Rabu, 26 September 2012

Tugas 2 - Plus-Minus Labsky


          Kesan-Pesan dan Kelebihan-Kekurangan Labsky

              Dalam rangka memenuhi tugas ke-2 sejarah yang telah diberikan oleh Bapak Moh. Shobirienur Rasyid saya mewawancarai tiga orang narasumber yaitu Kak Isthi Prasasya dari angkatan kedelapan atau Hastara, Kak Wina Aesthetica Indiarto dari angkatan pertama, dan Kak Edsabella Soetioro dari angkatan kesembilan atau Nawastra. Dari tiga orang narasumber yang tersebut dapat kita ketahui bahwa bersekolah di SMA Labschool Kebayoran dapat memberikan banyak dampak positif. Selain dampak positif, dampak negatif juga dirasakan oleh ketiga orang narasumber yang saya wawancarai.

1. Kak Isthi Prasasya

            Orang pertama yang saya wawancarai adalah Kak Isthi Prasasya atau yang lebih sering dipanggil Isthi dari angkatan kedelapan atau Hasta Praja Sanggakara (Hastara). Kak Isthi adalah kakak dari teman saya di kelas XI IPS 2, Mardika Parama atau yang dikenal dengan Dika.  Kak Isthi lahir di Jakarta pada tanggal 19 bulan Mei tahun 1993. Saat di SMA Kak Isthi mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial atau IPS. Setelah lulus dari SMA Labschool Kebayoran Kak Isthi melanjutkan studinya di Universitas Katolik Atma Jaya di Jakarta jurusan Psikologi. Saya melakukan wawancara dengan Kak Isthi melalui Blackberry Messenger. Pertanyaan yang saya berikan berbunyi “Jadi kesan dan pesan kakak selama sekolah di labsky, terus menurut kakak apa aja kelebihan dan kekurangan sekolah di sma labschool? Hehehe makasih kaak ☺”.
           
            Menjawab pertanyaan saya, Kesan Kak Isthi selama bersekolah di SMA Labschool Kebayoran adalah Labschool Kebayoran dapat mendidik murid-muridnya dengan baik dan membuat murid-muridnya disiplin.

            Selain kesan, Kak Isthi juga memberikan pesan berisikan harapan Kak Isthi kepada murid-murid SMA Labschool Kebayoran agar nilai-nilai positif yang telah siswa dan siswi pelajari di SMA Labschool Kebayoran dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari.

            Ada beberapa kelebihan dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran yang dirasakan oleh Kak Isthi. Yang pertama adalah SMA Labschool Kebayoran mengajarkan banyak nilai-nilai yang tidak diajarkan oleh sekolah-sekolah lain, nilai-nilai tersebut didapatkan oleh murid-murid SMA Labschool Kebayoran melalui program-program yang diadakan sekolah seperti Trip Observasi atau TO, Bina Mental dan Kepemimpinan Siswa atau Bintama, Study Tour dan lain-lain. Yang kedua adalah guru-guru yang mengajar di SMA Labschool Kebayoran memiliki kualitas yang sudah terbukti tinggi. Selain berkualitas tinggi, guru-guru SMA Labschool Kebayoran juga sangat peduli  dan memperhatikan murid-muridnya. Kelebihan yang ketiga adalah pilihan ekstra kulikuler di SMA Labschool Kebayoran yang banyak ragamnya, fasilitas yang disediakan SMA Labschool Kebayoran juga cukup memadai.

            Kekurangan dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran adalah semakin lama siswa dan siswi SMA Labschool Kebayoran semakin homogen. Maksud dari homogen disini adalah berasal dari tingkatan ekonomi tertentu, memiliki kepercayaan dan agama tertentu, serta di dominasi oleh anak-anak yang tinggal di daerah Jakarta Selatan. Itu semua membuat tidak adanya keberagaman diantara murid-muridnya. Menurut Kak Isthi masalah seperti itu harus di antisipasi, karena lama-kelamaan SMA Labschool Kebayoran akan diisi dengan anak-anak yang suka menghambur-hamburkan uang dan cenderung menjaga jarak dengan anak yang biasa-biasa saja

Wawancara dengan Kak Isthi


2. Kak Wina Aesthetica Indiarto

            Narasumber saya yang kedua adalah Kak Wina Aesthetica Indiarto atau yang akrab dipanggil Wina. Kak Wina adalah alumni SMA Labschool Kebayoran angkatan pertama atau Mitreka Satata. Kak wina lahir di Jakarta pada tanggal 26 bulan Mei tahun 1987. Ketika bersekolah di SMA Labschool Kebayoran Kak Wina mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Alam atau IPA. Kak Wina juga sempat aktif menjadi Majelis Perwakilan Kelas atau MPK sebagai Bendahara. Kak Wina adalah saudara sepupu saya dari keluarga Ibu. Setelah lulus dari SMA Labschool Kebayoran, Kak Wina meneruskan Studinya ke Universitas Indonesia jurusan Hukum Transnasional. Saya melakukan wawancara dengan Kak Wina melalui Whatsapp dan e-mail. Pertanyaan yang saya berikan berbunyi “kesan dan pesan mba wina selama sekolah, sama plus minus sekolah di labsky apa mbaa?”

            Berdasarkan email yang saya terima ada 4 poin kesan dan pesan dari Kak Wina. Kesan pertama adalah bersekolah di SMA Labschool Kebayoran itu membahagiakan. Dengan lingkungan sekolah saat itu membuat sekolah sudah seperti menjadi rumah kedua dan teman-teman yang ada sudah seperti keluarga tambahan. Suasana yang karena memang hanya berisikan satu angkatan di satu sekolah, jadi homey dan hangat. Poin kedua secara akademis SMA Labschool Kebayoran sangat memuaskan. Sistem belajarnya menyenangkan karena banyak kegiatan-kegiatan baru seperti diskusi, presentasi, dan praktek. Dari proses belajar yang belum sampai satu tahun angkatan pertama SMA Labschool Kebayoran berhasil masuk ke 10 besar SMA di Jakarta Selatan pada ujian semester dan langsung bersaing dengan SMA-SMA Unggulan di Jakarta Selatan. Yang ketiga adalah masuk ke SMA Labschool Kebayoran adalah suatu hal yang membanggakan walaupun dulu masih banyak orang yang bertanya2, "lho, Labschool ada yang di Kebayoran?". Mungkin karena masih angkatan pertama, jadi ada rasa eksklusif yang dirasakan Kak Wina. Ditambah lagi melihat sekarang SMA Labschool Kebayoran bisa seterkenal ini menambah rasa bangga bisa menjadi bagian dari sejarah Labschool Kebayoran. Poin yang terakhir adalah “Menantang”. Karena kegiatannya banyak dan porsi belajar serta tugasnya tidak main-main jadi lebih menantang untuk bisa multitasking, menyeimbangkan antara tugas, kegiatan sekolah, main, dan istirahat. Disinilah terasa bahwa SMA tidak hanya bersantai-santai dan sekedar main-main seperti layaknya di film-film remaja.

            3 Tahun bersekolah di SMA Labschool Kebayoran membuat Kak wina merasakan beberapa kelebihan. Yang pertama lokasi sekolah yang strategis, deket ke mana-mana dan waktu itu belum banyak kafe di sekitar sekolah jadi pada waktu itu daerah sekolah terasa sepi tidak seperti sekarang yang sudah ramai. Kedua, kekompakan angkatan benar-benar dapat dirasakan. Teman-teman rasanya sudah seperti keluarga tidak hanya teman seangkatan. Yang terakhir guru-guru SMA Labschool Kebayoran sangat berbeda apabila dibandingkan dengan guru-guru sekolah lain. Hal yang paling mencolok adalah metode pembelajarannya yang tidak biasa. Sebagai contoh, Waktu itu Kak Wina belajar listening Bahasa Inggris oleh Miss Sylvia tidak seperti guru-guru lain yang hanya menggunakan lagu atau percakapan dari buku paket, Miss Sylvia memilih lagu dari Eminem sebagai bahan pembelajaran.

            Tidak hanya kelebihan, beberapa kekurangan juga dirasakan Kak Wina. Kekurangan yang pertama adalah karena di tiga angkatan pertama SMA Labschool Kebayoran didominasi oleh anak-anak yang beragama islam, program-program yang diadakan sekolah terkadang terasa dibuat selayaknya program-program yang diadakan pesantren atau sekolah islam, padahal sebenernya SMA Labschool Kebayoran adalah sekolah umum. Yang kedua dikarenakan pada waktu itu pembangunan sekolah masih berjalan, jadi ketika pelajaran olahraga atau sedang saatnya istirahat dan makan siang rasanya sangat tidak menyenangkan karena debu dan puing di mana-mana. Pada waktu itu SMA Labschool Kebayoran hanya terdiri dari bangunan belakang dan hall, Plaza baru dibangun ketika Kak Wina berada di kelas 3. Kekurangan terakhir yang dirasakan Kak Wina adalah adanya Study Tour ke Bali yang dilaksanakan di awal semester kedua di kelas XII dan memakan waktu hampir satu minggu. Kegiatan tersebut dirasakan sedikit memaksa, karena selain uang, waktu juga terbuang percuma dimana waktu yang digunakan untuk Study Tour dapat digunakan untuk lebih memfokuskan diri dan mempersiapkan diri dalam menghadapi Ujian Nasional. Study Tour ke Bali juga sempat menjadi kegiatan yang di protes oleh banyak orang tua murid.

Wawancara dengan Kak Wina



3. Kak Edsabella Soetioro

            Nara sumber yang ketiga atau yang terakhir adalah Kak Edsabella Soetioro yang lebih dikenal dengan nama Edsa. Kak Edsa adalah alumni SMA Labschool Kebayoran angkatan kesembilan atau Nawa Drastha Sandyadira (Nawastra) yang lahir pada tanggal 3 bulan Juni tahun 1994. Saat di SMA Kak Edsa mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial atau IPS. Saya mengenal Kak Edsa karena kami berada dalam jemputan yang sama. Setelah lulus dari SMA Labschool Kebayoran Kak Edsa melanjutkan studinya di Universitas Trisakti di Jakarta jurusan Manajemen. Saya melakukan wawancara dengan Kak Edsa melalui Blackberry Messenger. Pertanyaan yang saya berikan berbunyi “aku minta kesan dan pesan kak edsa selama di labsky sama kelebihan dan kekurangan sekolah di labsky kaak hehehe”.

            Walaupun sempat kebingungan ketika ditanya, menurut Kak Edsa kelebihan dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran adalah banyaknya kegiatan-kegiatan unik yang hanya ada di SMA Labschool Kebayoran. Kegiatan-kegiatan unik yang dimaksud Kak Edsa antara lain adalah Trip Observasi dan lari pagi. Karena kegiatan-kegiatan unik tersebut hanya ada di SMA Labschool Kebayoran,  kegiatan unik tersebut dapat menjadi kebanggaan tersendiri ketika berbagi cerita dengan teman-teman yang berasal dari SMA lain di kuliah karena mereka baru mengetahui akan adanya kegiatan-kegiatan unik tersebut dan menganggap kegiatan-kegiatan unik tersebut sangat seru.

            Dibalik suatu kelebihan pasti akan ada juga kekurangan. Kekurangan dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran yang dirasakan Kak Edsa adalah dengan adanya berbagai macam kegiatan tersebut sering kali membuat siswa dan siswi SMA Labschool Kebayoran merasa stress. Selain stress, kegiatan SMA Labschool Kebayoran yang tidak ada habisnya juga membuat siswa dan siswinya tidak memiliki waktu untuk bergaul dengan siswa dan siswi dari SMA lain. Walaupun merasakan beberapa kekurangan, Kak Edsa tidak menyesal bersekolah di SMA Labschool Kebayoran karena banyak hal dari masa SMA yang akan selalu di ingat.
Wawancara dengan Kak Edsa

Kritik

            Setelah melakukan ketiga wawancara diatas dan diikuti dengan memahami kekurangan dan kelebihan yang di rasakan kakak-kakak alumni membuat saya merasa 80% setuju dengan ketiga narasumber. Menurut Kak Isthi Labschool Kebayoran dapat membuat murid-muridnya disiplin, saya kurang setuju karena sampai saat ini masih banyak siswa dan siswi SMA Labschool Kebayoran yang terlambat sampai di sekolah. Dikatakan oleh para narasumber bahwa salah satu keunggulan SMA Labschool Kebayoran adalah adanya acara-acara unik seperti Trip Obervasi, Bina Mental dan Kepemimpinan Siswa, Sky Avenue, dan lain-lain. Saya setuju dengan pernyataan tersebut, karena kegiatan tersebut hanya berada di SMA Labschool Kebayoran dan dapat menjadi kebanggaan tersendiri yang dapat dijadikan pengalaman berharga dan diceritakan ke teman-teman di kuliah nanti atau bahkan ke anak dan cucu saya nanti. Kekurangan yang dirasakan oleh salah satu narasumber adalah teman-teman yang dimiliki menjadi semakin homogen, berasal dari daerah yang sama, atau golongan ekonomi yang sama, saya juga setuju dengan pernyataan ini. Saya juga merasakan teman saya di SMA kebanyakan adalah teman saya yang juga berasal dari SMP yang sama dengan saya kalau tidak teman yang berasal dari daerah tempat tinggal yang sama.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar