Sabtu, 22 September 2012

Tugas-2 Plus Minus Labsky


“Jaminan dan Dominan”


Bersekolah di SMA Labschool yang terletak di daerah Kebayoran ini ternyata sangat menguntungkan.  Hal-hal yang dialami seperti roller coaster nilai akademik dan serunya kegiatan-kegiatan non akademik memberikan banyak pelajaran kepada siswa dan siswinya.  Bukan hanya kelebihan SMA Labsky saja yang berguna, tapi kekurangan-kekurangan SMA Labsky juga menjadi sebuah pelajran besar untuk kedepannya.
                Saya Sarah Astari, kelas XI IPS 3 tahun ajaran 2012-2013, ingin mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan SMA Labschool Kebayoran.  Untuk itu, saya mewawancarai 3 (tiga) orang alumni SMA Labschool Kebayoran karena mereka-merekalah yang sebenarnya mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan SMA Labschool Kebayoran karena mereka telah merasakan 3 tahun penuh belajar dan berkegiatan di SMA ini.

Bersama Kak Dio
           Pertama, saya mewawancarai alumni angkatan ke VII Saptraka (Sapta Garuda Adhikara), yaitu Kak Hindryo Seto.  Ia resmi menjadi siswa di SMA Labschool Kebayoran ini mulai tahun 2007 dan lulus pada tahun 2010.  Ketika SMA, dia mengambil jurusan IPS.  Sekarang Kak Dio adalah mahasiswa semester 5 di Prasetya Mulya Business School.
          Dulu, ketika SMP, sebenarnya Kak Dio tidak ingin masuk SMA Labsky tapi akhirnya tetap memilih Labsky karena sudah familiar dengan kondisi dan suasananya.  Menurutnya, masuk Labsky bisa membuat kita memiliki bekal masa depan yang lebih dibanding SMA lain.
                Selama bersekolah di Labsky, ia tidak mengikuti kegiatan organisasi seperti OSIS atau MPK tetapi tetap merasakan kelebihan bersekolah di Labsky.  Labsky mengajarkan siswa-siswinya untuk menjadi orang yang cuek.  Cuek yang dimaksud disini bukan dalam arti negatif, tetapi cuek berkomitmen.  Siswa-siswi diajarkan untuk percaya kepada diri sendiri dan menjadikan pandangan orang lain yang meragukannya sebagai motivasi tersendiri.
                Selain itu, Labsky memiliki tingkat disiplin yang tinggi.  Contoh kasusnya adalah siswa-siswi sangat sulit untuk ‘cabut’ sekolah.  Hubungan yang terbangun antara guru dan murid juga sangat baik.  Guru mendengarkan pendapat dari muridnya dan tidak kekeuh akan pendapatnya sendiri.  Hubungan antara guru dan orang tua murid juga dibina dengan baik.  Kemampuan guru membangun hubungan dengan murid serta orangtuanya menjadi nilai lebih bagi SMA Labchool Kebayoran.  Kemampuan itu membuat Labsky memiliki kualitas pengajar yang baik.
                Jika ada kelebihan pasti ada kekurangan.  Salah satu kekurangan SMA Labsky adalah ketidakpedulian siswa-siswinya akan dunia luar.  Maksud dari dunia luar adalah sekolah selain Labsky.  Kegiatan yang menumpuk baik akademik maupun non akademik, membuat siswa-siswi lebih sering bergaul dengan sesama siswa Labsky.  Siswa juga terlalu difasilitasi oleh guru sehingga terbiasa berada dalam safety zone dan merasa eksklusif: gue kan anak Labsky.  Keadaan ini seringkali membuat alumni SMA Labsky yang baru lulus sedikit mengalami kesulitan beradaptasi di dunia perkuliahan.
                Tetapi, manfaat yang diberikan juga banyak.  Menurut Kak Dio, pelajaran-pelajaran yang diberikan di Labky, akademik maupun non akademik, membuat siswa-siswinya menjadi lebih dewasa.  Tugas kuliah yang bertumpuk dibarengi dengan kegiatan-kegiatan yang juga sangat banyak sudah menjadi hal yang biasa bagi alumni Labsky.  Alumni Labsky juga seringkali menjadi orang-orang yang aktif di lingkungan kampus, dibandingkan dengan alumni SMA lain.
                Pada akhir wawancara Kak Dia memberikan beberapa saran untuk SMA Labschool Kebayoran.  “Guru-guru bagus jangan dimutasi ke Labsraw atau Labscib, anak-anak juga jangan bandel-bandel, dan pertahankan Sky Avenue,” kata Kak Dio.

Kak Puput saat menjadi Ketua Umum OSIS
                Berikutnya, saya mewawancarai Ketua Umum OSIS Ksatrianala Saghrayudha Angkatan VIII Hastara (Hasta Praja Sanggakara), Kak Putri Athira atau akrab dengan panggilan Kak Puput.  Ketika SMA, ia mengambil jurusan IPA dan sekarang berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
                Ternyata dulu Kak Puput hanya iseng mendaftar di SMA Labschool Kebayoran.  Ia mendaftar masuk karena mendengar cerita orang bahwa SMA Labsky memiliki program-program dan organisasi yang bagus.  Ia juga ingin menjadi pengurus OSIS dan mengikuti kegiatan Misi Budaya ke luar negeri.  Harapan awal Kak Puput alhamdulillah tercepai semuanya: menjadi pengurus OSIS dan mengikuti Misi Budaya.
                Sebagai alumni, ia mengatakan bahwa fasilitas di SMA Labsky sudah cukup memadai, seperti pelajaran, kegiatan ekstrakulikuler, dan sarana serta pra-sarananya.  Tetapi, dengan biaya sekolah yang seperti sekarang, masih banyak fasilitas-fasilitas yang sebenarnya bisa dirawat lebih baik lagi, contohnya adalah penggunaan laboratorium komputer dan laboratorium bahasa Inggris.
                Selain itu, Kak Puput juga bercerita bahwa pernah terjadi masalah pada penempatan guru.  Kelas 10 yang harusnya menjadi dasar dan awal pelajaran, malah diserahkan kepada guru yang bisa dibilang kurang menguasai dasar materi itu sendiri.  Kejadian itu menyebabkan siswa-siswi sempat mengalami kesulitan ketika naik ke kelas 11 dan 12 karena dasar materi yang kurang.
                Tetapi, kejadian itu tidak berlanjut karena Kak Puput dan teman-temannya membicarakan hal tersebut – tidak formal - kepada pihak yang berwenang: guru.  Pendapat siswa-siswi diterima dengan sangat baik sehingga terjadi perubahan pada penempatan guru.  Jadi, di sisi lain, guru berhasil membangun hubungan yang baik dengan siswa-siswinya dan mendengarkan pendapat mereka dengan baik.  Hal ini menjadi poin tersendiri untuk SMA Labschool Kebayoran jika dibandingkan dengan SMA lain seperti SMA negeri.
                Menurut Kak Puput, kegiatan-kegiatan serta kurikulum di SMA Labschool Kebayoran ini tidak bermasalah, bahkan sangat bagus dan pantas untuk dipertahankan.  Kegiatan yang dimaksud adalah program andalan seperti Trip Observasi selama 5 hari 4 malam, BINTAMA ke Kopassus, dan juga program kerja OSIS seperti Sky Battle, Sky Avenue, dan Jakarta in Global.
                Ia bercerita bahwa pernah mengalami kesulitan ketika menjabat menjadi Ketua Umum OSIS periode 2009-2010, berhubung ia adalah ketua umum perempuan yang pertama – dan satu-satunya – di SMA Labschool Kebayoran ini.  Dominasi ketua umum laki-laki sempat menyulitkan Kak Puput, tetapi perlahan-lahan hal itu dapat teratasi berkat kemampuan berkomunikasi yang baik dan dukungan dari teman-teman Kak Puput di kepengurusan OSIS.  Kak Puput juga menambahkan, dari sudut pandang ketua OSIS, SMA Labsky termasuk yang ‘tidak kaku’ dan terbuka akan hal-hal baru, menerima pendapat dan inovasi yang diberikan oleh murid-muridnya.
                Ketika sudah lulus, banyak hal-hal positif dari SMA Labschool Kebayoran yang sangat berguna untuk alumni-alumninya.  Alumni SMA Labsky terlihat berbeda dari alumni SMA Lain.  Alumni Labsky banyak terpilih menjadi ketua-ketua, seperti contohnya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia ketua angkatan yang terpilih adalah dari Labsky.  Selain itu, Labsky mengajarkan muridnya untuk terbiasa bekerja bersama orang-orang dengan karakter yang berbeda sehingga di perkuliahan mereka sudah tidak kesulitan lagi.  Alumni juga sudah terbiasa me-manage waktu untuk kuliah dan kegiatan karena terbiasa dengan Labsky yang kegiatannya bertumpuk.  Terbiasa kerja secara teratur di kepanitiaan dan berkoordinasi sesuai dengan posisinya masing-masing, sehingga tidak membuat kepanitiaan atau organisasi itu berantakan.
                Sekarang sebagai alumni, banyak hal-hal yang dirindukan dari SMA Labschool Kebayoran.  Kak Puput sendiri kangen dengan suasana Labsky, kebersamaan yang dirasakan, hingga pulang malam karena sibuk rapat atau kegiatan seperti Sky BattleKangen melaksanakan kegiatan rutin Jumat pagi: lari pagi, dan kangen kepada guru, karyawan, beserta bapak-bapak satpam yang siap sedia menjaga sekolah dan memberikan nasihat-nasihat kepada murid-murid.
                Akhir wawancara, Kak Puput memberikan beberapa pesan untuk SMA Labschool Kebayoran.  Ia ingin SMA Labsky selalu mempertahankan budaya kebersamaan dan meningkatkan semua program-program ciri khas Labsky seperti TO, BINTAMA, OSIS MPK, dll.  Namun semua itu tidak bisa diraih jika murid-muridnya tidak mendukung.  Pesan Kak Puput untuk siswa-siswi SMA Labsky agar selalu menjaga nama baik dan budaya Labschool , tetap respek dengan angkatan lain baik angkatan atas maupun bawah, dan menjaga hubungan baik dengan guru.



               


Kak Pasha
                Terakhir, saya mewawancarai alumni SMA Labshool Kebayoran angkatan VII Saptraka (Sapta Garuda Adhikara), Kak Pasha Ibnurizal Malik atau akrab dipanggil Kak Pasha.  Sekarang, Kak Pasha terdaftar sebagai mahasiswa semeseter 5 di Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti.  Berbeda dari 2 dua narasumber sebelumnya, alasan Kak Pasha mendaftar di SMA Labschool Kebayoran adalah karena permintaan orang tua.  Oleh karena itu, pada awal tahun ajaran ia hanya berharap agar dapat merasa betah dan nyaman bersekolah di SMA Labsky ini.
                Kelebihan SMA Labschool Kebayoran dari kacamata Kak Pasha adalah SMA Labsky memiliki tenaga pengajar yang ramah dan perhatian terhadap murid-muridnya.  Selain itu, kegiatan-kegiatan yang diberikan sekolah kepada siswa-siswi juga sangatlah bermanfaat, mulai dari MOS, Pilar, Trip Observasi yang tidak terlupakan, BINTAMA, dan Study Tour.
                Tetapi, SMA Labschool Kebayoran masih memiliki sejumlah kekurangan dalam hal sarana.  Menurut Kak Pasha, tempat parkir dan kantin Labsky sempit, toilet laki-laki juga berbau kurang enak.
                Hal positif dari SMA Labsky yang sangat berguna di dunia luar seperti perkuliahan adalah mental yang lebih kuat karena kegiatan-kegiatan keras yang sudah pernah dilalui.  Alumni SMA Labsky juga terlihat lebih mendominasi di kampus karena kemampuan memimpin dan me-manage yang lebih baik dibanding alumni SMA lain. 
                Sekarang, setelah lulus dari SMA Labschool Kebayoran, ada beberapa hal ang dirindukan oleh Kak Pasha.  Hal-hal itu seperti Trip Observasi, BINTAMA, Sky Battle, Sky Avenue, lari pagi Jumat, bermain bola bersama teman-teman, dan tentunya angkatan Kak Pasha sendiri, Saptraka.  Ada satu hal terakhir yang Kak Pasha kangen dari Labsky: ngeceng.





                Berdasarkan wawancara dengan 3 (tiga) orang narasumber yang juga merupakan alumnus dari SMA Labschool Kebayoran, dapat diambil beberapa kesimpulan.  SMA Labschool Kebayoran memberikan modal yang kuat kepada murid-muridnya untuk ‘dunia yang sesungguhnya’.  Kalau kata alumni “masuk Labsky cuma ngincer akademik, tuh, salah besar.”  Alumnus SMA Labschool Kebayoran, baik yang aktif di keorganisasian ataupun tidak, sama-sama merasakan manfaat yang banyak.  Siswa-siswi SMA Labschool Kebayoran mampu untuk membuat manajemen waktu yang baik dan juga memiliki jiwa kepemimpinan yang lebih unggul dibanding SMA lain.
                Mengesampingkan keunggulan-keunggulan SMA Labschool Kebayoran, SMA ini masih memiliki kekurangan.  Kekurangan ini baik dalam hal sarana ataupun pra sarana.  Fasilitas yang sudah ada sekarang memang cukup memadai, seperti keberadaan Laboratorium Bahasa, Laboratorium Komputer, toilet, kantin, tempat parkir, dll.  Tetapi, dengan bayaran sejumlah sekarang, seharusnya perawatan fasilitas-fasilitas tersebut bisa lebih baik lagi sehingga dapat digunakan dengan maksimal oleh seluruh warga Labschool Kebayoran, bukan hanya guru dan murid SMA tapi juga SMP.  Keterbatasan lahan memang menjadi masalah utama di Labschool Kebayoran: peminatnya banyak, kelasnya sedikit.  Tapi, semua masalah itu pasti dapat teratasi.  Saya sendiri mendengar bahwa Labschool Kebayoran akan dibangun ‘naik’ dikarenakan keterbatasan lahan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar