Jumat, 21 September 2012

Tugas-2 Plus Minus Labsky

Menurut sebuah pepatah, pengalaman adalah  guru terbaik.


SMA Labschool Kebayoran, yang terletak di Jalan K.H. Ahmad Dahlan No. 14 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, merupakan salah satu sekolah menengah pertama (SMA) swasta terbaik di Jakarta.  Labschool Kebayoran sendiri baru berdiri sekitar kurang lebih 11 tahun, dengan jumlah angkatan kini sebanyak 12 angkatan. Angkatan-angkatan di SMA Labschool Kebayoran masing-masing memiliki nama sendiri-sendiri, angkatan pertama yaitu Mitreka, lalu DSM, Triseka, Catruka, Pancatra, Heksakra, Saptraka, Hastara, Nawastra, Daswira, Dasecakra, dan angkatan 12 yang baru saja menjadi anggota SMA Labschool Kebayoran pada Juli 2012 kemarin. Dalam perjalanan SMA Labschool Kebayoran, tentu Labsky, panggilan akrab dari Labschool Kebayoran, telah menghasilkan lulusan-lulusan terbaiknya, yang kini jumlah alumninya telah mencapai 9 angkatan.
Banyak sekali kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh Labsky yang pernah saya jalani, seperti MOS, Pilar, TO, Bintama, dan lain-lain. Kegiatan-kegiatan tersebut memiliki kenangan tersendiri bagi saya, yang kini baru saja menginjak tahun kedua di SMA. Sebagai salah seorang yang masih menimba ilmu di Labsky, kita sebagai para adik ingin sekali tahu tentang bagaimana pengalaman kakak-kakak senior kita yang sudah alumni tentang bagaimana pengalaman mereka bersekolah di SMA Labsky. Lalu, apakah dampak yang mereka dapatkan setelah mereka berada di dunia perkuliahan atau bekerja dari pengalaman-pengalaman yang didapatkan di SMA Labsky? Untuk itu, dalam tugas kedua sejarah tentang “Plus Minus di Labsky” ini saya mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai tiga orang alumni SMA Labsky, yang pertama adalah kak Belinda Abhyanti dari angkatan 8 (Hastara), kak Nadya Amalia Hakim dari angkatan 9 (Nawastra), lalu kak Meuthia Sylviana dari angkatan 9 (Nawastra).

     1.    Kak Belinda Abhyanti
 Kak Belinda Abhyanti, atau yang akrab dipanggil kak Belinda, merupakan seorang alumni Labsky dari angkatan 8 (Hastara) yang lulus tahun 2011. Kak Belinda kini sedang berkuliah di Fakultas Ilmu Budaya Sastra Inggris Universitas Indonesia.
Bersama kak Belinda
Di Labschool Kebayoran, kak Belinda sendiri sebenarnya baru menjadi murid SMA Labsky pada semester yang ke-dua di tahun ajaran kelas 10. Tadinya, kak Belinda merupakan seorang murid di SMA 34, namun karena ada berbagai alasan, kak Belinda pun pindah ke Labsky, yang dahulu juga merupakan sekolah kak Belinda ketika masih duduk di SMP.
Di Labsky, kak Belinda menjalani berbagai kegiatan-kegiatan sekolah seperti MOS, Pilar, TO, dan BINTAMA. Namun, kegiatan MOS, Pilar, dan Trip Observasi dilakukan kak Belinda pada tahun kedua ia berada di Labsky, karena kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan pada semester pertama. Pertama-tama, kak Belinda bercerita tentang kegiatan BINTAMA. BINTAMA itu merupakan kegiatan yang dilakukan bersama dengan angkatan menginap beberapa hari di Kopassus. Kak Belinda bercerita, walaupun terasa capek menjalankan kegiatan ini, sebenarnya kegiatan ini memberikan dampak yang positif, seperti misalnya menjadi disiplin. Mungkin awalnya pasti akan beranggapan malas, tapi sebenarnya ini merupakan kegiatan yang sangat bagus. Untuk kegiatan TO, walaupun kak Belinda ikut TO nya menyusul, tetapi kak Belinda bercerita bahwa kegiatan TO ini juga merupakan salah satu kegiatan yang menarik karena bisa lebih meningkatkan kepedulian sosial terhadap masyarakat-masyarakat di desa.
      Naik ke kelas 11, kak Belinda memilih untuk melanjutkan studi ke program sosial atau IPS. Ia memilih program IPS karena ia lebih suka dan tertarik dengan pelajaran-pelajaran di IPS. Di tahun kedua ini, sayang sekali kak Belinda tidak mengikuti organisasi seperti OSIS atau MPK, dikarenakan ia merupakan murid baru di Labsky. Di tahun kedua, kak Belinda berkata bahwa jangan pernah sia-siakan waktu di tahun ini, karena di tahun yang kedua ini angkatan sudah mulai menyatu teman-temannya, dan merupakan masa-masa yang paling seru, karena banyak kegiatan-kegiatan seperti SkyBattle, dan lain-lain. Di kelas 12, menurut kak Belinda merupakan tahun yang sibuk, dikarenakan adanya ujian nasional (UN), ujian untuk masuk universitas, dan lain-lain. Di tahun ketiga, mulai diberikan pendalaman materi untuk ujian nasional, yang biasanya dibagi menjadi beberapa kelas seperti A, B, C. Teman-teman dari angkatan kak Belinda juga pada tahun ini sudah mulai mengikuti les bimbingan belajar, yang nantinya dapat membantu belajar untuk ujian masuk universitas atau SNMPTN.
      Kesan dan pesan dari kak Belinda, Labsky itu merupakan sekolah yang baik, dengan fasilitas yang baik pula. Terkadang, kegiatan di Labsky memang lumayan banyak dan memang melelahkan. Tetapi, kegiatan-kegiatan ini akhirnya akan memberikan rasa kangen terhadap masa-masa SMA. Selain itu, acara-acara yang ada di Labsky seperti Sky Battle dan Sky Avenue, itu sangatlah baik, apalagi bila masuk ke dalam kepanitiaan. Kata kak Belinda, bila ikut berpartisipasi dalam kepanitiaan acara-acara seperti ini, nantinya akan mempermudah dalam proses pengisian CV bila ingin melakukan magang. Hal positif lain adalah, di Labsky ia pernah mendapatkan tugas-tugas seperti essay dan karya tulis. Tugas-tugas seperti ini nantinya sangat berguna untuk kuliah, misalnya harus mengerjakan essay-essay, atau untuk nantinya mengerjakan skripsi. Kalau sudah terbiasa di SMA mengerjakan tugas-tugas seperti itu, nantinya saat duduk di bangku kuliah, pasti tidak akan terlalu kaget bila menerima tugas-tugas seperti itu.

2.   Kak Nadya Amalia Hakim
Narasumber yang kedua yang saya wawancarai adalah kak Nadya Amalia Hakim atau yang akrab disapa kak Naad. Sebelumnya saya sendiri pernah bertemu dengan kak Naad secara langsung saat Lalinju 2012 dan pelantikan pengurus OSIS dan MPK periode 2012-2013, namun untuk wawancara ini saya mewawancarai kak Naad dengan menggunakan Blackberry Messenger atau BBM. Sebelum wawancara, saya meminta izin terlebih dahulu kepada kak Naad, lalu setelah itu wawancara pun berlangsung. Kak Naad sendiri merupakan alumni dari angkatan 9 dengan nama angkatan Nawastra, baru saja lulus tahun ini yaitu tahun 2012 dan kini berkuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB).
      Menurut kak Naad, di Labsky guru-gurunya sangat peduli dan kepada murid-muridnya dan juga benar-benar mengurusi murid-muridnya, seperti misalnya menjelang ujian nasional atau UN di tahun ke-3 mereka dibuatkan target nilai UN. Kedekatan antara murid dan guru juga dekat, berbeda dengan sekolah-sekolah negeri. Selain itu, kegiatan-kegiatan di Labsky seperti TO, Bintama, dan Lapinsi, dan lain-lain sangat berbeda dengan kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah lain. Kegiatan-kegiatan seperti yang telah disebutkan di atas ini sangat mengutamakan kebersamaan, sehingga dapat terbentuk angkatan yang kompak. Kak Naad juga bercerita bahwa kegiatan lari pagi yang diadakan setiap hari Jumat oleh Labsky sangat bermanfaat, karena lari pagi Jumat membuat badan jadi sehat.
Masa-masa yang paling memorable atau yang paling seru di Labsky menurut kak Naad adalah saat-saat di tahun kedua atau kelas 11. Menurut kak Naad, kelas 11 itu merupakan tahun yang paling asik dan seru dari SMA. Selain itu, di kelas 11 juga merupakan tahun-tahun yang lagi sibuk apalagi dengan program kerja-program kerja OSIS yang berjalan seperti misalnya Sky Battle, Sky Avenue, Skylite, Sky Nation, JIG, HOTT, Lampion, pelantikan pemeriah, dan lain-lain. Kak Naad sendiri waktu kelas 11 merupakan pengurus OSIS Dranadaraka Wiraksaka yang menjabat sebagai Sekretaris Umum OSIS. Lalu di tahun ketiga atau kelas 12 juga merupakan masa-masa yang menyenangkan dan juga merupakan masa seru-serunya dengan angkatan.
Banyak sekali manfaat dari Labsky yang dirasakan oleh kak Naad saat sekarang telah kuliah. Labsky yang terbiasa memberikan banyak tugas-tugas sangat membantu di kuliah. Kebiasaan banyak tugas di Labsky ini membuat kak Naad jadi terbiasa dengan deadline yang padat, juga karena sering diberikan tugas seperti membuat presentasi dan kartul membuat jadi tidak kaget saat di kuliah diberikan tugas-tugas seperti itu.

      3.    Kak Meuthia Sylviana
Untuk narasumber ketiga saya berkesempatan untuk mewawancarai kak Meuthia Sylviana yang merupakan kakak dari teman saya Melissa. Kak Meuthia Sylviana atau yang akrab disapa kak Thisyl merupakan alumni Labsky angkatan 9 atau Nawastra yang baru saja lulus tahun 2012, dan kini berkuliah di Fakultas Ekonomi Internasional Universitas Indonesia.
Menurut kak Thisyl, Labsky sangat membantu saat dunia perkuliahan, seperti misalnya dalam hal organisasi. Di Labsky, banyak kegiatan seperti Sky Battle, Sky Avenue, yang melibatkan siswa-siswinya sebagai kepanitiaan. Hal ini sangat membantu apalagi karena nanti saat kuliah pastinya banyak acara-acara yang diselenggarakan oleh mahasiswa dan kepanitiaannya sendiri diambil dari mahasiswa juga. Untuk menjadi panitia dalam kegiatan-kegiatan mahasiswa ini, biasanya mahasiswa nanti akan mendaftar, lalu akan diwawancara, dan nantinya akan ditanya apakah pernah mengikuti organisasi saat SMA, lalu pernah mengikuti kepanitiaan acara apa saja, dan lain-lain. Karena di Labsky banyak acara yang diselenggarakan, jadi tentu saja ini akan mempermudah. Kak Thisyl sendiri saat SMA merupakan pengurus OSIS Dranadaraka Wiraksaka dan menjabat sebagai Bendahara Umum OSIS. Selain acara-acara, kebiasaan banyak tugas di Labsky juga sangat membantu saat kuliah, karena dengan terbiasanya dengan banyak tugas di kuliah menjadi tidak kaget lagi saat diberikan tugas kuliah yang banyak pula. Kak Thisyl bercerita bahwa dulu di SMP, dia lebih cenderung santai dan lebih bermain.Tapi semenjak SMA di Labsky, ia menjadi lebih disiplin dan rajin akan tugas-tugas, dan lain-lain.
Masa-masa yang paling seru menurut kak Thisyl adalah saat berada di tahun kedua atau di kelas 11. Di kelas 11 menurutnya merupakan masa-masa paling seru dan tidak terlalu banyak beban, ditambah di tahun ini disibukkan dengan banyaknya program kerja-program kerja OSIS yang berjalan. Kak Thisyl memilih program sosial atau IPS untuk kelas 11 dan kelas 12, karena memang kak Thisyl menyukai pelajaran IPS dan meneruskan cita-citanya untuk dapat masuk ke Fakultas Ekonomi, yang kini benar dicapai olehnya.

Dari wawancara yang dilakukan dengan 3 narasumber yang berbeda, dapat saya simpulkan bahwa Labsky itu sangat membawa dampak positif seperti kegiatan, organisasi, bahkan tugas yang banyak sekalipun. Semoga kedepannya, Labschool Kebayoran menjadi semakin baik lagi, amin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar