Senin, 24 September 2012

Tugas-2 Plus-Minus Labsky

SMA Labschool Kebayoran; Gudangnya Kegiatan

            Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa / murid di bawah pengawasan guru. Sebagian besar negara memiliki sistem pendidikan formal, yang umumnya wajib. Dalam sistem ini, siswa kemajuan melalui serangkaian sekolah. Nama-nama untuk sekolah-sekolah ini bervariasi menurut negara (dibahas pada bagian Daerah di bawah), tetapi umumnya termasuk sekolah dasar untuk anak-anak muda dan sekolah menengah untuk remaja yang telah menyelesaikan pendidikan dasar.
Selain sekolah-sekolah inti, siswa di negara tertentu juga mungkin memiliki akses dan mengikuti sekolah-sekolah baik sebelum dan sesudah pendidikan dasar dan menengah. TK atau pra-sekolah menyediakan sekolah beberapa anak-anak yang sangat muda (biasanya umur 3-5 tahun). Universitas, sekolah kejuruan, perguruan tinggi atau seminari mungkin tersedia setelah sekolah menengah. Sebuah sekolah mungkin juga didedikasikan untuk satu bidang tertentu, seperti sekolah ekonomi atau sekolah tari. Alternatif sekolah dapat menyediakan kurikulum dan metode non-tradisional.
Ada juga sekolah non-pemerintah, yang disebut sekolah swasta. Sekolah swasta mungkin untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus ketika pemerintah tidak bisa memberi sekolah khusus bagi mereka; keagamaan, seperti sekolah Islam, sekolah Kristen, hawzas, yeshivas dan lain-lain, atau sekolah yang memiliki standar pendidikan yang lebih tinggi atau berusaha untuk mengembangkan prestasi pribadi lainnya. Sekolah untuk orang dewasa meliputi lembaga-lembaga pelatihan perusahaan dan pendidikan dan pelatihan militer.
-Pengertian Sekolah menurut id.wikipedia.org

            SMA Labschool Kebayoran adalah sebuah sekolah swasta yang berada di Jl. K.H. Ahmad Dahlan no. 14, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. SMA Labschool Kebayoran berdiri tahun 2001 diatas tanah bekas Sekolah Guru Olahraga. SMA Labschool Kebayoran atau biasa dikenal dengan nama SMA Labsky tidak hanya menyediakan pendidikan formal untuk para muridnya, tapi juga kegiatan- kegiatan unggulan yang tidak kalah mendidik dan berguna dari pendidikan formal. 2 contoh kegiatan unggulan SMA Labschool Kebayoran adalah Trip Observasi dan Bina Mental Kepemimpinan Siswa.
            Trip Observasi yang biasa disingkat TO adalah kegiatan yang dilakukan di luar sekolah ke duatu daerah yang telah ditetapkan. Di daerah tersebut, murid- murid melakukan pengamatan tentang hal- hal yang telah ditetapkan pula. TO biasa berlangsung selama 5 hari 4 malam. TO tidak hanya menghasilkan nilai yang didapat dari hasil pengamatan, namuan menghasilkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan antarangkatan dan juga antarmurid satu angkatan. Sedangkan Bina Mental Kepemimpinan Siswa yang biasa disebut BINTAMA adalah kegiatan tahunan SMA Labschool Kebayoran. Kegiatan ini melibatkan KOPASSUS sebagai pelatih untuk memberikan latihan pembinaan mental serta kepemimpinan bagi para murid kelas 10.
            Kegiatan non-akademik di SMA Labschool Kebayoran tidak berhenti sampai disitu saja. Seperti halnya sekolah- sekolah lain, SMA Labschool Kebayoran juga memiliki sebuah organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang secara rutin berganti kepengurusannya setahun sekali pada tanggal 17 Agustus. Keberadaan OSIS juga dibarengi dengan adanya Majelis Perwakilan Kelas (MPK). Pelantikan OSIS dan MPK dilaksanakan di sekolah, setelah sebelumnya para OSIS,  MPK, calon pengurus OSIS, serta calon pengurus MPK berlari sejauh 17 km dari Taman Makam Pahlawan Kalibata. OSIS di SMA Labschool Kebayoran memiliki beberapa program unggulan diantaranya Sky Battle; Program pertandingan olahraga antar pelajar SMA se-Jabodetabek, Sky Avenue; Acara pentas seni dan aneka kegiatan internal maupun eksternal lainnya.
            Terdapat banyak ekstrakurikuler dari berbagai bidang di SMA Labschool Kebayoran. Di bidang olahraga ada sepak bola, rugby, bola basket, futsal, bulu tangkis dan pecinta alam. Di bidang seni dan keterampilan ada paduan suara, tari tradisional, modern dance, kuliner, dan lainnya. Ekstrakurikuler di SMA Labschool Kebayoran bias dibilang cukup aktif ikut serta dalam kegiatan perlombaan di luar sekolah. Selain ekstrakurikulernya yang beraneka ragam, ada juga komunitas seperti komunitas pemain perkusi yang dikenal dengan nama LAMURU, komunitas pesepeda, Paskibra dan komunitas lainnya.
            Banyaknya kegiatan non-akademik di SMA Labschool Kebayoran tidak mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar. Hal itu terbukti dengan lulusnya murid- murid SMA Labschool Kebayoran dengan nilai yang memuaskan dan masuknya lulusan- lulusan SMA Labschool Kebayoran ke perguruan tinggi ternama baik di dalam maupun luar negeri.           
            Meskipun terkenal dengan nilai- nilai positifnya, SMA Labschool Kebayoran juga pasti memiliki nilai negative, baik di mata siswa- siswinya, maupun dari alumni- alumninya. Dalan kesempatan ini, saya berhasil mewawancarai 3 alumni SMA Labschool Kebayoran dari angkatan 9, Nawa Drastha Sandyadira (Nawastra) yaitu Kak Fatria Metsa(Fatria), Kak Adila Nathania(Thanya), dan Kak Ardhina R Mahendrata(Dhinang) mengenai kelebihan dan kekurangan bersekolah di SMA Labschool Kebayoran.
Kak Fatria Metsa
            Saat ditanya mengenai kelebihan bersekolah di SMA Labschool Kebayoran, Kak Fatria menjawab bahwa kegiatan- kegiatan yang pernah dilaksanakan saat di SMA sangat berguna untuk dunia perkuliahan dan tidak membuat kaget dengan kesibukan- kesibukan pada saat kuliah. Kak Fatria menyarankan agar SMA Labschool Kebayoran mempertahankan kegiatan- kegiatan yang telah ada agar angkatan selanjutnya dapat terbantu pada saat memasuki dunia perkuliahan. Sedangkan saat ditanya mengenai kekurangan SMA Labschool Kebayoran, Kak Fatria menjawab tidak ada kekurangan.

Kak Adila Nathania
            “Pengalaman aku selama di Labsky hampir gaada (-) nya”, jawab Kak Thanya saat disuguhi pertanyaan tentang kekurangan bersekolah di SMA Labschool Kebayoran. Kak Thanya berpendapat bahwa bersekolah di SMA Labschool Kebayoran adalah 3 tahun yang berkesan. Kak Thanya mengaku capek pada saat awal masuk sekolah karena belum terbiasa dan ada kegiatan yang menguras tenaga seperti TO dan BINTAMA. Tapi Kak Thanya tidak menghiraukan rasa lelahnya karena ia tahu kegiatan- kegiatan yang dilakukan pasti akan berguna nantinya di masa depan dan akan menjadi hal yang ngangenin. Kak Thanya beranggapan bahwa masa- masa kela 11 adalah masa- masa yang paling ngangenin dan sudah seharusnya kita menyatu dan menambah keakraban dengan teman- teman satu angkatan. “Di kelas 11 pasti lebih banyak gabut di sekolah karena ngurusin kepanitiaan kaya Sky Avenue, Skylite, dan , Sky Battle, apalagi kalo kamu OSIS/MPK”, jelas Kak Thanya mengenai kehidupan di masa- masa kelas 11. Nah, lain dengan kehidupan kelas 11 yang penuh canda tawa dan nyantai-nyantai, di kelas 12 ini ada rasa sedih karena sebentar lagi akan meninggalkan SMA Labschool Kebayoran dan harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk pelajaran tambahan sebelum/sepulang sekolah, serta bimbingan belajar yang menyita waktu pastinya. sebagai murid kelas 12, kita juga harus berjuang agar mendapat nilai yang maksimal saat ujian, juga perguruan tinggi yang diinginkan.




Kak Ardhina R Mahendrata
            Banyaknya kegiatan dan program yang memberikan dampak positif yang tidak ada di sekolah lain dan budaya- budaya khas SMA Labschool Kebayoran adalah hal- hal yang menurut Kak Dhinang memberikan manfaat saat bersekolah di SMA Labschool Kebayoran selama kurang-lebih 2 tahun. “Capek” adalah hal pertama yang dikatakan Kak Dhinang saat menjelaskan kekurangan bersekolah di SMA Labschool Kebayoran. Faktor bahwa sekolah swasta seperti SMA Labschool Kebayoran membuat lulusannya agak kesusahan masuk ke perguruan tinggi negeri juga merupakan kekurangan bersekolah di SMA Labschool Kebayoran, “Karena perguruan tinggi negeri pasti prioritasin sekolah negeri.”, ujarnya. KKM SMA Labschool Kebayoran juga dinilai rendah sehingga membuat nilai di laporan hasil belajar juga rendah. Jika dibandingkan dengan nilai- nilai para lulusan sekolah negeri, angka pada laporan hasil belajar lulusan SMA Labschool Kebayoran menjadi lebih rendah, padahal menurut Kak Dhinang, anak- anak Labsky juga tidak kalah pintar dibandingkan sekolah lain. Hanya standar penilaiannya saja yang berbeda. Kak Dhinang menyarankan agar SMA Labschool Kebayoran mengevaluasi ulang sistem penilaian hasil belajar agar tidak menyusahkan lulusannya ketika mendaftar ke perguruan tinggi negeri.



            Dari hasil wawancara dengan ketiga alumni diatas, saya menyimpulkan bahwa kelebihan bersekolah di SMA Labschool Kebayoran itu adalah banyaknya kegiatan yang membawa dampak positif bagi diri kita. Dengan adanya banyak kegiatan, kita juga dapat mengatur waktu antara kegiatan akademik dan kegiatan tambahan atau non- akademik seperti kepanitiaan dalam event-event  seperti Sky Battle, Sky Avenue, dan event besar lainnya. Kegiatan- kegiatan khas SMA Labschool Kebayoran seperti TO dan BINTAMA juga membuat kita terbiasa dan tidak kaget dengan dunia perkuliahan yang pastinya lebih berat. TO dan BINTAMA juga ‘sukses’ membuat para alumni rindu bersekolah di SMA Labschool Kebayoran. Sementara, kekurangan bersekolah di SMA Labschool Kebayoran adalah padatnya kegiatan dan jadwal yang ada dapat menguras tenaga. Standar nilai atau KKM yang lebih rendah dibandingkan dengan SMA sekelas lainnya juga merupakan kekurangan SMA Labschool Kebayoran. Standar nilai atau KKM yang lebih rendah membuat para lulusan SMA Labschool Kebayoran kesulitan saat mendaftar di pergurruan tinggi negeri yang diinginkan.
            Semoga dengan dilakukannya wawancara diatas, SMA Labschool Kebayoran dapat mempertahankan dan meningkatkan nilai- nilai positif yang sudah ada, serta menghilangkan kekurangan dan menggantikannya dengan kelebihan yang dapat membuat nama SMA Labschool Kebayoran semakin baik di mata masyarakat.

          

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar