Minggu, 23 September 2012

Tugas-2: Plus Minus Labsky



            Pada tanggal 1 Maret 2001, Yayasan Pembina Universitas Negri Jakarta membuat keputusan untuk mendirikan Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Labschool Kebayoran di prasarana milik UNJ yang berlokasi di Jl. K.H. Ahmad Dahlan No. 14 Kebayoran Baru Jakarta Selatan.
            Semenjak itu, SMA Labschool Kebayoran pun memiliki siswa-siswa yang sukses dari tiap angkatan. Alumni-alumni SMA Labschool Kebayoran adalah orang-orang yang sangat hebat dikarenakan serangkaian kegiatan yang mereka lewati selama bersekolah di Labschool Kebayoran.
            Tugas Sejarah kali ini, kami ditugaskan untuk mewawancarai kakak-kakak alumni SMA Labschool Kebayoran tentang hal-hal positif dan negatif yang mereka alami selama bersekolah disini. Saya mewawancarai 3 orang alumni dari angkatan 9 yang bernama Nawastra, yaitu kak Adam, kak Arfi, dan kak Radit.


Kak Adam Rahmansyah

            Pada tanggal 3 Agustus, saya mewawancarai kak Adam lewat media Blackberry Messenger, karena saya takut akan merepotkan untuk wawancara langsung. Kak Adam sekarang berkuliah di Universitas Indonesia Fakultas Ekonomi.

            Menurut kak Adam, hal positif yang dia alami selama bersekolah di Labschool Kebayoran adalah banyaknya kegiatan-kegiatan seru, seperi SkyAvenue, SkyBattle, Trip Observasi, dan lainnya, karena dalam kegiatan-kegiatan tersebut terdapat banyak manfaat. Menurut kak Adam, kegiatan sekolah yaitu Trip Observasi dan Bintama manfaatnya adalah melatih kedisiplinan seseorang, serta membangun kerja sama dan kekompakan. Sedangkan acara-acara seperti SkyAvenue dan SkyBattle, memberi pengalaman melatih kita dalam berorganisasi dalam kepanitiaan.
            Walaupun begitu, ada juga hal-hal negatifnya, walaupun tidak sebanyak hal positif yang dialami, menurutnya hal negatifnya adalah kadang-kadang orang-orangnya suka ngaret atau terlambat. Selain itu, kalau sedang dalam kegiatan mengajar, guru yang mengajar suka gabut, atau gaji buta. Yang dimaksud disini adalah tidak datang mengajar sehingga kelas kosong dan sejenisnya.
            Terakhir, saran dari kak Adam untuk meningkatkan kualitas sekolah dan juga untuk menghilangkan hal-hal negatif dari sekolah adalah untuk meningkatkan disiplin, baik untuk siswa dan guru. Dan untuk guru-guru agar kalau mengajar tidak gabut lagi, agar siswa juga lebih efektif dalam belajar.







Kak Muhammad Arfianto

            Sama seperti Kak Adam, saya mewawancarai kak Arfi juga melewati media blackberry messenger. Kak arfi juga alumni angkatan 9, sekarang kuliah di Universitas Indonesia Fakultas Ekonomi Internasional.

            Menurut Kak Arfi, hal positif yang dia dapatkan selama bersekolah di Labschool Kebayoran adalah adanya banyak kegiatan seperti TO dan Bintama, juga dengan mengikuti organisasi. Katanya, dengan mengikuti hal-hal tersebut dapat dijadikan pelajaran dan juga dapat bersosialisasi dengan orang-orang. Selain itu menurutnya dari kegiatan-kegiatan tersebut ia mendapatkan pengalaman-pengalaman yang tidak bisa ia dapatkan kalau ia bersekolah di tempat lain.
            Tetapi, dari banyaknya kegiatan-kegiatan yang dilakukan di Labschool kebayoran, timbul beberapa hal negatif. Menurutnya walaupun banyak kegiatan tersebut menambah pengalaman, ia juga berpikir kalau kegiatan-kegiatan yang begitu banyak dan padatnya itu kadang-kadang menyita waktu, energi, dan juga uang. Tetapi menurutnya semua itu worth it.
            Kak Arfi dulu adalah salah satu pengurus OSIS, dan menurutnya keuntungan dari mengikuti OSIS adalah pengalaman berorganisasi, serta menambah sertifikat yang menunjukkan kalo ia pernah ikut organisasi sekolah.
            Pesan dari kak Arfi untuk sekolah adalah agar event-event yang diadakan oleh Labschool Kebayoran semakin lancar dan semakin kreatif, dan pesan untuk guru-gurunya agar saat mengajar tetap dengan benar dan agar tidak terlalu pelit dalam soal pemberian nilai.               
Kak Irsyad Raditio
           
            Wawancara dengan kak Radit juga lewat media blackberry messenger dan pada tanggal 3 Agustus juga. Seperti yang sebelumnya, Kak Radit adalah alumni dari angkatan 9, yang sekarang kuliah di Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik jurusan Komunikasi.

            Menurut kak Radit, hal positif yang dia rasakan selama 3 tahun bersekolah di Labschool Kebayoran cukup banyak, beberapa diantaranya adalah kesan bahwa Labschool Kebayoran itu serius, tapi sebenarnya cukup santai. Siswa-siswanya juga adalah orang-orang yang asik, seru, dan enak untuk diajak bergaul. Dan guru-gurunya juga baik. Moving class menurutnya juga hal yang positif karena berguna untuk kedepannya, dikarenakan oleh moving class kita selalu berpindah keruang berbeda tertentu setiap pergantian mata pelajaran, itu mengajarkan kita untuk disiplin dan tepat waktu, serta lebih hati-hati dengan barang yang kita bawa karena kalau tidak bisa hilang karena ketinggalan. Kegiatan-kegiatan yang diadakan sekolah dan wajib diikuti seperti Trip Observasi dan Bintama juga memberi manfaat karena membuat kita menjadi lebih mandiri dan lebih disiplin.
            Hal-hal negatif menurut Kak Radit lebih mengacu ke segi fasilitas yang diberikan sekolah, yaitu tidak adanya tempat fotocopy, lapangan parkir yang sempit serta kantin yang selalu sangat penuh dan ramai.
            Pesan dari kak Radit untuk Labschool Kebayoran cukup sederhana, yaitu untuk memperbaiki hal-hal yang menurutnya negatif. Kecuali kantinnya karena menurutnya ia kantinnya sudah tidakbisa diapa-apakan lagi.
 

Kesimpulan yang saya dapatkan dari wawancara dengan ketiga kakak-kakak alumni diatas adalah bahwa kegiatan-kegiatan di Labschool Kebayoran banyak bermanfaat bagi hidup kedepannya, walaupun memang sekarang terasa berat tapi manfaatnya akan terasa nanti, dan bahwa positif dari bersekolah di labschool kebayoran lebih banyak dibandingan negatifnya. Semoga akan tetap begitu hingga kedepannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar