Sabtu, 22 September 2012

Tugas 2 - Plus-Minus Labsky

Belajar dari Kekurangan untuk Generasi yang Lebih Baik

Sekolah Menengah Atas atau yang sering kita sebut SMA merupakan suatu jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formaal di Indonesia setelah lulus dari Sekolah Menengah Pertama atau yang sering kita sebut SMP. Sekolah menengah atas ditempuh dalam waktu 3 tahun, dimulai dari kelas 10,11, sampai 12. Pada masa-masa SMA, biasanya murid mulai dibentuk untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya yaitu perguruan tinggi. Sehingga, biasanya pada tahun kedua, siswa akan dibagi berdasarkan jurusan yang diinginkan, diminati, dan dikuasai.  Tidak hanya pendidikan yang disiapkan, tetapi mental dan kebiasaan juga harus disiapkan untuk menghadapi lingkungan yang baru diperguruan tinggi. Banyak orang mengatakan bahwa masa-masa SMA merupakan masa-masa yang paling mengesankan dan tidak akan terlupakan, karena masa-masa SMA merupakan masa dimana kita  menghabiskan masa-masa remaja bersama teman. Tetapi, setiap sekolah, masing-masing SMA pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, maupun dalam bidang pendidikan, fasilitas, moral, dan masih banyak lagi. Di SMA Labschool Kebayoran, banyak sekali kegiatan-kegiatan yang mendukung untuk melanjutkan di perguruan tinggi. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain seperti organisasi OSIS dan MPK, kegiatan MOS, Pilar, Pra Trip Observasi, Trip Observasi, Bintama, dan lain-lainnya. Dengan kegiatan-kegiatan tersebut, membuat SMA Labschool Kebayoran lebih unggul dari sekolah-sekolah lainnya. Tetapi, dengan segala kelebihan tersebut, SMA Labschool Kebayoran juga tidak luput dari kekurangan-kekurangan. Kelebihan maupun kekurangan tersebut telah dirasakan oleh beberapa alumni dari SMA Labschool Kebayoran. Untuk memperbaiki segala kekurangan-kekurangan yang telah dirasakan para alumni, kita harus mengetahui apa saja kekurangan-kekurangan dan apa saja yang harus diperbaiki untuk kedepannya demi kesuksesan generasi-generasi yang akan datang agar lebih baik lagi. 

Untuk mengetahui kelebihan maupun kekurangan yang telah dirasakan oleh alumni-alumni, saya telah mewawancarai 4 orang alumni dari SMA Labschool Kebayoran, yaitu Kak Nabel Ihsan Muhammad, Kak Riri Rafelia Bermawi, Kak Bentley Addisajjana, dan Kak Gati Setyorini.

Pertama, saya telah mewawancarai Kak Nabel Ihsan Muhammad. Kak Nabel merupakan salah satu alumni dari angkatan Nawastra. Ia juga merupakan ketua OSIS di angkatannya. Sekarang, ia sedang meneruskan pendidikannya di perguruan tinggi Institut Teknologi Bandung atau yang sering kita sebut ITB, dan ia  mengambil jurusan Teknik Sipil.

Berdasarkan hasil wawancara, menurut Kak Nabel, kelebihan dari Labsky antara lain ialah labsky merupakan sekolah yang tidak terlalu berkutat pada pendidikan. Justru, labsky mengajarkan bagaimana berorganisasi dan berhubungan dengam orang-orang lain. Di Labsky, banyak kegiatan yang melibatkan banyak orang, sehingga diperlukan kerjasama yang baik, contohnya seperti program-program kerja dari osis seperti SkyAvenue, SkyBattle, Jakarta in Global, dan masih banyak program kerja besar lainnya. Dan dari itulah, kita bisa belajar bagaimana cara berorganisasi dan berhubungan dengan orang lain dengan baik. Sehingga pada intinya dengan kegiatan tersebut siswa-siswi dari SMA Labschool Kebayoran tidak individualis. Selain itu, kelebihan yang telah dirasakan oeh kak Nabel setelah lulus dari SMA Labschool Kebayoran ialah kepercayaan diri yang kuat dalam berkomunikasi dengan orang lain. Pada umumnya, alumi-alumni labsky mempunyai kepercayaan diri yang lebih dalam berkomunikasi dengan orang lain dibanding dengan alumni-alumni sekolah lain. Dan hal itu sangatlah membantu di dalam perkuliahan dan jenjang-jenjang kehidupan berikutnya. Kemudian, SMA Labschool Kebayoran memiliki kebiasaan memberikan tugas yang sangat banyak kepada murid-muridnya, walaupun disaat SMA sedikit menyusahkan, tetapi ternyata saat melanjutkan di perguruan tinggi kebiasaan tersebut sangatlah membantu. Alumni-alumni Labsky menjadi terbiasa dengan tugas-tugas yang diberikan saat kuliah. Kemudian, murid-murid labsky mempunyai disiplin yang lebih dibanding dengan murid-murid dari sekolah lain. Dengan tugas-tugas yang banyak seperti yang telah disebutkan diatas, murid-murid labsky biasanya sudah memiliki tanggung jawab atas tugas-tugasnya dan mengetahui seluruh konsekuensinya. Lalu, kelebihan dari Labsky yang lain yaitu labsky jauh dari tawuran antar SMA sehingga anak-anaknya benar-benar terlihat terdidik. Terakhir,  sekolah di labsky bisa menjadi modal awal untuk sukses di perkuliahan dan di kehidupan selanjutnya, bukti nyatanya banyak alumni dari SMA Labschool Kebayoran yang aktif di himpunan dan kabinet di perguruan tinggi.

Sementara, menurut kak Nabel, kekurangan dari SMA Labschool Kebayoran antara lain ialah anak-anak Labsky kurang peka terhada lingkungan di sekitarnya,  Padahal, kepekaan terhadap lingkungan sekitar merupakan hal yang cukup penting dalam menjalani aktivitas-aktivitas. Dengan mengetahui keadaan lingkungan sekitar, kita bisa menyesuaikan dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar dengan mudah.  Selain itu, kak Nabel mengatakan bahwa salah satu kekurangan dari SMA Labschool Kebayoran ialah anak-anaknya yang cenderung 'borjuis'. Karena pada nanti melanjutkan kehidupan di perguruan tinggi, akan sangat terasa bahwa anak-anak labsky ternyata 'borjuis'.  Dan pada umumnya anak-anak labsky ternyata mempunyai sifat yang konsumeris.  Padahal nanti saat di perguruan tinggi, kita akan menyadari bahwa banyak orang yang untuk membayar uang sekolah atau kuliah saja sudah susah.

Selain Kak Nabel, saya juga mewawancarai kak Riri Rafelia yang juga merupakan angkatan dari Nawastra. Ia juga merupakan salah satu MPK di angkatannya. Sekarang, ia melanjutkan jenjang perguruan tinggi di Prasetiya Mulya dan mengambil jursan Marketing. 

Menurut Kak Riri, kelebihan dari SMA Labschool Kebayoran untuk dunia perkuliahan antara lain, alumni-alumni dari SMA Labschool Kebayoran sudah lebih berpengalaman di bidang non akademik, karena labsky sudah memberikan kebebasan bagi murid-muridnya bagi mereka yang mau aktif di bidang non akademik. Dan tidak hanya kebebasan untuk berorganisasi, tetapi murid-murid dari SMA Labschool Kebayoran juga dilatih dan dibina untuk berorganisasi dengan baik. Tidak hanya pengalaman organisasi, hal yang dirasakan kak Riri ialah rasa kepemimpinan dan rasa ingin bekerja keras juga tumbuh setelah menjalani kegiatan-kegiatan yang ada di SMA Labschool Kebayoran. Contohnya ialah kegiatan Trip Observasi dan Bintama. Di kegiatan tersebut, kak Riri mengatakan bahwa disitu telah terlatih rasa kepemimpinan dan rasa ingin bekerja keras untuk apa yang telah diinginkan oleh masing-masing individu. Selain itu, maanfaat yang telah dirasakan kak Riri selama masuk di dunia perkuliahan ialah ia lebih merasa dewasa dan merasa lebih siap, maupun dalam bidang akademik maupun non akademik. Secara garis besar, alumni-alumni labsky sudah lebih berpengalaman daripada alumni-alumni sekolah lainnya.

Selain itu, Kak Riri juga menambahkan tentang kekurangan dari labsky. Kekurangan dari labsky antara lain ekstrakulikuler nya yang kurang bervariasi. Jika ekskul nya bervariasi, mungkin akan menambah semangat para siswa dan menambah keaktifan dari masing-masing siswa itu sendiri. Kak Riri menyarankan untuk memvariasakan ekskul-ekskul yang ada, karena banyak ekskul yang sudah dihapuskan seperti baseball, dan lain-lainya. Tetapi Kak Riri mengatakan bahwa secara keseluruhan, labsky sudah sangat bagus dan sangat membantu untuk dunia perkuliahan.


Terakhir, saya mewawancarai dua alumni yang sekarang sedang melanjutkan jenjang pendidikannya di Asia Pacific University atau yang sering disebut APU. Universitas tersebut berada di kota Beppu, Jepang. Dua alumni ini ialah Kak Bentley Addisajjana dan Kak Gati Setyorini. Mereka mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Universitas APU tersebut. Kebetulan, dua kakak alumni ini sedang berlibur di Indonesia dan kebetulan sedang mengunjungi SMA Labschool Kebayoran. Mereka berbagi-bagi pengalaman bersama kelas saya yaitu XI IPA 2.  Mereka berbagi pengalaman dari bagaimana mereka bisa mendapatkan beasiswa tersebut, bagiamana keadaan di Jepang, bagaimana bersekolah di universitas tersebut dan masih banyak lagi. 

Menurut mereka, sama seperti pendapat dari Kak Nabel dan Kak Riri, keuntungan bersekolah di SMA Labschool Kebayoran ialah mereka bisa lebih berpengalaman di bidang non akademik seperti berorganisasi dengan benar dan teratur. Karena, organisasi yang ada di SMA Labschool Kebayoran ini sangatlah bermutu dan benar-benar terorganisir secara baik. Dan kegiatan-kegiatan nya yang sangat bagus dan membantu. Seperti program kerja SkyAvenue dan SkyBattle yang telah rutin dilaksanakan setiap tahun sesuai tradisi dari angkatan-angkatan sebelumnya. Dari kegitatan tersebut, kita bisa mengetahui bagaimana mengorganisir suatu acara dengan baik, berhubungan dengan orang lain, dan dari situlah bagaimana mereka mendapat kelebihan mempunyai berbagai macam pengalaman. Keuntungan lainnya yang mereka rasakan ialah seperti tugas karya tulis yang diberikan oleh guru. Tugas karya tulis ini sangatlah membantu dan memudahkan di dunia perkuliahan, terlebih lagi saat ditugaskan untuk membuat skripsi dan tugas-tugas sejenisnya di perguruan tinggi.. Menurut Kak Gati, hal plus dari Labsky salah satunya adalah kegiatan lari pagi. Lari pagi di labsky sangatlah membawa keuntungan, walaupun murid dipaksa untuk mengikuti kegiatan olahraga ini, tetapi ini sangatlah membantu dalam kesehatan. Setelah lulus dari SMA Labschool Kebayoran, ia sangat merasakan tidak adanya lari pagi setiap minggu dan merasa kebugaran tubuhnya kurang dibanding dengan saat masih SMA dengan kegiatan laripagi setiap minggunya.

Sedangkan menurut mereka, kekurangan dari SMA Labschool Kebayoran ialah antara lain fasilitas yang kurang diperhatikan. Seperti bel sekolah, ia mengatakan bel sekolah sedikit aneh dibandingkan dengan sekolah-sekolah lain.  Selain itu, mereka juga menyebutkan toilet yang kurang diperhatikan kebersihannya. Alangkah lebih baik jika toilet sering dibersihkan dan diberi wewangian atau semacamnya untuk mendukung kualitas fasilitas di SMA Labschool Kebayoran ini. Selain dari fasilitas, kekurangan yang dirasakan oleh mereka ialah salah satunya guru yang terkadang telat masuk dalam kegiatan belajar mengajar. Tidak hanya telat dalam kegiatan belajar mengajar, terkadang malah guru tidak masuk atau tidak ada dikelas, sehingga kegiatan murid yang tidak jelas dan mengakibatkan murid yang berkeliaran dikelas. Kak Gati juga menambahkan saran bahwa guru sebaiknya tidak memberikan tugas yang aneh-aneh untuk muridnya karena akan menyita waktu dan merepotkan murid itu sendiri.

Itulah pendapat dari beberapa alumni tentang kelebihan dan kekurangan selama bersekolah di SMA Labschool Kebayoran. Dengan mengetahui kekurangan maupun kelebihan dari Labsky, kita bisa mengetahui apa yang harus dipertahankan, ditambahkan, mauupun diperbaiki untuk Labsky agar menjadi sekolah yang terbaik dan juga untuk generasi kedepannya yang lebih baik.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar