Kamis, 27 September 2012

Tugas 2 - Plus Minus Labsky


3 Alumni... 3 Pendapat yang Berbeda...      
           
          Pada kesempatan ini, saya mewawancarai beberapa alumni dari sekolah SMA Labschool Kebayoran.  Sekolah tersebut terletak pada jalan Ki Haji Ahmad Dahlan, tepatnya di depan Sushi Miya81 dan juga disebelah restoran yang bernama Young Society.  Telah lebih dari sepuluh tahun SMA Labschool Kebayoran berdiri.  Sekolah tersebut dibangun oleh Prof. Dr. Arif Rahman, siapa yang tidak mengenali beliau?  Beliau bahkan dapat didengar namanya diseluruh Indonesia.  Nama beliau hampir sama juga dengan nama sekolah yang didirikannya sendiri.  Tak sedikit pelajar di Indonesia yang mengenal sekolah dengan nama Labschool Kebayoran tersebut.  Bahkan, banyak dari mereka yang tak segan untuk belajar sangat giat agar dapat duduk di bangku dan belajar di SMA Labschool Kebayoran.  Banyak dikarenakan oleh mudahnya pelajar untuk menuju ke perguruan tinggi yang diminatinya.  Dengan alasan sekolah terkategori “A”, SMA Labschool Kebayoran banyak menghasilkan alumni yang diterima di perguruan tinggi ternama dengan jalur undangan.  Dengan adanya jalur tersebut, maka kita dapat menghiraukan tes untuk masuk dalam perguruan tinggi tersebut.                          

            Alumni pertama yang saya wawancarai adalah kakak saya sendiri, yang bernama Etsa Amanda.  Beliau adalah seorang pelajar angkatan 8, yaitu Hastara.  Kak Etsa lahir pada tanggal 27 Juli 1994 di Pekalongan, Jawa Tengah.  Ia merupakan pelajar yang sangat cerdas dan rajin.  Kebanyakan dari para guru SMA Labschool Kebayoran mengenalinya akan kepintarannya.  Beliau juga mengikuti OSIS dan mendapat jabatan di bidang edukasi.  Walaupun bidangnya merupakan bidang edukasi, ia meluangkan waktunya untuk membuat poster Sky Avenue angkatannya.  Selain itu, beliau memiliki kemampuan hebat dalam hal menggambar, oleh karena itu, ia mengambil jurusan aritektur saat perguruan tinggi.  Saat saya mewawancarai kak Etsa, ia menceritakan tentang kelebihan dan kekurangan saat berada dan belajar di SMA Labschool Kebayoran. Pada sisi positifnya, beliau berkata, “Mesjidnya bagus, enak buat ngumpul-ngumpul gitu.”  Menjid di Labschool Kebayoran memang tergolong masjid yang besar, dan juga bagus serta indah untuk dilihat.  Keadaan di dalamnya juga sejuk dan luas.  Jawaban selanjutnya adalah, “Gurunya fleksibel gitu, ngga harus bener-bener ngikutin cara gurunya, kalo bisa buktiin cara kita bener yaa bener brarti, trus kalo ngga bisa bisa ya tanya aja.” Beberapa sekolah luar terkdang memiliki guru yang tidak fleksibel, atau dengan kata lain sangan teguh dengan prinsipnya.  Guru tersebut jarang sekali mendengarkan masukan-masukan dari muridnya sendiri.  Namun di SMA Labschool Kebayoram, tidak dapat ditemui guru seperti itu.  Semua guru dengan terbuka mendengarkan semua masukan dari murid-muridnya sendiri.  Bila kurang cocok, maka akan diberitahu sebaik-baiknya.  Guru tersebut juga memperbolehkan muridnya untuk bertanya di luar jam pelajarannya, baik setelah sekolah, maupun di rumah via telepon, sms, atau bbm.  Kelebihan lainnya adalah, “Program sekolahnya ada bintama gitu-gitu juga, jadi ga cuma belajar doang, eksulnya juga lumayan banyak.” Memang, di SMA Labschool Kebayoran terdapat berbagai macam aktivitas atau kegiatan disamping belajar mengajar.  Di kelas sepuluh, para murid akan menghadapi Masa Orientasi Sekolah, atau MOS. Setelah itu, mereka akan melaksanakan Trip Observasi, yaitu kegiatan yang menurut saya sangat dianjurkan untuk diikuti.  Tak hanya menyenangkan, kita yang disuruh menginap di desa selama 4 hari akan mendapatkan banyak sekali pengalaman.  Di kelas sebelas dan dua belas, akan diadakan field trip menuju Jogjakarta dan juga Bali.  Sedangkan, opini kak Etsa mengenai sisi negatifnya ialah, “Kadang masih ada guru yang suka ngilang-ngilang pas jam pelajarannya (pas taun kakak), terus kadang antar guru masih kurang koordinasi pas jawab soal, jadi jawabannya suka beda-beda”.  Saat angkatannya beliau, satu mata pelajaran dapat dipegang oleh 2 guru yang berbeda, oleh karena itu, tak jarang jawaban mereka suka berbeda satu sama lain, sehingga sangat membingungkan bagi murid untuk mempelajarinya.  Namun sekarang, pelajaran-pelajaran tersebut hanya diambil alih oleh satu guru saja, sehingga mempermudah murid-muridnya untuk belajar tanpa khawatir akan perbedaan pendapat antar guru.  Kekurangan keduanya adalah, “Toilet yang di bagian depan suka dikunci.” Kamar kecil di bagian depan dekat pintu masuk memang sering dikunci, hal tersebut mengakibatkan tamu seperti orang tua suka mengalami kesulitan jika ingin ke toilet, walaupun masih ada beberapa toilet yang tersebar di Labschool Kebayoran.  Selain itu, sisi negative lainnya adalah, “Kurang ada kegiatan yang mengakrabkan senior ama juniornya, jadi seringnya gak terlalu kenal gitu.” Memang sangat kurang kegiatan yang melibatkan angkatan atas dengan angkatan bawah, atau senior dengan junior.  Maka dari itu, banyak dari senior yang kurang mengenali juniornya, dan juga sebaliknya.  Kak Etsa lalu kembali ke dampak positif dan berkata, “Plusnya lagi, deket sama Gancy”.  Dan ia langsung berkata kembali, “Minusnya, pas jam soljum cewe-cewe gak boleh keluar, jadi gak bisa nonton deh. Hahahahah.”        

Kak Etsa dan saya
                                                                             
               Alumni kedua yang saya wawancarai bernama kak Putri Athira (Kak Puput), seorang alumni yang dulunya menjabat sebagai ketua osis pada masanya.  Beliau merupakan teman satu angkatan kaka saya.  Kak Puput merupakan seorang alumni yang sangat baik dan juga cantik, ia sempat mendatangi acara SkyLite dan juga mengikuta acara lelang untuk menggalang dana Sky Avenue disana. Dalam menyatakan sisi positif dari SMA Labschool Kebayoran, beliau berkata bahwa, “Kita jadi terbiasa untuk disiplin karena dalam banyak kegiatan dan program labsky kita diajarkan untuk selalu berkomitmen dalam setiap pelaksanaannya.” Salah satu kegiatan SMA Labschool Kebayoran yang mengutamakan kedisiplinan adalah Bintama.  Disana, semua siswa maupun siswi akan dilatih oleh kopassus atau orang-orang yang memiliki sifat dan kebiasaan yang sangat disiplin.  Semua kegiatan sudah terjadwal dengan rapih, mulai dari makan yang harus cepat dan habis, sampai pergantian jaga malam setiap harinya.  Walaupun kegiatan tersebut terdengar membosankan dan sukar untuk diikuti, namun itu merupakan sebuah pengalaman menarik yang tak akan mudah untuk dilupakan.  Oleh karena itu, Bintama sangat melatih sikap kemandirian, kedisiplinan, serta kepimimpinan setiap siswa dan siswi SMA Labschool Kebayoran.  Hal positif lainnya mengenai SMA Labschool Kebayoran adalah, “Budaya saling menghargainya sangat kuat mulai dari sesama temen, senior, dan juga murid dan guru.”  Ikatan pertemanan disana merupakan suatu hal yang sangat diperhatikan oleh murid maupun guru.  Di SMA Labschool Kebayoran, sangat ditentang sebuah kekerasan yang melibatkan kontak fisik antar sesame murid maupun guru.  Jika mereka melanggar aturan tersebut, maka akan dikenai sangsi berupa surat peringatan, dan jika sudah mendapat 3 dari surat tersebut, maka dengan sangat terpaksa, murid tersebut wajib angkat kaki dari SMA Labschool Kebayoran.  Saat ditanya mengenai negatifnya, beliau tidak memberikan opininya mengenai sisi negative dari belajar di SMA Labschool Kebayoran, melainkan hanya berkata, “Minusnya apa yaa, aku belum nemuin sih minusnya apa haha.”  Sebelum mengakhiri wawancara, ia memberikan sedikit saran untuk SMA Labschool Kebayoran, “Saran buat labsky, pertahankan semua program yang telah menjadi ciri khas dan unggulan labsky, karena memang sudah terasa manfaatnya, selain itu pertahankan budaya saling menghargainya itu.  dan dalam menjalankan segala program labsky jangan sampe ilang semangatnya dan tetep inget sama setiap tujuan yang mau dicapai dari setiap program agar semuanya tercapai maksimal, sehingga labsky tetep jadi sekolah yang paling dibanggakan".                                                                 
                                                                                                                                                                                     
Kak Putri Athira dan saya
                                                                  
            Alumni terakhir ini bernama kak Cahyo, karena saya memawancarainya setelah acara lalinju, maka hasil wawancaranya menjadi sangat terburu-buru.  Beliau adalah alumni dari angkatan 9, atau Nawastra.  Ketika saya bertanya mengenai kelebihan dan kekurangan berada di SMA Labschool Kebayoran, ia hanya berkata , “Walaupun pelajarannya susah, tapi untuk meraih ke perguruan tinggi yang bagus jadi lebih mudah”.  Pelajaran di SMA Labschool Kebayoran memang sangatlah susah bagi saya.  Jelas, nilai saya banyak yang berada di bawah kkm kelulusan, sehingga terpaksa mengikuti remedial.  Namun, dengan pembekalan yang matang yang sudah dipersiapkan dari dini, akan mempermudah kita nantinya saat menghadapi perguruan tinggi.                 

Kak Cahyo dan saya
                                                                                                                            

            Tiga wawancara diatas merupakan pendapat dan opini dari alumni SMA Labschool Kebayoran.  Mereka telah melalui banyak hal jauh sebelum kita melakukannya.  Dan yang tidak kalah penting, mereka semua tak akan pernah lupa dengan sekolah yang mempunyai nama SMA Labschool Kebayoran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar