Minggu, 09 September 2012

Tugas 2 - Plus Minus Labsky

Pentingnya Kegiatan SMA Labschool

SMA Labschool Kebayoran sudah berdiri sejak 12 tahun yang lalu. Lulusan dari SMA Labschool ini merupakan putra-putri yang sudah dibekali dari fisik hingga mental. Pada tugas kali ini, saya diminta untuk mewawancarai 3 alumni tentang plus minus dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran. Bukan hanya plus dan minus yang saya tanyakan, tapi apakah kegiatan-kegiatan dari sekolah ini nantinya akan bermanfaat?

1. Ganis Syahputra (Hastara)
Menurut Ka Ganis, sekolah di Labschool sangat baik. Terutama itu organisasinya, diluar itu Labschool paling terkenal sama organisasinya yang baik. Labschool mengajari kita akademis yang saat baik dan gurunya juga sangat membantu kita dalam memahami pelajaran sampai kita betul-betul mengerti. Di Labschool kita diajari untuk memilih jurusan secara matang karena saat kuliah, jurusan di SMA sangat berpengaruh. Kita diberi banyak motivasi untuk menjadi sukses di masa mendatang. Selain mengajari di bidang akademis yang baik, Labschool juga mengajari bagaimana menjadi masyarakat sosial yang baik dan yang berguna bagi orang lain. Labschool juga mengajari siswa-siswinya agar bisa “survive” keika terjun di masyarakat asli. Jadi bukan hanya akademis yang diajarkan di Labschool banyak juga kegiatan-kegiatan sangat membangun. Seperti bintama, kita dilatih fisik dan juga mental. Harus tahan ngantuk, disuruh jalan jongkok, push-up dengan berbagai macam posisi, harus makan apa adanya, dan lain-lain. Dan sebenarnya bukan hanya fisik dan mental, ada banyak pesan tersirat. Trus TO itu sangat penting, soalnya kita jadi tau cara bergaul dengan masyarakat luar. Kita juga jadi tau hidup di pedesaan itu gimana, trus ngelakuin apapun sendirian jadi harus mandiri banget. Dalam keadaan tidak sadar, kita telah diajarkan cara menjadi mandiri, kekompakan di suatu angkatan pasti akan sangat terlihat, dan juga kita dilatih agar tidak takut. Jadi semua kegiatan yang ada di Labschool pasti sifatnya membangun dan berguna di kemudian hari. Lalu OSIS di mata Ka Ganis itu lumayan berpengaruh untuk kegiatan-kegiatan di kuliah. Kita menjadi tau cara berorganisasi yang baik dan benar. Jadinya saat masuk kuliah dan mengikuti sebuah organisasi, kita sudah tau cara mengatasinya. Banyak universitas juga sudah tau kemampuan anak-anak OSIS dari Labschool yang katanya sudah dijamin pengetahunnya tentang berorganisasi sangat baik. Dan OSIS itu ebenarnya termasuk organisasi yang paling simple. Tapi sangat terpakai nanti saat kuliah soalnya organisasi-organisasi yang ada di kuliah itu tidak beda jauh sama OSIS.

Sedangkan untuk minus dari bersekolah di Labschool, Ka Ganis berkata mungkin dikarenakan kebanyakan dari siswa-siswi labchool berasal dari golongan yang menengah keatas, sehingga ada semacam pergaulan khusus sewaktu awal-awal keluar dari SMA Labschool. Contohnya seperti sewaktu kuliah, alumni yang baru lulus baru sadar bahwa banyak orang dengan beragam-ragam tipe dan banyak juga teman di kuliah baru yang termasuk golongan menengah kebawah. Pokoknya kita pasti berasa pas keluar Labschool, kalo Labschool itu termasuk sekolah yang high class. Tapi seiringnya waktu kita pasti bisa mengatasinya karena kan sesuatu itu pasti butuh proses. Lalu saran dari Ka Ganis itu Labschool seharusnya lebih banyak memfasilitasi dan lebih mendukung organisasi-organisasi lainnya. Dan buat gurunya kalau bisa lebih membantu murid-muridnya dalam berprestasi. Dan menurut Ka Ganis, pelajaran di SMA sebenarnya kurang terpakai saat kuliah. Yang terpakai mungkin hanya satu atau dua mata pelajaran.

2. Ewaldo Andipo (Nawastra)
Menurut Ka Ewaldo, positifnya kalo sekolah di Labschool itu sosialnya sangat bagus. Tiap angkatannya juga sangat kompak. Tidak ada perbedaan antara yang akselerasi sama yang reguler. Bahkan bukan hanya di angkatan, tetapi satu sekolah. Di Labschool itu tidak ada yang namanya kekerasan atau bullying. Tidak ada kakak kelas yang minta-minta duit ke adik kelasnya. Jadi sekolahnya menjadi nyaman banget untuk suasana belajar mengajarnya. Selain itu Labschool banyak mengadakan kegiatan-kegiatan wajib yang manfaatnya sangat banyak buat kedepannya. Jadi sebaiknya semua kegiatan yang berada di Labschool diikuti saja baik yang wajib maupun yang tidak wajib. “Emang sih ikut kegiatan seperti itu banyak menguras tenaga dan waktu, tapi semua itu kebayar kok”. Selain itu Labschool juga terkenal mempunyai akademis yang baik. Karena itu setiap tahun pasti banyak yang mau mendaftar untuk masuk ke sekolah ini. Bukan karena pelajarannya yang bagus, guru-gurunya pun sangat membantu dan baik. Trus program-program di SMA Labschool itu sangat bermanfaat. Tapi karena Ka Ewaldo baru saja lulus, ia jadi belum tau manfaatnya ketika berkuliah.

Kalau negatif dari bersekolah di Labschool menurut Ka Ewaldo itu sekolahnya agak membuat capek karena banyaknya aktivitas. Karena kegiatan yang ada di sekolah bukan hanya kegiatan wajib, tapi ada juga kegiatan-kegiatan lainnya. Mungkin seperti ikut berpartisipasi dalam menjadi panitia di Sky Avenue, Sky Battle, dan lain-lain. Dan banyak juga program ekstrakulikuler yang kadang memakan waktu liburnya apalagi kalau hari Minggu, baru mau istirahat Senin-nya sudah harus masuk sekolah. Jadi kadang disekolah suka agak tidak fokus kalau terlalu capek.

3. Jodhi Adhikaprana (Hastara)
Dalam wawancara kali ini Ka Jodhi lebih dulu membicarakan tentang kebaikan atau plus dari bersekolah di Labschool. “Lo tuh harus bangga masuk Labschool!” kata Ka Jodi. Soalnya susah banget buat masuk sekolah yang satu ini. Dan orang-orang itu memilih masuk ke Labschool itu biasanya tidak pakai pikir panjang lagi karena sudah terjamin kualitasnya. Terus juga akademisnya bagus banget. “Kalau gue gamasuk Labschool gue ga mungkin stand out di kuliah tapi karena gue masuk Labschool, gue jadi bukan hanya orang diatas kertas” pendapat Ka Jodhi tentang Labschool. Tapi di bidang non-akademisnya juga sangat bagus. Bahkan Ka Jodi bilang bahwa bidang non-akademisnya seperti berorganisasi sangat penting untuk kuliah. Berorganisasi di Labschool itu bisa buat kita cara berpikir dewasa, bisa menentukkan integritas, dan bisa dengerin orang-orang di samping kita. Nah tapi buat yang tidak menjadi OSIS jangan patah semangat. Kalau punya visi dan misi yang kuat di hidup dan bisa menyeimbangkan prestasi di bidang akademis dan bidang non-akademis,  kita pasti bisa menjadi sukses. Sedangkan akademisnya kurang terpakai, karena kita sudah masuk fakultas yang mata pelajarannya lebih terfokus. Seperti fakultas hukum akan lebih mempelajari pelajaran kewarganegaraan (Pkn) dan mereka sudah tidak lagi belajar fisika dan kimia...

Tapi menurut Ka Jodhi. Akhir-akhir ini guru Labschool sudah tidak seperti yang dulu. Kalo dulu guru-guru Labschool sewaktu mengajar semangatnya tinggi trus amat sangat memperhatikan muridnya dan tidak pernah ada jam kosong. Bukan berarti guru-guru di Labschool sekarang tidak baik dan tidak peduli pada muridnya lagi. Tetapi mereka jadi kurang “all out” saat mengajar. Entah mengapa, mungkin dikarenakan banyak guru yang sudah terlalu lama mengajar di Labschool dan sudah merasa bosan. Dan satu lagi kekurangan dari Labschool adalah kekurangan lahan parkir! Dan saran dari Ka Jodi adalah mungkin dapat dibuat basement di Labschool. Terus katanya juga dulu itu Labschool lebih berkesan sekolah militer karena TO, BINTAMA, dan lain-lain itu lebih keras. Dan mungkin sekarang, dengar-dengarnya sih lebih “halus”.

Lalu mengenai jurusan, Ka Jodhi bilang sayangnya jurusan di Indonesia amat sangat penting. Tidak tau mengapa, tetapi sangat tidak adil jika anak IPA mempunyai hak yang berbeda dengan anak IPS. Anak IPA dikenal lebih baik. Dan juga sangat tidak adil jika anak IPA dapat masuk ke fakultas dengan jurusan IPS tetapi anak IPS tidak dapat masuk ke fakultas dengan jurusan IPA. Seperti contohnya banyak anak IPA yang masuk ke fakultas ekonomi, hukum, dan akuntansi. Sedangkan jarang sekali anak IPS yang masuk ke fakultas kedokteran dan lain sebagainya. “Jadi saran gue ya mending masuk IPA buat jaga-jaga.” 



Menurut saya ketiga orang yang saya wawancarai memahami betul seperti apa bersekolah di Labschool. Saya setuju dengan mereka bertiga. Memang Labschool itu selalu dipandang seperti sekolahan anak orang yang mampu. Dan anak-anaknya juga relatif bermain dengan teman-teman seperkumpulan anak Labschool. Tetapi memang benar, selama ini saya mengambil bimbingan belajar dengan teman sekelas yang berasal dari sekolah lain. Dan pelajaran dari sekolah mereka termasuk lebih lambat dibanding Labschool. Seperti saat saya sudah mempelajari bab 5 di salah satu mata pelajaran, mereka baru sampai di bab 4 di mata pelajaran yang sama. Dan menurut saya untuk setahun pertama bersekolah di Labschool itu sangat berat karena diadakannya banyak kegiatan-kegiatan waijb. Tetapi itu justru yang membuat anak-anak Labschool mempunyai fisik dan mental yang kuat. Bahkan setelah kegiatan jika pada esok harinya merupakan hari sekolah, kita tetap harus masuk meskipun kemarinnya masih sangat capek. Pokoknya sekolah di Labschool itu tidak boleh kenal lelah dan harus tetap semangat. Lalu untuk minusnya saya juga setuju dengan kakak-kakak yang saya wawancarai. Yang pertama adalah kekurangan lahan parkir. Itu benar sekali, kadang supir saya harus berputar beberapa kali untuk mendapatkan parkir di dalam atau dia harus datang setengah jam lebih awal agar mendapatkan parkir. Padahal menurut saya keamanan seorang murid itu sangat berharga. Jika murid-murid harus menunggu dijemput dengan cara berdiri didepan pagar sekolah menurut saya agak berbahaya karena bisa saja ada maling berkeliaran dan mengambil barang kita tanpa ada yang melihat karena saking ramainya orang yang berdiri. Tetapi menurut saya guru-guru di Labschool tidak semuanya sering “gabut”. Bahkan mereka yang tidak masuk kelas pun juga dikarenakan ada alasan tertentu. Dan menurut saya guru-guru merupakan manusia juga seperti kita murid-murid. Jujur, seringkali saya malas masuk ke salah satu pelajaran entah karena sedang capek atau mungkin sakit, tapi sering kali juga ada rasa tidak ingin masuk karena malas dan menurut saya itu merupakan hal yang manusiawi dan wajar selama itu tidak dilakukan berulang-ulang. Jadi intinya untuk masalah seperti itu saya masih dapat maklumi. Tapi karena saya merupakan murid baru di Labschool jadi mungkin saya tidak tau seperti apa guru-guru kita sewaktu dulu. Tapi kesimpulan paling akhir dari saya yang saya ambil dari kakak-kakak yang saya wawancarai adalah sekolah di Labschool gabakal rugi. Pokoknya sekolahnya bagus dan keren!




Tidak ada komentar:

Posting Komentar