Jumat, 21 September 2012

Tugas-2 Plus-Minus Labsky



Dari Labschool, Ke Universitas Ternama”

            Labschool Kebayoran, sekolah ini terletak di Jl. K.H. Ahmad Dahlan No. 14, Jakarta selatan. Sekolah ini merupakan sekolah untuk mengikuti jenjang SMP dan SMA. Fasilitas di sekolah ini juga sangat terjamin, mulai dari kamar mandi yang bersih, masjid yang memadai, memiliki dua kantin ( masing masing kantin depan dan kantin belakang ), dan kelas yang memadai untuk dijadikan kelas belajar mengajar. Labschool Kebayoran adalah sekolah yang berada di 10 besar sekolah terbaik se-jakarta selatan, ini terbukti bahwa banyak program program khusus yang diadakan oleh labschool sendiri, seperti kegiatan Bina Mental Kepemimpinan Siswa ( BINTAMA ), Trip Observasi ( TO ), Pesantren Kilat, dan juga kegiatan lari pagi setiap hari jum’at. Banyak siswa siswa yang ingin bersekolah pada masa SMP dan SMA di Labschool Kebayoran, tak terkecuali saya. Saya bisa merasakan bahwa labschool kebayoran akan membuat saya lebih baik lagi dalam kehidupan saya kedepannya. Serangkaian tes pun dilangsungkan, mulai dari tes psikologi maupun tes tertulis. Angkatan saya termasuk angkatan yang ketika siswa/siswi yang mengikuti tes disana paling banyak, pada angkatan saya, siswa/siswi yang mengikuti tes disana mencapai angka 750 peserta, sedangkan pada akhirnya yang diterima oleh pihak labschool pada saat itu adalah 249 siswa/siswi. Alhamdulillah saya masuk ke sekolah itu dan saya sangat bahagia atas kerja keras saya yang sudah dibayar dengan diterima di sekolah tersebut.
            Satu tahun sudah saya mengikuti program program selama kelas 10, segala suka dan duka kelas 10 selama berada di labschool kebayoran telah usai, kini saya mulai kehidupan baru di kelas 11. Katanya di kelas 11 sih menyenangkan, tapi saya tetap berusaha semaksimal mungkin untuk mendapat universitas terbaik nantinya. Kali ini saya mendapatkan tugas sejarah yang berisikan tentang wawancara kepada alumni alumni SMA labschool kebayoran yang sudah berhasil lulus dan telah melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi, ada yang di dalam negeri, ada pula yang diluar negeri. Saya pun mewawancara alumni yang bernama Marsha Anggita Joesoef ( Angkatan 6 - Heksakra ), Aranto Munaf ( Angkatan 7 - Saptraka ), dan Raden Mas Try Syahlan Zico ( Angkatan 9 - Nawastra). Saya melakukan wawancara dengan menggunakan teknologi blackberry dan ada yang wawancara langsung ke narasumbernya.

  1. Marsha Anggita Joesoef
Alumni yang pertama yang akan saya sampaikan pengalamannya adalah Marsha Anggita Joesoef atau biasa dipanggil Marsha. Kak Marsha lahir pada tanggal 21 bulan November di tahun 1991 ( +/- 20 Tahun ) Kak Marsha ini tak lain dan tak bukan adalah kakak dari teman saya sendiri bernama Nabil Argya Joesoef ( XI IPS 2 ). Kak Marsha ini adalah anak pertama dari dua bersaudara. Kak Marsha adalah alumni SMA Labschool Kebayoran angkatan ke 6 yang bernama Heksa Satria Cakrawala ( HEKSAKRA ). Heksa Satria Cakrawala ini memiliki arti khusus bagi angkatan tersebut, mereka mengartikannya sebagai “Angkatan 6 yang Berjuang di Langit yang Luas Tanpa Batas”. Kak Marsha adalah salah satu dari angkatannya yang menjadi lulusan yang lulus dengan nilai sangat baik. Dengan nilai yang sangat baik tersebut, beliau segera melanjutkan sekolahnya di luar negeri. Monash University adalah tujuan utamanya, Monash University sendiri berada di Canberra, Australia. Universitas itu adalah universitas yang memasuki 30 besar universitas terbaik di dunia. Beliau mengikuti tes disana dan akhirnya dia masuk dengan nilai yang memadai. Kak Marsha mengikuti jurusan di bidang Accounting and Finance ( Akuntansi dan Finansial ), dan sudah mengikuti tahun ajaran ke tiganya sejak bersekolah disana sejak diumumkan kelulusannya pada tahun 2009. 


Saya mulai mewawancarai kak Marsha dengan menanyakan sejumlah pertanyaan yang diajukan saya kepadanya. Saya menanyakan tentang pengalaman kak Marsha selama beliau bersekolah di sma labschool kebayoran. “Labsky itu sangat baik dan mempunyai banyak kesan menyenangkan selama berada di labsky, dan kalau orang orang bilang masa masa sma adalah masa masa yang paling berharga, gue sendiri turut menyetujuinya. Benar saja, kelas 10 banyak sekali program program untuk melakukan adaptasi dengan angkatannya masing masing, kelas 12 harus menyiapkan mental untuk mengikuti Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Nasional, ya kelas 11 ngapain? Palingan yang seriusnya cuma buat dapet nilai bagus dan masuk 50% satu angkatan, terus kebanyakan santainya kok, jadi menurut gue sih santai aja, nikmatin sekolah di labsky ini pas kelas 11, itu kerasa banget pas lo udah merantau kayak gue gini” tutur kak Marsha. Kak Marsha juga menambahkan bahwa labsky memiliki banyak tradisi tradisi yang mungkin tidak ada di sekolah sekolah lain, kayak botak tiga kali di kelas 10, program bina mental kepemimpinan siswa ( bintama ), trip observasi ( to ), dan Kegiatan lari pagi yang biasa dilangsungkan pada hari Jum’at, dan pas sudah menjadi alumni, beliau selalu ingat terhadap tradisi tersebut. 


Menurut kak Marsha, bersekolah di labsky mempunyai plus dan minusnya. Plusnya adalah banyak sekali kegiatan yang dilangsungkan labsky seperti trip observasi, bina mental kepemimpinan siswa, dan lain lain yang membuat angkatan tersebut menjadi kompak dan solider dengan satu angkatan, tetapi disamping itu, minusnya adalah sebagai murid labschool kebayoran, siswa/siswi mesti pinter banget kalau membagi waktunya, kegiatannya labsky itu banyak, pelajarannya berat. Jadi intinya sekolah di labsky itu harus pintar memanage waktu yang sangat padat ini. Kemudian saya menanyakan tentang manfaat yang didapat ketika bersekolah di labsky. “Kalau kita bersekolah disana, kita bisa dapet manfaat kayak solidaritas antar alumni kuat banget! Kita ngerasa kayak keluarga banget. Gue bisa ngerasain itu pas gue udah merantau, begitu kenal sama alumni angkatan berapapun pasti langsung ngerasa kayak ketemu keluarga sendiri. TO, Bintama, dan segala kegiatan labsky bikin jadi tahan banting deh setelah keluar dari labsky! Kita kayak diajarin life-skill banget. Seriusan deh, sampai sekarang, gue kalau ketemu alumni angkatan yang diatas gue, pasti yang diomongin juga nametag to sama bintama” tambah kak Marsha. Kak Marsha juga mempunyai masukkan untuk labsky kedepannya. Kak Marsha mengatakan “Kalau masukannya mungkin lebih ditingkatin aja kali ya kualitas kegiatan kegiatannya sama kontennya dievaluasi terus aja, supaya angkatan angkatan selanjutnya lebih baik dari angkatan yang sebelumnya” tutup kak Marsha.

  1. Aranto Munaf
Alumni selanjutnya yang akan saya sampaikan pengalamannya adalah Aranto Munaf yang biasa dipanggil Acang. Kak acang ini lahir pada tanggal 22 bulan Oktober di tahun 1992 ( +/- 19 Tahun ). Sama seperti kak Marsha tadi, kak Acang ini tak lain dan tak bukan adalah kakak dari teman saya sendiri bernama Azfarhan Munaf atau biasa dipanggil detchang ( Kelas 10 Labschool Kebayoran ) . Kak Acang ini adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Selain Detchang, dia mempunyai adik yang lebih besar dari Detchang yang bernama kak Icang ( Kelas 12 SMA Al-Azhar 1 ). Kak Acang adalah alumni SMA Labschool Kebayoran angkatan ke 7 yang bernama Sapta Garuda Adhikara ( SAPTRAKA ). Sapta Garuda Adhikara ini memiliki juga arti khusus bagi angkatan tersebut, mereka mengartikannya sebagai “Garuda Ketujuh Penguasa Langit”. Kak Acang lulus dengan nilai yang lumayan baik, dan berencana akan melanjutkan universitasnya di bidang Fakultas Hukum. Akhirnya kak Acang mengikuti tes di Universitas Indonesia dan akhirnya masuk di bidang yang diinginkannya yaitu fakultas hukum. Disana, sekarang kak Acang telah mengikuti tahun kedua sejak diumumkan kelulusannya di tahun 2010 silam. 


Saya mulai mewawancarai kak Acang dengan menanyakan sejumlah pertanyaan yang diajukan saya kepadanya. Saya menanyakan tentang pengalaman kak Acang selama beliau bersekolah di sma labschool kebayoran. “yah kalau ditanya pengalaman selama di labschool sendiri banyak banget ya. Setiap kegiatan itu menurut gue berkesan banget, bahkan bisa membuahkan manfaat yang baik untuk yang lebih baik. Gue juga bangga bisa menjadi part part kesuksesan acara acara labsky contohnya skybattle, skyave, skylite, dan lain lain lah” Jawab kak Acang. Seperti kak Marsha tadi, kak Acang juga setuju jika kelas 11 itu adalah masa masa yang paling menyenangkan. Menurut kak Acang, kelas 11 itu seperti surganya sma, apapun yang dia lakukan pasti melakukannya dengan sikap santai. Kak Acang juga menambahkan kalau kelas 11 itu cuma ribet, kalau yang bersangkutan menjadi osis, karena kegiatannya itu kebanyakan di kelas 11, sedangkan saat kelas 12 nanti hanya ikut membimbing mos, pilar, dan kepanitiaan skyave ataupun skylite. 


Menurut kak Acang labsky mempunyai plusnya, maupun minusnya. Minusnya adalah mungkin orang bilang labsky tidak ada hal solidaritas, tapi menurut dia, dia yakin saat ini masih ada anak sma yang dibully oleh teman temannya. Minusnya kemudian adalah, mungkin siswa/siswi harus rela mengocek dana yang lebih, karena memang acara labsky itu sangat banyak. Disisi lain, labsky juga memiliki nilai plus di mata kak Acang, menurut kak Acang, jika menjadi part dalam acara acara dilabsky, kita jadi terbiasa untuk berorganisasi dengan orang lain nantinya. Kemudian saya menanyakan tentang manfaat ketika kita bersekolah di labsky. “Manfaatnya, menurut gue sih jadi terbiasa dan terlatih dalam berbicara di depan orang banyak, lebih terbiasa untuk berorganisasi, jadi setelah masuk perkuliahan biasanya anak labschool lebih mengerti gitu soal organisasi dan kepanitiaan dalam sebuah acara. Labschool itu bagus banget, mereka udah punya kegiatan kayak trip observasi ( to ) sama bina mental kepemimpinan siswa ( bintama ) gitu, emang sekolah yang lain ada kayak gitu? Mungkin di Jakarta ini ga nyampe 5 % sekolah lah yang bisa kayak labschool gini. Di Trip Observasi, kalian diajarin cara memiliki jiwa sosial yang tinggi dan ketenggang rasaan ya lebih terbuka. Karena kita bisa ngeliat orang orang yang tinggal di desa desa dan tinggal bareng mereka kan? Disitu kita bisa lebih merasakan bagaimana jika kita yang hidup disana, dan bagaimana jika merasakan kehidupan yang relatif sederhana, disitu juga kita bisa jalin sama rasa kebersamaan antar kelompok. Kalau di Bintama sih mungkin pengaruhnya sama kedislipinan sama kesigapan aja ya, itu aja sih” jawab kak Acang. Kak Acang juga memiki masukkan untuk labsky kedepannya, kak Acang mengatakan bahwa “kalau masukkan sih, tetap pertahankan aja nilai nilai yang sudah ada semenjak dulu dan jangan sampai nilai nilai itu hilang, karena kalau hilang, bisa fatal akibatnya” tutup kak Acang.

  1. Raden Mas Try Syahlan Zico
Raden Mas Try Syahlan Zico, atau yang sering disapa Zico, adalah alumni yang lulus di angkatan 9 bernama Nawastra. Kak Zico lahir di tahun 1993. Sekarang Kak Zico berkuliah disalah satu universitas yang berada di kawasan bandung yaitu Universitas Parahyangan, dan kak Zico masuk kedalam bidang fakultas Ekonomi. Kak Zico adalah sosok yang semangat dalam berolahraga, siswa/siswi sma labsky pun menjadi saksi kesangaran kak Zico ini saat beliau berada di kejuaraan bola/futsal dalam membela labsky di skybattle lalu. 

 Dari kiri : Saya, kak Zico, Helmi, kak Dimas

Saya tertarik untuk mengajukan pertanyaan kepada kak Zico ini saat beliau mengikuti ekskul futsal di bulan agustus lalu. Mengenai pengalaman, kak Zico tentunya memiliki banyak pengalaman yang menarik, maupun menyedihkan. Kak Zico memberikan plus minusnya selama berada di labsky. “Menurut gue sih, nilai positifnya banyak ya, salah satunya sih kayak lingkungan sekolah di labsky tuh enak banget, orang orang sampe pramubaktinya ramah, terus kalau lo pengen kemana mana itu ga perlu jauh jauh, terus pergaulan di sekolah itu bagus sekali karena antara adik kelas dan kakak kelas seperti tiada batasannya, tidak seperti sekolah lain yang menerapkan senioritasnya itu. Melalui program TO dan Bintama juga labsky berhasil menyatukan angkatan yang awalnya sedikit pecah. Dan kalau ditanya negatifnya, mungkin tugasnya banyak banget, kalau ngga ada tugas itu berasa surga banget deh, dan kadang kadang dari tugas itu suka nyusahin dan murid murid sudah merasa terbebani banget sama pelajaran yang berat, apalagi tugasnya yang bikin males parah” Jelas kak Zico.

Tapi dibalik semua hal negatif yang dimiliki oleh labsky, sekolah ini menurut kak Zico tetap sekolah yang nyaman dan mengasyikan sekali, dan juga teman-temannya yang bisa dikatakan sangat solid sekali. Mungkin memang ini merupakan salah satu hasil didikan dari program-program yang dimiliki oleh labsky yaitu mengajarkan kesolidan terhadap angkatan sendiri serta membantu sesame angkatannya dan juga menaruh hormat pada angkatan atas serta bawahnya. Kak Zico mengatakan bahwa kenangan-kenangan selama bersekolah disini pasti tidak akan pernah ia lupakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar