Kamis, 20 September 2012

Tugas 2- Plus Minus Labsky



Sekolah sebagai tempat mengasah diri

       Labschool Kebayoran terletak di Jl. Kyai Haji Ahmad Dahlan no. 14 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.  Sekolah ini biasa dikenal atau disebut dengan sebutan Labsky.  Labsky mulai berdiri sejak tahun 2001 dan merupakan sekolah swasta yang sudah meluluskan siswa-siswanya dengan bangga serta sukses.   Sekolah ini diresmikan pada tanggal 12 juli 2001.  Alumni-alumni labschool kebayoran tersebar keseluruh Indonesia, ada pula yang melanjutkan pendidikan ke luar negeri.   SMA Labschool kebayoran dikenal sebagai salah satu sekolah swasta terfavorit di Jakarta.  Namun, sekolah ini pun tidak luput dari kelemahan.  Sudah hampir setahun lebih saya bergabung di sekolah Labschool Kebayoran.  Sebagai murid baru, saya tentu tidak pantas atau belum pantas menyebutkan apa kelebihan dan kekurang labschool kebayoran, saya perlu mendapatkan pelajaran-pelajaran apa sajakah plus-minus bersekolah di Labsky ini dari para Alumni.  Pandangan-padangan mereka terhadap sekolah mereka sewaktu SMA mungkin akan berguna sebagai pemotivasi saya untuk sukses di masa depan kelak.  Maka, pada kesempatan ini saya sudah mewawancarai tiga Alumni Labschool Kebayoran.  Ketiga alumni itu adalah Kak Aldy, Kak Genta dan Kak Prilly.

        Pertama-tama saya mewawancari Armanda Geraldy atau yang akrab dipanggil Aldy, ia adalah siswa angkatan kedua dari Labschool Kebayoran, ia lulus SMA pada tahun 2005. Kak Aldy lahir pada 19 Juli 1987. Sudah menjadi tradisi bahwa setiap angkatan di Labschool mempunyai nama angkatan, maka dari itu angkatan kedua mempunyai nama Dwi Satria Mandala.  Menurut kak Aldy, sebagai sekolah yang baru dibangun pada saat itu Labschool kebayoran belum mempunyai fasilitas yang lengkap dan memadai untuk menunjang atau mendukung pembelajaran sekolah.  Pada waktu itu pun Labschool masih dalam tahap pembangunan gedung jadi proses belajar mengajar sedikit terganggu oleh berisiknya suara alat alat konstruksi.  Tetapi sudah dari sejak dulu Labschool mendukung serta membantu siswa siswa nya dalam bidang akademik maupun non-akademik.  Pihak sekolah juga mendukung siswa nya untuk ikut aktif dalam berbagai kegitan kegiatan diluar sekolah karena pada kegiatan di sekolah jaman dahulu belum sebanyak kegiatan-kegiatan di sekolah masa kini.  Seingat Kak Aldy, dulu hanya ada kegiatan Trip Observasi.  Kak aldy mengakui bahwa dulu saat SMA dia tidak terlalu suka mengikuti organisasi-organisasi seperti OSIS atau MPK.  Terdapat berbagai variasi ekstrakurikuler dan dari semua itu, Kak Aldy mengikuti ekskul Jurnalistik dan basket.  

        “Di Labschool kita juga diajarin gimana caranya menggali potensi diri.. Nggak Cuma dari sisi akademis” begitulah tanggapan Kak Aldy.  Memang awalnya Kak Aldy tidak menyangka akan keterima di Labschool, sebelumnya iya berminat masuk ke SMA negeri namun hasil nem nya kecil dan ia mencoba tes masuk ke sekolah swasta yaitu Labschool Kebayoran.  Kak Aldy pun berhasil diterima masuk untuk menjadi salah satu siswa Labschool Kebayoran.  Setelah lulus dari Labschool pada tahun 2005, Kak Aldy melanjutkan pendidikan nya dengan masuk kuliah di Universitas Indonesia dan mengambil jurusan Sastra Belanda.  Sekarang kak Aldy bekerja sebagai pembawa acara dan penyiar radio disalah satu stasiun radio di Jakarta yaitu Trax FM.  Ia sudah sering membawakan acara-acara seperti Traxkustik dan MTV A.M.  
                                                              Kak Aldy saat siaran radio

        Kak Aldy mempunyai pesan yaitu; pertama, semoga labschool tetap terus mendukung siswa dan siswinya untuk lebih mengeksplor diri bukan hanya dalam bidang akademik tetapi juga dalam bidang non akademik, kedua semoga fasilitas penunjang pembelajaran semakin lengkap dan berkualitas, dan yang terakhir semoga guru guru pengajar di Labschool Kebayoran lebih profesional serta terlatih dalam hal mengajar. Terbukti bukan? Lulusan dari Labschool Kebayoran terjamin masa depannya kelak.
                                                            kak Genta memakai jas MPK

        Genta Athena Malibu atau Kak Genta adalah alumni Labschool.  Ia mengikuti program akselerasi pada saat masih duduk dikelas 10, awalnya Kak Genta merupakan angkatan 10 yaitu Dasa Wiweka Wiragana (Daswira) tetapi karena mengikuti program ini, ia lulus dari Labschool Kebayoran bersama kakak-kakak Nawa Drastha Sandyadira (Nawastra).  Sekarang ia melanjutkan pendidikan nya di jurusan Teknik Sipil, Universitas Pancasila.  Sebenarnya, Kak Genta bercita-cita untuk menjadi Dokter.  Sebagai anak akselerasi tentu tidak mudah,  Kak Genta harus mempertahankan nilai-nilai tetapi dilain waktu ia ingin juga aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan sekolah.  Kak Genta bisa dibilang aktif karena mengikut banyak kegiatan kegiatan yaitu seperti:  MPK, ia sempat menjabat sebagai MPK sewaktu duduk dikelas 10 dan ia adalah wakil ketua dari organisasi Rohis.  Ia juga bergabung dalam organisasi Lamuru namun ia memutuskan untuk keluar karena pada saat itu jadwal latihan tidak sesuai dengan jadwal keseharian Kak Genta sehingga kak Genta susah mengatur waktunya.  Untuk ekstrakurikuler, ia mengikuti jurnalistik dan palabs. 

       Menurut kak Genta kelebihan labschool ada di kegiatan-kegiatan nya yang sangat bermanfaat dan berguna buat jenjang kedepannya, seperti kuliah.  Kak Genta juga mengatakan kalau Labschool bagus akademiknya dibanding kan sekolah-sekolah lain.  Tetapi kita tidak boleh keasyikan mengikuti kegiatan yang ada, kita juga harus tetap ingat kalau kita mempunyai kewajiban untuk belajar.  Jangan sampai karena mengikuti berbagai kegiatan, nilai akademik kita menjadi kurang.  Murid murid Labschool harus pintar-pintar membagi waktu.  Pesan Kak Genta untuk labsky adalah semoga labsky semakin banyak meraih prestasi prestasi membanggakan dan serta meluluskan murid-murid yang akan menjadi orang sukses dikedepannya, amin.

                                                                   kak Prilly: sebelah kiri

       Yang terakhir saya wawancarai adalah Edwina Priliantika.  Biasa dipanggil Prilly. Ia adalah salah satu siswi darii angkatan tujuh yaitu Sapta Garuda Adhikara  (Saptraka).  Dulu Kak Prilly tidak menjabat sebagai OSIS/MPK tetapi ia sempat menjadi panitia pada acara SKY AVENUE.  Untuk ekskul, kak Prilli memilih skyblitz.  Katanya, ia ingin mencoba hal baru dan ingin tahu lebih dalam tentang ilmu fotografi.  Saat ditanya tentang pengalaman yang paling seru saat SMA, kak Prilly menjawab Trip ke Jogjakarta saat ia duduk dikelas 11.  Sebagai siswi di Jurusan IPA tentu kak Prilly mempunyai cita-cita yang berhubungan dengan pelajaran IPA yaitu dokter.  Setelah lulus SMA pada tahun  2010 ia berhasil masuk ke Universitas Indonesia dan mengambil jurusan fakultas kedokteran.  Dengan segala kesibukan nya saat SMA, kak Prilly menyempatkan diri untuk mengikuti bimbingan belajar.  “Soalnya aku susah kalo belajar sendiri...hehehe” ujar kak Prilly. 

       Sama seperti alumni-alumni yang saya wawancarai diatas, Kak Prilly juga mengakui bahwa Labsky merupakan sekolah yang tidak hanya mengajarkan dan mengembangkan siswa dalam bidang akademiknya tetapi juga dibidang non- akademik.  Dan itu merupakan suatu kelebihan dari Labsky sendiri.  Guru-guru di Labschool juga asyik-asyik.  SMA Labschool sangat berbeda dengan SMA-SMA lain.  Dengan bersekolah di Labsky kita bisa melatih mental fisik kita.  Menurut kak Prilly, labschool sangat berperan penting dalam membentuk kak Prilly menjadi seperti sekarang ini.  Salah satu kelemahan labsky adalah karena banyaknya kegiatan non-akademik sehingga pelajaran-pelajaran akademis sedikit tertinggal dan diabaikan.  Maka dari itu kita harus pintar membagi waktu.   Saran kak Prilly untuk murid-murid labschool adalah kita harus menikmati kehidupan SMA kita sebisa mungkin karena masa sma adalah masa dimana terjadi banyak pengalaman-pengalaman yang berharga.  Pelajaran yang sulit atau kegiatan yang sibuk tidak usah dipikirkan dan dibawa pusing, yang penting enjoy.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar