Rabu, 19 September 2012

Tugas 2 - Plus Minus Labsky


“Membangun Kedisiplinan Sejak SMA”

Pendidikan merupakan hal yang penting bagi seluruh manusia. Pendidikan bisa didapatkan dengan cara bersekolah. Di sekolah, kita tidak hanya diajari hal-hal eksak dan teori-teori saja. Tetapi kita juga diajarakan mengenai sikap, sopan santun, dan kedisiplinan. Hal-hal ini tentunya menjadi bekal yang penting di masa depan.

Sekolah sudah seperti rumah kedua kita. Jika dihitung-hitung, kita lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah daripada di rumah. Misalnya di SMA Labschool Kebayoran. Kita menghabiskan 8,5 jam waktu kita di sekolah, dari jam 7 pagi sampai jam setengah 4 sore. Tetapi pasti banyak murid-murid SMA Labschool Kebayoran yang pulang lebih sore untuk kepentingan ekskul, remedial, pelajaran tambahan, komuitas, organisasi, dll.

SMA Labschool Kebayoran merupakan sekolah menengah atas yang terletak di Jl. K.H. Ahmad Dahlan No. 14, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. SMA ini pertama kali berdiri pada tanggal 12 Juli 2001. SMA Labschool Kebayoran adalah salah satu sekolah yang juga berada di bawah kepengurusan Yayasan Pembina-Universitas Negeri Jakarta (YP-UNJ). SMA Labschool Kebayoran bisa dibilang salah satu dari SMA terfavorit di Jakarta, karena kualitas dan reputasinya yang baik.

Tetapi hal yang baik juga pasti memiliki hal yang buruk. Sama halnya dengan SMA Labschool Kebayoran. Karena apapun di dunia ini pastilah tidak sempurna. Saya yang baru bersekolah di SMA ini selama 1 tahun 3 bulan masih belum pantas untuk menunjukkan sisi positif dan negative sekolah ini. Oleh karena itu, saya mewawancarai 3 alumni yang juga berasal dari SMA Labschool Kebayoran. Yaitu Kak Nabel Ihsan Muhammad dari Angkatan 9 (Nawa Drastha Sandyadira), Kak Ranadya Mayang Atsari dari Angkatan 7 (Sapta Garuda Adhikara), dan Ibu Syifa Widyaswari dari Angkatan pertama.

1.  Nabel Ihsan Muhammad
                Alumni pertama yang saya wawancarai adalah Kak Nabel  Ihsan Muhammad, yang biasa dipanggil Kak Nabel, dari Angakatan 9. Ia merupakan Ketua Umum OSIS Dranadaraka Wiraksaka dan Ketua Angkatan Nawastra. Kak Nabel baru saja lulus dari SMA Labschool Kebayoran dan melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Bandung. Ia merupakan senior saya yang berada 2 tahun di atas saya.


                Di sela-sela kesibukannya di kuliah, Kak Nabel masih menyempatkan diri untuk membalas pertanyaan saya melalui Blackberry Messenger. Menurutnya, di Labsky kita tidak hanya selalu belajar, tetapi kita juga diajarkan cara berorganisasi . Alumni Labsky juga memiliki percaya diri yang kuat dan bisa berhubungan dengan orang lain secara baik. Ia lalu melanjutakan, “Intinya, Anak labsky tidak individualis’.

                 Seperti yang dapat kita lihat sekarang, Labsky memiliki wadah untuk berorganisasi dengan baik yaitu OSIS. OSIS SMA Labschool Kebayoran merupakan organisasi yang tidak main-main dan dapat dibanggakan. Di sini, kita dapat belajar berkomunikasi dengan baik dan mencari jalan keluar dalam suatu permasalahan dengan jalan damai.

                SMA Labschool Kebayoran juga memiliki banyak kegiatan. Di kelas 10 kita mempunyai kegiatan-kegiatan seperti: Bintama, Trip Observasi, Studi Lapangan, dsb. Melalui kegiatan-kegiatan ini kita dididik untuk menjadi pribadi yang kuat dan tidak apatis. Agar dapat melewati kegiatan dengan baik, komunikasi antar teman di angkatan pastinya sangat dibutuhkan. Di mulai dari teman sendiri, kebiasaan berkomunikasi dengan baik terbawa sampai ke masa depan.


                Bagi kebanyakan orang, memiliki banyak tugas pastinya sangat merepotkan. Tetapi bagi Kak Nabel, memiliki banyak tugas di SMA malah membuat alumni labsky terbiasa saat mendapatkan tugas-tugas yang lebih banyak di kuliah. Practice makes perfect.

                Menurut Kak Nabel, keuntungan lain yang didapat di SMA Labschool Kebayoran adalah kedisiplinan yang sangat baik. Di Labsky, telat 5 menit saja kita sudah dapat treatment. Contohnya pada perpindahan pelajaran atau jam masuk sekolah. Walaupun hanya telat 5 menit, tetap tidak ada kompensasi dari guru piket dan mendapatkan hukuman. Misalnya dengan jalan jongkok, lari beberapa keliling di konblok, dsb. Tetapi hal ini bukan berarti guru-guru di SMA Labschool Kebayoran kejam. Hal ini dilakukan untuk melatih kedisiplinan, dan ternyata berhasil dilihat dari pengakuan Kak Nabel.

                “Labsky jauh dari tawuran antar SMAsehingga anak-anaknya terlihat sangat terdidik”, jelas Kak Nabel. Labsky memiliki banyak sekali kegiatan yang menyibukkan kita dan lebih penting dari tawuran sehingga hal-hal seperti itu Alhamdulillah tidak pernah terjadi. Reputasi SMA Labschool Kebayoran sangat baik. Selama 11 tahun berdiri, belum ada satu kali pun kasus tawuran yang berkaitan dengan SMA Labschool Kebayoran.


                Mengakhiri semuanya, Kak Nabel mengatakan bahwa bersekolah di Labsky menjadi modal awal untuk sukses di perkuliahan dan di kehidupan selanjutnya. Buktinya, banyak alumni labsky yang aktif di himpunan dan kabinet di perguruan tinggi. Setelah dijabarkan di atas hal-hal positif mengenai SMA Labsky, tentu saja bersekolah di Labsky merupakan pondasi yang baik dalam menghadapi dunia di tahap selanjutnya
.

                Setelah menjelaskan tentang kelebihan, Kak Nabel menjelaskan tentang kekurangan Labsky. Menurutnya murid-murid Labsky kurang peka terhadap lingkungan sekitarnya dan borjuis. “Nanti akan terasa pas kuliah ternyata gaya hidup anak labsky umumnya konsumeris. Padahal banyak anak-anak di sekolah lain yang untuk biaya sekolah saja sulit”, papar Kak Nabel.


2.  Syifa Widyaswari
                Alumni selanjutnya yang saya wawancarai adalah Ibu Syifa Widyaswari. Beliau lebih akrab di panggil Ibu Syifa. Bu Syifa merupakan alumni pertama di SMA Labschool Kebayoran. Bu Syifa lulus dari SMA Labschool Kebayoran pada tahun 2004 dan melanjutkan pendidikannya ke Universitas Negeri Jakarta. Selain itu, beliau juga sempat kembali ke SMA Labschool Kebayoran sebagai Guru Matematika.

                Saat saya mewawancari Bu Syifa melalui SMS mengenai kekurangan dan kelebihan bersekolah di SMA Labschool Kebayoran, beliau mengatakan bahwa ia tidak dapat menemukan kekurangannya. Di sisi lain,beliau memaparkan 4 poin kelebihan bersekolah di Labsky.


                Yang pertama adalah membuat alumninya bisa berargumentasi dengan baik. Di SMA Labschool Kebayoran, kami memang dilatih untuk bisa berargumentasi terhadap sesuatu yang kami percaya benar. Hal ini melatih kita agar berpendirian teguh dan dapat memperjuangkan apa yang kita percayai.

                Yang kedua adalah membuat alumninya lebih disiplin. Sekali lagi kedisiplinan. SMA Labschool Kebayoran memang identik dengan kedisiplinan yang sangat baik, contohnya seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya diatas.

                Yang ketiga adalah mendapat pengalaman-pengalaman yang tida didapat dari sekolah lain. Program-program di SMA Labschool Kebayoran memang sangat baik dan jarang, malah mungkin tidak ditemukan di sekolah lain. Kegiatan Trip Observasi contohnya. Lalu juga ada Bintama. Untuk kegiatan ekskulnya juga beragam dan menarik, misalnya Palabsky, dsb. Dengan bersekolah di SMA Labschool Kebayoran, kami mendapat banyak pengalaman tak terlupakan dan berbeda dari sekolah lain.

                Yang terakhir adalah membantunya dalam melamar pekerjaan. Dengan reputasi SMA Labschool Kebayoran yang baik, banyak perusahaan yang mau menerima alumni-alumni Labsky. Selain itu, pelajaran-pelajaran baik tentang teori eksak maupun sikap, sopan santun, dan kedisiplinan bisa kita dapatkan di Labsky.


3.  Ranadya Mayang Atsari
                Alumni ketiga dan yang terakhir saya wawancari adalah Kak Ranadya Mayang Atsari, atau lebih dikenal dengan Kak Mayang. Kak Mayang merupakan alumni SMA Lbchool Kebayoran dari angkatan 7, Sapta Garuda Adhikara. Kak Mayang Lulus dari SMA Labschool kebayoran pada tahun 2010 dan melanjutkan bangku kuliahnya ke Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti dan mengambil jurusan perhotelan. Kak Mayang sempat menjadi pengajar di ekskul kuliner SMA Labschool Kebayoran.

                Saat ditanya mengenai kelebihan dan kekurangan bersekolah di SMA Labschoo Kebayoran, ia mengatakan bahwa cara mendidik di SMA Labschool Kebayoran sangat baik. Yaitu dengan adanya berbagai macam kegiatan di Labsky. Ia menambahkan “Di Labsky, murid-muridnya bisa belajar tentang keorganisasian, kepemimpinan, mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab”.


                Dengan berbagai macam kegiatan di Labsky, tentunya melatih kita menjadi pribadi yang lebih baik. Contohnya kegiatan Pesanteran Ramadhan, Pilar, yang ada dapat menjadikan kita pribadi yang lebih spiritual. Lalu kegiatan BINTAMA dapat melatih fisik kita dan membuat kita menjadi lebih mandiri. Mengikuti OSIS juga membuat kita belajar berorganisasi dengan baik dan melatih kepemimpinan kita. Di Labsky, apapun yang kita lakukan juga harus dipertanggung jawabkan.

                Dilihat dari penjelasan Kak Mayang diatas, disebutkan bahwa di Labsky kita dapat belajar menjadi pribadi yang disiplin. Dari 3 orang yang saya wawancari, tiga-tiganya setuju bahwa SMA Labschool Kebayoran memiliki kedisiplinan yang tinggi. Jika sejak dini ita sudah dilatih tentang kedisiplinan, hampir dapat dipastikan bahwa saat kita melanjutkan hidup kita nanti, kita dapat menjadi pribadi yang disiplin juga.

                Selanjutnya, Kak Mayang menjelaskan tentang kekurangan SMA Labschool Kebayoran. Menurut Kak Mayang, fasilitas di SMA Labschool Kebayoran  masih kurang mendukung. Saat ditanya untuk lebih jelasnya, Kak Mayang menjawab, “fasilitas-fasilitas untuk ekskulnya kan banyak tuh yang enggak ada. Kayak untuk kuliner, fasilitasnya kurang banget. Terus lapangannya juga, tanahnya kurang bagus gitu”.


                Dapat dilihat bahwa sarana pembelajaran di Labsky sekarang sudah cukup memadai. Tetapi untuk detil-detil kecilnya masih kurang. Seperti yang dikatakan Kak Mayang, untuk ekskul kuliner misalnya. Kuliner adalah ekskul yang mengajarkan kita teknik memasak dan hal-hal yang berhubunga dengan masak-memasak. Sayangnya, SMA Labschool Kebayoran belum memiliki tempat khusus untuk ekskul ini sehingga kami harus menggunakan Laboratorium Biologi.
               
                Itulah paparan mengenai sisi positif dan negatif SMA Labschool Kebayoran dari 3 Alumni yang berasal dari 3 angkatan yang berbeda, Kak Nabel, Kak Mayang, dan Bu Syifa. Semoga hal ini dapat menjadi acuan sekolah kita untuk terus berkembang dan maju dan menjadi sekolah yang bermanfaat bagi murid-muridnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar