Kamis, 20 September 2012

Tugas-2 Plus-Minus Labsky


Plus Minus Sekolah di Labschool Kebayoran dan Manfaatnya
Pada tugas kali ini, saya berhasil mewawancarai tiga orang sumber dari alumni  Sma Labschool Kebayoran Baru, yang saya wawancarai adalah Gusti Rainada Dipta Noor dari angkatan Triseka(Tri Setya Pamungkas) atau angkatan ke tiga, Isthi Prasasya dari angkatan Hastara (Hasta Praja Sanggakara) atau angkatan ke delapan dan Adella Maulana Sumedi dari angkatan Nawastra ( Nawa Drastha Sandyadira) atau angkatan ke sembilan, dua sumber pertama yang saya sebutkan saya wawancarai secara langsung sementara untuk sumber terakhir saya wawancarai melalui Blackberry messenger (BBM). Wawancara ini benar-benar tidak diubah dan semua hasil wawancara memang seperti itu adanya. Berikut hasil wawancara saya dengan para alumni tersebut.
A.Gusti Rainada Dipta Noor
Gusti Rainada Dipta Noor atau yang biasa dipanggil Nada merupakan alumni Labschool Kebayoran Baru angkatan Triseka(Tri Setya Pamungkas) atau angkatan ke tiga. Beliau dulu merupakan anggota OSIS dari OSIS Antrama (Anayaka Catra Dharma). Saat Sma di Labschool Kebayoran Baru beliau mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial atau IPS. Beliau Kuliah di Universitas Trisakti dan kuliah di jurusan kesenian. Hobi beliau adalah bermain gitar dan fotografi. Saya mengenal kak Nada karena beliau adalah guru dari ekstrakulikuler saya yakni Skyblitz. Saya mengenal beliau sudah lebih dari satu tahun. Saya mewawancari beliau pada hari Jumat tanggal 7 bulan September tahun 2012 di Sma Labschool Kebayoran Baru tepatnya di depan ruang guru. Berikut hasil wawancara saya. Menurut beliau, kelebihan sekolah di Sma Labschool Kebayoran Baru adalah Sma Labschool Kebayoran Baru memiliki fasilitas yang sangat baik, sistem pelajarannya juga cukup bagus, ektrakulikuler atau ekskul yang terdapat di Sma Labschool Kebayoran Baru menarik, biaya yang diperlukan untuk sekolah di Sma Labschool Kebayoran Baru juga tidak terlalu mahal seperti sekolah swasta lainnya dan guru-guru yang mengajar cukup baik kepada murid-murid Sma Labschool Kebayoran Baru. Menurut beliau selama tiga tahun sekolah di Sma Labschool Kebayoran Baru beliau merasa senang. Kekurangan dari Sma Labschool Kebayoran Baru menurut beliau adalah dulu saat beliau Sma di Labschool Kebayoran Baru beliau pernah menghadapi konflik-konflik kecil terutama karena beliau adalah anggota OSIS, dan beliau menyayangkan pelajaran kesenian karena waktu yang diberikan oleh Sma Labschool Kebayoran Baru kurang di konsentrasikan, menurut beliau sekolah seharusnya menyeimbangkan antara seni dan akademik, menurut beliau di Sma Labschool Kebayoran Baru kesenian kurang di hargai atau beliau anggap tidak penting karena di Sma Labschool Kebayoran Baru hanya diadakan satu minggu sekali dan hanya dua jam pelajaran, menurut beliau materi kesenian yang diberikan kepada siswa di Sma Labschool Kebayoran Baru kurang penting dan harus ditingkatkan lebih baik lagi, baik dalam segi materi maupun jam pelajarannya. Menurut beliau semua pelajaran di Sma Labschool Kebayoran Baru secara tidak langsung terpakai di kehidupan dan saat kuliah nantinya. Demikian Wawancara saya dengan kak Gusti Rainada Dipta Noor dari angkatan Triseka (Tri Setya Pamungkas) atau angkatan ke tiga

Foto saya bersama kak Nada

B. Isthi Prasasya
Isthi Prasasya atau yang biasa dipanggil Isthi merupakan alumni Sma Labschool Kebayoran Baru dari angkatan Hastara (Hasta Praja Sanggakara) atau angkatan ke delapan. Beliau sekarang sedang kuliah di Universitas Katolik Atma Jaya di Jakarta dan mengambil Fakultas Psikologi. Saya mengenal kak Isthi karena beliau adalah kakak dari teman saya yaitu Mardika Parama yang juga satu kelas dengan saya di Sma Labschool Kebayoran Baru yakni kelas XI IPS 2. Saat Sma di Labschool Kebayoran Baru beliau mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial atau IPS. Saya mewawancarai beliau tanggal 16 bulan September tahun 2012 yang bertepatan dengan acara Skylite 2012. Saya mewawancarai beliau bersama dengan Mardika Parama di rumah beliau karena rumah beliau berdekatan dengan rumah saya.Berikut hasil wawancara saya. Menurut beliau kelebihan atau sisi positif dari Sma Labschool Kebayoran Baru itu adalah menekankan semua siswa-siswinya untuk bisa melakukan apa saja dan Sma Labschool Kebayoran memiliki standar yang tinggi. Menurut beliau pelajaran yang diajarkan di Sma Labschool Kebayoran Baru sangat baik dan mungkin ada beberapa materi pelajaran yang tidak diajarkan di Sma lainnya. Menurut beliau pengajar di Sma Labschool Kebayoran Baru sangat baik. Menurut beliau di Sma Labschool Kebayoran Baru ada kegiatan-kegiatan yang tidak dilaksanakan oleh Sma lain seperti Bina Mental dan Kepemimpinan Siswa atau BINTAMA , Trip Observasi atau TO, dan lari pagi. Menurut beliau Ekstrakulikuler atau ekskul yang terdapat di Sma Labschool Kebayoran Baru Cukup banyak. Kekurangan atau sisi negatif dari Sma Labschool Kebayoran Baru menurut beliau adalah Sma Labschool Kebayoran Baru terlalu ketat baik dalam segi waktu dan segi pelajaran tidak seperti sekolah negeri yang bebas dan kadang ada beberapa hal yang tidak penting dilaksanakan. Menurut beliau kantin di Sma Labschool Kebayoran Baru kurang memadai karena makanan sehatnya kurang banyak dan kebersihan di kantin kurang baik karena menurut beliau semasa Sma di Labschool Kebayoran Baru beliau sering melihat tikus dan hewan-hewan lain di kantin. Manfaatnya untuk di perkuliahan menurut beliau karena di Sma Labschool Kebayoran Baru sangat ketat di bandingkan dengan sekolah lainnya, beliau menjadi lebih tepat waktu karena di perkuliahan untuk mengumpulkan tugas ada batasan waktu sehingga beliau sudah terbiasa untuk mengumpulkan tugas sesuai dengan waktu yang di tentukan. Menurut beliau pelajaran Sma di Labschool Kebayoran Baru yang tidak diperlukan ada cukup banyak untuk beliau di perkuliahan seperti kesenian dan Olah raga, namun menurut semua itu tergantung para siswa atau siswi ingin kuliah di jurusan apa, seperti siswa dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alam atau IPA yang mengambil jurusan ekonomi yang seharusnya milik siswa dan siswi dari jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial atau IPS menyebabkan banyaknya pelajaran di Sma yang tidka terpakai. Menurut beliau pelajaran yang tidak terlalu berguna di perkuliahan adalah sejarah karena menurut beliau pelajaran sejarah tidak secara langsung berguna bagi perkuliahan. Demikian wawancara saya dengan kak Isthi Prasasya dari angkatan Hastara (Hasta Praja Sanggakara) atau angkatan ke delapan.

Foto saya dengan Mardika Parama (Tengah) dan kak Isthi Prasasya(kanan) yang merupakan alumni dari angkatan Hastara(Hasta Praja Sanggakara) atau angkatan ke delapan.

C. Adella Maulana Sumedi
Adella Maulana Sumedi atau yang biasa dipanggil  Della merupakan alumni dari Sma Labschool Kebayoran Baru dari angkatan Nawastra ( Nawa Drastha Sandyadira) atau angkatan ke sembilan. Beliau sekarang kuliah di Universitas Padjajaran atau UNPAD di Bandung dan mengambil jurusan hukum. Saya mengenal kak Della karena beliau adalah pembimbing saya pada saat Masa Orientasi Siswa atau MOS di Sma Labschool Kebayoran Baru. Beliau dulu adalah anggota OSIS dari OSIS Dranadaraka Wirasaka dan beliau berada di bagian Dana dan Logistik atau Danlog. Saat Sma Beliau mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Alam atau IPA. Saya mewawancarai beliau pada tanggal 17 bulan September tahun 2012. Saya mewawancarai kak Della melalui Blackberry Messenger atau BBM. Berikut hasil wawancara saya. Menurut beliau, kelebihan atau sisi positif dari Sma Labschool Kebayoran Baru adalah materi akademik dan non-akademik sama-sama seimbang dan sangat bagus terutama non-akademik nya karena materi non-akademik di Sma Labschool Kebayoran Baru sangat berguna nantinya untuk di perkuliahan karena siswa dan siswi dari Sma Labschool Kebayoran Baru dikenal oleh banyak orang karena mampu mengatur atau memange acara dengan sangat baik. Menurut beliau, guru-guru di Sma Labschool Kebayoran Baru sangat baik terhadap siswa dan siswi yang diajarkan oleh para guru tersebut. Kekurang atau sisi negatif dari Sma Labschool Kebayoran menurut beliau adalah Labschool Kebayoran Baru kurang membimbing siswa-siswinya dalam Saringan Masuk Nasional Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN dan menurut beliau siswa dan siswi di Sma Labschool Kebayoran Baru baru dibimbing pada kelas tiga atau kelas dua belas untuk Ujian Akhir Nasional atau UAN. Menurut beliau pelajaran yang kurang penting untuk di perkuliahan adalah pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam atau IPA nya karena beliau saat kuliah berpindah dari Ilmu Pengetahuan Alam ke jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial atau IPS, namun pelajaran matematika di Sma Labschool Kebayoran Baru sangat membantu untuk di Saringan Masuk Nasional Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN dan menurut beliau siswa dan siswi dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alam sangat rajin sehingga sifat rajin ini terbawa hingga beliau berada di kuliah. Demikian wawan cara saya dengan kak Della dari angkatan Nawastra ( Nawa Drastha Sandyadira) atau angkatan ke sembilan.

Hasil Screenshot dari wawancara saya dengan kak Della yang merupakan alumni dari angkatan Nawastra ( Nawa Drastha Sandyadira) atau angkatan ke sembilan.
D. Kritik
Saya setuju dengan pernyataan kak Nada bahwa sisi positif dari Sma Labschool Kebayoran Baru adalah memiliki fasilitas yang bagus dan saya juga setuju dengan pernyataan kak Nada bahwa Ekstrakulikuler atau ekskul di Sma Labschool Kebayoran Baru sangat menarik, sistem pelajarannya baik dan guru-guru yang terdapat di Sma Labschool Kebayoran Baru baik terhadap siswa dan siswinya namun saya kurang setuju terhadap pernyataan beliau bahwa sekolah di Sma Labschool Kebayoran Baru tidak memerlukan banyak biaya karena menurut saya pribadi Sma Labschool Kebayoran Baru memerlukan biaya yang banyak dibandingkan dengan sekolah saya yang terdahulu karena saya juga merupakan alumni dari sekolah swasta sebelum diterima di Sma Labschool Kebayoran Baru. Menurut saya Sma Labschool Kebayoran Baru sering memintai dana seperti untuk Skyave dan Skylite dan dana-dana tersebut tidak sedikit dan kadang membuat siswa dan siswi kewalahan untuk meminta uang kepada orang tua mereka padahal seharusnya sudah dari awal dana tersebut dimasukkan ke dana POMG agar siswa tidak perlu meminta uang lagi ke orang tua yang sudah membayar POMG untuk satu tahun dan ini menyebabkan sekolah di Sma Labschool Kebayoran Baru menjadi agak mahal namun tidak semahal sekolah swasta lainnya di Jakarta karena saya dulu sekolah swasta di Depok. Dari segi sisi negatif menurut kak Nada saya juga setuju bahwa seni di Sma Labshool Kebayoran Baru kurang dihargai namun jam pelajaran yang diberikan sudah cukup karena apabila siswa terlalu banyak belajar seni akan menyebabkan siswa merasa malas untuk belajar pelajaran akademik. Saya setuju dengan pernyataan kak Isthi bahwa Sma Labschool Kebayoran Baru memiliki akademik yang tinggi, kegiatannya sangat baik, ektrakulikulernya atau ekskulnya banyak dan guru-guru di Sma Labschool Kebayoran Baru baik terhadap siswa dan siswinya. Saya setuju dengan pernyataan beliau bahwa Sma Labschool Kebayoran Baru sangat ketat dan itu berguna untuk nantinya. Saya tidak setuju bahwa kantin di Sma Labschool Kebayoran Baru kurang bersih karena menurut saya kantin di Sma Labschool Kebayoran Baru bersih dan saya kurang setuju dengan pernyataan beliau bahwa pelajaran sejarah kurang penting karena menurut saya pelajaran sejarah sangat penting karena dengan mempelajari sejarah, kita dapat merubah baik diri kita dan lainnya ke arah yang lebih baik dan kita dapat belajar untuk tidak melakukan kesalahan yang sama dari pendahulu kita dan kita harus mengambil sisi positif dari pendahulu kita. Saya setuju dengan pernyataan kak Della bahwa Labschool Kebayoran Baru memiliki sistem akademik dan non akademik yang baik. Saya juga setuju tentang pernyataan beliau bahwa di Labschool Kebayoran Baru kurang dibimbing untuk Saringan Masuk Nasional Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN dan untuk Ujian Akhir Nasional atau UAN.
E. Kesimpulan
Dari hasil wawancara saya dengan tiga narasumber yakni Gusti Rainada Dipta Noor dari angkatan Triseka (Tri Setya Pamungkas) atau angkatan ke tiga, Isthi Prasasya dari angkatan Hastara (Hasta Praja Sanggakara) atau angkatan kedelapan, dan Adella Maulana Sumedi dari angkatan Nawastra (Nawa Drastha Sandyadira) atau angkatan kesembilan, saya dapat menyimpulkan bahwa Labschool Kebayoran Baru memiliki sistem akademik dan non- akademik yang sangat baik untuk di perkuliahan atau bekerja dan guru-guru di Sma Labchool Kebayoran Baru sangat baik terhadap siswa dan siswinya walaupun bersekolah di Sma Labschool Kebayoran Baru memerlukan dana yang agak banyak.
F. Penutup
Demikian hasil wawancara saya dengan alumni dari Sma Labschool Kebayoran Baru, semoga tulisan ini dibaca oleh pemimpin dari Sma Labschool Kebayoran Baru dan pemimpin-pemimpin tersebut dapat membawa Sma Labschool Kebayoran Baru ke masa depan yang lebih cerah. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar