipelajari. Tetapi, standar penilaian guru juga semakin tinggi jadi susah untuk mendapat nilai yang bagus.

Kehidupan non akademis Kak Dio cukup bervariasi. Ia mengikuti semua kegiatan yang ada di Labsky. Ia adalah anggota pengurus OSIS seksi Rohani 4. Menurut Ka Dio, kegiatan kegiatan ini sangatlah bagus. Kegiatan kegiatan ini juga sangat menguras waktu dan tenaga jadi apabila tidak bisa membagi waktu akan susah.

Kak Dio berharap bahwa kegiatan kegiatan yang ada di labsky dapat di tingkatkan dan di evaluasi terus sehingga mutu dan pelajaran yang di dapatkan dari kegiatan kegiatan tersebut lebih baik.

Walaupun kegiatan Labsky yang terkenal banyak dan berat, Kak dio tetap berkata bahwa Labsky itu seimbang dalam kegiatan akademik dan non akademik. Hal ini membuat ka Dio merasa bahwa Labsky mengembangkan dirinya secara seimbang.


Menurut para Alumni, Kegiatan Akademis Labsky itu bagus, karena materi materinya di berikan secara jelas, mendalam, dan sampai murid muridnya mengerti. Karena hal ini, murid murid Labsky dituntut untuk berpikir lebih kritis sehingga soal soal yang diberikan lebih sulit dan kadangkala menyulitkan murid untuk mendapat nilai yang lebih bagus. 

Labsky mempunyai kegiatan non akademik yang banyak. kegiatan kegiatan ini membantu pengembangan diri kita dan menumbuhkan sikap sikap seperti saling menghargai, mandiri, pembagian waktu yang efisien, dsb. tapi kadangkala kegiatan kegiatan ini menguras tenaga dan pikiran siswa.

Secara keseluruhan, para Alumni berpendapat bahwa kehidupan mereka di Labsky telah banyak berperan pada pengembangan karaker diri dan banyak hal hal yang sampai sekarang masih mereka terapkan. Saya berharap bahwa saya akan merasakan dan mendapatkan hal hal yang sama dengan mereka dan saya dapat mengaplikasikannya seperti mereka di masa yang akan datang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar