Sabtu, 22 September 2012

Tugas-2 Plus Minus Labsky


3 Tahun di SMA Labschool Kebayoran yang Berguna Bagi Masa Depan

Sekolah Menengah Atas, sebuah sekolah yang dapat dikatakan sebagai tempat transisi dari seorang remaja menjadi seorang dewasa. Tiga tahun mengikuti pendidikan di Sekolah Menengah Atas nantinya akan sangat berpengaruh bagi kehidupan setiap pribadi di jenjang pendidikan selanjutnya yaitu perguruan tinggi. Oleh karena itu, agar bisa mendapatkan pengaruh yang positif untuk kehidupan seseorang maka pemilihan Sekolah Menengah Atas memiliki pengaruh yang bisa dikatakan cukup besar. Sejak didirikan di tahun 2001, sudah ada banyak orang yang memutuskan untuk menempuh jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas di SMA Labschool Kebayoran. Hingga saat ini, sudah terdapat 12 angkatan dan 9 angkatan diantaranya sudah menjadi alumni dari SMA Labschool Kebayoran ini. Para alumni tersebut sudah dapat merasakan pengaruh dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran dalam kehidupan mereka sehari-hari dan juga dalam mengikuti pendidikan di jenjang Perguruan Tinggi. Kegiatan-kegiatan yang begitu banyak di SMA Labschool Kebayoran menjadi salah satu bekal dan pelajaran bagi para alumni bagi kehidupan mereka di masa yang akan datang. Meskipun mengikuti kegiatan yang sama selama bersekolah di SMA Labschool Kebayoran, tentunya setiap orang akan memiliki pengalaman yang berbeda dan mendapatkan dampak yang berbeda dalam kehidupan mereka. Maka dari itu, saya melakukan wawancara dengan 3 orang alumni untuk mengetahui apakah dampak positif dan negatif dari mengikuti pendidikan di SMA Labschool Kebayoran bagi kehidupan mereka di kemudian hari. Ketiga alumni tersebut adalah Kak Ganis Syahputra dan Kak Putri Athira dari angkatan 8 atau Hastara serta Kak Yuscha Anindya dari angkatan 9 atau nawastra. Sebagian jawaban yang mereka berikan memang sama tetapi ada juga jawaban yang berbeda.  Berikut ini adalah hasil wawancara saya dengan ketiga alumni tersebut.

1. Kak Ganis Syahputra (Hastara)
Foto bersama Kak Ganis
Kak Ganis Syahputra atau lebih akrab disebut dengan Kak Ganis adalah alumni pertama yang saya wawancara. Kak Ganis merupakan alumni dari SMA Labschool angkatan 8 atau biasa disebut dengan Hastara. Wawancara dengan Kak Ganis saya lakukan bersama pada hari Minggu 16 September 2012. Saat itu, sedang diadakan program Skylite dan kebetulan Kak Ganis menjadi pembawa acara tersebut. Sehingga, saya dan beberapa teman lainnya dapat dengan mudah melakukan wawancara dengan Kak Ganis. Kami mewawancarai Kak Ganis dengan menggunakan fasilitas rekaman yang ada pada Blackberry atau disebut juga dengan fasilitas voice note. Namun, karena kondisi disekitar yang cukup ramai maka hasil wawancara kami bisa dikatakan kurang begitu optimal. Menurut Kak Ganis, sisi positif yang ia dapatkan dari mengikuti jenjang pendidikan di SMA Labschool Kebayoran adalah ia bisa survive di perguruan tinggi. Kak Ganis sendiri saat ini sedang menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Selain itu, sisi positif dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran adalah adanya kegiatan Trip Observasi (TO) yang dapat membuat para siswa tidak hanya mengenal kehidupan mereka sendiri tetapi juga mau mengenal dan peduli terhadap kehidupan orang-orang lain yang ada di luar sana. Ketika ditanya mengenai sisi negatif dari SMA Labschool Kebayoran, Kak Ganis sendiri belum menemukan adanya sisi negatif dari bersekolah disini. Dari begitu banyaknya kegiatan yang ada di Labschool  Kebayoran, bagi kak Ganis Trip Observasi adalah kegiatan yang bisa dikatakan paling berguna di kehidupan. Kegiatan ini memang cukup melelahkan tetapi banyak keuntungan yang ia dapatkan melalui kegiatan ini. Salah satunya adalah kesempatan untuk mengenal lebih jauh serta membangun solidaritas dengan teman-teman seangkatan. Kegiatan ini sangat membantu memperkuat suatu angkatan. Saat saya menanyakan mengenai kegiatan yang paling tidak berguna di SMA Labschool Kebayoran, Kak Ganis mengatakan tidak ada yang tidak berguna karena semua kegiatan yang ada disini tentunya memiliki tujuan sehingga pastinya semua kegiatan yang telah dijalankan kelak akan berguna di kemudian hari. Semasa SMA, Kak Ganis sendiri sudah memiliki pengalaman organisasi yang cukup baik. Kak Ganis menjadi pengurus OSIS dan menjabat sebagai Koordinator untuk seksi Dana dan Logistik. Dengan mengikuti kegiatan organisasi di SMA Labschool Kebayoran, banyak dampak positif yang ia rasakan pada saat sudah masuk ke perguruan tinggi. Salah satu dampak positif tersebut adalah kemampuan untuk membagi waktu yang lebih baik  saat sudah masuk di perguruan tinggi dibandingkan dengan teman-teman yang tidak mengikuti organisasi pada masa SMA. Pada akhir wawancara, kami menanyakan saran dari Kak Ganis bagi SMA Labschool Kebayoran. Kak Ganis menyarankan agar kualitas dari SMA Labschool Kebayoran terus ditingkatkan dan dipertahankan. Agar suatu saat nanti, SMA Labschool Kebayoran bisa menjadi sekolah nomor satu di Indonesia.

2.Kak Putri Athira
Foto bersama Kak Puput
Kak Putri Athira atau biasa dipanggil dengan Kak Puput merupakan alumni kedua yang saya wawancarai. Kak Puput merupakan alumni SMA Labschool Kebayoran angkatan 8 atau Hastara sama seperti Kak Ganis. Kebetulan, Kak Puput juga menjadi pembawa acara dari Skylite 2012 sama seperti Kak Ganis jadi saya dapat dengan mudah melakukan wawancara. Namun, karena melihat hasil wawancara langsung dengan Kak Ganis yang kurang maksimal dan  karena saat itu Kak Puput juga sedang berkumpul bersama teman-temannya, maka akhirnya saya melakukan wawancara dengan Kak Puput melalui Blackberry Messenger (BBM) pada keesokan harinya yaitu pada hari Senin, 17 September 2012. Saat membalas BBM saya, kebetulan Kak Puput baru saja selesai mengikuti kuliahnya hari itu. Kak Puput sendiri saat ini mengikuti pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia sama seperti Kak Ganis. Bagi Kak Puput, bersekolah di SMA Labschool Kebayoran memberikan banyak keuntungan bagi dirinya sendiri. Pertama Ia menjadi lebih disiplin karena di SMA Labschool Kebayoran setiap siswa ditanamkan nilai kedisiplinan yang tinggi melalui berbagai peraturan yang diterapkan.  Disiplin waktu yang diajarkan di SMA Labschool Kebayoran tidak hanya untuk kegiatan akademis saja tetapi juga untuk kegiatan non-akademis. Sehingga memang, managemen waktu para siswa SMA Labschool Kebayoran bisa dikatakan cukup baik. Kedua,adanya pergaulan yang baik. Pergaulan di SMA Labschool Kebayoran tidak hanya sebatas antara sesama siswa saja tetapi juga ada pergaulan antara siswa dengan guru yang menimbulkan terjalinnya pergaulan yang baik antara seluruh anggota SMA Labschool Kebayoran. Selain itu, dalam pergaulan sehari-hari setiap orang memiliki sikap untuk saling menghargai satu sama lain dan juga sikap saling memperhatikan. Sehingga saya menarik kesimpulan bahwa kepedulian di SMA Labschool Kebayoran cukup tinggi. Sama seperti Kak Ganis, ketika ditanyakan mengenai sisi negatif dari SMA Labschool Kebayoran Kak Puput juga belum menemukan adanya sisi negatif tersebut karena manfaat dari semua kegiatan yang ada di SMA Labschool Kebayoran sangat terasa dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Kak Puput, program yang ada di Labschool yang manfaatnya paling dirasakan adalah program Trip Observasi dan Bintama. Trip Observasi membuat kita dapat lebih mengenal kehidupan yang belum pernah dirasakan sebelumnya sehingga kita jadi mampu untuk lebih bertoleransi dan berempati dengan kehidupan orang-orang yang ada di sekitar kita. Selain itu, Trip Observasi adalah saat yang paling tepat untuk mengenal karakter dari teman-teman seangkatan. Sedangkan untuk Bintama bagi Kak Puput juga tidak kalah pentingnya karena melalui Bintama para siswa diajarkan untuk memiliki sikap disiplin yang tinggi dan mau mencoba hal-hal yang baru. Karena kita diajarkan untuk mau mencoba hal-hal baru, maka pada akhirnya bisa menjadi suatu cara untuk mengurangi ketakutan yang kita miliki terhadap hal-hal yang sebelumnya kita takuti. Sedangkan, kegiatan yang kurang berguna bagi Kak Puput adalah kegiatan studi lapangan yang dilakukan pada saat kelas XII terutama bagi siswa program IPA. Menurut Kak Puput, pada studi lapangan tersebut  seringkali materi yang diajarkan bukanlah merupakan suatu materi baru yang bisa berguna pada saat belajar di sekolah. Kak Puput juga aktif dalam kegiatan organisasi yang ada di SMA Labschool Kebayoran. Kak Puput merupakan Ketua Osis Ksatrianala Sagrayudha. Bisa dikatakan, Kak Puput merupakan Ketua Osis perempuan pertama yang ada di SMA Labschool Kebayoran. Mengikuti organisasi bagi Kak Puput sangatlah berguna karena organisasi yang ada di SMA Labschool Kebayoran dapat dikatakan sebagai organisasi yang paling hidup dibandingkan dengan organisasi yang ada di sekolah-sekolah lain. Dengan mengikuti organisasi di SMA Labschool Kebayoran, para siswa dapat mengetahui cara untuk bisa memanage waktu dengan. Melalui organisasi, para siswa juga dituntut untuk selalu berpikir kreatif dalam mencari ide dan juga terobosan bagi setiap program yang ada. Selain itu, para siswa juga menjadi tahu bagaimana cara untuk bekerja sama dengan orang-orang yang memiliki karakter yang berbeda mulai dari bekerja dengan teman hingga bekerja dengan orang-orang yang sudah lebih berpengalaman seperti guru, senior maupun para alumni. Kak Puput mengakui bahwa bersekolah di Labschool amat sangat membantu kehidupannya di jenjang Perguruan Tinggi. Hal itu dikarenakan setiap kegiatan yang ada di SMA Labschool Kebayoran memiliki standard yang tinggi sehingga nantinya tidak akan membuat kita terkejut saat berada di Perguruan Tinggi. Contohnya saja pada saat ospek di fakultas dan juga universitas, para alumni SMA Labschool Kebayoran sudah mengerti apa yang ada dibalik semua arahan yang diberikan oleh para senior karena mereka telah terlatih pada saat Pra-TO dan Bintama. Selain itu, pembagian waktu yang baik dan melakukan kerjasama dalam segala kegiatan kampus sudah menjadi hal yang tidak sulit lagi karena mereka sudah terbiasa untuk mengatur program kerja dan juga kegiatan akademis selama bersekolah di SMA Labschool Kebayoran. Pada akhir wawancara, saya juga menanyakan kepada Kak Puput saran apa yang ingin ia berikan kepada SMA Labschool Kebayoran. Kak Puput menyarankan agar seluruh program yang telah menjadi unggulan dan ciri khas dari SMA Labschool Kebayoran sebaiknya dipertahankan karena manfaat dari kegiatan tersebut sudah sangat terasa bagi dirinya sendiri. Selain itu, budaya dan kebersamaan serta sikap saling menghargai yang sudah ada sejak dulu juga sebaiknya tetap di pertahankan. Dan yang terakhir, jalankanlah segala program yang ada dengan semangat serta tetap mengingat segala tujuan yang ingin dicapai dari setiap kegiatan yang ada.

3.Kak Yuscha Anindya (Nawastra)
Screen Capture BBM dengan Kak Yuscha
Alumni terakhir yang saya wawancarai adalah Kak Yuscha Anindya atau biasa dipanggil Kak Yuscha. Ia merupakan alumni SMA Labschool Kebayoran angkatan 9 atau nawastra yang baru saja lulus. Setelah lulus SMA, Kak Yuscha melanjutkan pendidikannya di Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret di Surakarta. Wawancara dengan Kak Yuscha saya lakukan pada hari Jumat 21 September 2012 dengan bantuan dari teman saya Excel. Jadi, Excel mengawali wawancara kemudian saya mengajukan pertanyaan. Menurut Kak Yuscha, nilai plus dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran tidak dapat dirasakan pada saat masih bersekolah disini tetapi baru dapat ia rasakan pada saat kuliah. Nilai plus yang ia sendiri rasakan adalah attitude atau sikap setiap siswanya yang bisa dikatakan A+. Memiliki mental yang kuat juga dapat dikatakan sebagai nilai plus yang dimiliki oleh setiap siswa SMA Labschool Kebayoran. Sedangkan, untuk nilai minusnya adalah beberapa guru yang cenderung subjektif serta gaya hidup yang bisa dibilang hedon untuk siswa SMA. Bagi Kak Yuscha, program yang paling berguna di SMA Labschool Kebayoran adalah kegiatan Trip Observasi karena melalui Trip Observasi setiap siswa dilatih untuk bisa berargumen dan memiliki mental yang kuat. Sedangkan, kegiatan yang kurang berguna adalah kegiatan Parents Day. Menurut Kak Yuscha, konsep dari parents day sendiri sebenarnya cukup baik tetapi karena pada saat pelaksanaannya kurang begitu maksimal maka pada akhirnya parents day menjadi kurang berguna. Mengikuti organisasi di SMA Labschool Kebayoran bagi Kak Yuscha sangatlah berguna karena siswa dapat menjadi lebih luwes dan dapat menyampaikan pendapat atau aspirasi yang ingin mereka sampaikan tanpa harus merasa takut atau malu. Tidak seperti siswa dari SMA lain yang kadang tidak mampu menyampaikan pendapat mereka dengan baik.  Di akhir wawancara saya dengan Kak Yuscha, ia memberikan saran agar SMA Labschool Kebayoran dapat terus melatih mental dan soft skill setiap siswa karena kedua hal tersebut akan berguna pada saat sudah berada di jenjang perguruan tinggi. Selain itu Kak Yuscha juga memberikan tips bagi para siswa agar tidak menghilangkan pedoman penulisan karya tulis karena nantinya akan berguna di kemudian hari. 


Dari wawancara dengan ketiga alumni diatas, saya dapat menyimpulkan bahwa sebenarnya meskipun kegiatan yang ada di SMA Labschool Kebayoran cukup banyak tetapi semuanya memiliki tujuan yang positif yang nantinya akan membuat setiap siswa menjadi pribadi yang berkualitas. Walaupun saya belum lulus dari SMA Labschool Kebayoran, saya sendiri telah merasakan salah satu manfaat dari mengikuti kegiatan yang ada yaitu kemampuan untuk bisa membagi waktu dengan baik. Sehingga, saya pun setuju akan pendapat Kak Puput agar SMA Labschool Kebayoran mempertahankan setiap program-program yang telah menjadi ciri khas dan unggulan seperti Bintama dan TO karena pasti cepat atau lambat setiap siswa akan merasakan dampak positif dari kegiatan tersebut. Saya setuju akan pendapat Kak Ganis bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan tentunya memiliki tujuan dan dampak positif bagi kehidupan para siswa nantinya. Tetapi, saya sendiri juga menyetujui pendapat dari Kak Yuscha yang mengatakan bahwa kegiatan parents day memiliki konsep yang bagus namun dalam penerapannya kurang begitu maksimal sehingga menimbulkan kesan kurang berguna bagi para siswa. Hal itu sendiri terbukti pada saat saya mengikuti parents day tahun lalu. Banyak siswa yang membolos dan tidak mengikuti kegiatan ini karena memang bisa dikatakan kegiatan ini cukup membosankan. Isi dari kegiatan ini hanya sebatas ceramah dari para narasumber yang membuat para siswa menjadi bosan dan memutuskan untuk tidak mengikuti kegiatan ini. Maka dari itu, saya berharap agar pada kegiatan parents day berikutnya kegiatan ini dapat dibuat dengan lebih menarik sehingga para siswa pun berminat untuk datang dan manfaat dari kegiatan ini dapat benar-benar dirasakan oleh para siswa. Saya pribadi berharap agar di masa depan, saya juga dapat merasakan manfaat dari mengikuti pendidikan di SMA Labschool Kebayoran seperti apa yang telah dirasakan oleh para alumni.  Semoga, 3 tahun yang akan saya jalankan disini kelak akan berguna bagi diri saya di masa depan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar