Sabtu, 22 September 2012

Tugas 2 - Plus Minus Labsky


Plus Minus Bersekolah di Labschool Kebayoran

Sekolah menengah atas, adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus Sekolah Menengah Pertama. Sekolah menengah atas ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 10 sampai kelas 12.
SMA Labschool Kebayoran merupakan salah satu SMA yang cukup terdengar namanya di Jakarta. Untuk mengetahui tentang SMA Labschool kebayoran lebih lanjut, saya mewawancara 3 orang alumni yaitu kak Nurul Parameswari, Kak Meuthia Sylviana, dan kak Kinanti Marta Nuraida tentang apa saja dampak – dampak positif dan negatif bersekolah di Labschool Kebayoran setelah lulus.
1.     Kak Kinanti Marta Nuraida
Kak Kinanti Marta Nuraida atau akrab di panggil kak Kiki adalah seorang alumni Labsky angkatan 5 atau Pancatra, tapi karena ikut kelas akselerasi kak Kiki lulus dengan angkatan Catruka  di tahun 2007. Setelah lulus dari Labsky kak Kiki mengambil jurusan Manajemen di School of Business and Management di ITB, Bandung. Sekarang ia bekerja menjadi Analyst di Divisi Investment Banking, PT Mandiri Sekuritas. Jadi ia bekerja di dunia pasar modal (capital market). Tempat dimana Perusahan-perusahan yang butuh pendanaan bisa lewat surat hutang, saham, dan lain-lain.

“Mungkin kalau kamu udah belajar di ekonomi nanti ngerti sama bidangnya” begitu katanya sambil tersenyum.

            Pada saat kak Kiki masih bersekolah di Labsky, kondisinya tidak jauh berbeda dengan         sekarang. Labsky sudah menjalankan tradisi labsky yang lari pagi setiap hari jumat pagi, lalinju untuk pelantikan OSIS dan MPK, dan lain - lain.

“Tapi ada sedikit peralihan kegiatan bintama ditahunku, yang awalnya dulu bintama cuma buat anak osis, di angkatan pancatra bintama jadi untuk 1 angkatan.”

Selain itu diangkatannya, Pancatra juga mulai ditambah ekstrakulikuler seperti Lamuru dan Paskibra. Untuk kegiatan sekolah, waktu kak masih di Labsky sistem belajarnya bukan moving class seperti sekarang, tetapi masih cara yang konvensional yaitu muridnya tetap di kelas masing-masing dan guru yang berpindah kelas setiap jam pelajaran.

Menurut kak Kiki, labsky mengajarkan banyak hal positif yang berdampak sampai ia kuliah sekarang, dampak – dampak positif itu adalah:

                            i.     Disiplin, disiplin akan selalu dipakai sampai kapanpun, budaya disiplin tidak gampang untuk ciptakan, karena kak kiki sudah terbiasa dengan disiplin dari SMA untuk kuliah dan kerja sudah tidak susah lagi untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari. Karena mau kemana pun kita nanti, akan selalu dituntut untuk disiplin.

                          ii.        Dibiasakan untuk berolahraga, lari pagi tiap hari jumat itu memberikan efek stamina badan lebih sehat, dan juga menguatkan fisik, dan menurut kak Kiki berolahraga terus memberikan energi yang positif untuk ngelakuin kegiatan sehari – hari termasuk saat belajar dan bekerja. Karena sudah terbiasa berolahraga saat sma, setelah lulus, olahragapun menjadi kebiasaan positif.

                        iii.     Rasa Cinta Indonesia, menurut kak Kiki Kegiatan TO dan Bintama membuat tumbuhnya rasa cinta kepada Indonesia di diri kita sendiri. Jaman sekarang jarang sekali sekolah yang menanamkan sifat seperti itu kepada murid-muridnya. Kita ikut TO untuk liat langsung keadaan warga desa di Indonesia, dan coba terjun langsung dilapangan untuk meliat bagaimana mereka melakukan kegiatan – kegiatan mereka setiap hariannya. Lalu untuk Bintama, kita juga dilatih untuk memiliki mental yang kuat, efek di kuliah dan saat bekerja, walaupun tidak terlalu terlihat, tapi yang jelas mental kita sudah lebih dilatih untuk melakukan hal-hal yang baik dan buruk yang terus berdatangan di luar sana.

                          iv.     Budaya Menyapa dan Berjabat Tangan, Budaya ini akan terus terbawa sampai di kuliah dan saat bekerja, saat bertemu dengan sesama Labsky masih kebawa. Dan menurut kak Kiki ini menunjukkan bahwa alumni Labsky di luar itu masih kuat dan ramah kesatu sama lain.
“Tapi hal ini juga diterapin ke orang lain dan membuat orang lain itu dihargain dan di appreciate dengan kita suka sapa siapapun itu orangnya tanpa liat dia siapa.”

                            v.     Dibangun rasa Kepemimpinan, di Labsky kita dilatih untuk memimpin diri sendiri dan juga orang lain dengan diikutinnya berbagai kegiatan di Labsky. Dan Jiwa kepemimpinan jadi terbentuk dan menurutnya hal ini sangat dibutuhinkan saat kuliah kuliah dan bekerja.

Menurut kak Kiki, tidak ada satupun hal negatif dari Labsky yang terbawa sampai ia bekerja sekarang, saat di tanya tentang sisi negatif labsky ia hanya menjawab:

“Dulu masalahnya kayanya hampir ga ada. Paling dari segi cara guru mengajarkan pelajaran aja yang cocok-cocokan. Apalagi aku di aksel yang dibutuhin guru yang dukung sistem belajar yang serba cepet dan ngajarinnya juga cepet. Tapi hal ini udah pernah di solve. Dulu wali kelasku cari jalan supaya guru nya dicari yang dimau sama anak-anaknya. And it’s done.”
Kak Kiki

Kak Kiki mempunyai beberapa saran untuk labsky, yaitu salah satunya untuk tetap menjaga tradisi positif yang ada di Labsky. Dan menurutnya ia masih sangat kagum dengan sistem pengajaran yang ada di Labsky karena terlalu banyak nilai positifnya saat kuliah, menurutnya saat ia kuliah di ITB, terlihat sekali perbedaan antara lulusan Labsky dan lulusan SMA lainnya. Karena lulusan labsky sangat menonjol dan sering menjadi Ketua untuk kegiatan – kegiatan yang ada.

“Khusus untuk guru-guru, diharapkan tetap menjaga kualitas pengajarannya dan tetap memberikan energy positif ke anak-anak muridnya sehingga lulusannya jadi anak-anak yang baik dan mejadi contoh dimanapun mereka berada.”

Wawancara melalui e-mail dengan kak Kiki


2 .   Kak Nurul Parameswari
Kak Nurul Parameswari atau akrab di panggil Kak Nuya adalah alumni labsky angkatan 7 (Saptraka). Saat SMA, kak Nuya merupakan salah satu anggota Osis dengan jabatan Bela Negara. Sampai sekarang kak Nuya masih sering membantu kegiatan siswa – siswi Labsky yaitu Skylite. Sebuah drama musikal yang dipentaskan oleh siswa – siwsi labsky. Sekarang ia melanjutkan pendidikannya sebagai mahasiswa di Universitas Indonesia dengan jurusan Komunikasi.

Menurut kak Nuya, Labsky mengajarkan banyak sisi positif yang sampai sekarang ia bawa ke kuliah, nilai positif dari Labsky adalah :
-       Banyaknya kegiatan positif, kegiatan – kegiatan positif seperti TO dan Bintama menurut kak Nuya sangat berguna untuk kehidupannya sekarang.
-       Lingkungan Labsky sangat kondusif untuk meningkatkan kreatifitas
-       Karakter sangat terbina dengan baik.
-       Setelah masuk kuliah, sudah terbiasa dengan banyaknya tugas dan kepanitiaan. Terutama saat padatnya kegiatan kepanitiaan dan bertumpuknya tugas – tugas.
-       Banyaknya kegiatan di Labsky membuat bakat siswa dan siswinya menjadi terbiasa.
-       Banyaknya tugas dan penuhnya jadwal kegiatan membuat Kak Nuya terbiasa menghadapi stress.
-       Dengan tugas – tugas dan kegiatan – kegiatan yang penuh, siswa – siswi labsky jadi lebih bisa manajemen waktu dan kegiatannya

Dengan kak Nuya
Menurut kak Nuya banyak juga sisi Negatif dari Labsky. Contoh – contoh sisi negatif labsky adalah:
-       Karena dulu kak Nuya adalah pengurus Osis, maka ia sangat merasakan bahwa kurangnya dukungan dari guru – guru terhadap program kerja, sehingga banyak dari program kerja osis yang tidak berjalan sesuai dengan ekspetasi mereka
-       Lahan parkir yang sangat sempit juga merupakan salah satu sisi negatif labsky, karena lahan parkir yang sempit, sekeliling sekolah menjadi penuh dengan mobil – mobil dan jalan depan sekolah menjadi sangat ramai dan terkadang sampai macet.
-       Kurang maksimalnya fasilitas, menurut kak Nuya, dengan membayar SPP yang cukup mahal, kita tidak mendapatkan fasilitas yang semestinya. Untuk contoh adalah toilet, kebersihan dan perawatan toilet sangatlah kurang, hanya toilet yang ada di depan sekolah yang bagus. Dan wifi, seharusnya dengan membayar SPP, kita bisa mendapatkan wifi, tp pada kenyataannya wifi hanya dijadikan pajangan. Kita tidak dapat mengakses internet, dan ini menjadi salah satu penghambat kegiatan pembelajaran.
-       Kebersihan kantin di labsky juga sangat minim, kantin terlihat kumuh dan juga makanan yang sama. Ini membuat siswa – siswi labsky jenuh dan juga terkadang takut, sehingga mereka lebih memilih untuk membawa bekal dari rumah dan menghabiskannya di kelas.
-       Saat kegiatan sedang sibuk – sibuknya, ulangan dan tugas – tugas yang diberikan guru juga tidak habis – habis. Hal ini membuat banyak siswa dan siswi labsky yang menjadi keteteran dan tidak melaksanakan semuanya dengan maksimal. Sebaliknya saat sedang tidak ada kegiatan, jarang guru – guru memberikan tugas dan ulangan.

3.   Kak Meuthia Sylviana
Kak Meuthia Sylviana atau akrab di panggil kak thisyl adalah salah satu alumni labsky angkatan 9 (Nawastra). Pada saat SMA, kak thisyl merupakan salah satu anggota osis dengan jabatan Bendahara Umum. Kak thisyl yang mengambil jurusan IPS ini melanjutkan pendidikannya di Universitas Indonesia Fakultas Ekonomi Internasional.

“Nanti di kuliah itu kalau mau jadi panitia kita itu gak di tunjuk tapi nanti kita mengajukan diri, abis itu kita di panggil buat di wawancara, nah pengalaman – pengalaman di Labsky itu bagus banget buat jawab pertanyaan mereka terus kita udah sering belajar gimana caranya bekerja sama sama orang lain jadi kita lebih gampang.

Menurut Kak Thisyl banyak sekali nilai positif dari Labsky terutama dari      sisi organisasi, banyaknya kegiatan seperti SkyAvenue, SkyLite, SkyBattle, SkyMedic dan sebagainya membuat kita mempunyai pengalaman organisasi lebih banyak dan akan sangat terpakai saat kita kuliah nanti. Di dalam organisasi itu kita sudah belajar cara yang benar untuk berkerjasama dengan orang lain sehingga untuk kedepannya kita akan lebih mudah untuk bekerja sama. Selain itu Labsky mendidik anak – anaknya untuk menjadi rajin, sehingga ketika ada salah satu muridnya yg malas, ia akan terpacu oleh temannya.
ka-ki: Athira, Kak Thisyl, Ninis, Syahla

Sedangkan dari sisi negatifnya, menurut kak Thisyl Labsky memang terlalu banyak kegiatan sehingga murid – muridnya terlalu sibuk dan kadang menyampingkan akademik. Seharusnya saat murid sedang sibuk – sibuknya kegiatan, guru – guru jangan terlalu menumpuk tugas dan ulangan.
Kegiatan paling mengesankan selama di Labsky bagi kak Thisyl adalah SkyAvenue karena merupakan kegiatan yang paling besar dan kegiatan terakhir sebelum stres menghadapi kelas 12.

Kelas 3 tuh lo udah gaada kegiatan lagi kegiatan lo cuma belajar jadi kelas 2 lo bener-bener harus nikmatin.”








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar