Rabu, 19 September 2012

Tugas-2 Plus-Minus Labsky

Labsky itu Keras, tapi Hidup Lebih Keras.



SMA Labschool Kebayoran atau biasa di singkat Labsky adalah sebuah sekolah swasta yang beralamat di Jl. KH. Ahmad Dahlan no. 14, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sekolah ini memiliki motto Ilmu, Iman dan Amal. Sekolah ini sudah berdiri kurang lebih selama 11 tahun. SMA Labschool Kebayoran bisa dibilang ‘adik’ dari SMA Labschool Rawamangun dan ‘kakak’ dari SMA Labschool Cibubur. SMA Labschool Kebayoran sudah memiliki 9 angkatan yang telah lulus dengan baik yang masing-masing bernama Mitreka (angkatan 1), DSM (Angkatan 2), Triseka (Angkatan 3), Catruka (Angkatan 4), Pancatra (Angkatan 5), Heksakra (Angkatan 6), Saptraka (Angkatan 7), Hastara (Angkatan 8), dan Nawastra (Angkatan 9).

SMA Labschool Kebayoran sudah terkenal selain akademiknya yang tinggi, juga banyak kegiatan non akademiknya. Yang paling terkenal adalah TO dan BINTAMA. TO atau Trip Observasi adalah kegiatan rutin dan selalu dilaksanakan. Ketika kegiatan TO, para siswa akan pergi ke desa-desa dan belajar untuk hidup di desa. TO layaknya home stay, akan tetapi kita tidak pergi ke luar negeri, melainkan berkunjung ke desa-desa. Selain itu, di TO juga ada penjelajahan, yaitu kegiatan menjelajahi hutan. BINTAMA atau Bina Mental Kepemimpinan Siswa adalah acara ‘berkunjung’ ke markas Kopassus untuk diajarkan agar bisa selalu survive. Acara ini juga rutin dan selalu diadakan setiap tahunnya. Awalnya BINTAMA hanya dilaksanakan bagi yang berminat untuk menjadi OSIS dan MPK, akan tetapi akhirnya menjadi program wajib bagi seluruh siswanya.
SMA Labschool Kebayoran memiliki sebuah Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang secara rutin dilantik pada tanggal 17 Agustus tiap tahunnya bersamaan dengan pelantikan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) serta Ekskul Pecinta Alam (Palabsky). OSIS di SMA Labschool Kebayoran merupakan wadah yang disediakan oleh sekolah untuk menampung minat siswanya dalam berorganisasi. Tiap tahunnya OSIS SMA Labschool Kebayoran berhasil mengadakan acara-acara besar seperti Sky Battle (Turnamen olahraga antar SMA di Jabodetabek), Jakarta in Global (Lomba-lomba ilmiah serta bahasa inggris), hingga acara terbesarnya yaitu Sky Avenue (Pentas Seni Siswa).
Adapun ekstrakurikuler yang terdapat di SMA Labschool Kebayoran sangat beragam mulai dari bidang olahraga: Basket, Futsal, Sepak Bola, Rugby, Bulu Tangkis, Pecinta Alam (Palabsky) bidang seni dan keterampilan: tari tradisional, modern dance, Kuliner, dan lain-lain. Komunitas yang ada di SMA Labschool Kebayoran juga beragam: LAMURU (Klub Perkusi), Komunitas pesepeda, Paskibra, dan sebagainya.
SMA Labschool Kebayoran tentu saja mempunyai nilai positif dan negatifnya tersendiri. Untuk itu, saya sudah mewawancarai 3 orang narasumber alumni dari SMA Labschool Kebayoran yaitu Kak Erik Ekawijaya, Kak Ulfa Zavira, dan Kak Nabiella Dessiany Wibisono.

ERIK EKAWIJAYA


                Orang pertama yang saya wawancarai adalah Kak Erik Ekawijaya, atau biasa dipanggil Erik, adalah alumni dari angkatan Catur Tunggal Perkasa atau Catruka. Saat ini, dia sedang menyelesaikan kuliah tingkat akhirnya di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran yang terletak di Bandung. Di sela-sela kesibukannya menulis skripsi, saya berhasil mewawancarai beliau walaupun melalui media e-mail. Menurut Kak Erik, Labsky tentu saja memiliki nilai plus dan minus.
                Nilai plusnya adalah ekstrakulikuler yang sangat beragam sehingga dapat menyalurkan kreativitas para muridnya secara tepat, dan dapat memiliki kegiatan lain selain akademis dan keorganisasian (OSIS dan MPK). Selain itu, guru-gurunya sangat kompeten dan memiliki cara mengajar yang unik dan beragam sehingga tidak membuat muridnya bosan untuk belajar di kelas, dan juga guru-gurunya sangat friendly sehingga menciptakan kedekatan tersendiri antara murid dan guru. Lokasi sekolah yang strategis karena dekat dari mana-mana juga menambah nilai plus bersekolah di SMA Labschool Kebayoran.
                Kak Erik menambahkan, kegiatan di SMA Labschool seperti TO (Trip Observasi) dan BINTAMA sangat melatih kecakapan diri. Membuat diri sendiri menjadi lebih bertanggung jawab dan mandiri. Lalu, Labsky juga mempunyai kegiatan yang sampai saat ini masih dilakukan, yaitu lari pagi bersama setiap hari Jumat. Menurut Kak Erik, kegiatan ini sangat bagus karena dapat menjaga kebugaran tubuh dan menjadi tetap sehat. Terakhir, Labsky memiliki sarana dan prasarana yang cukup lengkap untuk membantu kegiatan murid-muridnya.
                Hal-hal positif diatas tentu saja membawa efek ke dalam dunia perkuliahannya. Banyak universitas-universitas terkemuka di Indonesia menawarkan jalur masuk undangan tanpa tes kepada siswa-siswinya yang berprestasi. Karena menurutnya, siswa dan siswi Labsky cakap dalam hal akademik maupun hal non-akademik. Selain itu adalah ilmu keorganisasian yang di dapat selama di SMA (kebetulan Kak Erik adalah MPK seksi dana dan logistik) sangat berguna untuk kegiatan berorganisasi dan kemahasiswaan di kuliah. Selanjutnya, kegiatan BINTAMA juga sangat menguatkan mental untuk menghadapi dunia perkuliahan yang individualis. Lalu, koneksi alumni yang luas juga amat membantu untuk kegiatan-kegiatan perkuliahan.
                Selain hal-hal positif, tentu saja terdapat hal-hal negatifnya. Menurut Kak Erik, lahan parkir SMA Labschool Kebayoran sangat kurang untuk menampung murid-muridnya, apalagi gedung SMA bergabung dengan gedung SMP, alhasil kendaraan banyak yang parkir di sekitar perumahan dan pinggir jalan dan membuat macet jalanan. Selain itu, pada awal-awal tahun pembelajaran di SMA, terdapat gap  atau ruang yang memisahkan antara yang berasal dari SMP Labsky dan yang bukan. Banyak juga murid-murid Labsky yang bergaya mewah dan eksklusif. Terakhir, karena kedekatan antara guru dan murid, bisa menyebabkan rasa tidak hormat antara siswa kepada gurunya.
                Lalu, Kak Erik juga memberi beberapa masukan untuk Labsky. Menurut Kak Erik, eksklusifitas antara pengurus OSIS dan non-OSIS harus dikurangi agar tidak terjadi perbedaan yang cukup berarti diantara keduanya. Selain itu, biaya di Labsky bisa dibilang tinggi, maka harus dibarengi dengan penambahan fasilitas-fasilitas dan infrastruktur sekolah yang memadai. Ditambahkan pula, harus ada transparansi antara uang yang diberikan oleh orang tua murid untuk kegiatan-kegiatan Labsky. Yang terakhir, Labsky bisa menyeleksi guru-guru yang tidak bekerja sesuai kinerja guru tersebut.

ULFA ZAVIRA


                Selain Kak Erik, saya juga mewawancarai Kak Ulfa Zavira yang akrab disapa Kak Uje. Kak Uje berasal dari Nawastra. Saat ini, Kak Uje berkuliah di Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi di Universitas Indonesia.  
                Hal positif yang bisa diambil di Labsky adalah adanya kedekatan antara guru dan murid, sehingga bisa dijadikan teman tapi tetap bisa menghormati dan tetap santun. Selain itu, sama seperti yang diungkapkan Kak Erik, Labsky juga memiliki fasilitas yang bagus seperti green house, aula lantai 4, hall masjid, plaza, serta laboratorium untuk pelajaran biologi, kimia, fisika, dan bahasa. Kak Uje juga menambahkan bahwa makanan di kantin Labsky enak-enak. Kak Uje juga berpendapat, bahwa Labsky membuat kita berusaha dengan keras untuk mencapai tujuan. Misalnya, untuk menjadi pengurus OSIS harus mengikuti beberapa tahap seperti LAPINSI dan TPO. Belum lagi harus berlari sepanjang 17 km dari Kalibata. Walaupun Kak Uje bukan pengurus OSIS, tapi Kak Uje bisa merasakan tujuan baik dari diadakannya serangkaian kegiatan tersebut.
                Menurut Kak Uje, hal-hal yang diajarkan di Labsky sangat berguna dalam menghadapi dunia perkuliahan. Sebagai contoh, program TO membuat kita menjadi hidup mandiri dan apabila kita ngekost di tempat lain, maka kita tidak akan kaget dan tidak tahu harus berbuat apa.
                Kak Uje menambahkan, selama kegiatan OSPEK, hal-hal yang pernah dialami ketika MOS dan BINTAMA sangat berguna. Karena di dua kegiatan tersebut, kita dituntut untuk selalu bekerja dan bergerak secara cepat sehingga kita terbiasa karena kegiatan OSPEK kurang lebih sama. Selain itu, Labsky selalu memberikan tugas-tugas yang banyak dan berat, sehingga kita terbiasa untuk mengerjakan hal-hal berat dan bertumpuk sekaligus. Di OSPEK, diberikan tugas yang banyak dan bagi murid non Labsky, akan sedikit kaget karena tidak terbiasa dengan hal tersebut. Selain itu, kegiatan Labsky yang selalu melibatkan kelompok membuat kita menjadi perduli dan tidak apatis terhadap orang lain, dan selalu ingin membantu orang lain.
                Sedangkan untuk kekurangan Labsky, Kak Uje mengatakan bahwa Labsky adalah sekolah yang memiliki acara sangat banyak. Seperti TO, BINTAMA, SkyBattle, SkyAvenue, dll. Tetapi hal itu dibarengi dengan banyaknya tugas serta pr yang diberikan oleh guru-guru Labsky. Hal ini menyebabkan murid-muridnya bisa kecapaian dan kehilangan fokus. Selain itu, hal negatif lainnya adalah terlalu banyaknya peraturan. Memang ini dapat melatih kedisiplinan, tetapi justru dapat menyebabkan banyak yang menentang peraturan-peraturan tersebut. Kak Uje juga menambahkan, Labschool terlalu banyak menarik iuran-iuran uang untuk acara-acara sekolahnya.
                “Semoga Labsky bisa jadi sekolah yang lebih baik lagi dalam segala hal, semoga muridnya bisa terus berprestasi akademik maupun non-akademik, semoga makin berhasil dalam membentuk murid-murid yang tidak hanya pintar otaknya tapi juga perilakunya juga, dan terakhir makin diakui semoga makin diakui sebagai sekolah unggulan dan makin sukses.” Adalah harapan Kak Uje untuk Labsky saat ini.


NABIELLA DESSIANY WIBISONO


                Terakhir, saya mewawancarai Kak Nabiella Dessiany Wibisono atau Kak Bibil saat acara SkyLite 2012. Kak Bibil juga berasal dari Nawastra seperti Kak Uje. Saat ini, Kak Bibil kuliah di Universitas Atmajaya jurusan kedokteran.
                Menurut Kak Bibil, hal positif di Labsky adalah kegiatan-kegiatannya. TO dan BINTAMA sangatlah berguna karena dapat melatih kekuatan mental dan fisik. TO adalah program sekolah yang paling disukai oleh Kak Bibil. Kak Bibil menceritakan awalnya ia merasa tidak tertarik untuk mengikuti kegiatan TO karena malas untuk pergi dikarenakan takut bosan dan berkotor-kotor di Purwakarta. Ternyata, hal yang terjadi sebaliknya. TO adalah acara yang sangat positif, karena dapat lebih mengenal alam serta dapat mengetahui kehidupan di desa. Sedangkan untuk acara yang kurang diminati, Kak Bibil menjawab PILAR (Pesantren Islam Ramadhan). Hal ini dikarenakan materinya yang banyak sehingga terkesan monoton dan membuat bosan. Selain kegiatan non-akademik, kegiatan akademik di Labsky seperti try out-try out yang dilaksanakan saat kelas 3 juga sangat membantu. Namun try out tersebut membantu dalam melaksanakan ujian nasional, sedangkan apabila ingin lulus SNMPTN harus melalui bantuan bimbingan belajar.
                Selain itu, Kak Bibil bercerita bahwa kegiatan ekskul di Labsky sangat menyenangkan. Dulu, Kak Bibil mengikuti ekskul tari tradisional dan pernah mengikuti misi budaya ke Paris pada saat liburan kenaikan ke kelas 11 (bersama Kak Uje juga) selama 3 minggu. Menurut Kak Bibil, program misi budaya tersebut sangat menyenangkan dan mengingat waktunya cukup lama dan persiapan nya juga tidak sebentar, maka disini Kak Bibil belajar untuk mandiri dan tidak mudah menyerah.
                Saat ini, Kak Bibil yang sudah berkuliah menceritakan bahwa pengalaman-pengalamannya di Labsky sangat berguna di kehidupan kuliah. Contohnya, saat MOS dituntut untuk selalu bekerja secara cepat, di kuliah juga tidak terlalu berbeda. Selain itu, pola belajar yang diajarkan di Labsky juga tidak jauh berbeda dengan pola belajar di kuliah, sehingga Kak Bibil tidak merasa terlalu kaget dan keteteran.
                Untuk hal negatif, Kak Bibil mengatakan bahwa Labsky memiliki terlalu banyak acara. Baik acara OSIS atau dari sekolah. Kak Bibil dulu pernah menjabat sebagai OSIS seksi Dana dan Logistik, dimana tugas utamanya adalah mencari uang. Hal tersebut tidaklah mudah karena harus mencari sponsor dan dana yang memakan waktu yang tidak sedikit. Hal ini bisa menyebabkan kegiatan akademik bisa terganggu. Namun Kak Bibil mengatakan, apabila bisa membagi waktunya dengan baik, maka semua tidak akan menjadi masalah, malah akan menjadi suatu pengalaman untuk kehidupan kelak.
                Terakhir, Kak Bibil berpesan untuk Labsky agar tetap menjalankan program-program utamanya yang sudah terkenal, dan semoga Labsky tetap sukses.

                Itulah hasil wawancara saya kepada 3 orang alumni sebagai narasumber. Semoga hal positif dapat terus dilaksanakan dan hal negatifnya dapat dihilangkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar