Sabtu, 22 September 2012

Tugas-2: Plus-Minus Labsky

“Apa yang kita tanam sekarang, buahnya akan ada dikemudian hari”

Satu kata, pendidikan. Definisi dari pendidikan di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang berarti proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui pengajaran dan pelatihan. Dari definisi tersebut terlihat bahwa pendidikan adalah hal yang sangat dibutuhkan oleh semua orang, di mana pun ia berada. Pendidikan jug terdiri dari dua bentuk menurut sifatnya, yaitu formal dan non-formal. Pendidikan yang formal itu contohnya sekolah dan kuliah. Sedangkan untuk pendidikan non-formal contohnya adalah kursus, pendidikan kilat, dan lain sebagainya.

Tanpa pendidikan, seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan jasmani dan rohaninya. Setidaknya, setiap orang perlu pengetahuan yang dapat didapatkan dari adanya pendidikan. Pengetahuan itu berguna bukan hanya untuk mengasaha otak, tetapi juga untuk menjalani hidup sehari-harinya. Pendidikan itu bisa didapatkan di mana saja. Baik di rumah, di sekolah, di lingkungan sekitar, maupun di lingkungan keluarga besar. Tetapi pendidikan formal biasanya hanya di dapatkan di sekolah dan universitas saja. Mutu dari pendidikan yang kita dapatkan itu harus berkualita, sehingga apa yang telah diajarkan itu selalu berguna hingga pelajar tersebut sukses di kemudian hari. Karena kebutuham pendidikan yang mendesak dan harus dibarengi dengan kualitas yang baik pula, kita membutuhkan sekolah atau universitas yang berkualitas agar pendidikan yang kita dapatkan tidak sia-sia.

Di Indonesia, pendidikan formal masih sangat berpengaruh dengan masa depan yang akan kita dapat. Wajib belajar 9 tahun merupakan salah satu peraturan atau kebijakan pemerintah Indonesia bagi anak bangsa agar anak-anak Indonesia setidaknya memiliki pengetahuan setaraf anak Sekolah Menengah Pertama. Dengan adanya kebijakan itu, setidaknya anak Indonesia memiliki pengetahuan yang cukup dan bisa bekerja kalau memang mereka membutuhkan pendapatan lebih bagi keluarganya.

Tahap belajar yang sudah ada yaitu Taman Kanak-Kanak mengajarkan muridnya berbagai hal demi perkembangan motorik halus dan motorik kasarnya. Seperti membaca, menulis, menggambar, menari, bernyanyi, olahraga kecil, bermain, dan pentas-pentas seni kecil agar anak dapat mengetahui dunia luar perlahan-laha. Di tingkat selanjutnya yaitu Sekolah Dasar, murid diajarkan berbagai ilmu dasar dari pelajaran-pelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum. Di tingkat ini, murid diajarkan untuk lebih serius dan mulai membuka pikiran. Di tingkat SD, apa yang diajarkan sangat berpengaruh di tingkat sekolah selanjutnya. Karena jika dianalogikan, para pelajar sedang membangun fondasi agar rumah yang akan dibuat tidak goyang.

Di jenjang selanjutnya, Sekolah Menengah Pertama, murid diajarkan hal-hal yang tidak jauh berbeda dari SD hanya saja tingkat kesulitannya dinaikkan dan ditambha dengan pelajaran-pelajaran baru. Dan pada akhirnya, tingkat Sekolah Menengah Atas adalah tingkat akhir sekolah yang paling berpengharuh pada masa depan seorang individu. Di jenjang ini kita harus menentukan mau jadiapa kita nanti dan kemana kita harus pergi. Kita harus memiliki tujuan hidup yang pasti dan dengan hanya waktu 3 tahun yang terasa sangat singkat, kita harus mengakhiri masa sekolah selamanya dan memulai jenjang baru yang lebih dewasa dan menantang. Karena itu, kita membutuhkan SMA yang berkualitas pula agar apa yang kita lakukan selama 3 tahun terakhir itu dapat sangat bermanfaat dan berkesan bagi kita sendiri.

SMA Labschool Kebayoran. Siapa yang tak tahu reputasi sekolah swasta yang memiliki akreditasi A ini? Sekolah swasta yang berlokasi di Jalan KH. Ahmad Dahlan no. 14 ini, telah menghasilkan generasi-generasi muda yang berkualitas dan sukses di bidangnya masing-masing. Baik di bidang profesi, maupun di universitasnya. SMA Labschool Kebayoran terkenal dengan kegiatan-kegiatannya yang sangat aktif dibanding dengan Sekolah Menengah Atas lainnya di Jakarta. Muali dari kegiatan peduli lingkungan desa, kegiatan kemiliteran, hingga kegiatan yang di dominasi oleh organisasinya yaitu Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dengan reputasi yang baik. Bagaimana tidak, sekolah ini banyak mengajarkan kebersamaan sekaligus kerjasama antar individu dengan cara yang menarik sehingga siswanya tidak bosan dengan kegiatan yang ada. Pertemanan yang sangat erat hingga telah menjadi alumni pun ada di dalam sekolah ini, sehingga suasana kekeluargaan pun selalu ada.

Tetapi di setiap kelebihan, pasti ada kekurangannya. Karena itu, saya mewawancarai 3 alumni SMA Labschool Kebayoran untuk mengetahui lebih lanjut apa saja kelebihan dan kekurangan dari SMA Labschool Kebayoran.

Alumni pertama yang berbagi ceritanya kepada saya adalah kak Nurul Parameswari Susantono dari angkatan 7 (Sapta Garuda Adikara/Saptraka). Kak Nurul yang biasa dipanggil dengan sebutan ‘Nuya’ ini adalah salah satu All-Star Lamuru Percussion yang hanya ada di SMA Labschool Kebayoran. Menurut kak Nurul, pernah bersekolah di SMA Labschol Kebayoran memberinya banyak manfaat baik secara akademik maupun non-akademik. Apa yang ia dapatkan dulu sangatlah bermanfaat baik di kehidupan perkuliahan maupun kehidupan sehari-hari. Dengan padatnya kegiatan yang ada di Labschool, ia semakin terbiasa dengan adanya tugas atau kegiatan yang diadakan dengan waktu yang berdekatan. Itu membuatnya dapat membagi waktu dengan baik. Contohnya, di Skylite 2012 ini, kak Nurul berperan aktif. Dari mulai koreografi, naskah cerita, hingga pengkondisian stage Skylite 2012. Tetapi di samping itu, ia juga harus melakukan kuliahnya yang tergolong padat saat itu. Apalagi, ia adalah salah satu All-Star Lamuru Percussion yang banyak melakukan show di berbagai tempat. Otomatis ia juga harus sering berlatih sambil melakukan kuliahnya.  Menurutnya, karena Labschool, ia dapat mengatasi masalah seperti itu karena telah dibiasakan dengan jadwal yang yang padat dibarengi kegiatan Labschool yang seabrek.


Kak Nurul juga merupakan salah satu pengurus OSIS Diwakara Balasena yaitu Seksi Bela Negara 6. Menurutnya, Labschool mengajarkan banyak manfaat terutama kerjasama antar individu dan kelompok. Kegiatan-kegiatan yang diadakan Labschool membuatnya lebih aktif dan lebih baik saat berkomunikasi dengan orang lain karena kita dibiasakan untuk bekerja sama. Jika boleh dibandingkan dengan sekolah lain, menurut kak Nurul, ia lebih suka berada di sebuah kepanitiaan dengan anak Labschool atau berinteraksi dengan anak Labschool. Karena jalan pikiran dan apa yang pernah diajarkan juga serupa sehingga lebih nyambung jika diajak berinteraksi. Karena komunikasi antar anak Labschool yang kuat, pertemanan antar alumni maupun adik kelas sekalipun masih terjalin. Ia merasakan sekali adanya kekeluargaan diantara alumni dan adik kelas. Tak hanya dengan murid ke murid, tapi dengan guru pun murid bisa dekat dan ngobrol  layaknya teman sepergaulan. Walaupun sering kali tak sepaha, tetapi rasanya itu tak memepengaruhi kedekatan yang ada serta suasana di sekolah menjadi sangat kondusif karena sangat nyaman. Sampai-sampai murid bisa tingga do sekolah hingga malam untuk belajar ataupun mengerjakan tugas tanpa rasa canggung.

Dibalik kelebihan-kelebihan Labschool yang menonjol tadi, pasti ada kekurangannya. Namun tak banyak kekurangan yang dirasakan oleh kak Nurul. Menurutnya, kebersihan kantin dan toilet harus lebih ditingkatkan agar siswa lebih nyaman berada di dalamnya. Lalu lahan parkir yang terlalu sempit dan kapasitasnya tidak sesuai dengan jumlah siswa yang bersekolah di Labschool Kebayoran.

Lalu alumni kedua yaitu seorang Ketua Umum OSIS perempuan pertama di SMA Labschool Kebayoran yaitu, kak Putri Athira. Ketum tercantik ini sekarang berkuliah di Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Hukum. Ia merupakan Ketua Umum OSIS dari Angkatan 8 (Hastara). Sepanjang sejarah OSIS SMA Labschool Kebayoran, dialah satu-satunya Ketuam Umum OSIS paling cantik alias satu-satunya perempuan yang ada di deretan talkom kuning. Baginya, hal itu merupakan pengalaman yang paling membanggakan selama kehidupannya di SMA.
Keinginannya untuk masuk Labschool pun berawal dari inisiatifnya yang mencari sekolah swasta unggulan karena ia sudah pernah merasakan berseklah di sekolah negeri dan mendengar berbagai macam cerita mengenai Labschool yang banyak dengan kegiatan-kegiatan yang melibatkan siswanya sebagai penyelenggara. Pada akhirnya, masuklah ia ke SMA Labschool Kebayoran. Di perjalanannya, ia banyak merasakan manfaat dari mengikuti berbagai kegiatan yang Labschool adakan. Dari mulai Pra TO, TO, Bintama, dan karena keinginannya menjadi Keua Umum, ia mengikuti Lapinsi (Latihan Kepemimpinan Siswa). Hal itu membuatnya lebih cakap berinteraksi serta bekerja sama dengna teman lainnya di dalam sebuah organisasi dan juga kepanitiaan yang diselenggarakan Labschool. Menurutnya, bekal kemampuan kerjasama inilah yang menjadi modal di dalam dunia perkuliahan. Pengalamannya berorganisasi sudah ada sejak duduk di kelas 10 yaitu menjadi anggota Majelis Perwakilan Kelas (MPK) Komisi Publikasi dan Dokumentasi. Dengan keikutsertaannya di OSIS dan MPK, ia dapat belajar untuk mengatur waktu dengan banyaknya kegiatan yang ada dengna wkatu belajar agar tetap dapat memacu nilai-nilai akademik, serta dapat tetap memunculkan ide-ide yang cemerlang agar otak juga tetapi terasah untuk berfikir diluar urusan akademik saja. Dan dengan keikutsertaannya di OSIS dan MPK, ia dapat belajar bekerja sama dengna orang-orang disekitarnya yang sudah pasti memiliki karakter yang berbeda-beda. Ia juga berpendapat bahwa dengan ikut organisasi, kita dapat belajar untuk tidak jadi orang yang egois, mau membuka pikiran, dan mengalah, sehingga kita terbiasa untuk tidak selalu memaksakan kehendak pribadi. Menurutnya, keikutsertaannya di OSIS dan MPK memberikannya banyak hal-hal baru yang berarti di kehidupannya sekarang. Labschool benar-benar menunjukkan kualitasnya yaitu dengan mengajarkan siswanya untuk seimbang antara segi akadamis dan non-akademis.

Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan Labschool seringkali melibatkan guru dan orang tua, sehingga hubungan siswa, orang tua, dan guru juga sangatlah erat dan kekeluargaannya begitu terasa. Apalagi, ketika acara OSIS dan angkatan, perasaan yang timbul saat melaksanakan acara tersebut sangatlah berkesan dan hal itu tidak mungkin didapatkan di tempat manapun kecuali di Labschool. Pertemanan yang masih berjalan hingga menjadi alumni sekalipun masih sangat terasa karena menurutnya, mencaru teman seperti yang ia dapatkan di Labschool itu cenderung sulit. Menurutnya, Labschool hanya perlu meningkatkan sarana dan prasarana di sekolahan agar dapat menunjang kualitas pembelajaran sehari-hari. Perlu juga adanya peningkatan prestasi akademik maupun non-akademik baik secara nasional dan internasional. Karena dengan itu, nama Labschool akan lebih harum dan terkenal sehingga dapat membanggakan siapapun yang bersekolah dan pernah bersekolah disana. Dan selalu pertahankan budaya-budaya Labschool yang baik, yang selama ini ada dan ditanamkan kepada siswa-siswi Labschool. Karena apa yang ditanam sekarang, akan berbuah dikemudian hari, menurutnya. Serta Labschool harus lebih memberi ciri khas kepada siswa-siswinya agar terus menonjol dimana pun ia berada.

Alumni ketiga yang saya wawancarai adalah anak Lamuru lainnya dan ia juga merupakan salah satu All-Star Lamuru Percussion yang menjadi kebanggaan SMA Labschool Kebayoran selama ini, yaitu kak Ganis Syahputra. Kakak Alumni kita yang satu ini juga ikut dalam acara Skylite 2012 kemarin. Ia menjadi pembawa acara bersama kak Putri Athira malam itu. Ia juga mantan pengurus OSIS dari angkatan 8 (Hastara). Ia menduduki posisi Koordinator Seksi Dana & Logistik pada masa itu.

Menurutnya, kegiatan-kegiatan Labschool yang luar biasa banyak dan menguras tenaga serta pikiran menjadi pelajaran berharga baginya saat berada di dunia perkuliahan. Ia menjadi lebih sistematis dan dapat melakukan time management yang lebih baik. Tugas dibarengi dengan jadwal show Lamuru yang sering kali ada di tanggal yang berdempetan sudah bisa ia atasi karena telah terlatih semasa ia duduk di bangku SMA. Menurutnya, karena standar belajar Labschool yang tinggi, ia jadi terbiasa untuk berpikir secara luas dalam segala aspek kehidupan. Guru-guru Labschool juga memiliki timeline pengajaran yang baik, sehingga siswa tidak terlalu diburu-buru. Namun saran bagi guru, setidaknya murid itu lebih dibantu secara transparan. Jangan murid itu terlalu dipersulit walaupun standarnya Labschool memang tinggi, setidaknya murid itu lebih dibantu saja.

Kegiatan Labschool seperti Trip Observasi sangatlah berguna bagi siswa Labschool, karena menurutnya kita sehari-hari hanya menemui teman-teman yang berada di level yang sama yaitu menengah ke atas. Tetapi dengan adanya TO, siswa bisa sadar kalau mereka sebenarnya ada yang lebih susah dan membutuhkan. Dengan TO juga, kita bisa melihat alam yang sebenarnya dan belum tercemar sama sekali oleh polusi-polusi seperti yang biasa di lihat di ibukota. Dan seperti yang dilontarkan oleh alumni lainnya, organisasi di sekolah yang paling settle dan mendekati dengan organisasi-organisasi di dunia perkuliahan dan pekerjaan yang begitu banyak dan sangat kompleks adalah OSIS. Karena OSIS mempunyai berbagai macam program kerja yang harus dijalani dan untuk menjalaninya saja butuh kerja keras, dari situ kita bisa belajar banyak mengenai kehidupan yang akan kita jalani nantinya. Tetapi sarannya, seklah harus lebih bisa memfasilitasi organisasi-organisasi yang ada Lamuru sekalipun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar